Temen Sesaat

Sabtu, Desember 05, 2015

Aku punya temen sesaat.

Oke, kalimat pertamanya aneh. Soalnya, sampai sekarang nggak ada kabar dan kita nggak sempet mengucapkan sampai jumpa lagi--yah, kita juga nggak pernah secara resmi bilang halo, sih. Sekarang juga udah nggak ada kabar. Jadi, memang namanya gitu; temen sesaat.

Dia penjual Cokola Blend di Belakang KFC (BK) depan sekolahku.

Aku bukan anak-BK, sih. Jadinya, aku nggak sesering temen-temenku yang lain yang suka nongkrong di sana. Yaa walaupun kalau aku ke BK, aku pasti beli Cokola Blend, tapi pasti ada temenku yang lebih sering beli di sana.

Aku dan dia, awalnya sama kayak dia dengan temen-temenku yang lain yang beli di sana; sebatas pembeli dan penjual. Aku juga jarang ke sana. Ketemuanpun, cuma beberapa kali, nggak sampai belasan. Aku suka banget minuman yang dia buat. Itu minuman aneka rasa, lalu kita milih dua topping gitu. Simpel, sih, aku milih rasa coklat lalu toppingnya chocochip-kali-tiga. Soalnya aku jenis toppingnya sama, makanya aku minta tambahan satu sendok lagi.

Yaa, mungkin gara-gara itu, dia jadi hapal aku. Seenggaknya, walaupun aku jarang pesen, tapi dia udah tau aku mau pesen apa setiap kali aku dateng. Nggak pernah ngobrol soal hal yang penting, kok, cuma sebatas nggak ada kembalian lembaranlah, sedotannya jatuh, tutupnya kekecilan, pake plastik apa enggak, cuma seputar itu aja.

Lalu, di hari kesekian, aku coba aja ajak dia ngobrol. Awalnya, dia masih nganggap aku ikut campur urusan orang, yaaah emang aku salah tanya sih ;_; jadi kesannya kepo dan pengen tahu gitu. Dia awalnya jawab asal-asalan, mungkin ngiranya aku cuma basa-basi atau mau sok akrab aja. Tapi, ya, jawabannya dia bikin aku penasaran(?).

Akhirnya, aku mulai agak sering ke sana. Duitku habis XD *salahnya* Lama-lama, dia mulai nyapanya "Heii" dan mulai tanya-tanya gimana pelajaranku di sekolah. Aku bilang aja apa adanya, trus dia juga cerita soal dia. Lalu, aku mulai dibolehin bikin minumku sendiri XD Ini seruuu banget. Aku suka. Sebenernya, biasa, sih, dan aku jadi berasa kekanakan. Tapi, dia itu berasa kakak perempuanku, jadi mau nggak mau kalau sama dia aku jadi manja(?) kayak adik.

Aku ambil gelas plastiknya, lalu aku isi es sampai setengahnya, terus dikasih air dikit, trus dikasih air gula. Dimasukin ke blendernya. Habis itu aku diajarin bedain plastik-plastik tiap rasa. Bubuk coklat tuh yang mana, vanilla yang mana--trus aku masukin seplastik ke blender. Habis itu aku tutup blendernya, pegangin tutupnya, trus pencet angka 2. Kalau udah, pencet angka 0, lalu tuangin ke gelas plastiknya lagi.

Aku buatnya keenceren sih._.v Oke, lanjut. Satu-dua kali aku masih ke sana.

Habis itu, sampai ke minggu mendekati UAS. Aku mulai jarang ke sana. Fyi, bukannya aku belajar kok(?) Ngumpulin laporan praktikum, ngerjain tugas seni budaya, garap semua tugas yang tenggat waktunya sebelum UAS dan pulang sekolah udah sore, jadinya nggak sempet ke BK. UAS udah tinggal hari Seninnya, sementara hari itu, hari Kamis.

Kamis, 26 November 2015, sekitar jam 16:20

Aku dateng ke BK, sebelum dijemput. Aku beli, seperti biasa, sih, es coklat toppingnya chocochip-kali-tiga. Trus, tiba-tiba dia bilang:

"Besok aku pulang."

Itu... aku berasa syok banget._. Hampir bertepatan dengan itu, di BK, ada anak SMA yang lagi ketawa-ketawa serombongan gitu, trus mecahin piring, dan itu berasa backsound(?). Kan, dia asalnya bukan dari daerah sini, dia dari Jawa Timur. Dia bilang, tergantung penjemputnya, mau jemput dia hari ini atau besok. Kalau jemputnya hari ini, dia pulang hari ini dan ini pertemuan yang terakhir. Kalau jemputnya besok, berarti ini jadi pertemuan yang kedua-terakhir._.

Trus, aku bilang,

"Bisa jadi besok, kan? Kalau gitu, besok aku ke sini!"

Di situ... yah. Barulah kita melakukan metode yang seharusnya dilakukan ketika awal-awal bertemu: tanya nama masing-masing. Aku bilang, namaku Rasya. Dan dia, namanya Rahayu--aku manggilnya Mbak Rahayu. Kita belum ngucapin sampai jumpa lagi karena ngerasa besok masih bisa ketemu.

Ternyata enggak._.

Oke, jadi ceritanya selesai sampai di sini. Habis itu, ya, karena nggak ketemuan lagi, aku nggak bisa kontak-kontakan sama Mbak Rahayu. Akhirnya, aku cuma bisa buat tulisan di blog tentang temenku itu, di sini. He-he.

Sukses terus, ya, Mbak :3

You Might Also Like

0 comment(s)