IFA

tentang rekap dan chat yang ke-pending

Kamis, Agustus 25, 2016

selamat malaaaaam. ini nada males bukan nada ceria(?).

kenapa sih setiap kali aku pengen nulis blog, pasti pasti selalu beberapa detik sebelumnya (biasanya pas nunggu loading) selalu ada kejadian yang ngebuat aku nggak mood nulis dan apa yang pengen aku tulis langsung buyar zzz -_- jadi daripada aku nulis hal yang sekarang aku udah nggak mood buat nyeritain itu, aku nulis apa aja ya.

(tuh kan, gini lagi. akhir-akhir ini kalau aku buka blog pasti nggak pernah dalam suasana gembira orz sekalinya mau gembira--kayak postingan yang mau aku ceritain ini--selalu ada kejadian yang bikin aku terus berada di suasana melankolis atau apalah ini lamanya jadi berasa aku remaja galauan banget hiks.) 

dulu kejadiannya apa? sepele sih. entah kenapa beberapa kejadian yang datang berturut-turut ini karena ifa (.........), betewe bukan berarti aku nggak betah lho ya. serba salah juga sih kalau aku pengen ngerant soal ini, soalnya sama aja aku ngerant soal artday atau event semacamnya yang aku jadi panitia--emang kalau mau ngerant soal kepanitiaan kayak gitu enakan di g+ ya ; - ; oke, jadi ini soal ifa, tapi bukan rant. 

aku ada banyaaak banget postingan yang pengen kuceritain, misalnya soal kelasku yang baru di xii ipa 5, pas ada kadal masuk kelas, ada ulet pas upacara, hukuman setiap kali telat jam bahasa inggris, rencana makrab, segala macam kejadian di kelasku yang baruuuuu :""") tapi sayangnya aku nggak mood buat cerita sekarang orz suasana hati(?) mendadak abu-abu tua kalau aaaaaa kayak gini nih mendadak notif line muncul dan terus terus muncul pesan dari seseorang di suatu grup atau pm atau apapun yang isinya............... (?) yang bikin perut sakit(?) kayak kita mau pidato tapi teksnya belum ada gitu deh rasanya. aku gampang parno soalnya jadi kayaknya aku harus hati-hati deh orz

simpel aja sih--tadi chatku pending orz telat tiga jam. udah ketinggalan banyak deh pokoknya berasa lah aku mah apa tuh kenapa sih kenapa kenapa kenapa kenapa aku nggak pernah bisa berguna /krik (ini serius rasya kayaknya lagi melankolis deh atau kenapa rasya selalu melankolis kalau nulis di blog) (apa blognya harusnya diprotek aja ya) jadi pending bangetlah astagfirullah ini kan bukan hal yang kita pengenin gitu lho. mana ada orang yang pengen chatnya kepending? dan lagi aku ngga tau kalo kepending--kirain pendapatku udah masuk gitu. lha trus begitu udah terbentuk kesepakatan dan mulai ngomongin hal hal lain trus bahkan sampai topik abis ngga ada yang dibicarain baru satu jam kemudian chatku masuk yang isinya "kalau menurutku sih blablabla" kan ya malu marah kesel mau gimana lagi gitu lhoooo ah kusedih lah zzzz ;_;

jadi, ya itu apa yang terjadi hari ini. chatku kepending. aku kan udah nancepin modem dan mulai nyalain koneksi ya, trus aku cek line dan aku bales di grup pakai pendapatku itu. trus aku buka excel ngelanjutin misah-misahin master list buat kepala humasnya sampai tamat (itu sampai jam setengah sembilan) nah ditengah-tengah situ tiba-tiba koneksi internetku keputus. aku tau sih tapi kan ya aku lagi nggak mikirin itu--secara aku kira lineku udah langsung kekirim kan yaaa.

trus habis itu aku ngerekap humas yang bentar lagi rekrutmennya ditutup. nah ini yang bikin aku kesel sama diriku sendiri! gampangnya, anggap aja ada empat puluh nama yang harus kutulis di kertas coret-coretan (namanya juga ngerekap, daripada harus buka-tutup ms word, mending rekapannya kutulis di kertas dulu) dan ternyata ada satu nama yang harus kita hapus. jadi harusnya kan di ms word ada empat puluh nama, dan di kertas coret-coretan kita ada tiga puluh sembilan nama. gampang sih itu--kalau teliti orz nah masalahnya...... 

di kertas yang kutulis itu juga ada empat puluh nama. aku panik dan bingung bangetlah QAQ aku udah yakin banget di kertas itu udah nggak ada nama si oknum yang harus dihapus itu. jadi kok bisa lho ya ada satu nama yang kutulis, aku bingung QAQ aku baca berulang-ulang, aku hitung terus kan ya. tetep sama--di ms word sama kertas jumlahnya empat puluh. harusnya kan yang di kertas jumlahnya tiga sembilan secara udah ada satu nama yang nggak kusalin lha trus ini kenapa gitu lho?!?! yang kutulis itu namanya siapa terusan?!

aku baca terus kan sampai aku lalu ambil kertas baru dan kutulis ulang--tapi ini dari belakang orz aku salin kan sepenuhnya lebih untuk ngekroscek, jadi nggak nama lengkapnya dan cuma nama depannya doang. tulisanku juga jelek banget gitulah. semata-mata buat ngitung. dan ternyata--di kertas buat ngekroscek itu ada tiga sembilan nama QAQ aku kan jadi penasaran siapa oknum tak dikenal yang namanya kutulis di kertasku yang pertama. kenapa sama-sama jumlahnya empat puluh gitu lho QAQ

ini aku inget banget pas ngecek jam disela-sela kestresan, udah jam 21.14 -_- ngerekap dan ngekroscek segala macem itu ngeselin ya, harus penuh ketelitian. kalo ada satu nama nyungsep gini kayak di kertasku kan bingungnya nggak karuan--mana kalau inget ada tunggakan tugas biologi lagi. trus lalu aku coba tenang(?) dan aku mikir; ini pasti kesalahan kecil, ini pasti kesalahan kecil, ini pasti kesalahan kecil--berulang-ulang gitu terus. aku sampe pegel lehernya gara-gara liat kertas trus liat laptop terus-terusan. 

habis itu karena aku nggak tau lagi, akhirnya aku salin di notepad. jadi bener-bener kusalin gitu, kutulis ulang. dan ternyata sama kok! yang kutulis di notepad jumlahnya tiga sembilan. lha ini kenapa di kertas pertamaku ketulisnya empat puluh serius namanya siapa ini yang kutulis T_T pengen kuabaikan aja tapi ya gimanaaa ini bersangkutan dengan nyawa(?)

yang jelas ini pasti kesalahan yang enteng banget. nah nah nah nggak taunya t e r n y a t a ........


aku sadar itu pas jam setengah sepuluh. sumpah ya. SUMPAH YA-___- itu di bagian akhir di mana aku benar-benar lengah, pokoknya aku sedih lah dengan diriku sendiri-______- bisa-bisanya lho, rasya kenapa dirimu itu terlalu begitu(?)-______- 

akhirnya, permasalahan itu selesai dengan damai. jam setengah sepuluh aku ngenyalain koneksi, dan chat di line pc ku mulai menyinskronisasi(?) dan ternyata jam segitu chatku di grup ifa baru kekirim:


jadi kesimpulannya kenapa aku begitu payah(?)-___- ini mungkin sepele(?) tapi sebenernya enggak sepelelah masa kita nggak sedih sih mendapati kenyataan bahwa kita ini tidak berguna ; - ; maafkan aku ya ; - ; 

jadinya aku malah curhat soal ini orz

DBL

kalah kalah kalah.

Minggu, Agustus 07, 2016

(warning: unpopular opinion.)

aku masih betah nulis tanpa pakai huruf kapital. kayaknya, lama-lama aku bakal bertahan dengan mode kayak gini gara-gara aku selama empat belas hari penuh dituntut buat bikin suatu berita, suatu peristiwa yang gimana caranya harus bisa jadi berita, dalam suatu acara kompetisi basket antar sekolah bernama DBL; development basketball league. dari sma 6, aku jadi penulisnya, dan temenku, angie--anak sinematografi, jadi fotografernya.

deadlinenya per hari itu jam delapan malam. yang bikin sesek itu adalah pertandingan namche baru selesai jam delapan malam--kan ya gimana maksudnya? berarti aku harus bikin berita tentang pertandingan sekolahku dan harus kuaplot bahkan sebelum sekolahku selesai bertanding? ya karena itu nggak mungkin, mana aku kan harus wawancara para pemainnya juga kan, aku pasti telat satu atau dua hari ngumpulinnya.

tapi tetep aja kepalaku bunek, karena sebenernya bahasa berita itu diulang-ulang. kita cari datanya trus kita tulis trus kita cantumin kutipan kata-kata narasumber yang kita wawancarai, habis itu kita tambahin lagi beberapa, trus cantumin lagi, trus udah. aku nggak suka nulis kayak ginian soalnya ini menyiksa--meskipun udah nemu apa yang mau kita angkat buat jadi tema berita, kita nggak boleh seenaknya nulis karena kita masih harus cari narasumber buat kita tanyai pendapatnya--dan kita harus nulis berdasarkan opininya dia. kecuali kalau kita bisa mengendalikan seseorang, kita buat aja suatu sihir biar opini narasumber itu sesuai sama opini kita entah gimana caranya (biasanya butuh dipancing beberapa kali) dan nanti dapet. tapi ya gitu, deh, kepalaku bunek (2).

aku masih hutang dua pertandingan namche yang belum aku tulis--padahal nanti namche tanding lagi, pertandingan terakhir di babak penyisihan grup. dari semua pertandingan namche, ini yang paling bikin aku deg-degan dan aku sebenernya nggak mau liat kalau aku nggak diwajibin buat ngeliput--serius. aku takut sama hasilnya. semoga kita bisa lolos ke babak delapan besar dan mencapai target kita di tahun ini ya :'> aamiin.

trus balik ke apa yang pengin aku tulis. kalah kalah kalah. kenapa aku nulis ini? aku kepikiran ini pas aku habis ngewawancara kapten basket namche tim putra pas mereka alhamdulillah menang di lawan pertama mereka. aku kan buat liputannya pas pertandingan sekolah lain (jadi aku sibuk nulis di tengah-tengah teriakan dan lompatan para suporter liar--entah kapan bisa aku temui diriku yang kayak gini lagi) trus di tengah-tengah usaha merangkai kalimat demi kalimat, aku berhenti. capek ;_; dan aku mutusin buat liat pertandingannya sebentar.

sengit banget. smada lawan siapa gitu aku lupa. tapi itu saling kejar-kejaran--giliran smada yang nyetak dua poin, habis itu lawannya cetak dua poin. jadi skornya saling salip-salipan, kadang smada yang unggul, habis itu lawannya yang unggul. gitu terus selama satu kuarter penuh. sebenernya aku juga nggak gitu tahu apa yang bikin aku kesambet mikirin ini (mungkin faktor kesepian(???)?) tapi aku jadi bayangin--siapa aja sih sebenernya yang sedih kalau sekolah dukungannya itu kalah?

karena aku sebagai seseorang yang dituntut buat bikin liputannya aja nggak akan sanggup nulis berita tentang kekalahan sekolahku sendiri. udah nggak tau mau dari mana nulisnya, aku kan juga harus ngewawancara pemainnya buat tahu apa kira-kira faktor yang bikin mereka kalah berdasarkan opini mereka. nah--aku ngewawancarainya mau mulai dari mana? trus nanyanya apa aja? belum kalau udah dapet datanya--aku nulisnya emang sanggup ya? T___T

aku salut sama para pemain yang kalah--dan mereka masih sanggup menatap suporter mereka dan nyanyi mars sekolah. entah kenapa mataku selalu panas :") (iya tau sya yang nangis pas jb kalah sama bosa) gimana sih rasanya ditonton sama suporter yang 'nggak peka' sama papan skor yang udah jelas menunjukkan pahitnya kenyataan--mereka sibuk nyanyi-nyanyi terus, jingkrak-jingkrak bahkan pas waktu juga udah makin menipis--the udah-nggak-mungkin-bisa moment lah. trus pada akhirnya waktu bener-bener habis--dan suportermu masih sanggup tepuk tangan, masih nyambut dengan bangga pas kamu nyamperin mereka. the feels :""")

karena dengan modal id card jurnalis dbl bikin aku alhamdulillah bisa masuk gratis, aku kan selalu nyempetin ke sini setiap hari--sampai sejauh ini baru dua hari aku nggak ke gor uny. entah udah berapa pertandingan yang aku lihat--dan tahun lalu jelas aku nggak kayak gini, aku dateng cuma kalau sekolahku tanding aja--hemat duit orz makanya dbl tahun ini aku sering banget nonton pertandingannya--dateng trus registrasi trus ke pintu masuk trus nunjukin id card trus tangannya dicap. lalu masuk, liat papan skor, dan barulah ngecek jadwal sekarang yang tanding sekolahnya siapa sama siapa orz

ada sekolah yang nggak bawa suporter--ada. malah boleh jujur sih--aku sebenernya dilema pengen ngasih pendapat aku setuju dengan tindakan itu atau enggak. tentu nggak semua sekolah yang nggak bawa suporter itu aku tahu alasannya--tapi pasti kan ada yang nggak bawa suporter karena terlalu pesimis--dan yakin apapun hasilnya, itu nggak bikin kenyataan berubah soal mereka lolos atau enggak dari babak grup. 

tapi ya--ya--walaupun kondisi kayak gitu emang pahit, tapi sebenernya siapa sih yang--oke aku bilang aja ya--siapa sih yang berhak lebih sedih? kalau kalah, siapa yang berhak lebih kecewa? kita tahu semua kecewa kalau sekolah dukungan kita kalah (aaaaaaaah jebe kalaah demi apa demi apa demi apa?????) tapi gimana sih rasanya para pemain yang dituntut buat ngubah kenyataan angka yang terpampang di papan skor? dan gimana sih rasanya nggak ada yang dukung? :"DD sementara suporter lawannya liar banget di tribun sebelah sana :")))

karena dbl tahun ini aku nggak duduk di tribun suporter--aku duduk di tribun umum biar bisa nulis--makanya aku nggak ikutan heboh berdiri di kursi dan saling rangkulan atau gimana pas suporter namche sibuk nyanyi--paling aku ikut nyanyi aja kalau aku hapal liriknya. tapi kan dbl tahun lalu aku pernah, dan aku tau gimana capeknya nyanyi-nyanyi segala macam, atau pas nyanyi hymne sekolah penuh kebanggaan :"))) sekarang karena tahun ini aku ambil kesempatan buat jadi pengamat--makanya pikiranku jadi bercabang ke mana-mana. makanya bisa kepikiran kayak gini orz

udah yaa.