01/30. Me Everywhere (???)

Minggu, Januari 01, 2017

Sebenernya, sih, aku sampai sekarang masih berpikir apakah keputusan buat ikut tantangan nulis blog di instagram selama tiga puluh hari berturut-turut itu tepat atau enggak. Soalnya, yah, hem... ada banyak alasannya, sih. Oke. Bukannya aku berkepribadian banyak atau gimana, tapi aku ngerasa kalau aku di instagram, aku di blog, aku di fanfiction, aku di wattpad, aku di facebook, sampai aku di quora, itu adalah aku yang berbeda-beda (?). /KRIK

Jadi, buat pembukaan, ayo kita jabarkan satu-satu.

Instagram. {@rasyaswarnasta}

Aku di instagram. Sebenernya kalau mau dilihat bedanya apa, mungkin... lebih enggak banyak ngomong. Secara karena fitur caption di instagram itu secara enggak langsung menekanku buat ngomong yang dikit-dikit aja, jadinya aku ujung-ujung cuma ngasih kutipan-kutipan aja, tapi aku jarang buka instagram lalu ngebalesin komentar (.....). Padahal kalau ada komen masuk di InstaStory, pasti langsung aku bales. Kayak gitu, tuh, kenapa, ya.

Mungkin gara-gara... aku tuh soalnya anaknya alay (?????), aku udah sering banget ngetik balesan buat komen tapi ujung-ujungnya nggak jadi aku kirim 8"D Ya karena aku alay itulah jawabannya (????) (sebenernya apa hubungannya sih). Mana caption nya pakai kutipan segala pula. Heu ini kalau terus dilanjutin bisa-bisa aku malah ngekritik kealayan di Instagramku sendiri :""")

Blog. {www.rasyaswarnasta.blogspot.com}

Oke. Blog ini... semacam tempat unek-unek, krai. Jangan berharap aku ngeposting sesuatu yang elegan di sini, kecuali kalau aku lagi dalam mode depresi berat, atau lagi bener-bener tersesat sama jati diri, atau lagi bener-bener jatuh cinta sama karakter cerita. Iya, aku pernah nulis sesuatu yang bener-bener bukan aku yang seharusnya (?), tapi itu pun ada di label limited edition 8"D

Pernah sih ada beberapa kecelakaan yang bikin aku pengen memutarbalikkan waktu biar aku nggak jadi ngepost suatu postingan, tapi ya aku akhirnya berakhir dengan enggak menyesalinya (?), soalnya kan, ini blogku gitu lho. Yah, itu hari buruk sih orz Emang selanjutnya ada beberapa yang difilter buat kata-kataku, dan untuk sekarang, trims dan peluk buat Bleepy yang sudah berkembang jadi blog yang bisa langsung bilang ke aku siapa-siapa yang buka suatu postinganku (?) :""))

Ada juga beberapa momen di mana rasanya aku pengen pindah dan bikin blog baru, tapi pada akhirnya aku balik lagi ke sini. Pada akhirnya aku selaluuuuu balik lagi ke Bleepy 8") Jadi, blog ini tuh, segala hal yang jujur tentang aku (??) menurutku, lol :")

Fanfiction.

Tempat pelarian sih. /SYA

Yha. Enggak juga ding. Gimana, ya. Fanfiction tuh... sisi lain dari aku yang pengen melanggar peraturan (?). Soalnya aku suka banget dengerin lagu atau nonton film, dan kebiasaan kalau suasana hatinya lagi bagus atau buruk, pasti lagu yang kudengerin, atau film yang aku tonton, rasanya pengen aku rombak-rombak. Misalnya aja akhir film Zootopia, Harry Potter, atau lagu-lagunya Taylor Swift, One Direction, atau yang minor-minor dan kalau aku sebutin ada yang enggak tahu (?) juga ada. Banyak malah.

Nah. Kan. Kan aku ada sisi ingin ngelanggar peraturan dengan nulis fanfictionnya tuh. Misalnya aja lagunya Christina Perri yang Distance. Pas dengerin itu berasa kayak mentega masuk ke wajan panas, NYESS banget lagunya dan di kepalaku langsung kebayang adegan romens klise ala-ala cinta bertepuk sebelah tangan yang so tragedi dan nggak baik buat kesehatan begitulaaaah :")))) Pengen banget bikin ceritanya dari lagu itu.

Oh atau Everytime nya Britney Spears. Mengiris-iris hati banget pas aku denger, dan di kepalaku berasa kayak aku pengen bikin cerita dari lagu ini please pLEASE IS ANYBODY OUT THERE yang ngulang-ulang terus dan bisa-bisa kepalaku meledak kalau aku enggak segera ngetik (?). Dulu aku pernah bikin cerpen dari lagu The Rain yang Dengar Bisikku (.........iya alay iya), terinspirasinya pas pelajaran Kimia kelas sebelas /SYA dan cerpennya aku tunjukkin ke Chika :"))

Itu namanya song-fic. Cerpen dari lagu. Itu, 'kan, enggak bisa dilombain. Enggak boleh sembarangan di publikasiin, soalnya kan, aku nggak bisa sepenuhnya ngambil hak ciptanya gitu. Di mana aku bisa ngeposting cerita-cerita kayak gitu? Di mana aku bisa bikin dunia dengan Harry akhirnya sama Hermione (???)? Ya, di fanfiction :")) Tempatku bisa bebas di sana gitu lah 8"D

Wattpad. {rasyaswarnasta}

Ini... tempatku buat nulis cerpen. /iyalah

Enggak, maksudnya bener-bener cerpen. Cerpen yang kebanyakan dibuat untuk menghilangkan writer's block (Ada yang mau bilang ke aku kalau writer's block itu sebenarnya enggak ada? Oke, sebenernya ada, namanya Werby) dan aku ngepostingnya bener-bener dengan alasan karena aku pengen ngeposting gitu (?)

Beda sama fanfiction, aku ngepost masih pakai harapan semoga banyak yang baca, semoga ada yang suka, semoga ada yang komentar, dan aku seneng banget kalau ada yang baca atau liat statistik fanfictionnya naik (??). Tapi kalau di wattpad tuh, paling kalau banyak yang baca, itu aku sendiri (???) lol soalnya entah kenapa pas aku cuma pengen baca ulang sambil ngecek tanda baca dan typo, eh selesai aku baca ternyata jumlah yang ngeread nambah sejumlah berapa kali aku buka -_- Kan aku sendiri tuh berarti yang naikin statistiknya -_-

Ada yang pernah bilang ke aku, kalau cara biar cerita di wattpad banyak dibaca tuh dengan banyak-banyakin nambah tag. Semakin ke sini, tag ku semakin normal (??) sih tapi secara aku ngeaplot cerita di wattpad dengan tujuan murni seneng-seneng (dan ngehilangin Werby itu tadi) aku jadi pakai tag yang... enggak mutu orz

Misalnya, ada satu cerita wattpadku yang aku kasih lima tag (disaraninnya ngasih lima tag soalnya), dan tag itu adalah :
#iniintinyaapa
#lagikehilangangayabahasalama
#pengencepetbalikkediayangdulu
#prosespendewasaankaliyatapimasasih
#rasyakamukenapasihgitubangetgalaunya

Itu kan... YA KALI banget ya mana ada orang yang ke wattpad dan nyari di search tag ngetik "iniintinyaapa"? :"""") Aku juga nggak habis pikir kenapa aku yang di wattpad bisa nulis tag semacam itu 8")) Ya pokoknya gitu deh. Di wattpad ini aku ngerasa bebas ngaplot cerita-cerita dengan tujuan yang enggak serius dan muluk-muluk (?) orz

Facebook. {Rasya Swarnasta}

Iya sampai sekarang aku masih main facebook. Ada banyaaaaakk temen di sini yang tersayang banget, facebook berasa kayak aku gabung lingkaran baru, gitu. Temen-temen di sana keren-keren nyebelin (?), status-status yang penuh inspirasi dan bikin aku setiap kali buka facebook berasanya kayak mandang langit :") Motivasi banget tiap kali baca status tentang disiplin nulis, atau yang segala macamnya :")

Facebook ini juga yang ngasih kesempatan aku buat jadi panitia Indonesian Fanfiction Awards 2016, dan jabatan itu bakal berakhir sekitar beberapa minggu lagi QAQ Bakal kangen banget sama lima anak yang kita udah brainstorming dari awal tahun 2016, ngerasain manis asin kecut dan berbagai macam variasi rasa bareng-bareng, bener-bener nangis bareng, huwaaa belom saatnya mengenang sekarang jadi stop :""))

Jadi, facebook ini ngasih aku perasaan tersendiri sih :3 Pernah diajak diskusi, pernah coba bikin lomba, pernah diseret ikut gabung suatu perdebatan, pernah konsultasi, pernah gokil-gokilan, segala macamnya laa TvT

Quora.

Nah. Ini dunia yang baru membuka mata Rasya yang lain (??). Karena di quora ini segala macam hal yang ternyata "oh enggak cuma aku yang kepo ternyata" ada di sini. Kebanyakan pertanyaan mereka sepele banget, tapi sering juga berat banget. Jadi quora ini website di mana kita bisa nanya sesuatu di sini, atau jawab sesuatu juga x) Topiknya bisa macem-macem. Dari yang sepele kayak, "Apa hal tak pernah dilupakan yang pernah diajarkan oleh gurumu?" sampai yang berat banget kayak, "Mengapa Tuhan menciptakan kita?" dan di sana bener-bener, orang-orangnya tuh, wah, netral dan universal, menurutku.

Aku ngikutin di sana awalnya karena pengen tahu tentang perang dunia dan skenario perang dunia, kayak "Apa yang terjadi kalau peristiwa ini (momen penting sejarah) enggak pernah ada?" atau "Apa yang terjadi kalau negara ini (negara yang sangat punya kuasa di dunia) enggak menang perang dunia?", tapi lalu merambat ke hal-hal skenario kehidupan kayak, "Apa yang terjadi kalau satu menit lamanya 61 detik?".... dan bener-bener pertanyaan yang kreatif, iseng, jujur juga x")))

Kayaknya bakal betah untuk jangka panjang, deh, aku sama quora ini. Soalnya berkat quora, aku jadi punya rencana macam-macam yang bisa kulakukan untuk dunia (???), jadi kayak sisi bijaknya Rasya terbuka di sini (??), aku ngerasanya gitu sih orz

.

.

Postingan ini dibuat kenapa, ya. /SYA

Awalnya cuma gara-gara aku terserang keraguan soal keikutsertaanku di tiga puluh hari bercerita, dan lalu tujuan awalnya cuma pengen menjabarkan apa perbedaan Rasya di blog dan Rasya di instagram, dan motifnya cuma pengen bilang kalau suatu hal yang susah untuk menggabungkan dua kepribadian berbeda (??) tapi pada akhirnya... oke malah jadi begini orz

Aku sering sih ngelanggar peraturan dengan ngepostingnya di blog. Beberapa tantangan mengemukakan pendapat atau apa pun yang perlu ngomong banyak, yang seharusnya aku tuntasin di Facebook, justru aku ngepostnya di blog dan tinggal bilang ke orang yang ngasih aku tantangan "eh aku udah nuntasin tantangannya tapi di blog ya XD" lalu selesai (?). Tapi itu bukti kalau aku sendiri udah tau bahwa "ngomong banyak" itu adalah karakter Rasya yang di blog, bukan yang di mana pun juga. Di Facebook aja bukan apalagi di Instagram orz

Takutnya aku memaksakan diri sih (?). Semoga aja aku kuat nulis tiga puluh hari berturut-turut di Instagram x)) Jadi postingan ini ada untuk menguatkan diri x")))

You Might Also Like

0 comment(s)