Kesalahpahaman

Kamis, Februari 01, 2018

Pertama-tama, aku ngantuk banget wkwk padahal sebenarnya ada dua deadline yang mengejar, jadi karena itulah aku memutuskan untuk nulis di sini aja. Sebenernya aku ngantuk karena ada energi yang terkuras gara-gara ada yang kupikirkan (?) dan biar energi itu nggak kekuras, mungkin aku bisa ngakalin dengan nuangin beban ini di blog.

Sebenernya cuma kesalahpahaman aja sih. Antara aku, sama kamu. Kamu, yang nggak mungkin banget baca blog ini XD Jadi santai aja kalau kalian baca ini berarti kalian bukan 'kamu' yang kumaksud. Percakapan ini sangat sepele dan sebenarnya nggak sesalah paham itu juga, cuma ya karena nama belakangku hari ini ditambah dan nama lengkapku jadi Rasya dengan-dua-deadline, jadinya aku kepikiran terus ya ampun. Tadi di perjalanan pulang ke rumah aku ngeklakson satu mobil dan hasilnya malah aku yang kepikiran terus (.........).

Jadi ..... yang bikin kita itu salah paham adalah karena ada topik yang nggak kulewatkan tapi kamu kelewatan. Tapi kamu kelewatan karena kamu nggak berpikir bahwa aku nggak melewatkan. Jadi, kamu memberiku sebaris kalimat, dan kubalas juga dengan kalimat. Percakapannya jadi seperti ini:

"Aku kasihan sama B sebenarnya. Kasusnya lebih parah daripada C sih, wkwk."
"Oh, B itu yang habis kepeleset dari tangga itu ya? Wkwk nggak perlu dikasihani kalau dia mah."

......... Aku yang salah sih. 

Jadi, aku cuma mau bilang ke kamu kalau kalimatku di "nggak perlu dikasihani kalau dia mah," yang kumaksud itu adalah si C. Jadiii, aku mengomentari kalimatmu setelahnya soal si C, dan soal kamu yang bilang kalau kasusnya si B lebih parah daripada si C. Aku komentar kalau kasusnya si C mah nggak perlu dikasihani.

Tapi kamu nganggap aku ngatai si B ..............

AKU YANG SALAH SIH. Lol. Aku yang bikin kalimatnya jadi seolah nyambung, walaupun sebenarnya aku sudah melakukan proses edit sampai berkali-kali, karena aku berusaha keras untuk bener-bener membalas setiap poin pembicaraan yang kamu sampaikan. Tapi ternyata aku nggak seberhasil itu karena baca aja kalimatku; aku malah ngerusak semua maknanya. 

Maaf ya.