facebook

I got: Crush

Kamis, Desember 28, 2017

Lagi ada permainan macam begini di Facebook—astagfirullah ini kenapa kalau aku sakit kemampuan ngetikku berkurang? Sampai detik ini aku ngetik aku udah typo sepuluh kali QAQ Oke aku galau bentar, ya masa habis aku sembuh dikit, terus aku coba ngetik lagi di 10fastfingers, nilaiku langsung merosot jaoh asdfghjkl aku merasa sedih dengan diriku sendiri ADUH INI TANGAN KENAPA SIH LAMA-LAMA AKU KESEL YA AMPON BAHKAN NGETIK “LAMA-LAMA” AJA SAMPAI TYPO TIGA KALI?!?! DAN NGETIK TANDA SERU AJA TYPO??!!!!!
Oke nggak terbayangkan betapa banyaknya tadi aku salah ketik.
Balik ke topik. Jadi, lagi ada permainan macam begini di Facebook. Oke Rasya sekarang ertekad kaau Rasya typo Rasya nggak akan menghapus biar Rasya tetap bertahan menjadi manusia tanpa typo sepanjang masa YA AMPON ITU TYPO “BERTEKAD” SAMA “KALAU”!!! Oke mari batalkan tekad tadi.

Jadi ada permainan kayak begini di Facebook. Semacam tag-tag-an gitu sih. Jadi ada pilihan apakah kita bakal dikasih antara: bestie, girlfriend, boyfriend, crush, sister, brother, ex, bae, dst., dan dari Mbil aku dapet crush. XD
Lanjut ntar deh bzzzzz.


Oke mari kita lanjutkan.

Jadi apa itu definisi dari crush? Menurut Rasya (?), crush itu … naksir? ;; Eh, lebih rendah dari naksir kali ;_; Blas nggak ada pendekatan (?) atau bahkan blas nggak berharap untuk bersambut (?) jadi bener-bener cuma … sangat … sekilaaaaaaas, gitu. Saking nggak pentingnya (?), nggak pernah aku ceritain ke siapa pun ;_; Eh pernah ding /gimana. Tapi nggak lengkap, dan nggak kusebutin namanya ke Lisa pas aku cerita. Tapi entah kenapa membekas, bahkan sampai sekarang o(----( /ngeng


Mari kita lanjutkan ke daftar pertanyaan tentang crush-nya Rasya ini.

  • I got: Crush
  • Who’s taller: … Nggak tahu. LOL nggak tahu persis berapa senti sih tapi mestinya dia ya. XD
  • Who’s older: Nggak tahu(2). Nggak notis kalau umur. Tapi kalau angkatan, tua dia tiga tahun. Waktu itu aku kelas 3 SMP dan dia kelas 3 SMA (………………) /ngeng(2)
  • Most sensitive: Nggak tahu(3) …. Eh, dia ding. 8’D
  • Worst temper: Nggak tahu(4). Aku kali. XD
  • Wake up first: Nggak tahu(5) .... Aku kali? XD /sya
  • Laughs the most: Aku dong (?) Mungkin karena faktor aku naksir jadi apa-apa yang dia bilang kedengerannya sangat keren (?) jadi mah aku ketawa terus. XD
  • Better driver: Nggak tahu(6) …. Dia mestinya ya.
  • Who’s funnier: Dia XD Walaupun kalau dipikir sekarang aku nggak ngeh di mana lucunya cuma ya pas itu entah kenapa aku sering aja ketawa (?)
  • Most active: …….. Nggak ada kayaknya, mungkin aku lebih dikit (?)
  • Who’s overprotective: Nggak tahu(7) …..
Banyak sekali yang aku nggak tahu soal crush-ku ini =)) Oke jadi aku sempet nyinggung-nyinggung soal crush-ku ini ke Bleepy, dan malah kayaknya cuma Bleepy yang bener-bener tahu versi lengkap antara aku sama crush-ku (kita sebut saja C mulai sekarang) ini. Jadiii siapa itu C? Setelah ini akan aku kasih sekilas info soal C … dan cuma sekilas karena emang aku juga cuma tahu soal dia sekilas doang (….).
Jeng-jeng, mari kita flashback!!

… Sayangnya, seberapa keras aku mengingat, aku lupa banget kapan aku sama dia ketemu pertama kali!! Aku juga marah ini sama diriku sendiri.

Wait bentar beri aku waktu.
Kayaknya kalau aku berusaha lebih keras aku bakal bisa nemu kapan tepatnya, tapi yang jelas, aku sama dia udah saling kenal satu sama lain pas tanggal 21 Maret 2014. Waktu itu kita lagi saling ejek-ejekan soal nama masing-masing, jadi kita cari nama lain yang huruf depannya masih sama. Dia yang mulai duluan. Dia ngasih usul R untuk Runtuh. (??) Apa banget coba, ya masa aku nggak ketawa XD Dan terus gantian aku yang ngasih nama buat dia. Terus dia bales lagi, Runyu (???). Mari skip. Nggak jelas banget emang. Oke itu salah satu kenangannya (???).
Wait aku lagi ubek-ubek hape. /semangat banget sya /gak juga sih penasaran aja
Di hape lebih bisa diceritain sih XD Soalnya kalau yang secara langsung kan agak lupa-lupa inget, dan apa sih nggak jelas pokoknya kalau ketemuan, antara ejek-ejekan, ngobrol berfaedah super sebentar, kasih informasi satu sama lain, atau dia bantuin jawabin soal matematika yang aku bingung (??). Jadiii mending kita bahas chattingan yang di hape aja.
Oh pertama kali aku sama C chattingan itu tanggal 11 April 2014. Ngobrolin hal yang nggak penting sih. Waktu itu aku tanya sesuatu yang nggak penting banget, jam 22:54. Lalu dibales jam 22:56, kubalas 23:01, dibalas 23:03 … ini kayaknya nggak penting -_-. Dan emang nggak penting ya. Berlanjut terus sampai tanggal 12 April 2014, sampaaaai jam 00:09. Oke.
Hm aku malah keasikan scroll /SYA. Pokoknya tahu-tahu udah tanggal 19 Mei 2014 aja, dan masih chattingan, bahas hal-hal super nggak penting. Dan terus hapenya dia dibajak sama sahabatnya (?) jadi kita malah chattingan bertiga, C sama sahabatnya rebut-rebutan. Aku yang sekarang pusing sih bacanya XD Tapi entah kenapa waktu itu aku ngerti (?), mungkin kekuatan cinta (???) /alay maksimal /sekalian aja alay dah. Waktu itu ekstrem sekali, kawan, kita chattingan sampai tanggal 20 Mei 2014 jam 00:40 (……….). Padahal dia udah nyuruh aku tidur jam 00:30 … /lah cuma sepuluh menit sebelumnya juga sya
Terus untuk pertama kalinya dia nge-chat duluaaan. XD Oke nggak pertama kalinya ding. Yang jelas dua chattingan yang aku sebutin di atas, tanggal 11 April sama 19 Mei, itu aku duluan yang nge-chat hm. Dan yang ini dia duluan waow kenapa aku histeris sendiri (?). Dia ngasih informasi tiga baris yang aku nggak paham, emang dia suka nggak jelas, bener-bener nggak ada pembukaan dulu dan aku harus tanya: “Apanya?” baru deh dia jelasin. Waktu itu masih 20 Mei 2014 tapi jam 23:27. Dia terakhir balas jam 23:43 dan aku baru bales jam 00:26 (….) Payah amat. Salahku ini.
Eh teroosss paginya tanggal 21 Mei jam 06:01, dia bilang: “Maaf kemarin WiFi eror dan nggak ada kuota.” Aku bilang nggak papa, dan terus aku ngajak buat bahas topik yang kemarin karena emang belum selesai. Terus dia bilang: “Nanti. Tunggu jam meeting: 22.00.” Nggak jelas banget maksudnya apa. XD Terus nggak kubalas, terus jam 22:02 dia nge-chat lagi.
Mari kita lanjutkan nostalgianya, tanggal 24 Mei 2014 sama sekali nggak ada chat, dan terus besoknya, tanggal 25 Mei, dia bilang kalau semalem listriknya mati. Habis itu dia bilang kalau dia udah nggak balas dalam jangka waktu 15 menit, berarti dia udah kabur. (?)
Terus … lanjut sampai tanggal 27 Mei dia tanya aku: “Lulusan kapan?” ngobrol, terus tanggal 28 Mei dia tanya lagi: “Daftar SMA kapan?” terus sepanjang itu dia cerita soal SMA-nya dia, karena biasalah aku yang masih bocah otw SMA ini sangat kepo neraka versi dunia itu kayak gimana (??), dan terus … selesai deh chattingan-nya.
...
.....
Kenapa kok aku selo banget nyeritain dari awal aku sama dia chattingan? Bakal banyak banget dong kalau semuanya diceritain? Enggak sebanyak itu kok. Karena … ya … karena sebentar lagi semua ini akan berakhir. /jreng
Chat-nya dia tanggal 30 Mei nggak kubalas, dan aku baru balas tanggal 16 Juni, sama aku laporan kalau aku udah dapat NEM-ku. Terus dia baru balas besoknya, tanggal 17 Juni, dia minta maaf karena baru balas (dan aku baru sadar kalau aku dari dulu sama sekali, sama sekali, sama sekali nggak pernah minta maaf kalau aku telat bales; padahal aku lebih kejam lol). Dia bilang selamat, bilang cie, bilang semangat masuk SMA-nya, dan dia bilang kalau dia sibuk sama sekolah. Chattingan-nya dia nggak kubalas hari itu dan baru kubalas tanggal 22 Juni. Dia baru balas tanggal 24 Juni dan dia minta maaf lagi karena baru balas …. Dan lagi-lagi waktu itu aku malah enggak.
Dan terus, ada peristiwa yang ……..…… sangat cepat terjadi.
Chat-ku tanggal 28 Juni 2014 nggak dibalas.
Dia balas tanggal 8 Juli. Cerita soal masalah sistem kelulusan di sekolahnya. Inilah. Itulah. Aku bales.
Dia balas tanggal 19 Agustus. Bilang kalau hapenya dia disita.
Itu tanggal 19 Agustus 2014 jam 22:28. Dan lalu, gitu aja, dia hilang.
Hilang beneran hilang.
H i l a n g. Lenyap dari muka bumi, selama tahun 2014, 2015 … kayak nggak pernah ada.
/alay /sekalian aja alay
Aku nggak tahu dia di mana karena aku juga nggak bisa ngehubungin. Dan waktu SMA aku belom bawa motor (?) WALAUPUN KALAU AKU BOLEH BAWA MOTOR BUKAN BERARTI AKU MAU NYARI LHO YA. Dan aku nggak tahu dia kuliah di mana, dia nggak tahu aku sekolah di mana. Aku akhirnya ngehubungin sahabatnya kan, sahabat yang sempet ngebajak hapenya dia itu, aku tanya dia tanggal 22 Juli 2015—hampir setahun dia hilang. Dan nggak dibales.
Terus tahun 2016, 2017 … aku mikir, ya udahlah ya.
Kan juga emang aku sama C baru kenalan bentar doang. Dan obrolan kita nggak pernah nyangkut soal diri sendiri; pasti soal informasi luar, atau apalah. Akhirnya aku berhenti nyari, dan pada suatu titik: akhirnya aku lupa. Selama SMA aku beneran udah lupa, aku ikut ekskul yang mendatangkan masalah, aku gabung kepanitiaan event yang juga mendatangkan masalah, aku dapet kelas yang aku nggak bisa beradaptasi sama anak-anaknya, mana mata pelajarannya juga susah, jadi banyak alasan yang lalu bikin aku lupa.
Pada suatu hari yang tidak bersalah, tanggal 25 Juni 2017, dia nge-chat.
“Selamat hari raya idul fitri.”
Aku sampai nggak percaya mataku sendiri waktu dapet notifnya. Kaget setengah mati. Ngecek nama. Baca ulang. Ngecek nama. Ngecek nama. Hah. Hah. HAH. HAH KENAPA DIA DATENG???? Itu yang ada di pikiranku waktu itu. Kenapa dateng? Ngapain dateng? Dia hilang Agustus 2014 dan muncul lagi Juni 2017 itu berapa tahun???? Dan apa banget momen ini, dia dateng-dateng ngucapin selamat hari raya idulfitri??
Aku bales dua jam kemudian: “Selamat balik.”
Dia balas: “Tiga tahun itu panjang ceritanya. Mau kasih THR berapa?”
Aku balas: “Ya disingkat(?).”
Dan terus dia nggak balas lagi sampai detik ini.
Oke ceritanya selesai. Atau bersambung (?).
Jadi … itulah crush-nya Rasya. Kalau Rasya ditanya soal dia, Rasya nggak tahu banyak sebenernya. Kalau disuruh nyeritain, juga bakalan cuma sebentar. Tapi ya, entah kenapa, sekalinya berkesan tetep berkesan. XD (?) Dan yang bikin berkesan ya karena cuma sebentar itu, atau percakapan yang nggak jelas, atau dia yang hilang lama—kayak sekarang. Makanya sebutannya crush.
Btwwww. Mbil, lunas ya! XD

limited edition

edisi tumben: rasya versi baper (?)

Kamis, Desember 21, 2017

Walaupun aku sering baper, tapi aku jarang pamer kalau aku baper XD /ya nggak juga sih. Oke dan mumpung aku ada waktu untuk nulis blog karena aku belum berniat untuk ngerjain UAS Agama (?), sekarang aku mau pamer kalau aku punya hal-hal yang bikin aku baper:

#1: TRIO PANZER: In Pasta We Trust

Kapan sih aku sebaper ini padahal kita cuma koplak-koplakan di grup? Tapi setiap kali kita ngobrol, atau pas ada kalanya kita bertiga dengan sangat ajaibnya diberikan kesempatan oleh semesta untuk online bareng, aku pasti selalu baper melihat keakraban (???) kita yang sangat tidak jelas ini :") Kenapa sih kita bisa deket? Oke aku inget sih apa yang bikin kita deket: kita punya pertanyaan yang sama di kepala.

Dan pertanyaan itu selalu kita pertanyakan (?), cuma dari pembicaraan pribadi; waktu itu kita belum jadi bertiga dan masih berdua-berdua-berdua, lalu kita sadar kalau sebenernya kita saling melaporkan kemajuan kita mengenai perjalanan kita mencari jawaban itu kepada satu sama lain (?). Lalu atas dasar iseng, aku bikin grup untuk kita bertiga sehingga kita nggak perlu lapor ke dua orang di tempat berbeda, cukup satu tempat aja.

Tahu nggak? Begitu pertanyaan itu berakhir tanpa jawaban, dan alasan grup itu ada berakhir, aku kira kita bakal kandas (??). Dan ternyata dengan ajaibnya, kita masih bertahan :")) Jelas yang mengawetkan kita itu karena kita sama-sama suka anime yang sama ya, dan asdfghjkl aku masih harus mencambuk (?) diri sendiri agar bisa terjun ke satu anime lagi yang kalian berdua suka dan aku belom. :") Oke banyak hal yang terjadi di antara kita (?) dan aku sukaaaa aja pas kita ngobrol entah apa. Hehe. HEHE. 

#2: Arthur Kirkland

Oke sebenernya ini adalah informasi yang sangat umum dan bahkan dunia tidak perlu mempertanyakan berapa persentase kemungkinan seorang Rasya akan baper apabila mendengarkan nama ini karena SUDAH DIJAMIN RASYA BAKAL BAPER. Bzzzz. Arthur Kirkland ini personifikasi Inggris di Hetalia, dan asdfghjkl aku tenggelam dalam jurang Hetalia terlaluuuu dalam sehingga tidak bisa kembali; dan aku juga tidak ingin kembali (?) karena hatiku tertambat pada sesosok Arthur bersama dengan segala macam rasa sakit dan beban yang dia tanggung 8'DDD

Mantap sekali aku sungguhan alay ini. Tapi hubungan antara aku, Arthur, dan Inggris itu paradoksial sekali (?) (entah kata ini ada di KBBI atau enggak) (kayaknya enggak sya), karena aku suka Arthur karena aku suka Inggris dan aku suka Inggris karena aku suka Arthur (?). Dan sebagai catatan, aku nggak suka Arthur versi dia jadi pesulap, atau artis, atau malaikat, segala macam hal yang biasanya jadi variasi Arthur dan dibuat oleh para fans. Aku suka Arthur karena Arthur itu Inggris; titik. Mungkin inilah prinsipnya, dan ini yang bikin aku masih mempertahankan statemen "aku suka Arthur karena Inggris dan aku suka Inggris karena Arthur" sampai sekarang. 

Aku suka kalau aku lihat Arthur sebagai seseorang dari Inggris yang sangaaaaat penuh dengan luka dan tidak bisa percaya sama siapa-siapa lagi. Arthur yang ngikutin perang-perangannya Inggris sama Spanyol atau Perancis, atau sama Amerika, atau sama Italia, sama Jerman, segala macam kekalahan dan kemenangan atau kepercayaan dan pengkhianatan yang PERIH SEKALIIII 8'D Arthur yang sekarang sedang dalam fase dia pengin memperoleh kekuasaannya dia atas dunia lagiii :")))

Etdah bahas Arthur nggak bakal kelar. Skip sadja.

#3: Inggris

...... Sebenernya ini nggak ada bedanya sama poin dua. Tapi aku jadi inget waktu di kampus, Nail pernah mengataiku "murah" karena kalau ada yang bilang Inggris aku pasti bakal langsung noleh (...) Dan aku kadang kesel sama dosenku yang dia pernah ke Inggris dan selalu ngungkit itu di setiap pertemuaaaan. Pasti selalu bilang, "Waktu saya di Inggris," adoooh itu aku dijamin langsung angkat kepala dengan sangat antusias 8'D 

Dan entah udah berapa kali aku bilang kalau aku pengin bisa ke Inggris. Pengin banget walaupun aku takut (?) karena di sana pasti sangat dingin (??) tapi aku pengin. :") Rasanya sehari sekali aku bisa seriiing banget gambar benderanya Inggris. :") 

#4: Amanda hari ini

Ini sangat nggak penting dan ini sangat alay, tapi jelas aku baper karena hal yang sangaaat sepele. Jadi menjelang UAS Bahasa Indonesia Ragam Ilmiah, mumpung pengawasnya belom dateng, aku sempet ke kursinya Amanda yang SANGAT JAOH dari kursiku, aku di paling belakang dan dia di paling depan, hanya untuk nanyain dia mana kalimat empat opsi berikut yang polanya S-P-O-K (...)

Dan terus kan udah. Lalu aku balik ke tempat dudukku. Dan beberapa menit kemudian Amanda manggil dari tempat duduknya, tanya ini pulpen di kursinya itu pulpenku apa bukan. Awalnya aku kira itu pulpennya Amanda karena dia pegang selama dia jelasin aku (?), tapi ternyata itu pulpenku (...) Dan dia nyodorin, dari tempat duduknya, dan aku bilang dari kursiku, "Nanti aja ya, aku mager."

Lah teros walaupun dia sempet ngatai aku sih HAHAHA XD lalu dia berdiri dan gentian ke kursiku 8'D Buat ngasih pulpen. Udah itu doang tapi itu sukses bikin aku baper :")))) Dirimo baik sekali kenapa tidak ada yang menyadari hal ini (???)

***

Oke sekian empat poin kebaperan Rasya (?)

fanfiction

愛して (?)

Kamis, Desember 21, 2017

Judulnya nggak nyambung banget, oke. Rasya lagi kesepian (?). Dan sekarang dingin (?).

Udah lama banget, banget, banget, aku nggak nulis blog. Sebenernya sejak postingan blog-ku yang terakhir, aku sudah nulis satu postngan, tapi entah kenapa nggak selesai dan aku kehilangan hasrat untuk melanjutkan karena sudah ada perkembangan baru (?). Jadi mendingan nanti aja begitu perkembangan-perkembangan barunya selesai dan lalu aku lanjut postingan yang masih kesimpen di draf itu.

Aku belum cerita kehidupan kampus ya. XD Padahal udah selesai UAS-nya. Aku mulai dari mana, enaknya?

Sastra Indonesia 2017 totalnya 39 anak; nyaris banget genap. Jumlah ini lebih sedikit dari tahun sebelumnya, padahal jumlah tahun sebelumnya lebih sedikit dari jumlah tahun sebelumnya lagi. Lama-lama jumlah kita makin sedikit. :'D Di kelas ini aku ketemu sama Nail, sama Amanda. Sama yang lain-lainnya lagi, ada banyak. XD

Dan di sini aku ketemu sama banyaaaak hal-hal baru. Terutama kuliahnya sih. Aku sudah nggak nyentuh lagi Matematika, Kimia, HIDUP SERASA SURGA 8'D Aku masih inget banget dengan payahnya pas aku ujian Kimia kelas sebelas, aku justru sempet-sempetnya ketiduran, padahal duduk di paling depan, dan aku malah mimpi buruk lalu bangun-bangun nangis. XD Dan juga nggak ada Olahragaaa! Dan nggak ada upacara. =))) /SYA 

Ya ampon ngomong-ngomong soal olahraga, aku udah lama banget nggak olahraga, sudah lebih dari setengah tahun, dan walaupun aku nggak pernah lari-lari sih, tapi aku bisa jamin kalau aku lari-lari pasti aku gampang capek QAQ Tapi bahagia bangetlah. Sabtu libur. Kuliah rata-rata mulai jam sepuluh. Main HP nggak masalah, tidur nggak masalah, main game nggak masalah, ada titip absen, ada jatah bolos kuliah, ada daftar buku yang harus dibaca.......................... /NGENG

Sastra Indonesia itu ngapain sih? Kita baca-nulis-baca-nulis, kadang-kadang nganalisis, buat makalah, kayak anak kuliahan biasanya. Eh aku belum cerita aku dapet mata kuliah apa aja. Ini daftar mata kuliah yang sangat Sastra Indonesia sekali:

Bahasa Indonesia Ragam Ilmiah

Oke semua mata kuliah memang memabukkan tapi ini bener-bener bikin mabok. Di sini kita disuruh bikin tulisan dan lalu diralat mana yang nggak efektif, mana yang salah struktur kalimatnya, mana yang pakai kata penghubung di depan. Dan ini matkul yang dimulai jam TUJUH PAGI tiap hari Kamis. Walaupun dosennya sangat baik dan ngebolehin kita tetep masuk kelas padahal udah jam delapan /SYA, tetep aja nggak mengubah fakta kalau kuliahnya bikin mabok. 8'D

Dan aku paling inget sama mata kuliah ini karena tadi baru aja UAS. Dan susah banget 8'D Saking susahnya aku sampai takjub (?). Aku paling nggak suka pas soal bagian nentuin pola kalimat. Mana yang subjek? Predikat? Objek? Pelengkap? Keterangan? GRAO itu pelajaran Bahasa Indonesia jaman SD tapi makin ke sini makin susah tolong??? Dan kalimat yang harus kita tentuin pola kalimatnya benar-benar dibuat sedemikian rupa agar kita bingung????? 8'D

Lalu ada juga opsi pilihan gandanya. Mana kalimat yang baku, mana yang bukan. Mana kalimat yang efektif, mana yang bukan. Kalimat ini polanya apa, S-P-O atau S-P-Pel atau S-P-O-K-K?

Keterampilan Wicara

Ini mata kuliah yang UAS-nya sudah selesai sebelum UAS. XD Sebenernya ini bahasa Indonesia dari public speaking, jadi isinya jelas sih. Kita harus berwicara (?). Di sini kita disuruh maju untuk perkenalan diri, untuk jadi MC, baca puisi, debat, ngepromosiin barang, dan yang UAS terakhir ini kita disuruh bikin suatu acara bebas, dan aku jadi moderator abal-abal (???) :")))

Filologi

Mata kuliah yang juga bikin maboooqq 8'D Dan aku nggak paham ini tentang apa sebenernya (????) /SYA NANTI KAMU DIKUTUK, tapi pokoknya ini tentang mempelajari naskah-naskah kuno yang tersebar di Indonesia. Kita belajar bagaimana metode pemilihan teks, kritik teks, kritik naskah, bedanya teks sama naskah (AKU BISA JELASIN INI AKU BANGGA XD /?). Sejarah Indonesia juga, pas penjajahannya Belanda sama pas penguasaannya Inggris di Jawa yang jarah naskah-naskah Keraton Yogyakarta. o(--(

Filologi ini ada praktik lapangannya. Kita main ke Museum Kirti Griya-nya Ki Hajar Dewantara, Museum Sono Budoyo, sama Pura Paku Alaman. Kita ditunjukin naskah-naskah koleksinya mereka, sama di situ kita ngebandingin gimana cara perawatan naskah-naskahnya, diapain biar bisa tetep awet. Lalu naskah-naskah yang ada perlu nggak di-scan untuk mengikuti kemajuan teknologi (?) atau enggak. Lalu soal hak paten. Dan lalu soal apa yang bisa dilakukan agar pengkajian Filologi bisa lebih diminati XDDD /SYA

Linguistik

Aku harusnya suka sama mata kuliah ini karena ini yang mau aku pilih pas masuk semester buat peminatan. Tapi ya tetep aja kesel XDDD Aku cuma suka pas bagian kita mempertanyakan kenapa di Indonesia sebutannya kukuruyuk padahal kalau di Jepang sebutannya kokoeo, atau di Inggris sebutannya cock-a-doddle-doo (?). Atau pas kita bahas kenapa meja disebut meja, apa yang sangat meja dari meja sampai bisa disebut meja? Itu koplak banget LOL apa-apa ditanyain =))

Tapi kalau pas udah masuk tahap serius aku nggak mao ;; Susah ;;; Di sini kita ngehafalin apa pengertian huruf vokal, huruf konsonan, kata, klausa, frasa, kalimat, dan lain-lain. Lah doh ini kenapa aku langsung lupa semua padahal baru UAS kemaren. :"))) Oke Linguistik belajar apa ya. Kita bedain pengucapan huruf i di kata bibir karena kalau diucapkan harusnya bibIr (???). Berapa jumlah morfem dari kata kepemimpinan. Atau dua kata berlawanan yang mutlak kayak hidup-mati, atau yang nggak mutlak-mutlak banget kayak mahal-murah. Terus membedakan tiga huruf e; gimana cara ngomong manajemen, atmosfer, klise ....

Ilmu Sastra Umum

Oke. Sampailah kita di mata kuliah terakhir yang sangat Sastra Indonesia. Dan Ilmu Sastra Umum adalah mata kuliah yang sangat Sastra Indonesia dari sekian mata kuliah sangat Sastra Indonesia (?). Kita di awal-awal pertemuan dikasih daftar sastrawan-sastrawan yang harus kita baca karyanya, kayak Seno Gumira, misalnya. Terus kita harus nganalisis salah satu cerpen yang ada :'D

Dan nganalisisnya sangat HOROR /NGENG. Kalau pas di zaman sekolah dulu cuma tokoh, karakterisasi, latar, dan lalalala, di sini ada banyak banget ...... dan yang paling susah jelas menentukan tema. Apa tema dari cerpen yang bahkan kita nggak paham tentang apaaaa? :"DDD Awalnya aku pengin nganalisisi cerpen Saksi Mata-nya Seno Gumira karena ini cerpennya Seno Gumira yang paliiiing aku suka kalau aku harus milih satu karena aku suka semuanya, dan ternyata susah :"))))) Dan lalu aku ganti jadi Seribu Kunang-Kunang di Manhattan.

Terus di sini kita juga kenalan sama yang namanya Formalisme Rusia. Lalu belajar teori-teori Sastra juga. Dan untuk UAS-nya kita bikin tulisan tentang kedudukan teori dalam sastra. Ini susah hiks, aku sampai membanjiri Indi di LINE dengan berbagai macam pertanyaan, yang diawali dengan berapa halaman yang dia bikin (.........).

***

Oke sudah. Beteweee, kemarin Minggu aku ulang tahuuuun!!!! Tepat jam dua belas malam lewat satu menit, aku diucapin banyaaak banget e-mail otomatis di gmail-ku. :")))) Dan aku dapet kado fanfik dari Teh Rana<3 terus pas jam sembilan malemnya aku dikagetin sama mereka berdelapaaaaan, ada Nai, Ken, Nana, Mbil, Cha, Pands, Pipit, sama Ginaaaaa. Mereka ngasih aku fanfiksi, pengecualian buat Gina yang ngasih aku fanart. BAHAGIA BANGET XDDD

film

Aladdin & Hercules

Rabu, November 29, 2017

Aku mau cerita kenapa dari semua karakter Disney yang ada - kayaknya sih, aku nonton semua deh. Aku nonton semua sampai aku nonton Bambi si Kancil, terus ada tikus, ada katak, aku nonton Cinderella, Beauty and the Beast, Ariel, banyak kok, sampai Pocahontas juga - aku paling suka sama cerita Hercules. /w/ Dari awalnya aku nonton di TV, entah kenapa aku jatuh cinta sama si ceweknya, Meg. Dia sassy sekaliiiii. XD

Oke, sebenernya itu sih. Aku suka Hercules karena di sana ada Meg; dan Meg adalah cewek yang pernah patah hati, nggak naif, nggak ingin dianggap lemah, manipulatif tapi benci dirinya sendiri ... dia sangat kompleks. Dan aku suka banget lagunya dia, I Won't Say I'm in Love, pas dinyanyiin sama Catherine Charlebois di The Broadway Princess Party. x)))

Intermeso sebentar, dulu aku kira idamanku adalah Arthur. Iya, Arthur Kirkland yang di Hetalia. Sampai sekarang masih idaman sih /YHA/ tapi ... makin ke sini, makin aku mendalami karakter Arthur, aku jadi ngerasa kalau Arthur itu adalah aku ..... :"))) Aku bisa sangat ... deket, sama karakter ini, sejak pertama kali dipertemukan. Karateristiknya, ambisiusnya, rasa kompetitifnya, atau bahwa dia sebenarnya adalah orang yang sangat ... gelap (?).

Dan makin sering aku bikin fanfiksi tentang Arthur, aku jadi bisa curcol hAHAHAHA. Aku pernah bikin fanfiksi tentang sisi gelapnya Arthur, yang sebenernya itu kubikin waktu aku lagi marah tapi maksain nulis. Jadi aku nulis sambil marah-marah o(--( Dan itu kupersembahkan untuk geng PANZER, Nabila sama Nana. 

Balik ke topik. Jadi, kenapa judulnya Aladdin & Hercules? Ini agak jones banget sih sebenernya, tapi dua cowok (?) ini adalah tipe cowok di Disney yang aku paling suka, dan ada momen favoritku tentang masing-masing dari mereka ketika mereka memperlakukan cewek mereka, Jasmine & Meg. 

Aladdin & Jasmine

Ini pas pertama kalinya Jasmine naik ke karpet terbang. Pernah tahu nggak, momen-momen serbaromantis antara cewek sama cowok, pas ceweknya itu sedang sangat takut? Biasanya kalau di cerita mainstream yang ada, pas si cewek sedang takut, cowoknya itu ngelakuin apa? Yang pertama: mereka pelukan. Yang kedua: cowoknya bakal nyuruh si cewek nggak usah lihat mana-mana, inget aja kalau si cowok ada di sini.

Tapi apa yang dilakuin Aladdin pas Jasmine nutup mata pakai kedua tangannya?

Aladdin ngelepasin kedua tangan Jasmine, dan bilang: "Jangan beraninya tutup mata."

Itu bener-bener SANGAT ... manis. Aladdin nggak meluk, Aladdin nggak ngelanjutin kalimatnya dia dengan meyakinkan Jasmine kalau dia ada di sini. Jasmine nutup mata, dan Aladdin bilang kalau jangan beraninya Jasmine tutup mata. Udah. Mereka tetep terbang. Karena dengan bilang itu sudah lebih dari cukup untuk Jasmine, gitu lho. :")

Hercules & Meg

Mereka berdua lagi jalan-jalan di deket air mancur, ketika ngobrolin tentang diri mereka sendiri. Dan ada percakapan seperti ini:

Meg: Semua orang itu picik dan suka membual.
Hercules: Kamu nggak seperti itu.

Kesalahan manusia untuk menyangkal sesuatu adalah biasanya mereka mengaitkan itu dengan diri mereka sendiri. Yang sering terjadi ketika si cewek yang bilang, "Semua orang itu picik!" adalah si cowok membela diri, "Aku nggak seperti itu." Kenapa harus gitu? Dan di sini aku suka waktu Hercules justru bilang ke Meg, "Kamu nggak seperti itu." 

ITU MANIS JUGA HEHEHEHE. Aku sukaaaaaa banget sama momen itu. :")))

Syuda yaaaaa. /o/

out of character

Sangsi sama suatu karakter.

Jumat, November 24, 2017

Wah, udah lama banget aku nggak nulis di blog ini dengan tujuan untuk nyampah (?) karena sebenernya aku lagi sangat kesal dan blog adalah tempat yang pantas untuk jadi pelampiasan. Oke, jadi latar belakang aku nulis blog ini adalah ruang toleransi di kepalaku mengenai "suatu karakter yang bertindak di luar karakterisasinya" sudah kelewat batas. Biasanya ada istilah OOC - out of character - itu kalau kita bikin fanfiksi dan karakter yang kita pakai sifatnya beda sama sifat yang di karya aslinya.

Nah, ini tuh ... beda. Ini tuh, aku nganggap seorang karakter OOC, tapi itu bahkan masih di karya aslinya. Karena aku nggak mungkin komentar (siapa aku, ngekritik karakter yang dia bikin itu OOC? XD) jadi aku marah-marah di sini aja.

Maya.

Maya NGGAK MUNGKIN mau ngeiyain apa yang dibilangin sama Jordan. Hah. Dia adalah orang yang sangat membela kebenaran, dia tahu yang bener mana dan yang enggak mana, dia anak yang pinter di kelas, dan dia tahu seberapa baik Radi itu sebenernya. Dia jelas tahu ini karena Radi bahkan bela dia waktu Maya difitnah ngerokok, dan Maya harusnya nggak pikir panjang untuk tahu kalau Radi punya maksud baik di balik itu pas dia ngelarang Maya masuk grup PEDAL.

Dan ini apa?? Hanya karena Maya pengin banget ikut lomba, ngelakuin hal yang hanya penting buat dia, dia langsung mau masuk PEDAL? Tanpa bilang apa-apa dulu ke Radi? Kayak bukan Maya sekali ya. Walaupun dia belum ngasih respons ke Radi apakah dia bakal nurut atau enggak, harusnya yang terngiang di kepala Maya adalah perkataan Radi yang ngelarang dia, bukan perkataan Jordan yang ngasih syarat dia bisa ikut lomba kalau masuk PEDAL.

Sebenernya aku maso juga sih baca webtoon ini :( Tapi aku bertahan demi Maya :(
Dan sekarang Maya jadi begini :(((

kerja

Balasan E-mail

Kamis, November 16, 2017

Halo. Sekarang jam 15:20 dan hari ini hujan dan aku tadi pulang-pulang nggak pakai jas hujan sepanjang perjalanan, walaupun keadaan membaik karena aku sudah minum milo sama makan mi tapi kakiku masih kedinginan .... Oke nggak penting banget ya. Hmm. Banyak yang pengin aku ceritain karena banyak hal yang terjadi (?) tapi karena terlalu banyak itu aku jadi bingung mau cerita apa ....

Aku mau berbagi kesenangan. Walaupun entah kenapa rasanya gaya berceritaku suram, dan aku sebenernya tahu ini dipengaruhi karena apa (1) internetnya lama banget huhuhu sampai aku nulis ini, udah berapa kali aku harus diem sebentar karena huruf-hurufnya belum keluar semua padahal aku udah nulis :'( kayak yang terjadi barusan :'( (2) kakiku kedinginan ... nggak serius kakiku beneran kedinginan, dan cuma bagian kaki aja ... udah pakai minyak kayu putih padahal tapi masih kedinginan, dan licin (?), dan dingin (???). Eh serius ini nggak penting banget, Rasya ngapain sih, oke kawan ini paragraf deduktif jadi baca kalimat pertama aja yes.

Jadi beberapa hari ini aku berpikir ... walaupun nggak juga sih (?). Pernah kapan gitu aku sama Dek Dama, sama Ayah, sama Bundil, GO-CAR, dan supirnya ternyata seseorang yang baru aja lulus dari suatu universitas di Yogyakarta jurusan Ilmu Pemerintahan, dan dia nggak dapat pekerjaan walaupun udah sampai coba ke Jakarta segala, dan akhirnya memutuskan pulang, berniat cari uang dengan nge-GO-CAR dulu. Dia sudah nge-GO-CAR ini sebulan.

Setiap manusia punya jenis pertanyaan yang dia hindari ya, kalau zaman dulu aku suka menghindari pertanyaan, "Mau masuk jurusan apa?" atau minimal, "UN pilih mata pelajaran apa?" karena itu hal yang aku belum tahu bakal seperti apa. Dan sekarang aku takut kalau membayangkan apa yang bakal kulakukan setelah lulus ... atau minimal, Sastra Indonesia bisa memberiku tempat di mana kalau aku butuh duit?

Temen sekelasku ada yang kerja jadi MC. Dia suka nge-MC di mana-mana, udah bisa cari uang sendiri di situ. Karena banyak banget yang dari luar Jogja dan mereka punya fokus untuk cari uang, mau nggak mau aku sendiri juga kepikiran. Masalahnya, aku cari kerja di mana ... pada suatu hari di hari Sabtu, aku nggak ikut pelatihan anak magang KRJogja.com dan itu bikin aku dicoret dari daftar peserta seleksi huhuhu meninggalkan aku di sini mengais-ngais tanah atas kebutuhan akan pengalaman (?).

Lalu ... akhir-akhir ini aku punya temen baru, namanya Nabila dan Nana. Aku yang cinta Inggris, Nabila cinta Italia, Nana cinta Jerman. Bertiga, kami adalah "TRIO PANZER: In Pasta We Trust". Kami sangat nggak penting (???), apalagi akhir-akhir ini lagi bekennya Piala Dunia dan Nabila lagi berduka karena Italia nggak masuk Piala Dunia :( Puk puk, ya, Mbil. Mereka berdua bikin aku makin suka sejarah dunia, apalagi Nana minjemin aku buku Perang Dunia II Eropa yang DIKIRIMIN LEWAT POS. NIAT BANGET DIRIMU. AKU NANGIS BAHAGIA. MAKASIH YA NA. :")))

Dari belajar sejarah, aku lupa pada titik apa, tapi ada momen aku dipertemukan dengan website ini: HistoriBersama.com. Itu adalah website yang dibikin dengan tujuan membandingkan sudut pandang Belanda dan Indonesia. Jadi, kayak gimana cerita penjajahan Belanda di Indonesia versi Belanda? Aku baca bentar dan aku sangat tertarik, apalagi pas aku baca kalau Indonesia pernah nyerang truk yang isinya wanita dan anak-anak. Itu nggak diceritain di sini dan aku baru tahu. Makanya aku jadi pengin tahu lebih, sebenernya di Belanda tuh mereka diajarin apa?

Karena Indonesia-Belanda itu terpisahkan oleh jurang pengetahuan akan bahasa satu sama lain. IYALAH, BELAJAR BAHASA INGGRIS AJA TERPONTANG-PANTING APALAGI BAHASA BELANDA (........) /SANTAISYA. Dosen Filologiku, Pak Sudibyo, sangat bisa bahasa Belanda dan sangat bagus :"( Oke, di website itu ada tiga versi bahasa; Indonesia, Inggris, Belanda. Aku baca-baca beberapa dan ternyata ada beberapa artikel yang belum ada terjemahan bahasa Indonesianya. Website-nya itu masih kurang sumber daya dari Indonesia; padahal aku tersentuh mereka namain itu "Histori Bersama". :')

Akhirnya aku bilang kalau aku pengin bantu, buat nambahin pengalaman, dan nerapin juga kemampuan ngeterjemahin dari bahasa Inggris ke Indonesia dari ilmu di Bahasa Inggris Sanata Dharma, lalu nuangin ke dalam struktur kalimat yang baik dan benar dalam bahasa Indonesia dari ilmu di Sastra Indonesia UGM. Aku awalnya nggak yakin sih apakah perlu bilang kalau aku juga belajar Sastra Indonesia; karena toh kalau jadi penerjemah kan cukup bilang aja kalau aku belajar Bahasa Inggris.

Terus dibalas, dan aku deg-degan bacanya, dan ternyata aku dapet misi lain (?).

Aku dikenalin sama orang Indonesia yang pengin bikin esai bahasa Inggris. Dia punya esai bahasa Indonesia yang mau diubah ke dalam versi bahasa Inggris. Dia udah pernah coba bikin versi bahasa Inggrisnya tapi dinilai kurang begitu bisa menyampaikan. Jadi aku dikasih lihat dua dokumen itu, yang perlu diperbaiki bahasa Indonesianya atau bahasa Inggrisnya. Karena aku pikir masih ada yang perlu diedit di esainya dia yang versi asli, jadi aku jawab kalau diperbaiki dulu bahasa Indonesianya.

KEMUDIAN DATANGLAH JAWABAN YANG BIKIN AKU SENANG, dan inilah kesenangan yang kumaksud di kalimatku "Aku mau berbagi kesenangan":

How lucky we are that your major is Indonesian literature. :)
How lucky we are that your major is Indonesian literature. :)
How lucky we are that your major is Indonesian literature. :)

Itu ............................... kayak gema di kepalaku. :"))))))
Aku seneng banget, banget, BANGEEET. Pertama kalinya ada yang bilang kayak gitu jadi rasanya kayak terbang, seneeeeeeng banget. :") ALHAMDULILLAH SENENG BANGET RASANYAAAA :"DDDD
/UDAHSYA

Oke hehehe aku mau berbagi kesenangan itu.
Makasih ya sudah baca, minta tolong doanya semoga aku bisa membahagiakan mereka (?) :")))

Hiatus?

Sabtu, November 04, 2017

Hm. Mau cerita apa ya. Aku jarang memberi kabar di blog huhu, btw aku udah selesai UTS, dan susah *yha* dan aku masih bersyukur mata kuliah Agama Islam Kontekstual nggak ada UTS yay! Itu yang selalu aku pikirin tiap kali ada matkul Agama, merasa berterima kasih pada si Bapak, semoga kapan-kapan aku bisa kayak si Bapak pergi ke Inggris ya :”)) *nggak nyambung*

Dari kemarin aku sedih karena nggak sengaja baca cerita sedih (?). Aku gara-gara penasaran sama penulisnya jadi baca-baca ceritanya. Sengaja baca yang ditulisnya udah agak lama, dan terus kubaca, dan WHAT DO YOU MEAN AKU BACA CERITA YANG SANGAT SEDIH :”””))))) Aku baper banget sampai aku jejeritan ke Nail dan dikira nangis (…………)

Aku bener-bener butuh hiburan dan sekarang aku kalau butuh bahan receh selalu pergi ke Shape of You-nya Malinda Kathleen Reese. MANJUR BANGET!! Aku dikasih itu sama Nail dan aku nggak pernah ketawa selama itu di 2017 ini :”)))))) Itu sangat receh dan aku sangat sedih oleh parameter humor yang dikeluarkan otak bagian tertawaku karena itu membuatku jadi manusia murah (?) :”)

Habis itu hari ini Nana ngasih aku dua cerita, dua-duanya sangat sedih, iya IYA PLIS YA itu lho yang kumaksud kalau nulis lebih gampang dari pada baca; karena nulis cerita sedih lebih gampang dari pada baca cerita sedih :”))) Entah kenapa aku ngerasanya gitu. Cerita Nana yang pertama cuma sanggup kubaca awal-awal, dan yang kedua BLAS NGGAK KUBACA LAGI SETELAH BARIS PERTAMA. Aku udah tahu ini arah sedihnya ke mana dan ini adalah jenis sedih yang aku bener-bener bisa nangis LITERALLY NANGIS NGGAK CUMA HANYA EMOT TITIK DUA PETIK DUA BANYAK-BANYAK :””””)))

Terus ada lagi, kejadiannya sebelum aku tahu kalau Nana ngasih aku dua cerita; Nana juga ngasih aku link video. Itu video yang sangat sedih, GRAO bener-bener tidak ada batas antara penjahat dan korban, aku jadi bingung mau kasihan sama siapa?!?!? Kenapa dunia bisa jadi sekompleks itu why aku nggak paham? Siapa yang jahat dan siapa yang korban kenapa dua-duanya salah tapi dua-duanya kasihan??? Oke itu video tentang ajang pembalasan dendam seorang yang tertindas tapi ya kenapa kamu balasnya dengan jahat dan SANGAT JAHAT????

Eh terus aku nangis deh nonton video itu. Nangis beneran nangis aku sampai sedih sama diriku sendiri kenapa diriku bisa sangat receh dan bisa sangat mudah nangis di saat yang bersamaan :”) Tapi ya emang gitu sih ya, sekali murah akan murah hingga seterusnya (….) /SYA

Btw trus aku mau bilang karena dari pada aku menggantungkan harapan (??) pembaca sekalian (SIAPA) yang baca blog ku, aku mau bilang kayaknya aku hiatus dulu deh nulis di blog ini :”)))

Btw (2) aku habis nonton video di YouTube tentang seseorang yang menjelaskan betapa susahnya menjadi penduduk Amerika, dan di situ aku dapet quotes bagus: A lot people say, why don't you just stand in line? And well, I'm not sure there's much of a line for you to stand in.

video

Tergantung

Rabu, Oktober 04, 2017

Aku sering bingung kenapa orang (aku) bisa sestres itu kalau ada masalah kecil, tapi ada orang (bukan aku LOL) yang bisa sangat santai padahal masalahnya besar. Lalu pemikiran itu ketemu jawabannya; bahwa ternyata orang itu beda-beda, ada yang A ada yang T (plis sya, MBTI banget sih), ada yang bisa tetep tenang ngelihatin orang bakar bendera, ada yang ribut-ribut ikut lari sana-sini berasa jadi orang yang penting aja.

Terus, berkat rekomendasi dari Mas Anas, aku buka channel YouTube-nya JacksGap. Bukan pertama kalinya sih aku stalking-stalking YouTube nyariin anak-anak yang hobinya nge-vlog, tapi pada akhirnya aku mikir lebih asik kalau cari aja di search-nya langsung apa yang mau dibutuhin; rekomendasi wisata, perbedaan aksen Amerika sama Inggris - karena kalau vlog, kan, lebih random jatuhnya.

Biasanya kalau YouTube, aku cuma lihat-lihat AMV (krik), kalau enggak fanvid-nya Sherlock (KRIK), atau yang terbaru tuh ngikutin America's Got Talent sama X Factor UK. Kalau ada peserta yang bagus dan aku suka sampai banget banget, biasanya dengan selo aku cari orang-orang yang nge-react video itu LOL.

Apa lagi ya? Pokoknya aku nonton YouTube itu untuk (1) memenuhi keinginan untuk ber-fangirling (?) misalnya: lihat-lihat kompilasinya Darci Lynne, Angelina Jordan, Grace VanderWaal, Chase Goehring (jebolan Got Talent semua ya, Sya), sampai merembet ke Issy Simpson atau Paul Zerdin (masih Got Talent), atau masih suka nonton ulang audisinya Celine Tam sama finalnya Angelica Hale (masih Got Talent) ... bahkan kalau masih ada waktu aku kadang nonton kompilasi kesarkasmeannya Simon. (..............)

Oh, aku juga nonton Glee. Bagian lagu-lagunya aja sih, dan karena favoritku itu karakter Quinn Fabray sama the Warblers, jadi aku sukanya pas mereka yang nyanyi aja. Quinn bagusnya cuma di I Feel Pretty/Unpretty sama Never Can Say Goodbye, jadi aku sering banget nonton ulang yang itu. The Warblers banyak yang kusuka (...) deleted scene yang I Want You Back aja aku suka (.....). Tapi aku paling suka The Warblers pas Blaine sama Kurt masih ada sih, yang Bills, Bills, Bills.

Dan (2) menambah ilmu pengetahuan (hAHAHA) kalau aku lagi males baca (...). Bukan males sih sebenernya, tapi kalau aku pengin tahu tl;dr-nya aja (TLDR: too long, didn't read -- versi pendeknya) misalnya cerita sejarah kayak Perang Teluk atau apa, nonton infografisnya tuh ada kesan kalau ingatannya bertahan lebih lama gitu. XD (ngeles) Atau, kan aku INFJ-T di MBTI, aku cari-cari info soal INFJ tuh lewat YouTube.

Nah, setelah direkomendasikan, aku akhirnya nonton channel JacksGap. Secara dia dari Inggris, dan aku pengin belajar aksennya sana juga (wAHAHA /SYA), dan aku pengin ke sana juga (aAMIIN), makanya aku dengan semangat ngunjungin channelnya. Scroll agak jauh karena aku pengin nonton dari awal, dan hasilnya ....

... ini balik ke apa yang jadi pemikiranku sebelumnya; soal sikap setiap orang kalau dihadapkan pada suatu permasalahan, apakah mereka stres atau enggak, apakah mereka A atau T. Aku tahu kalau ada beberapa orang yang mereka bisa mengatakan suatu hal begitu berat yang harusnya nggak diucapkan dengan ekspresi sesantai itu, dan aku juga tahu kalau di Britania ada istilah stiff upper lip yang cukup mindblowing sih kalau menurutku; tapi aku pengin bisa kayak gitu, tapi aku nggak nyangka aja aku masih tetep nggak habis pikir waktu contohnya muncul di hadapanku.

Kayak di videonya JacksGap ini.

Jadi, Jack namanya, waktu itu (2011 LOL) dia bikin channel namanya Jack's Gap karena video itu dibikin saat dia gap year - menunda satu tahun untuk kuliah. Dia berkomitmen kalau bakal bikin vlog tiap minggu untuk menceritakan apa yang dia lakukan dari Senin; jadi memotivasi keproduktifan gitu. Aku sendiri setuju sih kalau itu adalah hal yang sangat produktif, dan aksennya dia juga alasan yang bikin aku masih bertahan buat nonton (yHA SYA), jadi aku terus lanjut.

Lama-lama, kan dia cerita soal dia, nih. Kalau dia gap year karena nilainya dia A, A, C -- padahal yang dibutuhkan minimal A, A, B (...). Dia menceritakan gimana perasaannya dia pas nggak bisa lanjut kuliah padahal sudah seharusnya setelah sekolah itu kuliah; tapi detik demi detik selama dia cerita aku cuma bisa ... bingung bagaimana harus bereaksi. :")

As soon as you finish school, and if you don't get into university, suddenly everything sort of falls apart. And everything seems to be unsure. But, yeah, so, I'm sort of in a limbo at the moment; I have no job, no school, no university. Nothing.

Like I could go and shave all my hair off tomorrow, and it wouldn't matter. Like, who would it matter to? Or I could move to India and become a Carthusian monk - right? What would a matter? Maybe my parents would miss me a bit, but that's it. It's kind of a weird thought, so ... yeah.

Apart from being suicidal, I'm fine.


... Apalagi kalimat terakhirnya tuh lho. Sangat ... stiff upper lip, dan entah kenapa aku suka. Itu sangat British sekali ya nggak sih. :")))) (yha) Btw yang mau lihat videonya bisa klik di sini. Ayo kita maraton bersama-sama! XD

puisi

I Hope Life Treats You Kind, (Indonesia)

Minggu, Oktober 01, 2017

Bodoh Amat
Karya: Rasya Swarnasta

Hidup kembali
Bingkai darah pada bangkai
Dingin
Seputih bulan

Sesombong sampah
Sesumbar saja bisa ia
Pada hujan
Mentang-mentang jadi banyak!
Mayat Salemba
Manusia

Sekias merdeka atau mati
Karena kau takbenar ingin mati
Atau merdeka
Lalu mati

Bukan hanya pejabat yang bisa bangsat
Manusia belingsat
Dari darah
Dari Tuhan
Dari firasat

Dasar radikal
Bisanya bakar bendera saja
Hujan juga bisa marah
Kayak hakim
Ancaman tatar celana dalam

Kabur bisa mereka
Kalau bisa!

Bah
Indonesia pada akhirnya tetap Indonesia juga


Yogyakarta, 1 Oktober 2017
10:43

gak berlabel

Gaya Bahasa

Senin, September 18, 2017

Sebenernya gaya bahasa cerpenku tuh, kayak gimana? Aku sering bingung sendiri mikir itu. Padahal aku lebih dulu nulis cerpen daripada nulis puisi, tapi aku udah bisa nebak gaya bahasa puisiku duluan daripada gaya bahasa cerpenku ;;-;;

Di tengah-tengah kegalauan itu, waktu mata kuliah Agama Islam Konstektual, Nail ngajak aku bikin cerpen berantai. Jadi Nail nulis beberapa kalimat, terus aku sambung, terus Nail sambung, gitu terus sampai nanti tamat (atau nggak tamat-tamat?) XD

Nail nulis duluan kan. Kertasnya sudah menghilang entah ke mana sekarang, tapi aku masih inget kalau Nail memulai cerita dengan seting horor; cangkir terguling, genangan kopi .... Aku sering sih bikin cerpen horor, tapi biasanya nggak mulai dari awal horor; mungkin di akhir atau bahkan kusiapkan buat plot twist.

Sekali, aku bikin cerpen horor yang dari awal bANGET udah horor daaaaan aku creepy sendiri selama proses pembuatannya :")) Bikinnya malem-malem, aku mikir kalau kusimpen buat besok pagi kemungkinannya kecil buat kulanjutin, jadi cerpen itu selesai sekali duduk :") Melibatkan fans fanatik, tokoh yang sakit jiwa, minum racun, tangan keluar dari kuburan, endingnya penghapusan eksistensi tokoh utama yang mati--agak klise sih bagian ini soalnya predictable plot buat genre horor o(--(

Terus balik lagi ke cerita. Aku baca dua baris yang udah Nail bikin jadi nostalgia sama cerpen horor pertama (dan terakhir?)ku soalnya. Akhirnya kulanjutin sebisaku kan, yang bikin Nail tambah bingung (.........) karena aku malah merusak (.............) terus ya pokoknya ceritanya berlanjut.

Sampai akhirnya aku sudah nulis lagi, dan Nail baca, dan Nail kayaknya mau menyampaikan sesuatu yang udah lama dia tunda dari tadi, dan mau dia utarakan sekarang, dan itu adalah:

"Sya, kok gaya bahasamu beda sama di cerpenmu biasanya?"

...... hah.

Memangnya gaya bahasa cerpenku kayak gimana. Aku aja nggak tau kalau nulis cerpen biasanya pakai gaya bahasa kayak gimana, dan di sini aku dibilangin kalah gaya bahasaku beda sama biasanya. Itu kejadiannya cepet banget dan ada dua hal yang aku rasain saat itu juga:

Yang satu, rasa seneng. Aku suka akhirnya aku bisa narik kesimpulan kalau genre "horor yang horor dari awal" itu bukan bidang yang aku minati, karena aku lebih suka genre itu horor dengan sendirinya (?) entah karena tokohnya depresi atau punya indera keenam.

Yang kedua, agak kontras sih, rasa sedih (...). Kenapa malah Nail yang bisa nebak gaya bahasaku sebelum aku? Oke, aku dulu pernah ngerasain hal yang sama sih, ada penulis yang cerita-ceritanya aku baca, dia nulis status kalau dia bingung gaya bahasanya dia kalau nulis cerpen gimana, dan aku yang baca statusnya bingung karena itu hal yang nggak perlu dipertanyakan (??).

Pada akhirnya, responsku ke Nail itu berbentuk pengakuan sih, "Soalnya itu bukan genre yang aku bisa sih," dan bukan tanya balik gaya bahasaku memangnya kayak gimana; karena menurutku aku harusnya nemuin itu sendiri. Agak sedih lagi sih aku harus dibeginiin (?) biar ketrigger buat cari tahu XD

Akhirnya aku nemu gaya bahasaku lama-lama, ketika aku maksain diri buat nulis cerpen dan aku nggak sreg dan cerpen yang sudah berlembar-lembar itu langsung kututup tanpa kusave, di situ aku ngerasa nggak membuang apa pun karena toh yang kutulis di situ bukan cerpen yang aku pengenin.

Waktu mata kuliah Ilmu Sastra Umum, aku jadi baru disadarkan kalau cerpen itu nggak bisa dipisahkan sama pengarangnya. Apa pun bedanya cerpen itu sama kehidupan si pengarang (misalnya ada cerpen tentang masa depan Indonesia yang penuh sampah - dalam arti harfiah dan kiasan - kan kita nggak bisa secara gamblang menyimpulkan itu yang diinginkan pengarang, kan?) pasti ada yang mau disampaikan si pengarang dalam cerpen itu. Aku ngerasa klik sih, bagian ini.

Aku nggak bisa menjelaskan gaya bahasaku kayak gimana karena jujur aja aku ngerasanya beda-beda, tapi sebeda apa pun itu, di tengah proses pembuatan cerpenku, aku selalu klik dan pengin ngelanjutin terus sampai tamat, kalau aku ngerasa cerpen yang kubuat itu bisa sebagai perantara apa yang mau aku sampaikan ke dunia. c:

Habis ini bikin cerpen deh.

rant

Setengah Tahu

Rabu, Agustus 23, 2017

Pernah nggak kalian sahabatan sama orang yang rasanya kalian setiap hari selalu bareng, tapi kalian sebenernya nggak tahu apa-apa tentang orang itu? Kalau misalnya belum, ya, coba aja dibayangin kalau kasus itu terjadi ke kalian gimana. Rasa sedih ada, tapi rasa pengin menyalahkan diri sendiri juga ada. Setiap hari kita bareng tapi kok aku nggak tahu apa yang dia suka? Aku nggak tahu kehidupannya dia di rumah gimana? Cita-cita? Kerjaannya cuma main dan seneng-seneng aja.

Nah. Mungkin buat yang sudah pernah ngerasain, nganggap itu mainstream ya.

Tapi gimana kalau subjeknya diganti sama diri kita sendiri? Pernah nggak kalian ngerasa kalau kalian nggak tahu apa-apa tentang diri kalian sendiri? Jelas itu rasanya lebih kompleks, dan saya juga belum nemu (kalau mau ngira-ngira, ya mungkin jumlahnya sedikitlah ya) orang yang memenuhi kriteria itu selain Rasya.

Sekarang tuh bocah lagi ngerasain kayak gitu, dan gara-gara itu dia belum nulis cerpen apa pun selama sebulan lebih dua hari; terakhir kalau saya nggak salah ingat, dia nulis cerpen itu tanggal 21 Agustus. Selama ini dia selalu bersama seseorang (atau sahabat) yang rasa-rasanya selalu bareng sama dia tapi ujung-ujungnya bilang kalau seseorang itu nggak tahu apa-apa tentang dia.

Gimana sih rasanya kalau cuma setengah tahu tentang diri sendiri? Kalau menghadapi itu ke orang lain kan sudah sering ya (dan itu pun nggak semua orang pernah mengalaminya) karena kebanyakan orang selalu beruntung soal sahabat; kayak selalu saja ada pelengkap yang bisa dijadikan wadah curhat gitu, yang itu nggak berlaku buat Rasya ini. Sudah dia yang dijadikan pengalaman nggak dimengerti, sekarang dia juga nggak mengerti seseorang - yang ironisnya, itu dia sendiri.

Susah sih jelasinnya, saya juga di sini cuma nulis aja dan nggak tahu tuh nanti Bleepy mau nerbitin ini atau tetep dibiarin gitu aja di draft. Walaupun sebenernya yang bikin Rasya bingung itu mungkin karena keberadaan saya ya; saya yang ada hanya untuk dijadikan eksistensi kebohongan doang. Apa yang saya inginkan itu sejak awal nggak ada pada saya; kalau mau tahu apa yang saya inginkan, kasih saya waktu buat nyusun daftar apa hal yang kira-kira akan diharapkan orang-orang agar saya inginkan, maka itulah yang saya inginkan.

Sesederhana itu. Karena saya ada untuk memenuhi harapan orang-orang yang dilimpahkan kepada saya; tapi serumit itu juga bagi Rasya, karena lama-lama, semakin ke sini, saya jadi memegang peran dominan untuk melakukan hal yang seharusnya ini yang Rasya inginkan; terus kok, jadi saya?

Sekali saya ada kesempatan tanya, "Kok jadi saya yang melakukan ini? Kan, ini yang Rasya suka." Tapi jawaban yang dia kasih selalu kabur, nggak jelas, muter-muter ... walaupun pada akhirnya terjawab juga sih, kalau Rasya mulai nggak bisa membedakan mana hal yang bener-bener dia inginkan dan mana hal yang diharapkan oleh orang-orang untuk dia inginkan.

Nah. Masalahnya adalah, kalau kayak gini nanti saya yang jadi ribet .... Terus, saya yang jadi disalahkan deh. Kesannya saya ini penjajah, yang datang-datang langsung menguasai semuanya, padahal sebenernya yang punya rumahlah yang mengizinkan saya mengobrak-abrik ruangan semau saya. Kalau saya nggak mikirin sampai sini, dan kalau saya nggak bikin batasan sebelumnya mana tugas saya dan mana tugas yang harus Rasya kerjakan, saya bisa-bisa jadi antagonis lho ini.

Terus apa-apaan ini, menjelang tepat satu bulan Rasya belum bikin cerpen apa-apa lagi, dia sudah sempat berusaha kan untuk mulai mikir keras, untuk mulai cari ide. Dan sampai hari ini (saya nggak tahu Rasya nyimpennya di mana, jadi saya buka Ms. Word terus buka file-nya dari Recent Documents) dia baru bikin 206 kata, maksudnya apa? Baru setengah halaman? Dan minggu ini dia belum baca buku apa pun, di tasnya ada buku wajib buat salah satu mata kuliahnya dia, dan baru dibaca sampai halaman delapan, maksudnya apa?

Sengaja ditinggalin gitu aja biar saya yang ngelanjutin? Saya bisa aja sih nulis, terus nyoba baca tuh bukunya, tapi kalau saya yang ngelakuin, terus Rasya dikemanain? Mana motonya dia (walaupun udah ganti sih kayaknya) yang, "Hidup untuk menulis dan menulis untuk hidup"? Dari kemarin sebenernya saya pengin nulis lagi, kalau lihat arsip cerpennya Rasya yang belum nambah sejak 21 Agustus tuh rasanya sedih sendiri hiks. Tapi ya mau gimana, kalau saya nambahin, saya malah melakukan apa yang harusnya Rasya penginin.

Terus sekarang gimana?

Rasya sekarang lagi setengah tahu tentang dirinya sendiri. Tugasnya adalah melakukan apa yang dia inginkan, dan tugas saya adalah melakukan apa yang orang lain ingin dia lakukan. Sebenarnya itu simpel, bagi saya itu juga keputusan yang cukup adil karena seenggaknya keberadaan saya punya tugas yang jelas, tapi lama-lama batas itu makin kabur, kabur, kabur ... sampai lalu Rasya mulai nggak tahu mana yang harus dia lakukan dan mana yang harusnya dia lempar pada saya untuk saya lakukan.

Kalau dia ragu-ragu kayak gini, mending saya yang pergi aja sebelum saya mulai ngelakuin apa hal yang harusnya dia lakuin, yang awalnya cuma bermodal pengin ngebantu tapi justru keterusan, dan nantinya malah dia yang pergi. Saya lebih milih gitu aja; saya nggak mau Rasya mengalami kejadian sama dengan apa yang menimpa seseorang yang sekarang sudah digantikan oleh orang lain. Hampir sama kasusnya seperti maling masuk ke dalam rumah dan mengusir si empunya; sekarang sosok awal seseorang itu sudah seluruhnya pergi, dan yang menempati raganya adalah jiwa sang pendatang yang harusnya datang cuma buat membantu saja.

Makanya saya pasang judul ini, 'Setengah Tahu'. Mungkin sekarang Rasya nganggap saya jahat, apa-apaan saya, sudah datang ada kok kesannya tapi nggak bantu apa-apa. Dan sekarang Rasya lagi dalam fase nggak tahu apa yang dia sendiri penginin (kayaknya hampir berapa kali sendiri dalam sehari dia gampang mempertanyakan ini-itu; apalagi kalimat, "Harusnya aku gimana?") bahkan lihat aja lifemap proyeksi lima sampai dua puluh tahun mendatang bikinannya dia. Menyedihkan banget sumpah.

Selama Rasya lagi dalam fase kayak gitu, sayanya juga lagi latihan buat nolak. Saya yang sekarang justru lebih tahu apa yang harusnya Rasya lakukan, dan apa yang harusnya saya lakukan. Saya nggak mau nulis, saya nggak mau baca, saya nggak mau ngajak ngobrol orang baru, karena itu tugasnya Rasya, bukan tugasnya saya.

Bahkan mungkin sebenarnya Rasya sendiri juga sudah tahu ini. Atau entah deh.
Soalnya iya, bagi saya perbedaannya masih sejelas itu.

event

PPSMB UGM 2017!

Sabtu, Agustus 12, 2017

Aku spikles sama acara PPSMB seminggu ini. Selama ada di sana tuh, rasanya asik, seru, keren, semua energi positif terpancar di sana pokoknya. :') Apalagi gugusku, Taroeno Djojoningrat, ada di ruang Farmasi, yang kata Mas Alun (cofas gugusku selain Mbak Fitria) termasuk salah satu penyedia konsumsi terenak =)) Dan kenyataannya bener, soalnya selama dua hari diculik panitia ospek fakultas di FIB, yang kukangenin banget tuh makanannya. XD

Ini makanan hari terakhir:

Terus ... aku pengin cerita dari awal sampai akhir, tapi terutama yang paling kukenang aja ya. XD Yang pertama, buat upacara pembukaannya sudah jelas: Jupiter Aerobatic Team! Diawali sama atraksi terjun payung ... indah bangetlah. :") Atraksi pesawatnya keren banget, kapan lagi upacara pembukaan disambut pakai pesawat. 8'D


bisa dilihat di youtube, keren!!! XD


Terus pas kita masuk gugus, kita dalam empat hari bersama bener-bener kayak keluarga. XD Apa-apa kita jadiin guyonan, entah jargon rumah sakit jiwa, olahraga judo, atau tepuk satu. :") Pas menjelang perpisahan bener-bener ada yang sampai nangis, aku sendiri sedih. Penginnya kebersamaan kita nggak pisah, lol aku masih ketawa pas nginget ekspresi orang-orang yang lihat, kita nggak ada tedeng aling-aling langsung teriak aja, "Rumah sakit jiwa! Rumah sakit jiwa!" =)))

pas ngerayain ultah. XD
Yang koplak tuh pas masuk sesi tentang alasan kita bangga menjadi mahasiswa UGM. Apa yang bikin kita bangga masuk UGM? Apa karena salah satu universitas terbaik di Indonesia? Karena dibangun murni dari keinginan para pejuang untuk mencerdaskan generasi bangsa? Pembicara kita, Bu Ida, sudah memancing sedemikian rupa, dan dari kita justru ngasih jawaban polos, "Karena kita bisa masuk UGM." (......)

pertama kali kita ketemu. masih formal gini ya gayanya. :))
Dan kalau dipikir-pikir, itu alasan realistis lol, kita bangga jadi mahasiswa UGM ya karena kita bisa masuk UGM. Kalau masuk universitas yang lain, ya bangga jadi mahasiswa universitas yang kita masukin itu dong. XD Jawaban jenius tapi berdasarkan fakta. :"))

bandingin sama hari kedua. :))
Ada juga saat-saat kita terharu, ngeng. Misalnya pas Mbak Fitria nyetelin video sejarah UGM, dan di situ dikasih fakta gimana berdirinya UGM, aku terharu. Bener-bener memunculkan perasaan baru, yang seperti bilang; ternyata begini, ya, rasanya bangga sama almamater. :") /ras

sama cofas, mbak fitria dan mas alun. :3
Lalu Bu Ida ngasih tanya, "Siapa di sini yang pernah gagal?" dan semuanya angkat tangan. Lalu kita kayak disadarkan, kalau kita bisa ada di sini tuh karena kegagalan kita. Akhirnya ada yang mulai berani cerita. Ada yang kegagalannya SBMPTN tahun lalu ... yang bikin aku langsung teringat sama temen-temenku yang belum rezekinya tahun ini untuk kuliah, bismillah semoga tahun depan memang momennya kalian. :")


Terus Bu Ida akhirnya menceritakan tentang kegagalan beliau. Yang bikin aku nangis, dan seisi ruangan spikles. Bu Ida ini dosen Farmasi mulai tahun ini, dan pengalaman sedih yang beliau ceritakan ke kita, gimana beliau sampai sakit selama dua minggu bolak-balik ke UGD bikin aku ngerasa kalau kegagalan yang selama ini kukeluhkan tuh nggak ada apa-apanya, plis. :")) Aku nggak sampai sakit dua minggu. :")))

Beliau cerita dari awal sampai akhir, ditutup dengan akhir yang indah karena akhirnya, setelah kesabaran yang aku nggak yakin apabila itu menimpaku bisa kuatasi kayak gitu apa enggak, beliau dapat hikmahnya. :") Alhamdulillah.

the boys! x3
Lalu pas di hari ketiga, kita ngasih kejutan untuk dua temen kita yang ulang tahun bulan ini! Ada kue dan balon, waktu itu aku ngerasa kita makin lama makin akrab. Dan pas Mbak Fitria bilang kalau dia dan Mas Alun punya hadiah untuk kita semua di hari terakhir, saat itu juga malamnya kita bahas di multichat buat bikin hadiah 'balasan' besoknya. Alhasil, hari penutupan kita malah berasa kayak tukeran kado, habis Mas Alun dan Mbak Fitria ngasih hadiah, habis itu kita. XD

ini hadiah dari mbak fitria sama mas alun. XDD
Saking kompaknya, pas Bu Ida pamit, kita bisa-bisanya kayak suporteran, "We love Bu Ida, we do, we love Bu Ida, we do, we love Bu Idaaaa, we dooo, Buu Ida we love youuuuu!" bener-bener sesuailah sama apa yang dibilangin panitia di ruangan sebelah tentang gugus Taroeno Dua; anaknya receh semua. XD

Terus, jelas closing ceremony-nya juga nggak terlupakan. Tahun ini formasinya yaitu bikin ... lambang UGM! Seneng banget. XD Bersyukur angkatanku yang dapat kesempatan menjadi bagian dari pembentukan lambang UGM. :")

keren banget. :")))
 Lalu kayak tahun-tahun biasanya, ada yang iseng nulis-nulis di kertas HVS. Untung panitianya nyuruh kita bawa dua puluh lembar HVS, jadinya masih ada sisa di tas. XD Alhasil banyak banget yang kreatif nulis-nulis nama, ada yang serius, ada yang koplak ... tapi banyakan yang koplak. :") Nih kukasih daftar yang aku masih inget:
  • Raisa, kutunggu jandamu! (Plis XD)
  • PANAS BOSS! (Ini malah ngasih pesan buat kita-kita. :'D)
  • BUKA JASA BIKIN CAPTION 10k (.........)
  • Akhirnya kubuat mantan menyesal. (TOLONG XDD)
  • Cepet dong!!! (Ini ngomongin salah satu pembicara yang lagi ngasih orasi di panggung, woooo=)) Tidak baik XD)
  • NGGAK USAH BUAT TULISAN (Terus ini sendiri apa kalau bukan tulisan. :"D)
Kalau yang mainstream kayak menunggu adek kelas masuk UGM, salam buat emak, mama, ibu (dan panggilan buat ibu lainnya), bapak, kakek, nenek, tante, om, terus kalau UGM itu gudang mantu (........) itu bertebaran sih di mana-mana. Aku masih ketawa setengah terharu kalau baca pesan, "Mak, anakmu UGM!" tapi aku beneran ngakak sama yang ini:


TOLONG. Aku ngakak banget waktu itu. XD Kalau buat orang tua kan masih wajar, lah kalau ini membicarakan masa depan. Berasa kayak cerita untuk anak. XD Kreatif asli. XD

Terus, kita dapat majalah Balairung gratis pas penutupan. Dan di halaman pertamanya, ada kalimat sambutan;

Selamat datang mahasiswa biasa
di kampus yang biasa-biasa saja.

Yang entah kenapa aku justru ngerasa kalau kalimat itu ... sangat UGM sekali. :')) Pokoknya PPSMB UGM ini bikin aku nggak bisa berkata-kata lagi. :") Indah, segala macam perasaan yang ada tuh pada akhirnya balik ke bersyukur lagi; alhamdulillah bisa masuk UGM. Seneng banget. :") Makasihhhh ya Allah. :")

Udah, yaaaa! XD

rasya's cleaning of the storage

Telegram: chat with yourself

Jumat, Agustus 11, 2017

Satu-satunya hal yang paling aku suka di Telegram itu karena ada fitur pesan personal sama diri kita sendiri ... alasan yang sama kenapa aku mempertahankan Messenger. Dan LINE lumayan, setidaknya kita bisa bikin grup yang anggotanya kita sendiri - walaupun agak ribet. Aku biasanya kalau untuk urusan yang cepet (?) kayak kalimat sekilas yang terpintas atau celetuk, aku nulisnya di Telegram atau Messenger - tergantung mana yang paling cepet aku klik duluan.

Aku lagi baca-baca ulang pesan-pesan yang aku kirim di Telegram dan aku pernah nulis hal yang sangat ... gimana, ya, aku mau bilang kalau isi pesannya alay, tapi kok yang pengirimnya aku sendiri, kan ironis. :")

.

.

aku takut. aku takut kalau apa yang aku percaya ternyata bumerang untukku. bagai pedang bermata dua; aku memilih percaya maka aku buta pada sisi satunya.

aku takut berita apa pun yang kubaca, asalkan merendahkan apa yang aku percaya, maka langsung membuatku naik darah. aku takut apabila yang membuatku marah dan membenci suatu kaum tanpa ba-bi-bu itu ternyata tidak benar; hanya berita yang dilebih-lebihkan untuk memecah-belah persatuan.

di sisi lain aku tidak mau semudah itu merasa benci atas informasi yang tak tahu sumbernya dari mana, dan di sisi lain aku ditinggalkan oleh orang-orang yang berpikir aku satu pandang dengan mereka hanya karena aku tidak bereaksi sama.

ketidaktahuan seperti menyusuri jalan yang gelap, tapi kini orang-orang datang dari sisi yang berbeda, membawa lentera dengan penerangan masing-masing yang sama menyilaukannya; sekarang membuat jalan menjadi kelewat terang.

gelap gulita, terlalu gemilang ... dan apa yang membuat keduanya tak berbeda?
sama-sama tak terlihat ujungnya.

seberapa benar? seberapa salah?

.

.

.

Oke, udah. (...)

Nggak cuma itu sih, ada yang makian, puisi, cerpen juga ada, bahkan yang creepy (???) juga ada. Tapi nanti kebanyakan. Karena ini intinya aku ngasih yang aku punya di blog untuk arsip, makanya aku pakai label yang dari dulu pengin kupakai ini, ya. XD

Cari Pelarian

Jumat, Agustus 11, 2017

"Ras, aku baca blog-mu, lho."

Aku ... paling ngeri sama kalimat ini, serius. XD

Setiap kali ada orang yang ngomong itu ke aku (kayak banyak yang bilang aja, Sya), waktu bagiku rasanya kayak berhenti, lalu aku langsung mikir keras apakah aku pernah ngungkit tentang orang itu di blog. Aku jarang ngata-ngatai orang, sih, di blogku - secara ini blogku ya, jadi yang aku omongin ya tentang apa yang aku rasakan orz Dan kalau pun ada aku nggak pernah nyebut nama ... tapi sekalipun kenyataannya nggak ada, aku rasanya kayak kehantui sama kalimat itu.

Ada rasa takut kalau lama-lama aku ngeposting di blog dengan pikiran; kira-kira gimana ya yang dipikirkan orang-orang yang baca blogku tentang aku? Padahal blog ini kubuat cuma untuk aku sendiri, dan aku bener-bener nyaman di sini. Sudah beberapa kali sih, aku pindah-pindah blog, nulis di mana pun, cobain blog.com, wordpress, tumblr, blogger lagi juga pernah. Tapi ujung-ujungnya aku balik lagi ke sini.

Saking nyamannya sama blog ini, rasanya kayak aku sendiri yang selalu meningkatkan jumlah statistik pengunjungnya. Kalau aku ke warnet, atau pinjem hape temen, atau lagi gabut, aku selalu balik ke blogku; entah buat baca ulang, atau sekadar menuh-menuhin kolom draft yang saking banyaknya udah kayak daftar postingan blog juga. Pernah kepikiran buat masang seting ini ke privat, tapi aku nanti nggak bisa seenaknya buka blog-ku kalau belum log in. orz

Terus ... akhir-akhir ini aku selalu membiarkan postingan blogku teronggok gitu aja di draft hanya karena alasan yang sepele banget; aku kepikiran apa yang bakal orang pikirin. Sebenernya isi postingannya biasa-biasa aja, tapi pikiran kayak gitu tuh menghambat rasanya ... dan kayaknya itu alasan aku bikin blog-blog buat pelarian sebelumnya.

Aku selalu cari suasana baru buat nulis semuanya di situ, terus sampai aku ngerasa pikiran takut sama kemungkinan orang baca blogku itu berkurang, barulah aku balik lagi ke blogku. Kalau memang itu solusi yang selama ini aku temuin, dan menurutku ini tepat - seenggaknya kan aku bakal balik ke blogku lagi - jadi mungkin aku harus ngelewatin fase ini dulu. XD

.

.

.

Bleepy marah sama aku :")

ajang pencarian bakat

AGT 2017: Chase Goehring

Selasa, Agustus 01, 2017

Aku lupa di mana, tapi aku pernah baca kalimat kayak gini: kalau kamu benci orang sombong, itu artinya kamu benci manusia. Wahaha:) Kalimat itu bisa bener bisa salah, tapi seenggaknya cocok dipakai untuk seseorang yang bisa tanpa sadar tahu-tahu bersikap naif. Bukan untuk pedoman hidup sih, semacam penyadaran aja. Kita semua boleh punya rencana, punya rancangan ini-itu, tapi perlu lihat situasi dan kondisi juga. Pokoknya, seharian aku lagi mikirin soal kalimat itu, dan terus aku buka YouTube karena siapa tahu America's Got Talent bisa ngehibur ... karena sekarang masih jalan kan, dan aku pengin ngikutin dari babak audisi sampai nanti judge cuts terus live show nanti. (Hafal.)

Entah kenapa kalau ngikutin ajang pencarian bakat, aku gampang jatuh cinta sama penyanyi yang bawain lagunya dia sendiri. Lagunya Glee yang aku suka judulnya Loser Like Me dan itu lagu buatannya mereka yang mereka nyanyiin pas lomba. Terus kapan gitu aku suka sama BAM dari Britain's Got Talent yang bawain versi lain dari Hopeful - jadi mereka ubah liriknya.

Nah, sekarang, sesuai judul blogku. Aku langsung suka sama titel YouTube yang nangkring di halaman depan (?) yang terpampang, America's Got Talent 2017 Chase Goehring Singer Songwriter is The Next Ed Sheeran. Akhirnya ada juga penulis lagu yang nampang di AGT, jadiii aku klik deh. Kalian bisa buka di sini, tapi aku bukan bahas soal ini jadi yuk lanjut aja.

Singkatnya, Chase ini baguuus banget penampilannya. Aku lalu nge-stalk dan dengerin lagu-lagunya dia yang lain. Lagu yang dia nyanyiin pas babak audisi itu judulnya Hurt dan itu bener-bener lagu yang sungguh dia sekali; ada rap sama nada tingginya, makanya aku suka sama peserta yang bawain lagu sendiri itu karena seolah lagu itu hanya bisa dia aja yang nyanyiin. :")

Awalnya aku dengerin lagunya dia yang What is Love, terus akhirnya sampai juga di lagu yang bikin aku ... spikles. Judulnya A Capella. Durasinya lima menit sendiri, tapi liriknya bener-bener ... kena. Ini lagu yang dia pakai di babak judge cuts dan membuat dia dapet Golden Buzzer yey! Kalau untukku yang lagi mempertanyakan kalimat yang kusebutin di atas, ini lagunya jleb maksimal ....

wha udah 400k :"))
Ada banyak lirik yang berkali-kali nyindir, tapi intinya di situ adalah dia nyanyi untuk dirinya sendiri. Di sini Chase bener-bener blak-blakan, dia seolah-olah mengatai penyanyi-penyanyi terkenal yang sesumbar bilang kalau mereka hidup untuk musik, tapi nyatanya yang diomongin juga duit melulu. Ada kalimat yang artinya, "Sepertinya itulah yang akan terjadi kalau kamu sudah di puncak; tidak pernah puas dengan apa yang sudah kamu dapat." Nyes. :')

Jujur, aku sering banget meragukan diriku sendiri yang pengin jadi penulis. Bikin novel aja belum, cuma nulis di Wattpad sama Fanfiction terus, ini penulis macam apa .... Tapi gara-gara aku dengerin lagu ini, aku jadi termotivasi gitu deh. Kalimat-kalimatnya bener-bener, gimana ya, kedengerannya naif sih. XD

Maybe a year or two, maybe a year or three ....
It doesn't phase me, honestly.
Even if I don't make it by then,
I'll still be doing shows so I make it in the end.

Lirik yang ini lho. Lirik yang ini!!1! :"D

Seolah-olah ada suara yang pernah mati, bangkit hanya untuk meneriakiku, "Penulis itu orang yang menulis, Sya, sesederhana itu! Kamu mau memperkenalkan diri ke dunia sebagai penulis itu nggak butuh nunjukin buku sebagai persyaratannya. Cukup kasih bukti nyata kalau kamu itu menulis. Udah." Nulis aja. Perihal nanti bisa bikin novel atau enggak itu nggak perlu dipikirin masak-masak. Yang penting nulis terus, bikin kerangka novel terus, jangan berhenti.

Ada lagi yang aku suka:

Now they coming to me asking, if I wanna be the next big thing.
I'm the next best thing, buddy.

You better get your facts straight:
I don't need a record label to show them my talent great,
Cause if the people like it then the people buy it,
why would I wanna hire another writer just to take it higher?
Foolish.

Like the gold that you place in my hands; that's fools gold,
and I'm not fooled by this fame game ... this twitter game ... i
t's so lame.
Cause I'm verified on the inside,
I don't need a blue check to be satisfied.


Sangat ... frontal.

Aku jleb banget bagian twitternya HAHAHA ketahuan deh pernah punya keinginan dapet centang biru di akun twitter. (...) Lirik lagunya sungguh menyinggung tanpa setengah-setengah. Aku jadi inget pernah baca jawaban di Quora, kalau cara ampuh menyadarkan orang-orang yang hidup untuk uang itu seharusnya pas nyetak dikasih tulisan di bawah nominalnya, this is just a piece of paper. =))

Kurang-lebih kayak gitu sih. Aku suka liriknya Chase karena ... menggugah, menurutku. Bisa bumerang karena kalau kita lagi butuh motivasi, dengerin lagu ini malah mematahkan api membara dan bikin kita jadi males-malesan :") Tapi poinnya Chase di sini bukan untuk itu, lagu ini pengin menyadarkan kita kalau terlalu ambisius mengejar harta dan ketenaran "is so lame". :))