7. Aldnoah.Zero: Slaine/Asseylum

Sabtu, Juni 10, 2017

Hahaha. Ini nih, tipe kapal yang seharusnya bisa berlabuh dengan damai dan bahagia, tapi semuanya berubah karena kedatangan tokoh utama. Slaine dan Asseylum. Si bocah adalah penduduk asli Bumi yang pesawatnya jatuh di Mars waktu pelakukan perjalanan luar angkasa, dan diselamatkan sama si gadis yang jadi putri di kerajaan Mars itu. Akhirnya terciptalah relasi antara sang putri dan ajudan (?) yang selamanya mengabdi.

how cute ; v ; [ 落書き by axnhs - pixiv id 5213102 ]
Dimulai dari pertemuan pertama mereka, Slaine dan Asseylum selalu ngobrol tiap hari; jelas, seolah-olah di kerajaan Mars itu cuma ada mereka doang. Tapi memang, kebetulan mereka sebaya, dan yang umurnya sepantaran mereka di situ ya cuma mereka. Slaine sudah suka duluan karena dia ngerasa berutang budi karena Asseylum sudah menyelamatkan nyawanya, jadi ke mana pun Asseylum pergi maka bocah ini selalu ngebuntutin dari belakang. Pokoknya ke mana-mana ditemenin terus.

Sementara Asseylum ini tipe gadis yang nggak peka, padahal jelas-jelas sekali nengok ada cowok ganteng yang rela mati demi melindungi dia. Asseylum ini selalu pengin tahu banyak hal, dan karena Slaine ini kayaknya spesies manusia langka yang pintar sejak lahir, dia selalu berusaha jawab pertanyaannya Asseylum, terutama seputar Bumi, kayak misalnya kenapa langit di Bumi warnanya biru, dan lain-lain.

Apa pun yang mereka berdua obrolin pasti selalu balik lagi ke Bumi. Karena pesawatnya Slaine rusak, dia jadi harus beradaptasi di Mars karena nggak bisa pulang; dan orang tuanya meninggal dalam kecelakaan pesawat itu jadi dia juga nggak punya tempat di mana-mana lagi. Makanya Slaine dampingin Asseylum terus, dan ikut bermimpi biar mereka bisa ke Bumi sama-sama.

Hubungannya mereka berdua aman dan sejahtera, sangat alami dan murni, sampai lalu rentetan kejadian menimpa; menurutku tepat dikatakan kalau mereka berdua ini sama-sama jadi korban politik negara. Ngeng, agak berat sih bahasanya, tapi memang itu yang terjadi. Bencana-bencana yang tanpa henti kujabarkan dalam poin-poin berikut:

  1. Setelah hanya bisa bermimpi, Asseylum dapat izin untuk melakukan perjalanan diplomasi antarplanet, Bumi dan Mars. Senang banget dia, walaupun sayang Slaine nggak bisa ikut serta. Berangkatlah dia ke Bumi.
  2. Di tengah perjalanan, sebelum ada yang tahu - termasuk Slaine, jelas, itu bocah masih ada di Mars - Asseylum entah kenapa punya firasat buruk, dan waktu pergantian kendaraan begitu turun dari pesawat, dia diam-diam minta 'pemeran pengganti' untuk masuk ke dalam mobil. Firasatnya benar, waktu parade masih berlangsung, ada serangan tiba-tiba dan mobilnya meledak.
  3. Kabar kalau Asseylum meninggal (yang sebenarnya enggak) tersebar di Mars. Slaine syok berat, dan waktu Mars menyatakan perang ke Bumi, Slaine rela ikut berperang membela planet yang bukan tempat kelahirannya saking cintanya dia pada sang putri.
  4. Tembak-tembakan dan bom di sana-sini, sampai lalu Slaine tahu kalau Asseylum masih hidup dan justru ada di tangan pihak Bumi. Dia berusaha ngerebut Asseylum dengan tembak-tembakan sama salah satu orang Bumi (yes, yang jadi tokoh utama di cerita ini) tapi kalah dan pesawatnya jatuh. Tapi di titik ini, dia mulai berpikir; kalau perang antara Mars dan Bumi ini disebabkan karena pihak Bumi membunuh perwakilan Mars, kenapa Asseylum malah dilindungi di sana?
  5. Slaine ngasih kabar ke pihak Mars kalau Asseylum masih hidup. Harapannya, kalau Mars tahu Asseylum nggak meninggal, harusnya perang bisa berhenti, 'kan?
  6. PLOT TWIST! Ternyata yang punya rencana membunuh Asseylum itu dari pihak Mars sendiri. Jadi, Mars sengaja ngeledakin tuh mobil, biar punya alasan untuk berperang dengan Bumi, karena - alasan yang dimiliki kebanyakan penjahat - Mars pengin menguasai planet Bumi dan mengambil keuntungannya. Slaine-nya kagetlah; berarti selama ini dia membela pihak yang salah, karena sebenarnya yang mau dia lindungi bukan Mars-nya, tapi Asseylum-nya.
  7. Sayangnya, pindah sayap dalam perang itu nggak gampang. Pada akhirnya walaupun Slaine tetap melakukan penyerangan di dalam pihak Mars sendiri, dia tetap ditembaki juga sama pihak Bumi yang nganggap Slaine juga bagian dari pihak Mars yang merencanakan pembunuhannya Asseylum.
  8. Pihak Bumi menang. Semua yang masih hidup di pihak Mars dihukum, termasuk Slaine yang justru disebut-sebut bertanggung jawab oleh segala peperangan yang dimulai pihak Mars. Di sinilah yang aku bilang kalau dia jadi korban politik: karena Slaine nggak diterima di sayap mana pun, malah dia yang diasingkan dan menerima segala macam hukuman atas kejahatan yang tidak dia lakukan.
  9. Tamat. Yah, karena dia bukan tokoh utama, wajar kalau akhir cerita ini tragis di pihaknya. :"
Asseylum yang selamat sampai akhir pulang ke Mars, dia akhirnya menikah sama laki-laki yang memang dijodohkan sama dia. Iya, ini juga bagian dari korban politik lel, Asseylum mau nggak mau harus nikah sama dia yang baru muncul di episode kedua dari terakhir, demi mencegah perpecahan di Mars terulang lagi. Dia dan Slaine sudah nggak ketemu lagi sejak saat itu.

bcs that's how it should have ended. *ngais tembok* [ aboynameddeath.tumblr.com ]
Mungkin karena faktor usia juga, ya, sementara yang mengurusi negara adalah orang-orang usia kepala tiga, mereka berdua juga ngerasanya nggak bisa apa-apa. Slaine punya rasa rendah diri karena dia orang asli Bumi, ditambah dia juga dipandang sebelah mata sama orang-orang Mars (selain Asseylum dong :3), jadi waktu itu dia belum punya keberanian untuk coba berpendapat dan untuk punya rencana ambil peran di perpolitikan.

Asseylum-nya juga sama. Tapi aku ngerasa dia kurang tegas, sih. Menurutku kalau dia punya posisi sebagai putri di Mars, minimal dia pasti disuruh ngecek berkas atau laporan apaaa gitu. Cuma bukan salahnya dia juga, karena Asseylum pasti menganggap kerajaannya dalam keadaan yang baik-baik saja dan nggak sempat kepikiran kalau ada yang luput dia tangkap; dan itu bikin dia jadi nggak tahu kalau pihak Mars malah menyusun rencana pembunuhan terhadap dia.

Bayangin kalau perang dan segala macamnya itu nggak ada. Slaine nggak mungkin diasingkan dan Asseylum nggak mungkin dijodohkan sama laki-laki yang belum dia kenal. Yang terjadi di antara mereka hanyalah:

  1. Hidup bahagia selamanya.
  2. Hidup bahagia selamanya.
  3. Hidup bahagia selamanya.
  4. Hidup bahagia selamanya.
  5. Hidup bahagia selamanya.
  6. Hidup bahagia selamanya.
  7. Hidup bahagia selamanya.
  8. Hidup bahagia selamanya.
  9. Hidup bahagia selamanya.

Tapi ... yah. Kebersamaan mereka kini hanya ada di dalam mimpi. :')

You Might Also Like

0 comment(s)