Tentang Rohis

Minggu, Mei 22, 2016

Halo. Jumlah postinganku sekarang sama kayak hari ulang tahun Jogja XD (nggak penting).

Jadi, sekarang sudah menunjukkan pukul 12.27. Terlepas dari apa yang akan terjadi pada besok lusa (baca: UKK) kita sebaiknya lihat pada apa yang akan terjadi setengah jam kemudian. Apa coba? Yap. First meet orang-orang yang minat untuk terlibat dalam kepanitiaan Ramadhan di Sekolah. Masih inget RdS ini, nggak? Buka, deh, postingan blogku setahun yang lalu XD


Ada beberapa perubahan pada kepanitiaan RdS tahun lalu sama tahun ini. Oke, karena aku bukan anak Farohis (Forum Antar Rohis) dan aku nggak tau apa yang terjadi di inner-nya, jadi aku bilang ini sebagai seorang pengamat ya. Soalnya aku jadi peminat juga tahun lalu sama tahun ini 'v')7 Seingetku, tahun lalu itu nggak langsung kebagian sub-divisi-nya. Tahun lalu aku jadi divisi Media dan pas rapat, aku secara otomatis ke bagian pembuatan blog sama press-release beberapa kegiatan. Tahun ini, aku langsung masuk ke divisi Media: Release. Jadi, udah dikelompokin gitu.

Bahas RdS, pasti nyinggung soal Farohis. Aku belum sempet cerita soal ‘kesedihan’-ku nggak diterima jadi anak Farohis, dan ‘kesedihan’-ku juga karena dianggap anak Farohis padahal enggak orz. Sejak kelas sepuluh, Farohis sempet ngadain kegiatan pas bulan Desember, namanya Silatnas (Silaturahmi Nasional). Di situ aku jadi dana usaha (here we go again) merangkap LO pas hari H. Aku diajakin sama Wardah, dan gara-gara itulah aku minat ke Farohis.

Temen-temenku yang gabung kepanitiaan Silatnas bilang gini:
“Ras, pas tes, kamu bilang aja kalau kamu pernah gabung Silatnas, ada poin plus-nya soalnya.” 

Oke, jadinya kulakuin itu. Aku bilang kalau aku gabung Silatnas, pas yang ngewawancara aku itu nanya-nanya kegiatanku apa aja. Aku bilang aku itu jadi panitia Silatnas di bagian akhir, hm, tapi aku nggak tau dicatet apa enggak, soalnya aku bilang itu pas si pewawancara udah selesai nulis kegiatanku dan setelah itu dia nggak nyatet lagi. Oke, pada akhirnya, aku nggak diterima jadi anak Farohis, hiks! Sedih banget, tapi, ya, menurutku pengalamanku masih kurang banyak, ya, di kegiatannya Farohis.

Aku akhirnya jadi bagian dari kepanitiaannya Farohis, namanya RdS, alias Ramadhan di Sekolah. Untungnya Farohis buka open recruitment yang artinya, orang luar Farohis boleh gabung dan terlibat aktif. Karena aku divisi Media dan ada tugas untuk membuat liputan beberapa agenda, aku dateng ke Tabligh Akbar-nya di UNY dan Acara Puncak. Aku juga ikut ke Silakbar, alias Silaturahmi Akbar. Aku jadi panitia dan jaga meja registrasi pas hari H, sekalian jualan juga (krik).

Trus, di kelas sebelas ini, aku daftar lagi Farohis. Pas ditanya kegiatanku apa, aku bilang kalau aku ikut Silatnas, Silakbar, RdS, dan setiap kegiatannya Farohis aku tahu! Wah, perjuanganku selama kelas 10 nggak sia-sia mengorbankan beberapa hari Minggu-ku (eh). Dan yaps, ternyata aku nggak diterima.... lagi TvT Nggak papa, deh. Sedih, sih.

Akhirnya di kelas sebelas aku ‘move on’ ke StuCash. Singkatan dari Student Care and Share. Itu, lho, penggalangan dana kalau ada bencana, misalnya pas bencana Asap atau Banjir plus Tanah Longsor. Aku jadi divisi Media di situ. Pas ‘tes masuk’-nya, ternyata StuCash ada ‘kaitannya’ sama Farohis. Nggak berkaitan juga, sih, karena visi-misinya juga beda, tapi pimpinannya sama-sama saling kenal.

Aku lalu cerita pengalamanku dengan Farohis, kan. Eh, kaget XD Soalnya nggak nyangka ada orang yang daftar Farohis dua kali dan nggak diterima :’) Akhirnya jadi makin akrab, ‘kan, trus aku lumayan aktif pas StuCash nggalang dana Bencana Banjir dan Tanah Longsor yang terjadi di Sumatera. 


Itu posternya, itu nomor teleponku (nggak penting banget ras).

Oke, tahun sudah berganti dan aku berasa angkatan tua, ikut RdS lagi. Apalagi di Divisi Media lagi :”) Aku berangkat sekarang, deh, semoga aku lebih seru, nambah pengalaman baru, dan selalu, semoga ada hikmahnya hehehe ♥

You Might Also Like

0 comment(s)