2. Silent Mode

Jumat, Juni 02, 2017

[ source ]
sebenarnya aku nggak tahu mau nulis apa, tapi karena tuntutan nulis random 2017 dan sekalian aja bener-bener random ... jadi yah, aku nggak berhenti. walaupun serius, aku nggak tahu mau nulis apa sekarang di sini. tahu apa artinya? tahu kenapa aku begini? karena seperti yang aku bilang di postingan sebelumnya tentang saat-saat di mana aku pengin sendiri, aku sekarang sedang ada dalam mode selesai-merampungkan-suatu-bacaan.

aku lagi dalam silent mode. oke, mungkin malah airplane mode karena aku bener-bener menolak apa pun yang datang. jadi setiap kali aku selesai baca atau nonton, oke aku ulangi lagi, aku selalu butuh waktu untuk kembali beradaptasi dengan dunia nyata. jadi karena aku detik ini masih dalam mode penyesuaian diri itu, cukup jelas bahwa aku ... lagi nggak tahu mau nulis apa sekarang.

paling cepat mode ini selesai dalam tiga jam, atau kalau aku pengin mempercepatnya aku harus bikin tulisan tentang itu ... tapi kayaknya yang ini bakal berlangsung lebih lama dari apa yang aku kira. biasanya 'tiga jam' itu untuk bacaan yang biasa, film yang biasa ... yang berkesan tapi nggak begitu meninggalkan kesan. dan buku yang selesai kubaca ini jauh dari kriteria itu.

aku jatuh cinta sama karakter yang salah. (...)

salah satu tokoh di buku ini adalah seorang perempuan yang suka sekali pelajaran biologi. ketika pacarnya tanya apa itu mistletoe; tanaman yang populer saat natal, alih-alih jelasin mitos norwegia tentang ciuman di bawah mistletoe, gadis ini dengan polosnya malah cerita kalau ini tanaman hemiparasit, nyebutin ordo dan familinya.

tapi ... pacarnya tewas dibunuh. di depan matanya, waktu mereka lagi jalan berdua. itu kecelakaan jelas, pelakunya belum ketangkap dan lagipula bukan di situ poinnya sekarang. gadis itu syok berat, dia menolak makan, tidur, dan terus menyibukkan diri, sampai akhirnya dia divonis ptsd; post traumatic stress disorder; serangan panik karena kejadian di masa lalu.

dan lalu gadis itu meninggal.

oke, dua tokoh (si gadis dan si pacar) jelas bukan tokoh utama di buku yang kubaca. mereka cuma cerita sampingan, si gadis itu sahabatnya tokoh utama jadi ceritanya nggak begitu benar-benar difokuskan. tapi, ya, begitu deh.

itu suatu kejahatan. aku bener-bener butuh waktu lama menyesuaikan diri karena aku serius suka sama karakter gadis ini. dia penyayang, dia bersahabat, semua sifat yang baik-baik sampai pacarnya meninggal; karena setelah itu dia jadi suka bentak, marah ... hal-hal yang aku baca sambil rasanya pengen teriak sendiri kAMU KENAPAAAAA :"""

aku pernah baca beberapa buku yang ada dalam daftar baca-sekali-lalu-sudah, dan kayaknya judul buku ini bakal kutulis di sana. itu daftar judul buku-buku yang ... antara terlalu sedih, atau justru terlalu berakhir bahagia; saking bahagianya justru nggak nyata lol yang memenuhi kategori itu kebanyakan romens sih.

oke.

silent mode lagi ya.





{untuk nulis random 2017 — 2/30}

You Might Also Like

0 comment(s)