5Day: semoga lebih bijak.

Jumat, Juli 22, 2016

lagi pengen nulis pakai huruf kecil. via hape soalnya, dan ini nggak otomatis langsung kapital tiap kali habis titik-lalu-spasi jadi ribet kalau harus pencet capslock terus-terusan. oke ini hari kelima dari proyek 7haribercerita majalah hai!, dan temanya adalah yang diubah walau susah. bagian mana di lingkunganmu yang perlu diubah meski susah.

mungkin lingkungan sekolah, ya. hehehe.
ya nggak juga sih.

ada guru suatu mata pelajaran yang diujikan dalam un di kelasku, memberikan suatu soal. "ada yang bisa mengerjakan?" beliau bilang begitu. lalu pandangannya memerhatikan seisi kelas. diam. nggak ada yang jawab.

"nah ini, nih," perkataan beliau selanjutnya bikin aku nelen ludah miris, "orang indonesia itu begini, nih!"

.

orang indonesia. 

sebenarnya, orang indonesia itu kayak gimana? dari apa yang kuterima, orang-orang kebanyakan mengecap karakter negara indonesia dengan terlalu ramah, terlalu baik, dan terlalu mudah menerima, dengan pemerintahannya yang terlalu me--

ah. berhenti saja deh.

serius ini, aku mengetik di ponsel sambil sekalian berpikir; dan aku beneran menghentikan kata-kataku soal negaraku dan karakter penduduk negaraku itu. bukannya apa-apa, habisnya, tahu kan betapa banyak berita apesnya seseorang yang terkena nasib tidak enak karena tidak bisa menjaga kata-katanya?

ngg, aku nggak sepenuhnya yakin kata-kataku (tulisan-tulisan ini) sejahat mereka-mereka yang sampai ke kategori mencoreng nama baik. lagian aku juga bukan artis atau siapa. blogku juga belum tentu dibaca. tapi ya, alangkah baiknya kalau kita was-was aja.

trus--kayaknya yang paling aman adalah mengkritik diri sendiri. selalu aja begitu--jadi aku bakal menyebutkan apa bagian yang harus diubah dari diriku yang sebenernya susah diubah. 

aku sebagai seorang yang pengin jadi penulis:

aku itu susah menamatkan novel hshs. beda cerita kalau novel itu nggak selesai karena aku nggak tau kelanjutannya, beda. tapi aku udah tau apa yang harus kutulis, konfliknya, plotnya, endingnya--tapi tetep aja itu novel nggak tamat. entah kenapa aku selalu bisa nulis kalau aku sendiri nggak tau apa alur yang akan terjadi, kayak cerita yang mengejutkan pembaca dan penulisnya juga.

tapi begitu sampai titik di mana aku serius, mulai ambil kertas, tulis kerangka karangan, pikirin ending dan mau bawa ke mana ini plotnya, lalu nulis lagi--bawaannya jadi males huft. kayak nggak seru gitu argh ;; semoga ini bisa diubah. kalo kayak gini mah, nggak ada novel yang jadi.

aku sebagai seorang kakak kelas:

aku kan udah kelas dua belas nih ya. trus--yah, tingkahku masih nggak kayak anak kelas dua belas sekali. entahlah, masih merasa terlalu muda :') 

.

.

……………boleh stop nggak ya? minimal udah nyebutin beberapa, jadi nggak ada masalah kan?

.


maaf. sebenernya aku lagi galau sekarang (…)

tulisanku ngeracau nggak dapet intinya banget huft. kalau memang ada kala di mana seseorang bisa mengendalikan perasaan, aku lagi nggak ada kemampuan itu soalnya. jadi, aku jujur aja deh. diulangi ya, sekarang rasya lagi galau.

maaf ya, rasya melarikan diri.
semoga aja rasya bisa lebih bijak menyikapi ini.

You Might Also Like

0 comment(s)