dedicated to

... cerita tentang guru.

Kamis, Januari 26, 2017

catatan: lowercase. nggak tau kenapa lagi suka aja kedua tangan fokus main di huruf-huruf tanpa bolak-balik otomatis ngepencet capslock. keseringan nulis panjang-panjang buat caption instagram, sih. huhu. blog ini terlantarkan. oke lanjut.

jadi ... ini cerita tentang guru. bukan guru sekolah yang ngajar di kelas-kelas. tapi guru privatku yang setiap minggu. sebut aja guru ini x. x ini huruf yang kupakai buat nama panjangnya bleepy, bii-exse divine spacer, dan selama ini aku selalu nganggap kalau x adalah huruf yang abstrak--nggak jelas; tapi bukan dalam konteks buruk.

nah, guru x ini juga sama. guru matematika. beliau orangnya ... sangat random. sangat absurd. keluyuran, seenaknya, bolak-balik ambil minum, baca koran, ngajak ngobrol orang nggak dikenal, nyapa sana-nyapa sini, nggumam cantik ke cewek cantik yang lewat, tidur, nyalain ringtone hape keras-keras ... serius, kalau kalian ngelihat langsung luarnya, kalian nggak akan nyangka kalau otak beliau encer banget di matematika. soalnya ... itu yang terjadi padaku.

bukannya aku ngeremehin beliau di pertemuan pertama. cuma, aku mikir kalau beliau mungkin kayak guru privat biasanya--tanya di mana kesulitannya, materinya sampai mana, lalu aku dikasih materi, dikasih contoh soal, dikasih soal untuk latihan, kukerjakan, pembahasan, daaan siklusnya begitu terus sampai waktunya aku pulang. singkat, aku pikir ini akan berlangsung dengan normal.

tapi ... ternyata enggak. ternyata beliau ini parah. cuma beberapa orang yang bisa mengerti, dan susah bener buat bisa memahami beliau, pokoknya beliau ini sungguh aaaaargh banget--bener-bener nggak bisa dijelaskan, tapi, oke, aku akan coba menjelaskan betapa guru ini pantas menjadi guru pertama yang kuceritakan di blog ini (dulu kayaknya pernah sih waktu aku smp--cuma itu bukan profil tapi kalimat kemarahan lol).

guru ini selalu memberiku tiga soal untuk kukerjakan. soal itu punya beban masing-masing, dan sekalipun aku hafal polanya, pada akhirnya aku selalu, selalu, selaluuuu harus jatuh pada apa yang diinginkan beliau.

soal pertama, aku selalu bisa menjawab. soalnya itu cuma mengulang materi yang aku bilang sudah disampaikan oleh guru di kelasku. soal kedua, aku selalu bisa menjawab, namun aku selalu salah. pasti. aku sudah coba menghindari ini bzzz tapi aku selaluuuu salah. dan beliau, selalu berakhir dengan mengecek jawabanku sekali dan akan berkomentar, "saya sengaja bikin soal ini, agar kamu terjebak di sini dengan menjawab bagian ini sebagai ini." dan aku akan dikasih tau pembahasannya sementara batinku terus bilang berulang-ulang rasya kamu kena lagi kena lagi kena lagi.

soal ketiga ... aku selalu nggak bisa jawab. selalu nggak bisa jawab bukan dalam arti ini soalnya bisa kujawab tapi aku salah bukan, tapiii aku purely nggak tau apa yang harus aku lakukan. aku tau ada soal di depanku, tapi lalu aku harus gimana? demi apa ini memangnya soal bisa dikerjakan ya? dan beliau akan memanfaatkan waktu tersebut untuk ke kamar mandi, untuk minum, untuk baca koran, main hape, main laptop, gumam cewek cantik, ngobrol sama orang tak dikenal, atau tidur.

kalau tidur ... iya. bener-bener tidur. blek. kepala ditaruh di atas meja, telungkup, dan aku ... malu banget demi apa. tapi aku nggak bisa berbuat apa-apa, sayangnya, karena aku toh cuma boleh bisa bangunin dengan cara nggeser buku tulisku sambil bilang, "sudah," dan aku sekarang dalam status aku nggak tau harus ngeapain soal ini??

aku pernah sekali, pas giliranku belum tiba, dateng ketika beliau lagi ngajar anak lain. anak itu lagi main-mainin pulpennya nggak jelas, sementara di sebelahnya, beliau lagi dalam mode blek--taruh kepala di atas meja daaaan tidur. si anak itu bener-bener ngeliatin bukunya dengan tatapan aku manutlah dear soal sekarang kamu maunya apa? karena kalau dia nggak ngeliatin buku, yang dia lakuin adalah muter pandangan seolah gelar sayembara siapa pun harap ke sini, kerjakan soal ini, bantulah saya ini. aku bisa membaca matanya, kawan. itu bagaikan aku di masa depan--setelah ini.

yep. waktu berganti, posisi bertukar, aku duduk dan cerita dan dapet soal dan
ding dong.

apa yang beliau ini ajarkan padaku? simpel: dunia itu kejam. inilah realita. ini lho ras, sebenernya kedudukan antara guru dan murid. guru ada untuk mengajar, dan sekalipun murid itu tidak ingin diajar, guru toh akan tetap mengajar juga. murid yang butuh guru--guru tidak butuh murid. guru ada untuk melakukan kewajiban dan guru tidak peduli apakah murid yang diajar datang untuk memperoleh hak pendidikan atau tidak. sesederhana itu, sekejam itulah pula.

itu yang beliau ajarkan padaku. sekalipun ini les privat yang seharusnya murid merasa lebih sewenang-wenang karena guru yang mengajarnya butuh uang darinya, tapi beliau ini berbeda. di sini, aku yang butuh. aku yang harus ekstrakeras bagaimana caranya beliau harus tahan untuk mau betah mengajariku. bagaimana caranya aku harus membuat jawaban yang berkesan, yang kalaupun aku tetap akan salah, prediksi letak kesalahanku meleset dari apa yang beliau kira.

kalau aku harus mengucapkan terima kasih hanya pada satu guru saja, aku akan mengucapkan terima kasih ke beliau. beliau itu ... sumpah ya. seenak bebeeeeek banget kalau ngajar. dan hidupnya sangat matematika sekali--ngomong apa yang beliau mau, apa yang beliau pikir, blak-blakan lah. kalau memang jawabannya salah besar dan harus dimarahi, ya, dimarahi. "masa begini saja nggak bisa?" atau "begini lho nduuuuukkkk" atau sekadar berdecak keras-keras, atau menjitak kepala dengan pulpen, atau atau ataaaau apa pun yang beliau ingin lakukan saat itu.

orang pinter mah, bebas. dulu, inilah yang kupikirkan ketika mencoba menarik kesimpulan tiga pertemuan pertamaku dengan beliau. soalnya ... beliau ini benar-benar bebas. idealis punya kemungkinan lebih besar dalam membuat tidak nyaman orang, dan, yah, beliau ini bagaikan perwujudan dari kata idealis. kalau ke kamar mandi, ya, ke kamar mandi. kalau melihat dua orang yang ingin duduk jejer kebingungan melihat dua kursi yang kosong namun ditengahnya duduk satu orang, ya beliau akan menyeletuk, "suruh masnya ini geser aja, biar lalu kalian bisa duduk berdua. mau jejer, kan? nah. mas, mas. geser. itu ada yang pengen duduk berdua." dan yak. aku di sebelahnya ini pengen menghilang rasanya.

aku nggak yakin bisa menemukan guru semacam ini di tempat lain. guru x ini ... unik. dan dalam segala hal yang beliau lakukan, kejeniusan beliau dalam matematika yang begitu menyerahkan soal padaku (beliau mode blek dan di tengah-tengah mode blek beliau bangun dan kalimat pertama yang ditujukan padaku adalah. "itu dikali, bukan ditambah," padahal beliau kan nggak tahu ya kemajuanku sampai mana dan kenapa bisa akurat bangeeeeet aku nggak paham??) itu nggak patut lagi dipertanyakan. guru x ini, kepinterannya selangit. kemampuan matematikanya sampai tingkat nyebelin tak terlihat kayak mencari bulan di siang hari.

kalau disimpulkan, menurutku, guru x ini ... keren. beliau nyebelin memang--beliau cuek, nggak pedulian, kasih soal seenaknya sendiri, bertingkah apa yang beliau mau, tapi tapi terlepas dari itu semua, beliau bisa memberi soal sesuai ukuran kita--mana yang soal ini kita benar, mana yang salah, mana yang kita kira kita benar tapi ternyata kita salah. beliau tau. beliau bisa. sebagai guru, beliau selalu melihat wajah si murid yang mau beliau berikan soal. iya. beliau selalu melihatku ketika memikirkan soal yang akan diberikan untukku. dan ta-da, aku bisa jawab, aku salah, dan aku nggak bisa. memangnya di wajahku ada apa?

ngomong-ngomong, ringtone hape beliau memang keras banget. aku hafal kalau sekarang disuruh melagukan, masalahnya itu nggak bisa dijelaskan dalam kata-kata; ting ting tiriring ting tiring. pokoknya gitu. iya dan itu keras demi apa. waktu pertama kali aku denger, begitu beliau ambil hape dan mulai otak-atik, aku berpikir positif kalau beliau lalu beralih ke silent mode, tapi nggak ada perubahan, oke, berarti emang itu yang beliau maksud.

guru x ini, sesuai nama yang kuberikan padanya; abstrak.
dalam konteks baik. beliau pun orangnya baik.

jadiii terima kasih, guru x. oke sudah yaaaa! :))

challenge

tebak tipe karakter /o/

Minggu, Januari 15, 2017

Uhm. 
Aku cinta Indonesia. 
Karena dari Indonesia, aku bisa cinta Inggris.

... Makes sense nggak ya. /NGGAKRAS

Oke abaikan.

.:.

Ada tantangan untuk menebak tipe karakter diri sendiri dengan mencari kesamaan dari tokoh-tokoh favorit kita. Soalnya, 'kan, ada yang bilang kalau apa yang kita suka itu merefleksikan diri kita juga--walaupun sebenernya ini bisa dibantah, sih. Tapiii nggak ada salahnya kita coba juga. Jadi, ayo tebak karakternya Rasya itu orangnya bagaimana, begitu membaca tiga tokoh kesukaan Rasya yang disebutkan setelah ini!

1. Arthur Kirkland (England/Britain)

Fix, ini nggak bisa dibantah. Absolut. Aku cinta Arthur sebelum aku tahu Hetalia, banget banget banget. Sejak ada fan art Arthur bertebaran di TL Facebook, sejak aku coba tahu Hetalia dengan baca salah satu fanfiksinya dan yang kutemukan adalah fanfiksi dengan tokohnya cuma satu yaitu Arthur, sejak aku kali pertama nonton Hetalia dan aku masih belum jatuh cinta sama Hetalia tapi catatan dariku di akhir sudah ada pernyataan "Tapi Inggris itu lucu ya huehue" dan sampai sejak aku benar-benar jatuh ke jurang Hetalia dan tak kembali dan menemukan kenyataan bahwa cintaku pada Arthur tak terbendung lagi.
Jadi ... karakternya Arthur. Yang pertama dan tak terlupakan adalah; dia itu masokis. Oke, kebanyakan tokoh di Hetalia itu masokis (maksudnya, negara mana sih yang nggak punya masa lalu menyakitkan? Nggak ada kan?) tapiii secara aku ngikutin sepak terjang Inggris sejak Britain's Empire dan kejatuhannya dan peranannya di World War II dan negara jajahannya perlahan-lahan terlepas, itu bener-bener sakiiiitttt banget krai krai krai.

Mana fanfiksi tentang Arthur angst semua lagi????? 
Kamu ngefilter genre Angst soalnya, Sya.

Tapi, yah, Arthur itu karakternya kuat. Dia masokis, tapi dia selalu bangkit lagi, dan sekalipun dia nggak termasuk negara adikuasa di zaman sekarang, dia masih ada dan dia diakui. Aku bener-bener nggak berhenti ngagumin negara yang satu ini huhuhu. 

Dimulai dari Britain's Empire:
The sun never set on the British Empire.
Untuk membayangkan betapa berkuasanya British Empire pada masa kejayaannya, ada kalimat ini: Matahari nggak pernah terbenam di daerah kekuasaannya British Empire. Ini cuma ungkapan yang dibuat-buat, atau sebenernya ini benar? Aku bahkan tetep kagum kalau ini hanya ungkapan, tapi, whaow, ternyata ini bener. The saying is true, gaes.

Iya. Jadiiii selama dua puluh empat jam dalam sehari, pasti pasti pastii akan ada daerah yang siang entah di mana dalam kekuasaannya British Empire. Jadi enggak pernah ada waktu di mana seluruh British Empire dalam kegelapan. :")

Dan laluuu, yah, a lot of stuff happened. Tapi, tetep aja, selama World War II pun Inggris masih jaya, dan yang paliingg aku suka itu dalam hal kekuatannya di laut. Aku masih belum tahu banyak soal ini, tapi kayak yang pernah kusebut di fanfiksiku dalam postingan sebelumnya, aku kagum sama perangnya Inggris dengan Jerman di laut--walaupun belum baca banyak soal ini juga orz

Di Hetalia, diceritain kalau Arthur itu tsundere dan gentleman, dan menurutku yah ini yang bikin aku jat0000h cinta :") Aku ngakuin ini kalau dikaitkan dengan karakter gentle nya Inggris yang berani memuji lawannya. Yang paling kerasa, sih, waktu kapal selam Jerman berhasil menenggelamkan kapal tempur Inggris dan masih bisa kembali pulang ke negaranya dengan selamat, itu terang-terangan Inggris muji dengan bilang kalau itu suatu kemenangan yang cemerlang.

Jadiii ini label untuk karakternya Arthur: tsundere, masokis, gentle, masokis, masokis, masokis, masokis, masokis, masokis, masokis. /udah

.:.

Harusnya sih tiga. Tapi maaf aku nggak bisa nemu yang lain selain Arthur. 
(..................................)
/DIAMUK MASSA

Enggak, serius. Yah sebenernya ada, tapiiii itu dari Hetalia juga. Kesannya Rasya di Hetalia sudah dalam status nggak tertolong lagi kan (.............). Jadi, oke, memang sih kayaknya karakter favorit itu seharusnya cuma satu deh. Aku cinta Arthur titik :") Kalau dilanjut, ini lebih ke karakter kesukaan aja, jadi nggak sepanjang deskripsinya Arthur. Lebih dari tiga ya. /yha

2. Ivan Braginsky (Russia)

Aku lebih suka nyebutnya Ivanova, jadi female ver nya gitu. Menurutku Russia itu ... oke, satu-satunya fankomik tentang Russia yang paling aku suka adalah pas dia bertepuk sebelah tangan sama England. Iya, jadi, Russia x England x America gitu. Enggak kok, ketiganya nggak ada yang bersambut. England suka America (ini nggak usah dipertanyakan lagi sih HEHEHEHE) tapi America nggak nganggap hal yang sama, dan Russia itu kayaaaak :
How is that not enough for you?
Dan itu bikin AAAAAGHHH DO YOU HEAR THAT, TSUNAMI OF MY TEARS???? (sya)

Jadiiii untuk labelnya; yah. Russia itu masokis.

3. Kiku Honda (Japan)

Aku lebih suka nyebutnya Sakura /w\ female ver nya lagi hehe. Tapiiii sekalipun fankomiknya England dan Japan itu banyak yang fluff, tapi entah kenapa kalau dibikin OT3 sama America itu jadinya angsttt aku nggak paham?? Seperti yang menimpa Russia, OT3nya yaitu Japan x England x America, dan head-canonnya adalah peristiwa berakhirnya Anglo-Japanese Alliance (aliansinya Inggris sama Jepang) karena sedikit-banyak alesannya adalah:
Q: Why did Britain disbanded the alliance with Japan in the 1920?
A: Because the Americans asked them too.
Iyaaaap. Aku lupa itu kalimat pertamanya, atau emang jawabannya gitu di tanya-jawab yang kubaca di quora. Singkatnya, pemerintahannya Amerika khawatir kalau Jepang bakal mendominasi perdagangan di Pasifik dan memperkecil (atau menutup?) pasarnya Amerika di China. 

Yah, habis itu mereka putus (???) karena England lebih milih America, tetapi beda sama Russia yang berani protes di fankomik bilang kalau dia nggak habis pikir kenapa America nggak balas perasaannya England, Japan di sini lebih ke why why why tanpa bisa berbuat apa-apa.
Japan masokis juga? Iya.

4. Obi (Akagami no Shirayukihime)  
Dia suka sama Shirayuki padahal jelas-jelas Shirayuki suka sama Zen. Labelnya? Maso.

5. Souma (Last Game) 
Udah tau bakal ditolak tapi masih nembak Kujo juga? Tuh, kan, beneran ditolak, karena Kujo sukanya sama Yanagi. Maso.

6. Kuroko Tetsuya (Kuroko no Basket)
Penderitaan apa yang kurang dirasakan oleh tokoh termasokan ini?
7. Slaine Troyard (Aldnoah Zero)
Seriously, penderitaan APA LAGI yang kurang dirasakan oleh tokoh termasokan ini????? Dan lagi pengisi suaranya tokoh nomor enam dan nomor tujuh adalah orang yang SAMA itu kurang apa lagi cobaaaa??? Nangosh.
.:.

Arti dari masokis.

Sebenernya masokis itu kata yang nggak baku. Yang baku adanya masokhis, dan perilakunya namanya masokhisme. Ada dua definisi, dan setelah ini, bakal kukasih definisi versiku--atau definisi yang dipakai orang-orang semacam aku (?)
  • kbbi : kekejaman atau kekerasan yang memberikan kepuasan seksual pada yang menerimanya (bentuk kelainan seksual)
  • kamus kesehatan : kesenangan yang berasal dari rasa sakit fisik atau psikologis yang ditimbulkan pada diri sendiri baik oleh diri sendiri atau orang lain. 

Jadi ... seiring perkembangan zaman--oke, nggak perkembangan zaman juga, sih. Kayak kata otaku yang awalnya cuma merujuk pada "seseorang yang punya ketertarikan pada sub-culture" dan sekarang ada pergeseran makna karena siapapun yang suka jejepangan dianggap otaku orz Pergeseran makna itu tadi sih.
Masokis dalam arti yang kesebut-sebut itu nggak punya definisi kelainan seksual seperti yang tercantum di KBBI. Bisa dibilang, ini arti yang salah sih, tapi udah terlanjur meluas heuheu. Contohnya, ya, kayak 'orang yang milih-milih dalam nonton anime' dengan 'orang yang merasa bahwa jiwa naga dalam dirinya bangkit' disamaratakan oleh masyarakat kalau itu namanya otaku. Itu kan, pergeseran makna juga. 

Menurutku, masokis yang sekarang dijadikan bahan guyonan sama orang-orang itu bisa disimpulkan artinya dari kutipan kata-kata dari manga The Liar Prince and His Fake Girl Friend:
Sudah tahu kalau kamu hanya pacar bohongan, tapi kamu masih menyukainya? Memangnya kamu masokis apa?
^NAH. 

Aku ketawa baca ini karena inilah arti masokis yang dicari-cari untuk jadi bahan becandaan XD Oke, bukannya arti dari masokis adalah orang yang masih menyukai seseorang padahal seseorang itu menganggapnya pacar bohongan lho, BUKAN, pasti dapet poinku kan orz

Jadi kayak ... hm, hampir nyerempet ke arti masokis menurut kamus kesehatan sih. Tapi bedanya itu bukan perasaan senang kayak gitu. Tapi lebih ke: yah apa boleh buat, kalau aku suka dia gimana? kayak gitu :)) Oke masokis kalau terlalu berlebihan juga nggak baik sih, dan sekarang, orang yang cintanya bertepuk sebelah tangan tapi masih suka itu udah di-judge masokis juga :"D 

Gampangnya sih, masokis itu adalah istilah yang digunakan kepada seseorang yang mendapat cobaan (?). Dan, yah, walaupun itu arti yang luas banget, tapi rasanya itu yang sekarang dijadiin pegangan sama orang-orang yang mengatai karakter ini masokis, karakter itu masokis, blablabla.

Ada banyak sih contohnya. Kalau mau gampang bayanginnya, coba baca berbagai macam kalimat-kalimat di bawah ini:
  1. Kamu masih kuat ngeship Harry sama Hermione padahal Harry sama Ginny dan Hermione sama Ron? Masokis.
  2. Sebelum berangkat aku kerja jadi loper koran, sepulang sekolah aku ada les, malamnya aku jaga warnet sampai subuh, lalu hanya tidur dua jam dan ngantar koran lagi. Kurang maso apa, coba?
  3. Kayaknya, dia itu orang paling maso yang pernah kukenal. Dia kuliah di Kedokteran Umum dan masih mau jadi ketua panitia acara pentas seni plus jadi juri lomba esai nasional.
  4. Gila, hari Senin ada ulangan tripel Sejarah, Biologi, dan PKn, URAIAN? Maso sumpah ya.
  5. Kamu nggak bilang ke dia kalau kamu suka orang yang sama? Masokis.
  6. Kamu nggak mau bilang ke orang tua kalau kamu pengin ke SMK dan tetep daftar SMA, kamu masokis?
  7. Kamu berbohong aku tak percaya, kamu lukai aku tak peduli, coba kau pikir di mana ada cinta semaso ini? (....) 
See? Kata 'masokis' sekarang tersebar di mana-mana dan pergeseran maknanya sudah sampai di tingkat parah hmmm. Secara ngubah kata yang udah membangun makna sendiri itu susah, aku juga lumayan suka sama definisi masokis yang baru ini /plak Karena arti masokis yang terbaru gampang kubayangkan, jadi aku ikut masuk ke tipe kebanyakan orang yang menyalahgunakan makna (...)

.:.

Dan jadiiii iya. Rasya itu lemah sama tokoh masokis. Kasih Rasya tokoh masokis, entah karena dia harus menentang pahitnya realita, atau dia bertepuk sebelah tangan, atau dia mempunyai masa lalu penuh derita--pasti Rasya langsung jatuh terjerat tak tertolong orz

Arthur Ivan Kiku Obi Souma Kuroko Slaine DOOH mereka bertujuh ini tokoh dengan satu kesamaan hakiki yang sama: masokis tingkat akut kraaaaaiii :"""""DD

Iya Rasya masokis iya. 

.:.

Tapi apa pun yang terjadi,

Rasya cinta Inggris.
Rasya cinta Inggris karena Rasya cinta Indonesia. 

(..........)

/RAS UDAH DIBILANG INI NON SENSE
/abaikan

30 hari bercerita

03/30. The Wolf that Fell in Love with Little Red Riding Hood

Selasa, Januari 03, 2017

Halo. Aku lagi sukaaaa banget sama lagu yang judulnya Ookami wa Akazukin ni Koi wo Shita (....) itu artinya The Wolf that Fell in Love with Little Red Riding Hood :") Lucuuuu banget (?) dan sedih sih sebenernya. Ini lagu dinyanyiin sama dua orang, cewek dan cowok. Oke, bukan dua orang sih, tapi Vocaloid--itu software suara gitu. Yang nyanyi namanya Len sama Rin. Si cewek, Rin, jadi gadis bertudung merah, si cowoknya, Len, jadi serigala. Mereka ganti-gantian nyanyinya.

I want to meet you
I want to touch you
I want to talk to you
But it's unthinkable

Berasa kayak mereka berdua itu... oke iya sih mereka itu nggak bakal jadi (?) tapi dengerin lagunya bikin baper krai, kayak mereka bener-bener meratapi kutukan kenapa mereka bisa saling jatuh cinta 8"DDD /YHA

It's unfair that we are bound to this cursed fate that will never change.
Ah, why did you have to be,
Why did I have to be,
A wolf and little red riding hood?

Jadi.. pas di perjalanan gadis bertudung merah ke rumah nenek, dia kan dari awal udah diikutin serigalanya tuh. Di lagu diceritain kalau si serigala nggak berani (?) menampakkan diri karena nanti si gadis bakal lari. Dan posisinya si gadis sebenernya dia tau kalau serigalanya ini ngintai dia, tapi si gadis berlagaknya nggak sadar :"D

Surely, you'll walk this road once again today.
And, again, today, I can't do anything.
But keep watch over you.

You're hiding on the other side of that tree, today, like always.
And so I pass through, pretending I don't notice.

Our eyes won't meet.
Our voices won't reach.
Only a sigh that overlap with one another.


Whaooo kayak cinta terlarang (emang cinta terlarang sya) banget lah :")))

You're helpless and I'm awkward.
How many times, have I prayed,
But unfortunately we remain as  
A wolf and little red riding hood.

Ya iya sih yaaa :""") Itu yang kukasih di situ terjemahan bahasa Inggrisnya ehe x")) Karena lagi suka-sukanya, jadi nggak bosen muter berulang-ulang :") 

30 hari bercerita

02/30. tentang idola dan fansnya

Senin, Januari 02, 2017

Kayak apa, sih, idola di mata fansnya? Tergantung, sih, dia fanatik atau enggak. Ada fans yang sekadar suka, atau ada fans yang nge-stalk sampai segitunya, bahkan sampai ada fans yang sampai beli albumnya, atau kayak kaos atau gantungan kunci atau poster yang ori (yang enggak bisa aku lakukan soalnya gurun pasir aja masih kalah kering sama kantongku hiks).

Tapi yang jelas, itu lebih bagus dibandingkan kayak apa fans di mata idolanya. Ya, iya sih idola itu butuh fans juga soalnya kalau enggak ada fans mereka enggak akan seterkenal sekarang, tapi--oke ya mending Rasya langsung lanjut aja mau ngomong apa.

Jadi. Ini hari terakhir libur dan besok masuk sekolah. Aku sejak tanggal satu udah acara baper karena bentar lagi masuk sekolah sama Fatma orz Dan pas itu aku juga bilang ke Fatma soal penyakit yang melanda anak sekolah kebanyakan: kalau libur panjang bawaannya gabut tapi kalau menjelang masuk sekolah bakal pengin libur lagi. Nah, aku lagi gitu. Sampai sekarang.

Lalu mendadak aku kepikiran "eh serius ini aku menghabiskan liburan dengan kegiatan yang gini-gini aja gitu? bangun, ngetik, makan, ke luar, ngetik ngetik ngetik? masa nggak ada yang bisa dikenang(?)" dan lalu aku nggak lanjut ngetik tapi mulai buka browser. Hm. Hm. Aku buka twitter. Aku stalking buka akun twitternya Google. Aku buka apa-apa yang seharusnya kuabaikan (?) sampai bahkan aku buka YouTube dan nonton sitkomnya Fawlty Towers (.......) (Sya itu serial 1975 plis) tapi itu emang lucu sih--ya humor sarkas gitu sebenernya :")) Oke kita nyimpang dari topik.

Pokoknya, hal yang aku lakukan itu... enggak ada mutunya, aku berhenti setelah melakukan kilas balik "apa yang aku lakukan barusan" dan baru sadar kalau itu menyedihkan -_- Terlalu menyedihkan buat hari terakhir libur sekolah. Jadi akhirnya aku close tab lalu... aku bingung. Krik. Banget.

Mendadak aku lihat jam. Lalu entah kenapa aku malah mencocokkan jam itu dengan jam di Inggris sana, penasaran aja jam berapa. Oke. Lalu aku keingetan sama.... sosok yang aku idolakan. *ea*

Enggak perlu sebut siapa dia (?) tapi mudah-mudahan deskripsi yang jelas-jelas subjektif ini bisa membantu. Deskripsi utama; kalian mungkin tahu dia ini siapa (?) (apa banget). Jelas, sih, dia orang terkenal yang followersnya tembus 30k orang. Hem. Alesan aku mengidolakan dia itu beda sama apa alesan fans-fansnya dia yang lain (apa banget/2) soalnya aku entah kenapa suka sama caranya dia.... bangga sama negaranya sendiri (...)

Yah. Oke, sih, negara dia itu Inggris. Tapi, emangnya itu enggak bisa berlaku buatku, ya? Aku ngerasa aja gitu, kalau dia bangga sama negaranya. Banyak banget kata-katanya yang apa-apa pasti balik lagi ke negaranya. Jadi daripada manggung(?)nya, aku lebih suka waktu dia ngasih kata-kata pengantar sebelum dia tampil--gitu, sih. Caranya dia ngomong, cara dia berkata-kata, itu bener-bener bebas, duh aku nggak tau cara deskripsiinnya, yang penting itu yang aku idolakan dari dia (?) 8")

Terus--dia ini punya blog juga. Nah, aku habis itu buka-buka blognya buat baca cerita-ceritanya dia. Ada yang soal video game (...), tapi ada juga yang dia bikin cerita, entah cerpen pendek, puisi beberapa baris, atau kesehariannya dia yang demi apa itu nggak jelas banget lah pokoknya (?) XD Sisi lain dari idola yang nunjukin kalau dia itu sama alaynya kayak kita (???) itu punya kesan sendiri orz

Lalu... hngg sebenernya dari dulu aku pengen banget kirim pesan ke dia, tapi kan biasanya jarang dibales orz Bukan berarti dia nganggap kita ngeganggu atau gimana, tapi kan dia juga punya kehidupan gitu--sementara pesan yang masuk ke dia pasti banyak banget lah, ya masa dia balesin satu-satu gitu. Jadi--makanya aku pasti berakhir dengan kembali menjadi fans yang udah bahagia hanya cuma nge-stalk doang (....)

Aku enggak bisa kayak fans yang nunjukkin kalau dia habis beli gantungan kuncinya, atau posternya, atau tasnya, segala macam yang begitu aku lihat, di pikiranku cuma "wah itu ongkos kirimnya berapa ya"-- karena bahkan ongkos kirim aja aku nggak bisa bayar lalu gimana bisa beli -_- Jadi yang bisa aku lakukan cuma... nge-stalk. Nge-like. Nge-bookmark. Baca-baca.

Terus, tiba-tiba dia online. Ea. Aku jadi punya firasat bagus entah kenapa, yah walaupun yang tau kalau dia online kan enggak cuma aku, soalnya habis itu banyak banget fans yang ngebales dia. Ya masa kata-katanya dia yang terbaru sekali refresh langsung udah dibales 71 orang kan ya aku minder bangetlah apa atuh aku hanyalah butiran debu.

Tapi berbekal firasat bagus itu tadi (?) sama kenekatan (?) aku akhirnya berani ngirim dia pesan. Bukan bales kata-katanya dia yang kelihatan publik, tapi pesan personal gitu. Aku sempet bingung mau bilang apa tapi pokoknya yang aku kirim akhirnya cuma ucapan selamat tahun baru--yang udah telat, sebenernya -_- Aku enggak tau mau ngomong apa lagi soalnya.

Dan TERUS TAU ENGGAKKKKK:


WHOA.

WHAO. D I B A L E S.

Mana selisihnya tiga menit pula. Aku kageeeeeettt bangeeeeet!!!! Ya gitulah! Aku kaget aku seneng banget bbzzz demi apa ini penutup hari terakhir terkece! Aku bahkan enggak masalah kalau habis ini aku langsung sekolah (?) ya walaupun aku pasti nggak bakal fokus gara-gara masih kepikiran sih, tapi whao dibalesss?!? Seneng banget akunya lol.

Oke. Ini alay banget. Kita harus berhenti sampai di sini lalu berpikir realistis.

Ya mungkin banyak orang yang ngucapin selamat tahun baru ke dia. Atau kebetulan banget dia lagi buka pesan personal dan tring, yang ada pesanku di bagian atas(?). Atau memang dia bales semua pesan personal yang masuk ke dia pakai "Thanks you too" jadi sebenernya dia enggak begitu notis sampai kayak aku yang nggak percaya sampai segininya karena dia cuma copas dan semua pesan masuk dia bales kayak gitu QvQ Atau banyak kemungkinan lainnya yang sangat realistis dan harusnya aku enggak perlu sampai sebahagia ini, sih, tapi--

Ya, aku fansnya gitu lho. Dan dia idolaku. Dan aku ngirim pesan ke dia. Dan dibales. Dan ya jelas lah aku speechless?! :"""))))) Aku yang sebutir debu ini diucapin selamat tahun baru?!?! (enggak sya dia cuma bilang you too) (oke mulai alay) Walaupun dia enggak nganggap aku sebagai manusia (?) tapi yang sekarang terjadi adalah aku seorang fans yang nge-chat idolanya dan dibales dan bahagiaaaaa :"")))))

30 hari bercerita

01/30. Me Everywhere (???)

Minggu, Januari 01, 2017

Sebenernya, sih, aku sampai sekarang masih berpikir apakah keputusan buat ikut tantangan nulis blog di instagram selama tiga puluh hari berturut-turut itu tepat atau enggak. Soalnya, yah, hem... ada banyak alasannya, sih. Oke. Bukannya aku berkepribadian banyak atau gimana, tapi aku ngerasa kalau aku di instagram, aku di blog, aku di fanfiction, aku di wattpad, aku di facebook, sampai aku di quora, itu adalah aku yang berbeda-beda (?). /KRIK

Jadi, buat pembukaan, ayo kita jabarkan satu-satu.

Instagram. {@rasyaswarnasta}

Aku di instagram. Sebenernya kalau mau dilihat bedanya apa, mungkin... lebih enggak banyak ngomong. Secara karena fitur caption di instagram itu secara enggak langsung menekanku buat ngomong yang dikit-dikit aja, jadinya aku ujung-ujung cuma ngasih kutipan-kutipan aja, tapi aku jarang buka instagram lalu ngebalesin komentar (.....). Padahal kalau ada komen masuk di InstaStory, pasti langsung aku bales. Kayak gitu, tuh, kenapa, ya.

Mungkin gara-gara... aku tuh soalnya anaknya alay (?????), aku udah sering banget ngetik balesan buat komen tapi ujung-ujungnya nggak jadi aku kirim 8"D Ya karena aku alay itulah jawabannya (????) (sebenernya apa hubungannya sih). Mana caption nya pakai kutipan segala pula. Heu ini kalau terus dilanjutin bisa-bisa aku malah ngekritik kealayan di Instagramku sendiri :""")

Blog. {www.rasyaswarnasta.blogspot.com}

Oke. Blog ini... semacam tempat unek-unek, krai. Jangan berharap aku ngeposting sesuatu yang elegan di sini, kecuali kalau aku lagi dalam mode depresi berat, atau lagi bener-bener tersesat sama jati diri, atau lagi bener-bener jatuh cinta sama karakter cerita. Iya, aku pernah nulis sesuatu yang bener-bener bukan aku yang seharusnya (?), tapi itu pun ada di label limited edition 8"D

Pernah sih ada beberapa kecelakaan yang bikin aku pengen memutarbalikkan waktu biar aku nggak jadi ngepost suatu postingan, tapi ya aku akhirnya berakhir dengan enggak menyesalinya (?), soalnya kan, ini blogku gitu lho. Yah, itu hari buruk sih orz Emang selanjutnya ada beberapa yang difilter buat kata-kataku, dan untuk sekarang, trims dan peluk buat Bleepy yang sudah berkembang jadi blog yang bisa langsung bilang ke aku siapa-siapa yang buka suatu postinganku (?) :""))

Ada juga beberapa momen di mana rasanya aku pengen pindah dan bikin blog baru, tapi pada akhirnya aku balik lagi ke sini. Pada akhirnya aku selaluuuuu balik lagi ke Bleepy 8") Jadi, blog ini tuh, segala hal yang jujur tentang aku (??) menurutku, lol :")

Fanfiction.

Tempat pelarian sih. /SYA

Yha. Enggak juga ding. Gimana, ya. Fanfiction tuh... sisi lain dari aku yang pengen melanggar peraturan (?). Soalnya aku suka banget dengerin lagu atau nonton film, dan kebiasaan kalau suasana hatinya lagi bagus atau buruk, pasti lagu yang kudengerin, atau film yang aku tonton, rasanya pengen aku rombak-rombak. Misalnya aja akhir film Zootopia, Harry Potter, atau lagu-lagunya Taylor Swift, One Direction, atau yang minor-minor dan kalau aku sebutin ada yang enggak tahu (?) juga ada. Banyak malah.

Nah. Kan. Kan aku ada sisi ingin ngelanggar peraturan dengan nulis fanfictionnya tuh. Misalnya aja lagunya Christina Perri yang Distance. Pas dengerin itu berasa kayak mentega masuk ke wajan panas, NYESS banget lagunya dan di kepalaku langsung kebayang adegan romens klise ala-ala cinta bertepuk sebelah tangan yang so tragedi dan nggak baik buat kesehatan begitulaaaah :")))) Pengen banget bikin ceritanya dari lagu itu.

Oh atau Everytime nya Britney Spears. Mengiris-iris hati banget pas aku denger, dan di kepalaku berasa kayak aku pengen bikin cerita dari lagu ini please pLEASE IS ANYBODY OUT THERE yang ngulang-ulang terus dan bisa-bisa kepalaku meledak kalau aku enggak segera ngetik (?). Dulu aku pernah bikin cerpen dari lagu The Rain yang Dengar Bisikku (.........iya alay iya), terinspirasinya pas pelajaran Kimia kelas sebelas /SYA dan cerpennya aku tunjukkin ke Chika :"))

Itu namanya song-fic. Cerpen dari lagu. Itu, 'kan, enggak bisa dilombain. Enggak boleh sembarangan di publikasiin, soalnya kan, aku nggak bisa sepenuhnya ngambil hak ciptanya gitu. Di mana aku bisa ngeposting cerita-cerita kayak gitu? Di mana aku bisa bikin dunia dengan Harry akhirnya sama Hermione (???)? Ya, di fanfiction :")) Tempatku bisa bebas di sana gitu lah 8"D

Wattpad. {rasyaswarnasta}

Ini... tempatku buat nulis cerpen. /iyalah

Enggak, maksudnya bener-bener cerpen. Cerpen yang kebanyakan dibuat untuk menghilangkan writer's block (Ada yang mau bilang ke aku kalau writer's block itu sebenarnya enggak ada? Oke, sebenernya ada, namanya Werby) dan aku ngepostingnya bener-bener dengan alasan karena aku pengen ngeposting gitu (?)

Beda sama fanfiction, aku ngepost masih pakai harapan semoga banyak yang baca, semoga ada yang suka, semoga ada yang komentar, dan aku seneng banget kalau ada yang baca atau liat statistik fanfictionnya naik (??). Tapi kalau di wattpad tuh, paling kalau banyak yang baca, itu aku sendiri (???) lol soalnya entah kenapa pas aku cuma pengen baca ulang sambil ngecek tanda baca dan typo, eh selesai aku baca ternyata jumlah yang ngeread nambah sejumlah berapa kali aku buka -_- Kan aku sendiri tuh berarti yang naikin statistiknya -_-

Ada yang pernah bilang ke aku, kalau cara biar cerita di wattpad banyak dibaca tuh dengan banyak-banyakin nambah tag. Semakin ke sini, tag ku semakin normal (??) sih tapi secara aku ngeaplot cerita di wattpad dengan tujuan murni seneng-seneng (dan ngehilangin Werby itu tadi) aku jadi pakai tag yang... enggak mutu orz

Misalnya, ada satu cerita wattpadku yang aku kasih lima tag (disaraninnya ngasih lima tag soalnya), dan tag itu adalah :
#iniintinyaapa
#lagikehilangangayabahasalama
#pengencepetbalikkediayangdulu
#prosespendewasaankaliyatapimasasih
#rasyakamukenapasihgitubangetgalaunya

Itu kan... YA KALI banget ya mana ada orang yang ke wattpad dan nyari di search tag ngetik "iniintinyaapa"? :"""") Aku juga nggak habis pikir kenapa aku yang di wattpad bisa nulis tag semacam itu 8")) Ya pokoknya gitu deh. Di wattpad ini aku ngerasa bebas ngaplot cerita-cerita dengan tujuan yang enggak serius dan muluk-muluk (?) orz

Facebook. {Rasya Swarnasta}

Iya sampai sekarang aku masih main facebook. Ada banyaaaaakk temen di sini yang tersayang banget, facebook berasa kayak aku gabung lingkaran baru, gitu. Temen-temen di sana keren-keren nyebelin (?), status-status yang penuh inspirasi dan bikin aku setiap kali buka facebook berasanya kayak mandang langit :") Motivasi banget tiap kali baca status tentang disiplin nulis, atau yang segala macamnya :")

Facebook ini juga yang ngasih kesempatan aku buat jadi panitia Indonesian Fanfiction Awards 2016, dan jabatan itu bakal berakhir sekitar beberapa minggu lagi QAQ Bakal kangen banget sama lima anak yang kita udah brainstorming dari awal tahun 2016, ngerasain manis asin kecut dan berbagai macam variasi rasa bareng-bareng, bener-bener nangis bareng, huwaaa belom saatnya mengenang sekarang jadi stop :""))

Jadi, facebook ini ngasih aku perasaan tersendiri sih :3 Pernah diajak diskusi, pernah coba bikin lomba, pernah diseret ikut gabung suatu perdebatan, pernah konsultasi, pernah gokil-gokilan, segala macamnya laa TvT

Quora.

Nah. Ini dunia yang baru membuka mata Rasya yang lain (??). Karena di quora ini segala macam hal yang ternyata "oh enggak cuma aku yang kepo ternyata" ada di sini. Kebanyakan pertanyaan mereka sepele banget, tapi sering juga berat banget. Jadi quora ini website di mana kita bisa nanya sesuatu di sini, atau jawab sesuatu juga x) Topiknya bisa macem-macem. Dari yang sepele kayak, "Apa hal tak pernah dilupakan yang pernah diajarkan oleh gurumu?" sampai yang berat banget kayak, "Mengapa Tuhan menciptakan kita?" dan di sana bener-bener, orang-orangnya tuh, wah, netral dan universal, menurutku.

Aku ngikutin di sana awalnya karena pengen tahu tentang perang dunia dan skenario perang dunia, kayak "Apa yang terjadi kalau peristiwa ini (momen penting sejarah) enggak pernah ada?" atau "Apa yang terjadi kalau negara ini (negara yang sangat punya kuasa di dunia) enggak menang perang dunia?", tapi lalu merambat ke hal-hal skenario kehidupan kayak, "Apa yang terjadi kalau satu menit lamanya 61 detik?".... dan bener-bener pertanyaan yang kreatif, iseng, jujur juga x")))

Kayaknya bakal betah untuk jangka panjang, deh, aku sama quora ini. Soalnya berkat quora, aku jadi punya rencana macam-macam yang bisa kulakukan untuk dunia (???), jadi kayak sisi bijaknya Rasya terbuka di sini (??), aku ngerasanya gitu sih orz

.

.

Postingan ini dibuat kenapa, ya. /SYA

Awalnya cuma gara-gara aku terserang keraguan soal keikutsertaanku di tiga puluh hari bercerita, dan lalu tujuan awalnya cuma pengen menjabarkan apa perbedaan Rasya di blog dan Rasya di instagram, dan motifnya cuma pengen bilang kalau suatu hal yang susah untuk menggabungkan dua kepribadian berbeda (??) tapi pada akhirnya... oke malah jadi begini orz

Aku sering sih ngelanggar peraturan dengan ngepostingnya di blog. Beberapa tantangan mengemukakan pendapat atau apa pun yang perlu ngomong banyak, yang seharusnya aku tuntasin di Facebook, justru aku ngepostnya di blog dan tinggal bilang ke orang yang ngasih aku tantangan "eh aku udah nuntasin tantangannya tapi di blog ya XD" lalu selesai (?). Tapi itu bukti kalau aku sendiri udah tau bahwa "ngomong banyak" itu adalah karakter Rasya yang di blog, bukan yang di mana pun juga. Di Facebook aja bukan apalagi di Instagram orz

Takutnya aku memaksakan diri sih (?). Semoga aja aku kuat nulis tiga puluh hari berturut-turut di Instagram x)) Jadi postingan ini ada untuk menguatkan diri x")))