limited edition

setelah selesai satu.

Minggu, Mei 28, 2017

Ini bukan perasaan pertama, jadi sebenernya udah sering banget aku kayak ini. Rasa setiap kali aku selesai baca satu novel, setiap kali habis nonton satu film, setiap kali ngabisin satu episode anime ... ada rasa kayak aku harus diem dulu beberapa saat; sendiri, bener-bener tanpa gangguan apa pun, untuk menerima "jiwa"-ku ada di realita yang segala kejadian yang ada di seting buku atau film atau episode sebenernya nggak ada.

Bisa satu jam. Rata-rata tiga jam, sih. Tapi ... bisa juga satu hari. Aku bener-bener kayak orang kehilangan fokus; ya nggak lalu jadi linglung, tapi kayak ... aku nggak sepenuhnya ngejalanin apa yang aku lakuin. Misalnya, yah, karena ini liburan sih ya. Aku tetep cuci piring, aku tetep main hape, aku tetep nonton TV, tapi bukan bener-bener aku yang ngelakuin itu semua. Soalnya pikiranku masih ke mana-mana, atau mungkin malah sama sekali nggak ke mana-mana, masih terngiang jelas apa yang terjadi di buku yang aku baca.

Aku habis baca novel tentang seorang profesor yang ingatannya cuma bertahan delapan puluh menit. Aku habis nonton episode tentang tokoh utama yang balik ke masa lalu untuk lihat ibunya mati (lagi) di depan matanya. Aku habis nonton film tentang seorang gadis yang punya cita-cita jadi penyanyi panggung tapi dia harus jadi penyanyi latar untuk saudara tirinya yang lipsync di depan panggung. Hal-hal kayak gitu, bacaan atau tontonan yang aku habisin selama liburan, bikin aku semakin sering jadi kayak aku yang sekarang ini.

Diem. Butuh waktu buat sendiri. Menyesuaikan diri lagi sama seting dunia nyata, di mana kejadian di buku bacaan atau film yang aku tonton itu sama sekali nggak terjadi, dan nggak ada satu persen pun kemungkinan aku lalu terlibat di cerita yang kayak gitu. Selalu, selalu, selaluuuu kayak gitu.

Huft.

Kadang ini bikin aku sedih.

film

#zerotohero

Jumat, Mei 26, 2017

ini yang mau aku ceritain; saat-saat di mana seseorang itu jadi superhero XD cerita yang hampir selalu ada di semua superhero, "gimana cara mereka jadi superhero?" menurutku bagian itu yang paling keren. mulai dari bagian waktu parker kegigit laba-laba yang bikin dia jadi spiderman, atau sampai pesawatnya kara mendarat di bumi yang bikin dia jadi supergirl :")))

sampai sebelum ini, aku selalu seneng sama spiderman. waktu dia belajar gelantungan dari gedung ke gedung, nembakin jaring laba-laba, entah kenapa aku selalu mikir itu lucu ketika seseorang berusaha beradaptasi dengan bakat yang memilih dia. yang awalnya dia pakai buat senang-senang - dan plis, waktu itu parker masih bocah kuper SMA =)) - sampai lalu dia punya ambisi buat berbuat kebaikan di dunia ini.

lalu aku baru sadar kalau mungkin aku suka spiderman karena aku belum lihat superhero-superhero yang lain. akhirnya aku tontonin satu-satu sampai legends of tomorrow. daaaaan setelah aku yakin aku tahu superhero yang lain - minimal aku bisa nyebutin dan aku tahu gimana cara mereka nemu bakat mereka - ada satu lagi superhero yang aku sukai cerita awalnya:

the flash.

iyaa, si superhero yang larinya cepet banget itu. sama koplaknya kayak spiderman; kalau parker kegigit laba-laba, barry ini kesambar petir XD aku kayaknya waktu kecil sudah pernah dikasih tahu soal the flash ini, tapi aku baru inget lagi begitu aku nonton ulang episode pertamanya. dan itu ... aku suka bangetttt :""))

agak beda sih sama parker, kalau parker bener-bener purely anak SMA yang kuper pendiam menyedihkan kutu buku, kalau barry ini memang dari awal udah kerja di kepolisian, jadi ahli forensik. cita-cita yang dulu aku pengenin waktu aku kelas sepuluh. tapi aku nemu kesamaan sih antara spiderman dan the flash (oke aku ngomongin mereka terus soalnya mereka berdua ini superhero kesukaanku orz) adalah ... mereka sama-sama pinter ;v; 

pinter matematika, fisika, ngengggg hal-hal yang berbau IPA dan itu sangat ... oke. oke, aku pernah jadi anak IPA tiga tahun jadi aku nggak begitu sakit kepala (??) (tapi ya tetep sakit kepala sih akhirnya lol) sama barry yang punya papan tulis isinya coret-coretan matematika dan kadang di layar komputernya neliti soal antibiotik di kotoran hewan, tapi aku nggak bisa paham gimana dia jelasin ke sahabatnya betapa kerennya akselerator partikel. cara dia jelasinnya.

matanya dia sangaaaat berbinar-binar dan dia bahkan sampai bikin coretan di papan tulis. kelihatan kalau topik itu bener-bener ... his cup of tea. whAAOo sayangnya, walaupun itu mapel yang kuambil di UN, aku nggak punya ketertarikan seperti itu pada dunia fisika (...). trus, yah, dia kesambar petir dan koma selama sembilan bulan (.....).

trus bangun-bangun, dia kan menjalani hari kayak biasa. tapi dia baru sadar kalau kadang ada kejadian yang dia lihat dengan sangaaaat lambat XD dan aku suka banget ekspresinya. misalnya waktu dia lagi di kafe dan pelayannya ngejatuhin gelas dari nampan - itu kejadian pertama kali dia lihat - dan barry syok banget kenapa bisa selambat itu gerakannya :"")))

lambaaaaaaaaaaat banget :))

lalu akhirnya masuk ke bagian yang aku paling suka yay, yang aku jadiin judul di blog ini. saat-saat di mana orang yang biasa-biasa aja dapet "bakat" lalu bikin dia jadi luar biasa. gimana barry coba jalan dan tiba-tiba dia nabrak tembok yang jauh di depan XD lalu dia balik lagi trus nabrak mobil XD atau pas tangannya dia geter cepet banget =))

ini pas barry bingung kok dia bisa jauh banget padahal cuma mau jalan doang XD

persis kayak parker, dia lalu kesenengen lari ke sana ke sini XDD seneng banget ngeliatinnya. sampe masuk truk segala =))

MASUKK=))))

sama kayak parker (duh ini aku nyama-nyamain terus, aku sukanya mereka berdua aja e orz) yang kostum awalnya jelek banget, ini barry juga jelek banget =))

jeleknyaaa =)) kalian ini kenapa =))

itu kostumnya barry pas dia mau ngelihatin betapa cepet larinya dia, jadi ya ... kostumnya pelari ya XD habis itu, sebenernya dia bakal dapet kostum yang seperti kita lihat the flash kayak gimana. udah sih aku suka bagian itu XD di episode satu ini barry juga pertama kali ketemu sama arrow. trus makin ke sini makin serius deh ceritanya. karena dia punya masa kecil yang pahit - ibunya dibunuh; dan ayahnya dituduh lalu dipenjara seumur hidup. jadi dia pengen mempergunakan bakatnya ini untuk kembali ke masa lalu dan nyelamatin ibunya. keinginan yang sangat murniii dan ada bagian yang membuatku menangis ;;v;; /ngeng

oke dan betewe the flash itu bagus lho ceritanya XD ada yang nonton jugakah? tahun ini bakal keluar season empatnya :3 dia larinya cepet banget - aku jadi inget diriku SD dulu yang begitu juga orz - dan aku suka episode-episode bagian dia melakukan perjalanan ke masa lalu, atau dia larinya kecepetan (?) dia ngejar penjahat yang naik mobil trus tiba-tiba dia udah masuk ke dalem mobil =)))) maksudnya apa =)))) trus ke bumi dimensi lain dan ketemu sama supergirl, aku ketawa terus, apalagi waktu dia bilang, "I think I'm on the wrong Earth," lol =))

dan aku selalu sukaaaaa sama pembukaannya. monolognya barry yang bilang:

My name is Barry Allen and I'm the fastest man alive.

itu berasa sudah cukup untuk menjelaskan segalanya XD

random

cerita tentang ketidakadilaaaaann /o/

Kamis, Mei 18, 2017

aku punya kenalan, dan walaupun ini terlalu didramatisir, tapi intinya, dia lagi merasakan ketidakadilan dunia. mari kita panggil dia andi saja mulai sekarang. (ambil salah satu nama dari buku paket sd bahasa indonesia.) 

gara-gara dia, aku jadi sadar kalau situasi 'tidak adil' itu macem-macem ternyata. selama ini aku pikir 'tidak adil' itu bisa masalah ekonomi; kita nggak punya uang, kita kemalingan, dompet kita jatuh di jalan. atau bisa masalah kehidupan; kita gagal misalnya (duh ;--;), atau segala kejadian menyedihkan yang nggak bagus lainnya. nuansa 'tidak adil' itu kayak warna abu-abu dan oranye, datang dari kanan dan kiri, lalu ketemu di tengah, menyampur jadi spiral abu-abu dan oranye sekaligus. (gimana.) (kenapa abu-abu dan oranye.)

tapi waktu andi datang lalu cerita tentang ketidakadilannya dia; rasanya segala pengetahuanku tentang 'tidak adil' itu jadi beda banget sekarang. waktu aku pertama kali denger, yang jadi komentarku cuma ... whew. ternyata ada juga jenis 'tidak adil' yang kayak gitu.
percakapan di antara kami berjalan seperti ini
andi : dunia ini nggak adil.
rasya : lol. kaget aku.
andi : -_-
rasya : ... mmm. emang sih.
andi : lol
rasya : kenapa e
andi : jadi to
andi : aku minta maaf sama budi
rasya : ... budi siapa?
andi : ... ya budi yang itu lah. siapa lagi?
rasya : lah kirain beda orang lol
rasya : kalo gitu ... berarti kamu minta maaf sama budi
rasya : setelah semua ini?
andi : (((SETELAH SEMUA INI)))
andi : yha sih
andi : iya aku minta maaf sama budi tadi
rasya : emang budi nya masih mau maafin?
andi : ...
andi : nah itu masalahnya:(
rasya : =)))))
rasya : bagian mana yang nggak adil coba
rasya : jelas budi udah nggak mau lah
andi : NAH
rasya : ya masa begitu kamu balik dia trus nerima lagi
andi : SYA ITU MASALAHNYA SYA
rasya : hah apa
andi : NAH ITU MASALAHNYA
andi : HARUSNYA DIA UDAH NGGAK MAU
andi : CAPS JEBOL
rasya : hah wait
rasya : HAH
rasya : DIA MASIH MAU?
andi : *read*
rasya : MASIH??
andi : *read*
rasya : JAWAB
andi : mbak rasya, maaf ini mamanya andi. andi harus belajar dulu mbak, chatnya dilanjut besok nggih. nuwun. :)
rasya : =)))))
rasya : nggak manjur betewe
andi : yah:(
andi : manjur buat yang lain betewe:(
rasya : ok balik ke pertanyaanku
andi : g mao:(
rasya : I REALLY THINK IM ENTITLED TO AN ANSWER TO THAT QUESTION
andi : ...
andi : ...
andi : ...
andi : yes
rasya : ...........................................................
andi : nggak adil kan .....................................
rasya : ternyata ada jenis ketidakadilan seperti ini

oke ternyata percakapan via chat itu panjang juga ya kalo disalin. habis itu kita masih ngobrol, tapi pokoknya ya gitu deh obrolan kita. obrolan gaje (?) ala-ala chat gitu deh :") oke mari kita balik ke topik.

andi ini merasa dunia nggak adil karena dia masih dimaafkan (dan masih disukai) sama seseorang yang sudah dia sakiti sedemikian rupa. ('sedemikian rupa' ini rasya yang ngedramatisir oke.) ('sakiti' secara psikis kok.) oke seperti yang terbaca di atas, mari kita sebut orang yang andi suka ini namanya budi. (ambil lagi salah satu nama dari buku paket sd bahasa indonesia.) (sya bukannya andi-budi itu nama cowok semua, ya /...) (lol ini cowok-cewek kok, biar nggak ketahuan aja yang cowok siapa yang cewek siapa /?) (bisa ketebak ding)

ini jenis ketidakadilan yang aneh (soalnya kita sama-sama aneh /?) tapi pokoknya begitu. inilah 'tidak adil' versi andi ... yang menurutku memang ada ketidakadilan kayak gini. ketidakadilan yang sangaaaaaaaaaaaaaaatttt ... alay (........). alay, norak, malu-maluin, diriku gagal paham karena entah kenapa sang penasib (?) ketidakadilan ini masih sanggup-sanggupnya menghadapi rintangan kehidupan yang mengadang.

gitu sih.
andi ngerasa nggak adil mendapat kebaikan (???) kayak gitu. yak marilah kita mulai cerita tentang mereka berdua:

andi&budi

my only love sprung from my only hate; too early seen unknown and known too late.
(ngambil taglinenya romeo&juliet lol)

mimpi

dua mimpi aneh, alay, nggak jelas, nggak usah dibaca. /panjangamatsya

Selasa, Mei 16, 2017

Aku nggak tahu mau nulis apa di sini, pokoknya aku mau nulis aja. Sebenernya aku mau menuangkan apa yang ada di kepalaku tapi isi kepalaku tentang SBMPTN dan soal-soalnya dan segala cerita tentang itu yang GRAO dan HARUS DISINGKIRKAN, daaaan aku nggak mungkin menceritakan itu soalnya sebaiknya itu dilupakan saja. Dan semuanya jadi lebih susah kalau kita mau mengungkapkan apa aja SELAIN apa yang ada di pikiran kita.

Gitu deh.

Dua hari ini aku mimpi aneh bin alay ... walaupun semua mimpiku kebanyakan memang alay; dari ngelihat pembunuhan temen-temen sekelas sampai nyuri isi pensil mekanik di toko alat tulis.

Mimpi yang pertama.

Gara-gara hari itu seharusnya aku nganterin Lisa ke stasiun tapi batal dan berakhir dengan chattingan di LINE buat nemenin Lisa biar nggak kesepian, jadinya kebawa mimpi deh. Sempet kecewa sih karena nggak bisa nganterin tuh anak ke stasiun, dan mungkin gara-gara itu malemnya aku mimpi kalau aku NYUSULIN Lisa ke Malang naik motor.

Itu malem hari. Aku nyusurin jalan terus, dan itu posisinya aku nggak tahu tempatnya Lisa di mana lol. Lalu entah kenapa kealayan terjadi; aku punya feeling kalau rumahnya Lisa sudah tinggal bentar lagi, jadi aku markirin motor di tepi, lalu aku JALAN KAKI.

Ngapain coba pakai jalan kaki segala, selo memang. Tapi ya aku nggak punya kuasa bahkan untuk diriku sendiri, jadi ya gitulah, aku jalan kaki. Ngeng. Jadinya lama. Dan semakin malem. Dan aku sendirian. Lalu aku berhenti di rumah yang ada pagernya (emangnya rumahnya Lisa di Malang kayak gimana sih? XD) lalu keluarlah mbak-mbak yang aku baru pertama kali lihat.

Tapi aku posisinya tahu kalau itu Mbak Caca. Mbak Caca bukain aku pintu, lalu aku ketemu Lisa. Lalu aku masuk rumah itu dan aku diajak makan :') Kirain dikasih hidangan apaaaaa gitu kan, minimal nasi sama air putih atau gimana, tapi, yang bikin aneh, kita bertiga makan keju.

Entah kenapa kejunya banyak banget -_- Dan kenapa makan keju. Tapi saking banyaknya, aku bener-bener makan terus sampai lalu aku bangun -_-

Mimpi yang kedua.

Aku bisa bernapas di bawah kolam renang! XD Nggak, ini nggak jelas banget. Aku nggak tahu kenapa bisa aku mimpi ini malem itu, tapi yang jelas siangnya adalah les terakhirku sama temen-temen BAT (Bimbingan Antarteman). Yang masuk mimpiku cuma Grace sama Mas Difa soalnya mereka berdua yang dateng les waktu itu.

Mereka pakai baju yang sama persis kayak pas les. Dan waktu itu posisinya kita bertiga lagi berdiri, lalu tiba-tiba ada air dari bawah, yang makin naik, naik, naaaaikkkk sampai sebatas leher. Aku mulai panik, aku nutup mata, tapi pas airnya bener-bener melampaui kepala, aku baru sadar kalau aku masih bisa napas.

Aneh banget; tapi mimpi selalu benar.

Aku buka mata, dan sekelilingku bukan tempat parkir perpustakaan UGM, tapi dasar kolam renang. Nggak paham kok bisa begini, tapi memang di hari yang sama, aku sama keluarga besarku ngerayain ulang tahun tante di Banyumili, dan di sana saudara-saudaraku pada berenang. Mungkin gara-gara itu. Tapi ya aneh banget (2).

Yang wajar dari mimpi itu cuma suara kita; kita bertiga masih bisa napas dan buka mata, tapi kita nggak bisa ngomong. Kalau buka mulut dan coba bicara, yang ada malah keluar gelembung (?) kayak adegan di Harry Potter seri keempat. /masihhafalcoba

Trus tiba-tiba di depan kita bertiga ada kotak. Kita otewe nyamperin kotak itu, tapi tiba-tiba ada orang nggak dikenal yang nyerobot pengen buka kotak itu juga. Entah kenapa kotak itu jadi punya peranan penting di mimpi ini (...) bentuknya kayak harta karun gitulah.

Karena kita berempat rebutan (dan kenapa aku, Grace, sama Mas Difa JUGA saling rebutan?) akhirnya si orang itu tiba-tiba ngelempar dua granat (iya, NGELEMPAR, dan kecepatan lemparannya juga biasa aja kayak ngelempar di daratan, padahal waktu itu posisinya kita di dalam air dan pergerakan kita terbatas /?) yang mendarat tepat di tangan Grace sama Mas Difa.

DUER! Meledak; mereka berdua menghilang jadi gelembung-gelembung. /SYA

Alhasil tinggal aku sendirian. Sama orang itu, dia pakai baju hitam-hitam plus kacamata dan sepatu kaki bebek ala penyelam-penyelam.

Si orang itu juga ngelemparin granatnya dan mendarat di tanganku. Tapi secara di mimpi itu akulah tokoh utamanya (??) jadi granatnya nggak langsung meledak. Aku punya waktu buat ngelemparin balik ke orang itu, tapi aku mikir kalau nanti granatnya meledak, bisa jadi kotaknya ikutan hilang dong soanya si orang itu udah mulai masukin kunci ke lubang di kotak harta karun itu.

Tapi entah kenapa aku malah mikir, "Ya udahlah toh itu juga cuma kotak yang nggak tau isinya apa, meledak ya biarin deh," jadi aku ngelempar balik granatnya ke orang itu, dan orang itu noleh, lalu kaget, lalu dia nangkep granatnya dan kabur (????) aku nggak paham apa faedahnya dia kabur SAMBIL bawa granat aktif di tangan, tapi kayaknya dia berusaha menjauhkan granat itu dari kotak. (Tapi ya kenapa nggak dia lempar aja dan malah IKUT menjauh bareng granat itu? Yaudahlah mari kita lanjutkan sadjha.)

DUER! Granatnya meledak dan orang itu juga menghilang jadi gelembung-gelembung. As always, hampir sama kayak mimpiku yang pembunuhan temen-temen sekelas; cuma aku sendiri nih yang selamat. (Maksudnya apa.)

Aku buka deh kotak itu. Dan begitu aku buka tutupnya, tiba-tiba kotaknya itu gerak-gerak, lalu berubah-ubah bentuk, adegannya persis proses transformasi mobil ke robot di Transformers, dan jadilah robot.

Aku nggak paham kenapa robot.
Dan robotnya ada dua.

Tapi lalu aku bangun deh.

arthie.

Sabtu, Mei 13, 2017

ada kalanya arthie sudah puas dengan hanya duduk bersila di lantai kamar dan mendengarkan detikan jam. lama-kelamaan waktu jadi menakutkan baginya, dan semakin ia terus berpikir bahwa apa yang ia perjuangkan sekarang demi masa depan, ada sisi dirinya yang menyeletuk barangkali masa depan bukan segalanya pula di dunia.

lantas, apa?

arthie merasa sekarang ia berada di titik antara rasa takut dan berani; hati-hati dan seenaknya; was-was dan terserah saja. sebentar lagi tanggal enam belas dan arthie sebenarnya tahu apa yang terjadi dengannya sekarang; ia hanya terlalu panik.

panik.
p a n i k.

waktu terus bergerak maju dan mungkin itulah tujuan eksistensi waktu sebenarnya; untuk berjalan dan begitu terus, untuk menunjukkan pada setiap manusia bahwa ada juga hal yang kita tak punya kuasa apa-apa untuk menjadikannya mundur atau berhenti.

kepanikan membuatnya merasa tidak benar-benar siap. ia tahu ia masih bisa tertawa bersama teman-temannya tapi ia ... ia tertawa dalam ketidakpastian. usai bimbingan belajar ia akan jalan beriringan bersama teman-temannya ke tempat parkir motor, masih terus berbincang tentang betapa ironisnya hal lucu yang tadi terjadi di kelas, atau sekadar gembar-gembor mengumumkan setelah sampai rumah akan langsung tidur tanpa buka buku lagi (yang tak tahu deh jujur atau tidak).

keluar dari gerbang bimbingan belajar arthie akan mengambil jalan ke kanan; beberapa temannya ada yang mengambil sisi yang lain. ada teman yang masih menempelinya di belakang dan kadang klakson mereka masih bersahut-sahutan seolah mereka yang punya jalan saja.

tapi begitu sampai di perempatan pertama, hanya arthie yang belok kiri, sementara teman-temannya yang tadi searah berhenti di perempatan. ia akan membunyikan klakson terakhir yang dibalas dengan teriakan, "awas kalau masih belajar di rumah!" dan ia akan menoleh sekilas untuk tertawa.

tapi ditolehkannya kepala kembali, menghadap depan, dan ekspresinya berubah, seperti kebanyakan orang yang bisa mengaktifkan mode otomatis apabila tiba-tiba menjadi sendiri.

apa tawanya ini bisa dipertanggungjawabkan?
sudah berapa detikan yang terbuang sekarang?

arthie menarik napas. berdiri. ia memandangi meja yang penuh terisi buku-buku terbentang hingga alas mejanya saja tidak terlihat.

mungkin ia sebaiknya belajar saja sekarang.
lagi.