Dream Theme: School-Life

Minggu, Juli 30, 2017

Setelah biasanya aku selalu mimpi kejadian-kejadian mengerikan; entah main bunuh atau tembak-tembakan atau kejar-kenaran, hari ini aku mimpi hal yang ... biasa banget. LOL. Yang bikin sama dari mimpi-mimpiku sebelumnya adalah tokoh-tokoh yang main di sini kalau bukan temen sekelasku, pasti orang yang sama sekali nggak aku kenal.

Kejadiannya di sekolah, entah karena kepengaruh sama seting waktu sekarang yang lagi DBL atau gimana, pulang sekolah jam dua langsung cus ke GOR UNY. Yang angkatan 2017 karena sudah lulus, kita janjian kumpul di sekolah jam dua. Nah, ceritanya dimulai dari aku yang sampai di sekolah 'kepagian', aku sampai di sekolah jam dua belas. Otomatis aku harus nunggu temen-temenku yang belum datang kan, jadi karena gabut, aku yang harusnya nunggu di depan gerbang jadi main-main ke dalam sekolah.

Seting tempatnya jelas SMA 6, tapi gedungnya itu bangunan SD Muhammadiyah Condongcatur (...). Jadi aku jalan-jalan di dalam gedungnya itu, ke lorong kelas satu, ke lorong kelas dua, ruang AVA, ke deretan kelas enam ... tapi posisinya di mimpiku, itu gedung SMA 6 gitu lho. Entah juga kenapa begini.

Terus ada bagian yang aku lupa, tapi intinya aku turun ke koperasi untuk minta plastik kresek. Aku ke koperasi lewat kantin, lalu ketemu lima adik kelas ada di dalam koperasi. Waktu itu penjaganya nggak ada, dan kalau yang jaga nggak ada artinya kita harus ambil sendiri lalu naruh uangnya di wadah. Mereka berlima ini berisik banget LOL, berasa kayak yang punya koperasi aja. Aku awalnya diem kan, pengin ambil plastik terus balik, tapi aku nggak tau plastiknya disimpen di mana.

Aku pengin masuk juga, tapi sudah ada lima anak di dalem yang keruyukan kayak es cendol, dan pintu masuk koperasinya itu harus masuk lewat yang satunya, lewat depan. Jadi aku harus balik lagi, keluar sekolah, lalu ke meja koperasi yang ngehadap selatan. (Ini aku di meja koperasi yang ngehadap barat. Koperasinya bentuk persegi, tapi dari sisi yang aku sekarang ke sisi satunya ada sekat yang bikin aku harus ambil jalan mutar.)

Karena mager, dan toh cuma plastik, jadi aku bilang, "Dek, tolong ambilin plastiknya."

Trus mereka berlima akhirnya diem, salah satu dari mereka coba nyariin aku plastik, dan dua di antara mereka keluar; mungkin baru sadar kalau keroyokan di dalem koperasi itu bikin sesek. Aku nggak gubris yang dua anak ini, tapi begitu mereka ngelewatin aku, yang satu bisik-bisik ke satunya. Aku nangkep satu kalimatnya mereka, "Itu lho, mbaknya yang ikut ekskul jurnalistik."

Etdah memangnya kenapa:)) Aku kan lalu ngelihatin mereka berdua, tapi nggak lama sih soalnya tiga orang yang di dalem koperasi lagi mondar-mandir ke sana-sini. Kirain mereka nyariin aku plastik, jadinya aku diemin. Tapi salah satu di antara mereka bilang, "Di mana ya, si ibu naruh pensil mekaniknya?"

Lah jadi permintaan tolongku itu dikacangin ternyata. Aku nunggu aja sampai lalu aku lihat plastik di dalem, di atas tumpukan karung beras (??) nggak tahu juga kenapa di koperasi jualan karung beras :") Aku mikir, ini mereka bertiga nggak lihat apa ya, jadi aku nunjuk, "Dek, itu plastiknya di situ."

Mereka bertiga diem lalu ngelihatin aku, lalu ngelihatin plastiknya, lalu ngelihatin aku lagi, lalu saling pandang-pandangan. Sumpah ini mereka nggak mau ngambilin plastiknya? Lagian cuma kresek di situ doang. Aku jadinya kesel kan, jadi aku geser mejanya trus masuk koperasi lewat celah sempit antara meja sama tembok. Aku ngelewatin mereka bertiga, ambil sendiri plastiknya, lalu aku bilang, "Nggak jadi Dek, bisa sendiri."

Terus aku keluar lagi, dan lihat dua anak yang di luar koperasi, mereka bareng-bareng bilang, "Naaaaah kan gampang tuh lho ambil sendiri," tapi nggak sadar kalau aku lihatin. Aku jadinya makin kesel, kalau nggak pengin ngambilin tuh ya bilang dari awal, aku nggak masalah. Tapi aku nunggu lama banget cuma demi plastik dan harapan mau diambilkan (?) jadinya kan kagol.

Dua orang itu aku deketin, mereka ini masih kelas sepuluh baru masuk; yap, termasuk dalam kategori tokoh yang blas aku nggak kenal. Langsung tahu deh kalau mau aku marahin, akhirnya aku ajak bicara mereka di bawah tangga mau ke lantai tiga, deket ruang AVA, tempat buat keputrian (kayak mentoring tapi untuk satu angkatan) yang aku selalu menghindari tempat itu setiap Jumat karena nggak mau ketahuan bolos. (...)

Awalnya aku marahin, eh tapi ujung-ujungnya mereka curhat soal MOS. Jadi di hari kesekian MOS, ada kegiatan, kelompok-kelompokan tiga orang, dan mereka diterjunkan ke wahana permainan mengerikan (?), kayak masuk gua, nyeberang jurang satu ke jurang lain pakai ala-ala jembatan dari tali, naik mobil rally di lahan pasir yang debunya ke mana-mana ....... oke, kayaknya mulai nggak waras deh mimpi ini.

Aku prihatin (?) tapi aku juga nggak ngasih saran sih, aku pendengar aja. Tapi yang jelas gara-gara itu seolah kita impas; aku kesel dan mereka ternyata juga punya kisah kekeselan. Jadi sama-sama cerita. Oke, sip, akhirnya mereka balik, dan aku baru sadar kalau sudah jam dua dan artinya aku harus nonton DBL.

Aku langsung kagol karena aku inget sesuatu: ceritanya aku sampai di sini kepagian tuh biar aku sempet nge-LINE temen-temen yang kelihatannya bakal bawa motor, jadi aku tinggal bonceng (padahal posisinya aku nggak bawa helm ... tapi abaikan detail ini). Alhasil aku telat kan, dari lobi, aku bisa lihat sudah banyak motor yang pengendaranya sudah punya pasangan (?).

Entah kenapa di luar lobi, setingnya jadi halamannya SMA 6 lagi. Tapi begitu aku belok kanan, ceritanya mau ke parkiran motor yang ada di deket masjid cowok, tiba-tiba berubah jadi semacam tempat luas untuk festival, ada berbagai stand dan rame banget, mulai nggak jelas lah ini ceritanya dibawa ke mana.

Tapi walaupun sudah seabsurd itu - aku noleh ke belakang udah nggak ada bekas-bekas sekolahnya sama sekali, aku terjebak di suasana festival yang ada bianglala, komedi putar, banyak orang lalu-lalang - fokus dari mimpinya masih belum hilang: aku harus cari anak SMA 6 angkatanku yang belum punya boncengan, dan bareng ke GOR UNY. Berasa jadi kayak misi aja, aku harus cari anak Namche di antara kerumunan orang.

Awalnya aku ketemu Afi lagi jalan sambil makan arum manis, terus begitu aku deketin, ternyata di sebelahnya Afi sudah ada Oca lagi makan arum manis juga. Mereka jelas nggak kayak lagi keburu-buru buat nonton DBL, tapi begitu aku tanya, "Afi, kamu sudah dapet boncengan, ya?" si Afinya jawab, "Iya, Sya, ini aku sama Oca mau ke GOR, aku boncengin dia."

Oke sip, Afi sudah sama Oca boncengan mau ke GOR UNY - yang nggak kayak mau ke GOR UNY karena habis itu mereka berdua tetep jalan santai makan arum manis. Aku hilang lagi di tengah kerumunan, lalu aku nyusurin stand-stand makanan yang ada, begitu sampai di stand sosis bakar, aku ketemu Lisa sama Rani lagi jajan, nungguin penjual yang lagi bikin sosis bakar selesai ngolesin bumbunya.

"Kalian barengan mau ke GOR?" aku tanya kayak gitu barengan sama penjualnya selesai ngasih sosis. Mereka nerima sosisnya terus jawab, "Iya, Ras, ini kita mau ke GOR UNY."

Etdah aku nggak ada temen LOL. Aku ditelan kerumunan manusia dan akhirnya bangun, deh.

You Might Also Like

0 comment(s)