event

PPSMB UGM 2017!

Sabtu, Agustus 12, 2017

Aku spikles sama acara PPSMB seminggu ini. Selama ada di sana tuh, rasanya asik, seru, keren, semua energi positif terpancar di sana pokoknya. :') Apalagi gugusku, Taroeno Djojoningrat, ada di ruang Farmasi, yang kata Mas Alun (cofas gugusku selain Mbak Fitria) termasuk salah satu penyedia konsumsi terenak =)) Dan kenyataannya bener, soalnya selama dua hari diculik panitia ospek fakultas di FIB, yang kukangenin banget tuh makanannya. XD

Ini makanan hari terakhir:

Terus ... aku pengin cerita dari awal sampai akhir, tapi terutama yang paling kukenang aja ya. XD Yang pertama, buat upacara pembukaannya sudah jelas: Jupiter Aerobatic Team! Diawali sama atraksi terjun payung ... indah bangetlah. :") Atraksi pesawatnya keren banget, kapan lagi upacara pembukaan disambut pakai pesawat. 8'D


bisa dilihat di youtube, keren!!! XD


Terus pas kita masuk gugus, kita dalam empat hari bersama bener-bener kayak keluarga. XD Apa-apa kita jadiin guyonan, entah jargon rumah sakit jiwa, olahraga judo, atau tepuk satu. :") Pas menjelang perpisahan bener-bener ada yang sampai nangis, aku sendiri sedih. Penginnya kebersamaan kita nggak pisah, lol aku masih ketawa pas nginget ekspresi orang-orang yang lihat, kita nggak ada tedeng aling-aling langsung teriak aja, "Rumah sakit jiwa! Rumah sakit jiwa!" =)))

pas ngerayain ultah. XD
Yang koplak tuh pas masuk sesi tentang alasan kita bangga menjadi mahasiswa UGM. Apa yang bikin kita bangga masuk UGM? Apa karena salah satu universitas terbaik di Indonesia? Karena dibangun murni dari keinginan para pejuang untuk mencerdaskan generasi bangsa? Pembicara kita, Bu Ida, sudah memancing sedemikian rupa, dan dari kita justru ngasih jawaban polos, "Karena kita bisa masuk UGM." (......)

pertama kali kita ketemu. masih formal gini ya gayanya. :))
Dan kalau dipikir-pikir, itu alasan realistis lol, kita bangga jadi mahasiswa UGM ya karena kita bisa masuk UGM. Kalau masuk universitas yang lain, ya bangga jadi mahasiswa universitas yang kita masukin itu dong. XD Jawaban jenius tapi berdasarkan fakta. :"))

bandingin sama hari kedua. :))
Ada juga saat-saat kita terharu, ngeng. Misalnya pas Mbak Fitria nyetelin video sejarah UGM, dan di situ dikasih fakta gimana berdirinya UGM, aku terharu. Bener-bener memunculkan perasaan baru, yang seperti bilang; ternyata begini, ya, rasanya bangga sama almamater. :") /ras

sama cofas, mbak fitria dan mas alun. :3
Lalu Bu Ida ngasih tanya, "Siapa di sini yang pernah gagal?" dan semuanya angkat tangan. Lalu kita kayak disadarkan, kalau kita bisa ada di sini tuh karena kegagalan kita. Akhirnya ada yang mulai berani cerita. Ada yang kegagalannya SBMPTN tahun lalu ... yang bikin aku langsung teringat sama temen-temenku yang belum rezekinya tahun ini untuk kuliah, bismillah semoga tahun depan memang momennya kalian. :")


Terus Bu Ida akhirnya menceritakan tentang kegagalan beliau. Yang bikin aku nangis, dan seisi ruangan spikles. Bu Ida ini dosen Farmasi mulai tahun ini, dan pengalaman sedih yang beliau ceritakan ke kita, gimana beliau sampai sakit selama dua minggu bolak-balik ke UGD bikin aku ngerasa kalau kegagalan yang selama ini kukeluhkan tuh nggak ada apa-apanya, plis. :")) Aku nggak sampai sakit dua minggu. :")))

Beliau cerita dari awal sampai akhir, ditutup dengan akhir yang indah karena akhirnya, setelah kesabaran yang aku nggak yakin apabila itu menimpaku bisa kuatasi kayak gitu apa enggak, beliau dapat hikmahnya. :") Alhamdulillah.

the boys! x3
Lalu pas di hari ketiga, kita ngasih kejutan untuk dua temen kita yang ulang tahun bulan ini! Ada kue dan balon, waktu itu aku ngerasa kita makin lama makin akrab. Dan pas Mbak Fitria bilang kalau dia dan Mas Alun punya hadiah untuk kita semua di hari terakhir, saat itu juga malamnya kita bahas di multichat buat bikin hadiah 'balasan' besoknya. Alhasil, hari penutupan kita malah berasa kayak tukeran kado, habis Mas Alun dan Mbak Fitria ngasih hadiah, habis itu kita. XD

ini hadiah dari mbak fitria sama mas alun. XDD
Saking kompaknya, pas Bu Ida pamit, kita bisa-bisanya kayak suporteran, "We love Bu Ida, we do, we love Bu Ida, we do, we love Bu Idaaaa, we dooo, Buu Ida we love youuuuu!" bener-bener sesuailah sama apa yang dibilangin panitia di ruangan sebelah tentang gugus Taroeno Dua; anaknya receh semua. XD

Terus, jelas closing ceremony-nya juga nggak terlupakan. Tahun ini formasinya yaitu bikin ... lambang UGM! Seneng banget. XD Bersyukur angkatanku yang dapat kesempatan menjadi bagian dari pembentukan lambang UGM. :")

keren banget. :")))
 Lalu kayak tahun-tahun biasanya, ada yang iseng nulis-nulis di kertas HVS. Untung panitianya nyuruh kita bawa dua puluh lembar HVS, jadinya masih ada sisa di tas. XD Alhasil banyak banget yang kreatif nulis-nulis nama, ada yang serius, ada yang koplak ... tapi banyakan yang koplak. :") Nih kukasih daftar yang aku masih inget:
  • Raisa, kutunggu jandamu! (Plis XD)
  • PANAS BOSS! (Ini malah ngasih pesan buat kita-kita. :'D)
  • BUKA JASA BIKIN CAPTION 10k (.........)
  • Akhirnya kubuat mantan menyesal. (TOLONG XDD)
  • Cepet dong!!! (Ini ngomongin salah satu pembicara yang lagi ngasih orasi di panggung, woooo=)) Tidak baik XD)
  • NGGAK USAH BUAT TULISAN (Terus ini sendiri apa kalau bukan tulisan. :"D)
Kalau yang mainstream kayak menunggu adek kelas masuk UGM, salam buat emak, mama, ibu (dan panggilan buat ibu lainnya), bapak, kakek, nenek, tante, om, terus kalau UGM itu gudang mantu (........) itu bertebaran sih di mana-mana. Aku masih ketawa setengah terharu kalau baca pesan, "Mak, anakmu UGM!" tapi aku beneran ngakak sama yang ini:


TOLONG. Aku ngakak banget waktu itu. XD Kalau buat orang tua kan masih wajar, lah kalau ini membicarakan masa depan. Berasa kayak cerita untuk anak. XD Kreatif asli. XD

Terus, kita dapat majalah Balairung gratis pas penutupan. Dan di halaman pertamanya, ada kalimat sambutan;

Selamat datang mahasiswa biasa
di kampus yang biasa-biasa saja.

Yang entah kenapa aku justru ngerasa kalau kalimat itu ... sangat UGM sekali. :')) Pokoknya PPSMB UGM ini bikin aku nggak bisa berkata-kata lagi. :") Indah, segala macam perasaan yang ada tuh pada akhirnya balik ke bersyukur lagi; alhamdulillah bisa masuk UGM. Seneng banget. :") Makasihhhh ya Allah. :")

Udah, yaaaa! XD

rasya's cleaning of the storage

Telegram: chat with yourself

Jumat, Agustus 11, 2017

Satu-satunya hal yang paling aku suka di Telegram itu karena ada fitur pesan personal sama diri kita sendiri ... alasan yang sama kenapa aku mempertahankan Messenger. Dan LINE lumayan, setidaknya kita bisa bikin grup yang anggotanya kita sendiri - walaupun agak ribet. Aku biasanya kalau untuk urusan yang cepet (?) kayak kalimat sekilas yang terpintas atau celetuk, aku nulisnya di Telegram atau Messenger - tergantung mana yang paling cepet aku klik duluan.

Aku lagi baca-baca ulang pesan-pesan yang aku kirim di Telegram dan aku pernah nulis hal yang sangat ... gimana, ya, aku mau bilang kalau isi pesannya alay, tapi kok yang pengirimnya aku sendiri, kan ironis. :")

.

.

aku takut. aku takut kalau apa yang aku percaya ternyata bumerang untukku. bagai pedang bermata dua; aku memilih percaya maka aku buta pada sisi satunya.

aku takut berita apa pun yang kubaca, asalkan merendahkan apa yang aku percaya, maka langsung membuatku naik darah. aku takut apabila yang membuatku marah dan membenci suatu kaum tanpa ba-bi-bu itu ternyata tidak benar; hanya berita yang dilebih-lebihkan untuk memecah-belah persatuan.

di sisi lain aku tidak mau semudah itu merasa benci atas informasi yang tak tahu sumbernya dari mana, dan di sisi lain aku ditinggalkan oleh orang-orang yang berpikir aku satu pandang dengan mereka hanya karena aku tidak bereaksi sama.

ketidaktahuan seperti menyusuri jalan yang gelap, tapi kini orang-orang datang dari sisi yang berbeda, membawa lentera dengan penerangan masing-masing yang sama menyilaukannya; sekarang membuat jalan menjadi kelewat terang.

gelap gulita, terlalu gemilang ... dan apa yang membuat keduanya tak berbeda?
sama-sama tak terlihat ujungnya.

seberapa benar? seberapa salah?

.

.

.

Oke, udah. (...)

Nggak cuma itu sih, ada yang makian, puisi, cerpen juga ada, bahkan yang creepy (???) juga ada. Tapi nanti kebanyakan. Karena ini intinya aku ngasih yang aku punya di blog untuk arsip, makanya aku pakai label yang dari dulu pengin kupakai ini, ya. XD

Cari Pelarian

Jumat, Agustus 11, 2017

"Ras, aku baca blog-mu, lho."

Aku ... paling ngeri sama kalimat ini, serius. XD

Setiap kali ada orang yang ngomong itu ke aku (kayak banyak yang bilang aja, Sya), waktu bagiku rasanya kayak berhenti, lalu aku langsung mikir keras apakah aku pernah ngungkit tentang orang itu di blog. Aku jarang ngata-ngatai orang, sih, di blogku - secara ini blogku ya, jadi yang aku omongin ya tentang apa yang aku rasakan orz Dan kalau pun ada aku nggak pernah nyebut nama ... tapi sekalipun kenyataannya nggak ada, aku rasanya kayak kehantui sama kalimat itu.

Ada rasa takut kalau lama-lama aku ngeposting di blog dengan pikiran; kira-kira gimana ya yang dipikirkan orang-orang yang baca blogku tentang aku? Padahal blog ini kubuat cuma untuk aku sendiri, dan aku bener-bener nyaman di sini. Sudah beberapa kali sih, aku pindah-pindah blog, nulis di mana pun, cobain blog.com, wordpress, tumblr, blogger lagi juga pernah. Tapi ujung-ujungnya aku balik lagi ke sini.

Saking nyamannya sama blog ini, rasanya kayak aku sendiri yang selalu meningkatkan jumlah statistik pengunjungnya. Kalau aku ke warnet, atau pinjem hape temen, atau lagi gabut, aku selalu balik ke blogku; entah buat baca ulang, atau sekadar menuh-menuhin kolom draft yang saking banyaknya udah kayak daftar postingan blog juga. Pernah kepikiran buat masang seting ini ke privat, tapi aku nanti nggak bisa seenaknya buka blog-ku kalau belum log in. orz

Terus ... akhir-akhir ini aku selalu membiarkan postingan blogku teronggok gitu aja di draft hanya karena alasan yang sepele banget; aku kepikiran apa yang bakal orang pikirin. Sebenernya isi postingannya biasa-biasa aja, tapi pikiran kayak gitu tuh menghambat rasanya ... dan kayaknya itu alasan aku bikin blog-blog buat pelarian sebelumnya.

Aku selalu cari suasana baru buat nulis semuanya di situ, terus sampai aku ngerasa pikiran takut sama kemungkinan orang baca blogku itu berkurang, barulah aku balik lagi ke blogku. Kalau memang itu solusi yang selama ini aku temuin, dan menurutku ini tepat - seenggaknya kan aku bakal balik ke blogku lagi - jadi mungkin aku harus ngelewatin fase ini dulu. XD

.

.

.

Bleepy marah sama aku :")

ajang pencarian bakat

AGT 2017: Chase Goehring

Selasa, Agustus 01, 2017

Aku lupa di mana, tapi aku pernah baca kalimat kayak gini: kalau kamu benci orang sombong, itu artinya kamu benci manusia. Wahaha:) Kalimat itu bisa bener bisa salah, tapi seenggaknya cocok dipakai untuk seseorang yang bisa tanpa sadar tahu-tahu bersikap naif. Bukan untuk pedoman hidup sih, semacam penyadaran aja. Kita semua boleh punya rencana, punya rancangan ini-itu, tapi perlu lihat situasi dan kondisi juga. Pokoknya, seharian aku lagi mikirin soal kalimat itu, dan terus aku buka YouTube karena siapa tahu America's Got Talent bisa ngehibur ... karena sekarang masih jalan kan, dan aku pengin ngikutin dari babak audisi sampai nanti judge cuts terus live show nanti. (Hafal.)

Entah kenapa kalau ngikutin ajang pencarian bakat, aku gampang jatuh cinta sama penyanyi yang bawain lagunya dia sendiri. Lagunya Glee yang aku suka judulnya Loser Like Me dan itu lagu buatannya mereka yang mereka nyanyiin pas lomba. Terus kapan gitu aku suka sama BAM dari Britain's Got Talent yang bawain versi lain dari Hopeful - jadi mereka ubah liriknya.

Nah, sekarang, sesuai judul blogku. Aku langsung suka sama titel YouTube yang nangkring di halaman depan (?) yang terpampang, America's Got Talent 2017 Chase Goehring Singer Songwriter is The Next Ed Sheeran. Akhirnya ada juga penulis lagu yang nampang di AGT, jadiii aku klik deh. Kalian bisa buka di sini, tapi aku bukan bahas soal ini jadi yuk lanjut aja.

Singkatnya, Chase ini baguuus banget penampilannya. Aku lalu nge-stalk dan dengerin lagu-lagunya dia yang lain. Lagu yang dia nyanyiin pas babak audisi itu judulnya Hurt dan itu bener-bener lagu yang sungguh dia sekali; ada rap sama nada tingginya, makanya aku suka sama peserta yang bawain lagu sendiri itu karena seolah lagu itu hanya bisa dia aja yang nyanyiin. :")

Awalnya aku dengerin lagunya dia yang What is Love, terus akhirnya sampai juga di lagu yang bikin aku ... spikles. Judulnya A Capella. Durasinya lima menit sendiri, tapi liriknya bener-bener ... kena. Ini lagu yang dia pakai di babak judge cuts dan membuat dia dapet Golden Buzzer yey! Kalau untukku yang lagi mempertanyakan kalimat yang kusebutin di atas, ini lagunya jleb maksimal ....

wha udah 400k :"))
Ada banyak lirik yang berkali-kali nyindir, tapi intinya di situ adalah dia nyanyi untuk dirinya sendiri. Di sini Chase bener-bener blak-blakan, dia seolah-olah mengatai penyanyi-penyanyi terkenal yang sesumbar bilang kalau mereka hidup untuk musik, tapi nyatanya yang diomongin juga duit melulu. Ada kalimat yang artinya, "Sepertinya itulah yang akan terjadi kalau kamu sudah di puncak; tidak pernah puas dengan apa yang sudah kamu dapat." Nyes. :')

Jujur, aku sering banget meragukan diriku sendiri yang pengin jadi penulis. Bikin novel aja belum, cuma nulis di Wattpad sama Fanfiction terus, ini penulis macam apa .... Tapi gara-gara aku dengerin lagu ini, aku jadi termotivasi gitu deh. Kalimat-kalimatnya bener-bener, gimana ya, kedengerannya naif sih. XD

Maybe a year or two, maybe a year or three ....
It doesn't phase me, honestly.
Even if I don't make it by then,
I'll still be doing shows so I make it in the end.

Lirik yang ini lho. Lirik yang ini!!1! :"D

Seolah-olah ada suara yang pernah mati, bangkit hanya untuk meneriakiku, "Penulis itu orang yang menulis, Sya, sesederhana itu! Kamu mau memperkenalkan diri ke dunia sebagai penulis itu nggak butuh nunjukin buku sebagai persyaratannya. Cukup kasih bukti nyata kalau kamu itu menulis. Udah." Nulis aja. Perihal nanti bisa bikin novel atau enggak itu nggak perlu dipikirin masak-masak. Yang penting nulis terus, bikin kerangka novel terus, jangan berhenti.

Ada lagi yang aku suka:

Now they coming to me asking, if I wanna be the next big thing.
I'm the next best thing, buddy.

You better get your facts straight:
I don't need a record label to show them my talent great,
Cause if the people like it then the people buy it,
why would I wanna hire another writer just to take it higher?
Foolish.

Like the gold that you place in my hands; that's fools gold,
and I'm not fooled by this fame game ... this twitter game ... i
t's so lame.
Cause I'm verified on the inside,
I don't need a blue check to be satisfied.


Sangat ... frontal.

Aku jleb banget bagian twitternya HAHAHA ketahuan deh pernah punya keinginan dapet centang biru di akun twitter. (...) Lirik lagunya sungguh menyinggung tanpa setengah-setengah. Aku jadi inget pernah baca jawaban di Quora, kalau cara ampuh menyadarkan orang-orang yang hidup untuk uang itu seharusnya pas nyetak dikasih tulisan di bawah nominalnya, this is just a piece of paper. =))

Kurang-lebih kayak gitu sih. Aku suka liriknya Chase karena ... menggugah, menurutku. Bisa bumerang karena kalau kita lagi butuh motivasi, dengerin lagu ini malah mematahkan api membara dan bikin kita jadi males-malesan :") Tapi poinnya Chase di sini bukan untuk itu, lagu ini pengin menyadarkan kita kalau terlalu ambisius mengejar harta dan ketenaran "is so lame". :))