tentang bahasa inggris.

Senin, Februari 06, 2017

Kalau misalnya aku iseng main ke Gramedia dan jalan-jalan (?) di rak yang isinya tentang buku-buku bahasa Inggris, aku kadang iseng buka-buka dan baca sinopsis paling belakang buku yang menurutku judulnya menarik. Ada beberapa yang aku catet di kepala, tapi yah, karena aku nggak begitu bisa bahasa Inggris, jadi aku balikin lagi buku itu ke tempat semula.

Aku selalu mikir kalau aku bakal belajar bahasa Inggris waktu kuliah. Jadi setiap kali aku baca tulisan bahasa Inggris, mau itu cerpen atau puisi di blog, selalu aku baca sekilas dan aku bookmark--dengan niat untuk memahami lagi waktu aku udah bisa bahasa Inggris suatu hari nanti.

Buat menghibur diri, aku selalu bilang: Sabar, Sya, sabar. Sekarang kamu fokus belajar. Buat literatur berbahasa Inggrisnya, setahun lagi, ya, Sya.

Entah udah kesekian kali aku bilang kayak gitu ke diriku sendiri di kelas dua belas ini. Aku selalu bilang, entah dalam hati, entah kayak ngomong biasa waktu aku lagi sendiri: Setahun, Sya, tunggu setahun. Kamu bakal belajar bahasa Inggris selepas SMA, lalu kamu mulai bisa memperluas kosa kata yang segunung itu, lalu kamu balik lagi dan makan tuh semua yang cuma bisa kamu pandang!

Tapi, tapi, tapi ... kapan setahun itu? Jelas aku tahu setahun itu artinya 2018, tapi kapan? Aku cuma bisa merencanakan, dan apalah arti masa depan kalau belum punya pilihan? Aku bahkan baru menentukan pilihan satu dua tiga itu waktu Try Out dua minggu yang lalu di Farmasi UGM. Jadi waktu ngisi LJK dan sampai bagian pengisian jurusan satu dua tiga, di kepalaku langsung siaga satu, "WHAO Sya, kamu ngisi apa nih, apa nih, apa nih?"

Ketidakmampuanku di bahasa Inggris membuat duniaku rasanya terbatas. Aku kayak terkurung, aku pengen banget bisa tapi kenapa sih, ini susah? Apa sebenernya yang bikin susah adalah aku sendiri yang selalu nunda dan menghibur diri: setahun lagi?

Aku punya akun Quora, dan waktu aku beberapa kali coba jawab pertanyaan yang muncul di feed, tiba-tiba ada satu pertanyaan yang masuk di kolom permintaan profilku, minta aku untuk menjawab:

What are Indonesia's largest industries?


... Pertanyaan itu kuterima tanggal 31 Desember dan sampai sekarang belum aku jawab. Aku bingung? Sebenernya industri di Indonesia bisa aku cari di Google, dan yang perlu aku lakukan adalah menyerap informasinya lalu mulai menjawab pertanyaan itu dalam bahasa Inggris, tapi ... bahasa Inggris itulah masalahnya!

Grammar itu selalu yang jadi masalah utama.

Akhirnya aku yang waktu itu cuma bisa menghibur diri dan memasukkan pertanyaan itu ke dalam kolom Answer Later, berpikir kalau aku pasti bakal bisa jawab waktu aku udah bisa ngomong pakai bahasa Inggris suatu hari nanti.

Dan terus, seolah-olah nggak kapok, ada lagi pertanyaan masuk di kolom permintaan. Akun yang beda lagi, minta aku untuk menjawab:

What strikes first time visitors as special or unusual when they arrive in Semarang, Jawa Tengah, Indonesia?

... WHAO. Aku barulah tahu bahwa mungkin sebenarnya itulah jawaban yang dicari-cari orang luar negeri yang punya minat ke Indonesia. Mereka butuh tahu lebih sebelum ke sini, dan satu-satunya jalan adalah bertanya langsung ke orang Indonesia. Tapi gimana kalau orang Indonesia itulah yang nggak bisa jawab pakai bahasanya mereka???

Trus malam ini, aku iseng buka-buka Quora dan menemukan cerpen bagus lagi. Aku selalu pengen banget cerpenku bisa tersampaikan ke semua orang di dunia ini, dan satu-satunya cara agar bisa cepat adalah menyampaikan dengan bahasa universal; bahasa Inggris. Aku pengen cerpenku bisa dimuat di Three Minutes Stories (PENGEN BANGET) tapi ya gimana kalau syaratnya harus pakai bahasa Inggris?

Nulis pakai bahasa Inggris itu susah. Aku bingung, dan karena aku punya rencana untuk memperdalam bahasa Inggris setelah lulus inilah yang bikin aku semacam menghambat diriku sendiri. Aku harus menunda semua resolusiku tahun ini ke tahun depan. Tapi malam ini, aku memutar semua di kepala lalu aku tanya: Begitukah?

Aku melewatkan umur tujuh belasku dengan membuang semua resolusiku yang selalu kutunda? Waktu tahu blog Three Minutes Stories aku langsung jatuh cinta, aku pengen banget tulisanku bisa ada di sana. Tapi ini harus batal tahun ini karena aku baru niat belajar bahasa Inggris tahun depan?

Aku pengen banget punya akun di Medium. Ngeposting pakai bahasa Inggris biar suaraku bisa tersampaikan. Aku pengen nulis tentang sesama, tentang kepedulian, tentang kepanitiaan di organisasi sosial, tentang apa aja yang bisa aku ceritain ke dunia. Tapi itu nggak bisa heihoooo hanya karena aku nggak bisa bahasa Inggris.

Jadi malam ini, aku bener-bener bertanya apakah pilihanku ini bener. Aku sering ngerasa terhambat juga karena wikipedianya Indonesia itu artikelnya terbatas sementara aku butuh bacaan tentang suatu sejarah. Bahkan ada juga beberapa tulisan wikipedia bahasa Inggris yang pengen banget aku translate ke wikipedia bahasa Indonesia waktu aku udah bisa bahasa Inggris. Jadi kontributornya wikipedia gitu.

Aaaaaaah emang manusia baru bisa berencana ya ;; Dan iya, Bleepy, aku tujuannya memang yang ke arah situ kok. Gimana caranya tulisanku bisa tersampaikan, suaraku bisa terdengar lewat kata-kata. Gimana caranya? Yaaaa aku harus bisa bahasa Inggris! Kamu harus bisa bahasa Inggris, Rasyaaa.
 
Iya, memang nggak ada kata terlambat untuk belajar. Tapi apa itu jadi alasan buat sengaja menterlamatkan diri? Kapan lagi sih?

You Might Also Like

0 comment(s)