First Loss

Minggu, Desember 11, 2016

title: first loss {part 6/10 of prompt's challenge}
prompt: you haven't experienced loss.
cast: italy, england (cameo: greece)

disclaimer: hetalia axis powers are owned by hidekazu himeruya. the author does not, in any way, profit from the story and that all creative rights to the characters belong to their original creators.

 fem!england, italy

Italy terperanjat begitu melihat England muncul di tengah-tengah serangannya pada Greece. "Kok, kamu..." perkataannya terhenti di tengah-tengah, "ada di sini?"

"Ada perjanjian militer dengan Greece, kalau mau tahu," jawab England terus terang, dalam hati ia ingin tertawa menyaksikan reaksi Italy yang begitu mudah terbaca, tak ada bedanya seperti buku yang terbuka. "Lagipula, aku di sini hanya membantu, dan, toh, sebenarnya Greece bisa memberi perlawanan sendiri. Pergerakan tankmu jadi lambat kalau lewat pegunungan dan lembah--kamu pasti tidak memperhitungkannya."

"Aku memang mengesampingkan pertimbangan militer[1]."

"Tuh, 'kan. Lalu, pertimbanganmu apa?"

"Angkatan perang Greece hanya punya tiga divisi. Angkatan udaranya kecil. Tidak punya tank pula."

"Jadi, kaupikir itu akan berlangsung dengan mudah?" England menerka.

"Jadi kupikir itu akan berlangsung dengan mudah." Italy mengiyakan. Ia mengangguk, canggung dengan pembicaraan yang sangat jujur, yang sangat tiba-tiba ini.

England mendengus. "Kalau begitu, apa yang kau yakini akan hancur kini."

Italy tidak ingin mengiyakan untuk yang satu ini. Setidaknya, tidak dengan begitu terang-terangan di hadapan England. "Aku akan kalah di sini?"

"Kekalahan besar." Ada anggukan.

"Kenapa?"

"Entahlah, kamu tidak menyangka aku membantu, mungkin?" England mengangkat bahu. Ia mengangkat sebelah tangannya dengan satu gerakan, dan tak butuh waktu lama, melintaslah pesawat dari pangkalan udara Greece di atas kepala mereka. Pesawat itu akan mengebom sumber minyak di Plusti. "Penting bagimu untuk menjadikan ini pengalaman, Italy. Kamu belum pernah mencecap rasanya kehilangan. Kehilangan keyakinan diri."

Italy sekuat tenaga menahan kedua kakinya untuk tidak melangkah mundur. "Memangnya kamu sudah pernah?"

England tersenyum. "Belum, sih."

Dan sang agresor itu terhalau sampai keluar perbatasan[2].

***

{sumber: Buku berjudul Perang Eropa (Jilid I), hak cipta oleh P.K. Ojong, pertama kali diterbitkan dalam bahasa Indonesia oleh Penerbit Buku Kompas Jakarta, Juli 2003.}

[1] Menurut Marsekal Badoglio, serangan ini membutuhkan 20 divisi, sedangkan di Albania yang digunakan sebagai pangkalan hanya terdapat sembilan divisi Italia. Akan tetapi, pertimbangan militer dikesampingkan oleh Mussolini yang tak berpikir dengan dingin lagi. Dan diserangnyalah Yunani pada tanggal 28 Oktober 1941.{h153}

[2] Kekalahan besar yang pertama di pihak Italia-Jerman adalah kekalahan Mussolini di Yunani. {h183}

 ***

author's note

Heihoo. Masih ketagihan dengan Buku Perang Eropa Jilid I, dan ini sudah masuk hari Minggu lol. Oke, arti petualangan Mussolini di Yunani ini berimbas sampai ke depan-depan, sih, dan bahkan merupakan salah satu sebab kegagalan Hitler di Rusia juga orz 

Terus, iya, Yunani saat itu dapat bantuan Angkatan Udara Inggris :"") Tapi tentara Yunani juga memberi perlawanan yang menakjubkan, kok. Di buku itu juga diceritain kalau tentara Yunani yang sudah dimobilisasi umum sama sekali enggak menunggu Mossolini menyusun kembali tenaga dan langsung menyerang di seluruh front  /o/

You Might Also Like

0 comment(s)