aku.

Selasa, Juli 12, 2016

hai bleepy. kamu belum aku ceritain ya. semalam dan pagi ini, aku membaca dua cerita.
.
cerita pertama sepanjang lima belas ribu kata--mungkin sekitar empat puluh lima halaman.
.
cerita kedua terbagi menjadi tiga babak; dengan totalnya sembilan ribu kata.
.
tahu, enggak? berkat (atau gara-gara?) cerita itu, aku jadi... jadi...
.
.



.
.
cerita yang pertama adalah satu-satunya cerita yang selama aku hidup dan bisa membaca, baru kali ini aku dibuat nggak sadar sudah menggasak empat puluh halaman lebih. cerita itu mengisahkan tentang seorang pemuda yang dalam kehidupannya tiba-tiba terjadi loncatan (hendak menyuap makanan tiba-tiba sudah habis, hendak terjatuh tiba-tiba sudah diselamatkan, hendak mengatakan sesuatu tiba-tiba sudah menampar lawan bicara, dan lain sebagainya) dan ia selalu mencatat setiap peristiwa yang terjadi.
.

pada suatu pagi, truk menghantam si gadis dan ia meninggal saat itu juga.
.
pada awal cerita, dikisahkan gadis yang si pemuda sukai sejak kecil, meninggal dunia. dan ada kalanya si pemuda tiba-tiba tertidur dan terlempar ke masa lalu (ia mengerjap dan mendapati ia berada dalam tubuh dirinya yang masih kecil sibuk disuapi sang ibu), membuatnya sadar apabila yang mengisi loncatan-loncatan itu adalah ia di masa depan.
.
selama sang pemuda kembali ke masa lalu untuk negisi loncatan-loncatan itu, ia bertemu dengan gadis yang ia sukai. bertemu si gadis yang masih riang gembira, yang menyelamatkannya saat ia hampir tercebur, yang menemukannya saat ia tersesat di hamparan bunga matahari yang menjulang. sang pemuda terlena, lupa apabila semakin lama semakin banyak kekosongan lompatan di masa lalu yang sudah diisi sendiri olehnya. baginya, cukup asalkan kembali bertemu dengan gadis yang ia suka.
.
sang pemuda terlalu menikmati.

selama setahun ini, sang pemuda tidak merasa bahwa si gadis benar-benar sudah tiada. sejalan kemampuannya pergi ke masa lalu, si gadis terus bersamanya, egois dan jahil dan membuatnya kesal malu bahagia tertawa--kenyataan adalah pil pahit yang tak pernah benar-benar ia telan.

sang pemuda lupa bahwa pil pahit bisa mencair. si gadis di masa kini, dan si gadis di masa lalu juga akan berakhir. musim berganti dan dunia berputar dan orang-orang berpindah menuju suatu arah, tapi ia terhenti--dan ia--ia tak siap melihat roda gigi bergerak.
.
pada akhirnya, sang pemuda sadar: ia harus melangkah maju dan tidak lagi terpaku pada masa lalu.
.
.
.
.
cerita kedua lebih sederhana. seorang pemuda dan gadis yang sudah bersama-sama sejak smp, sementara si gadis sudah memendam perasaan padanya sejak lama. pemuda itu adalah seorang yang susah: ada kalanya ia keras kepala dan ada kalanya ia sangat menerima, ada kalanya ia suka berceloteh dan ada kalanya ia terdiam dengan mata menerawang.
.
memang itu saja, tapi sungguh--cara cerita itu mendeskripsikan latar benar-benar kelewatan. cara cerita itu menggambarkan detail perasaan dan segala macam kisah di antara mereka sejak umur belasan hingga hampir kepala tiga itu benar-benar  a r g h  bangetbangetbanget.
.
pelayan keluargamu menawarkan segala jenis dan merek teh yang ada; mulai dari darjeeling sampai chamomile, dari twinings hingga dilmah. aku tidak begitu peduli dengan teh sebenarnya, karena yang membantuku terjaga sepanjang malam semasa kuliah dulu atau jam-jam yang sibuk di rumah sakit bukanlah teh, melainkan kopi. tapi mungkin hal yang sama tidak berlaku bagimu, karena aku pun tidak melihat gunanya kau banyak begadang sebab kau tidak butuh belajar untuk meraih nilai-nilai yang sempurna, dan kau selalu bisa menyelesaikan pekerjaanmu lebih baik dari siapa pun meski tanpa lembur.

aku memerhatikan teko, yang mungkin isinya juga sudah mulai mendingin karena tidak tersentuh; dingin seperti ruangan ini yang suhunya bagai terus turun meski api sedang membakar kayu di perapian, dan sama sekali tidak tersentuhnya dengan norwegian wood yang sejak tadi terbuka di pangkuanku namun tak kubaca ataupun kubalik halamannya. yang ada hanya hening, dan aku sudah terbiasa ketika kau memutuskan untuk tiba-tiba diam, karena kau memang jenis orang yang seperti itu.

(karena kau tahu aku tidak akan bisa menolak permintaan untuk menemanimu; sungguhpun ini bukan urusanku, sungguhpun aku tidak seharusnya berada di sini; kau tahu aku tidak akan sanggup menolakmu. kau selalu tahu.)
.
di situ cukup untuk menjelaskan bahwa deskripsi dalam cerita digambarkan begitu menggambarkan. betapa si aku (dalam konteks ini, si gadis) terbiasa untuk terus mengikuti dan tidak bisa menolak dan kelewat jauh dari jatuh cinta dan kelewat jauh dari mencari tahu. si pemuda yang bukan seorang yang suasana hatinya gampang ditebak, dan si gadis yang mencoba untuk memahami.
.
.
.
.
...aku
.
.
jadi nggak yakin
.
.
bisa jadi penulis atau enggak.
.
iya aku beneran mikir itu sekarang. serius, apa jangan-jangan aku selama ini terlalu sombong nganggap asal aku bisa nulis maka duniaku bakal baik-baik aja, karena sebenarnya yang terjadi sekarang nggak demikian? katakan sajalah, sebenarnya aku ini cewek penuh mimpi tinggi yang bakal jatuh karena aku bukan seorang yang benar-benar punya bakat????
.
tapi kalau aku nggak nulis, aku jadi apa? aku nggak bisa apapun selain nulis dan aku nggak suka apapun selain nulis dan menulis itu bahkan bukan hal dariku yang bisa dibanggakan, aku jadi apa kalau aku nggak nulis?? sementara sampai saat ini aku nggak punya kesempatan untuk menunjukkan keberhasilanku karena memang bakat nulisku nggak pantas untuk dapat itu?
.
.
.
.
oke ini cuma unek-unek aja kok.
.
(--tolong, tolong jangan ungkit soal postingan ini ke aku ya.)
.
.
.
rasya, 16 tahun, (apa?).

You Might Also Like

0 comment(s)