Bukan Review. Ini Obi.

Kamis, Desember 24, 2015

http://49.media.tumblr.com/217a5ee77ef86582828710f280d333ec/tumblr_nlkax4IoWH1rc8aawo9_540.gif

Note: Ini rangkaian paragraf pembukaan.

Maaf, sebenernya melalui postingan ini, aku berencana me-review buku. Jadi, aku mau menilai suatu buku secara keseluruhan, ngasih kekurangan, kelebihan, sama komentarku terhadap buku itu. Sekalian latihan buat tugas bahasa Indonesia juga, sih, soalnya tiap dua minggu sekali harus buat resensi buku selama semester satu.

Jujur aja, sih, selama dikasih tugas itu, aku nggak pernah sekalipun pakai buku favoritku (walaupun disuruh ngeresensi buku favorit).

Kenapa? Karena aku nggak bisa menilai buku favoritku secara keseluruhan.

Mungkin masih ada sisi kekanakanku di sini ya. ‘Menilai secara keseluruhan’ itu berarti kita nggak boleh memihak pada setiap tokoh. Netral. Tokoh utama yang mana, tokoh pihak baik yang mana, tokoh pihak jahat yang mana, nasibnya mereka gimana, ceritanya gimana. Sementara kalau aku udah menentukan suatu buku jadi buku favoritku, itu berarti aku punya karakter favorit, bagian cerita favorit, dan yang paling parah, sudah mengimajinasi gimana plot cerita itu seharusnya (anak fanfiction mah gitu-_-).

Makanya itu, kalau disuruh buat ngeresensi buku favorit... aku bakal ada konflik batin sendiri. Beneran. Bisa sih aku ‘membuang diriku bentar’ buat bikin resensi buku ini.. tapi nanti adanya cuma:
Tema keseluruhan baik. Plot menarik.
Klimaks konflik kurang.
Itu aja. Kenapa(2)?

Karena tokoh favorit yang kusukai itu pasti ‘tokoh terbelakang’. Misalnya cerita cinta segitiga, aku pasti suka sama orang ketiga. Misalnya tentang persahabatan-empat-orang, aku pasti suka sama ‘sahabat sebelumnya tokoh-bukan-utama’. Dan yang paling parah, kalau tentang perang-perangan, aku pasti suka sama ‘tokoh-bukan-utama-di-pihak-jahat’. Udah bukan utama, di pihak jahat lagi-_- Jadi, kalau aku buat resensi buku tentang buku favoritku, aku pasti bakal lebih mengunggulkan tokoh yang seharusnya nggak diunggulkan hanya gara-gara dia tokoh kesukaanku.

Yang terakhir. Karena bagian cerita favoritku itu pasti bukan klimaks konflik. Jelas secara tokoh favoritku itu tokoh-terbelakang, aku pasti suka semua bagian cerita yang ada dia-nya. Dan kebanyakan, klimaks konflik buku favoritku itu nggak melibatkan tokoh favoritku.

Jadi aku nggak bener-bener buat itu dari hati(?). Mungkin aku harus mendewasakan diri dulu biar bisa menilai-buku-favoritku-secara-keseluruhan.

Daripada malah melenceng dari topik ‘review’ karena aku malah mengunggulkan satu tokoh yang bukan utama, makanya dari awal aku terbuka aja. Aku mau menceritakan tentang tokoh favoritku dan bagian cerita favoritku.

***

Note: Paragraf pembukaan selesai. Masuk ke isi postingan.

Judul bukunya Red Haired Snow White.
Namanya Obi.
http://40.media.tumblr.com/150015713b9ed702088c2a9d254f9ca6/tumblr_nskxqnKfC11ur58p8o1_500.jpg
by neneko. source here

Dia ganteng(???) /TENDANG. Oke, faktanya, ada empat tokoh yang (ceritanya) lebih ganteng dari dia, dan dia seharusnya nggak dianggap ganteng, tapi kutekankan lagi ya, dia tokoh favoritku (dan lebih baik ingat itu selama baca paragraf ini sampai selanjutnya). Karena semua tokoh cowok di kebanyakan cerita pasti ganteng, jadi nggak aneh juga, sih. Lanjut, ya. (satu paragraf bahas ganteng doang!).

Dia pembunuh bayaran. Tugasnya, membunuh Shirayuki, si tokoh utama, gadis berusia delapan belas tahun yang bekerja di istana sebagai apoteker. Di sini diceritakan, Shirayuki akrab sama Zen, pangeran istana, dan mereka saling suka. Hubungan itu ditentang sama beberapa bangsawan di istana karena status sosial Zen dan Shirayuki beda jauh. Salah satu bangsawan istana menyewa pembunuh bayaran dan nyuruh si pembunuh bayaran, Obi, untuk membunuh Shirayuki itu.

Usaha pembunuhannya gagal (wajarlah, secara tokoh utamanya siapa gitu lho), dia dijebak sama Zen dan beberapa pengawal pribadi pangeran bersama dengan si bangsawan. Si bangsawan itu dimaafkan, dan Obi dihukum untuk jadi pelayan Zen sampai masa hukumannya berakhir. Begitulah ceritanya bagaimana Obi bisa ‘masuk ke dunia si tokoh utama’.

http://40.media.tumblr.com/73d8cdf42609b84aafea4bd49d4beb9f/tumblr_ngsjv8cxBC1tbpb55o1_1280.png
Zen & Obi

Setelah masa hukumannya berakhir, Obi sudah diperbolehkan untuk keluar istana. Tapi ternyata, Obi pergi keluar istana mendadak dan tanpa ijin, dan nggak pulang lagi sampai seminggu lebih. Begitu dia muncul lagi di istana, pangerannya marah, kan, karena dia cuma dibolehin keluar selama dua hari.
Tapi, ketika aku memberimu ijin untuk keluar istana, aku memikirkan kemungkinan kau tidak akan kembali ke sini. Tapi kau kembali.
—Zen to Obi
Zen bilang kayak gitu, dan dia mulai ada sedikit rasa kepercayaan ke Obi. Karena bukan nggak mungkin begitu Obi dikasih ijin keluar istana, dia nggak bakal balik lagi, kan. Tapi ternyata Obi balik :’) (mulai, nih, mihak tokoh favorit). Akhirnya Zen ngasih Obi tugas lain: jadi pengawal pribadinya Shirayuki, karena Zen kan nggak bisa ngawasin si gadis 24/7 secara dia juga punya kesibukan. 

https://40.media.tumblr.com/91317d07d4784cfa30e7229fff1ed15c/tumblr_nv59yakEO21qdnejeo1_1280.jpg
Obi dikasih pilihan sama Zen

Alhasil deh, Obi ngekor Shirayuki mulu kayak anak kucing XD Bantuin ngeracik obat-obatan, nemenin ke perpustakaan, ngambil tanaman herbal, ikut mikir, sampai si gadis-tokoh-utama itu mulai naruh percaya juga.
Kalau tahu ada Obi, aku bisa tenang.
Kalau bersama Obi, aku tidak perlu memasang perlindungan apapun.
Akagami no Shirayukihime zen shirayuki Obi Welcome
Shirayuki bilang makasih ke Obi

Lalu sampai Zen bener-bener udah percaya, suatu hari ketika Shirayuki diundang ke kerajaan sebelah seorang diri, Zen nugasin Obi aja yang ngelindungin. Lalu waktu berikutnya, ketika Shirayuki ditugasin ke daerah paling utara yang jauh, Zen nyuruh Obi nyusulin.

Lama-lama, mereka sering bertiga ke mana-mana. Zen, Obi, sama Shirayuki. Karena Obi ini pembunuh bayaran dan suka keliaran sebelum ditugasin ke istana, dia punya banyak temen setiap kali mereka bertiga pergi ke suatu daerah. Dan siapapun itu, temen lamanya Obi, pasti selalu nganggap Obi itu beda dari yang sebelumnya.

http://40.media.tumblr.com/c3d64cbfb8556fccee0e780744d4c026/tumblr_noormlE8BG1tbpb55o1_r1_400.pnghttp://41.media.tumblr.com/b7a2d975d83873822d567d6a5dfab85b/tumblr_noormlE8BG1tbpb55o2_400.png
Obi bantuin ngeracik

Sampai suatu hari, pas mereka bertiga bermalam di suatu penginapan, Obi diem-diem pergi karena diajak ketemuan sama temen lamanya itu di suatu tempat. Dia nggak pulang sampai paginya. Mereka cuma ngobrol di suatu rumah kosong, dan intinya, temen lamanya itu nyuruh Obi balik ke kehidupannya yang lama sebagai pembunuh bayaran dan keliaran ke sana-kemari.
Aku sudah kenal kamu lama. Setahuku, kamu itu benar-benar profesional. Mengobrol dengan siapapun tanpa sungkan-sungkan, dan tidak pernah terlalu dekat dengan siapapun juga. Atau, Obi, mungkinkah kamu tipe yang susah pergi kalau kelamaan menetap?
Tapi kenyataannya, Obi tuh bukannya nggak mau pergi. Tapi, dia ngerasa kalau dia nggak bisa pergi. Tapi di tengah-tengah pembicaraan, mereka tertangkap basah sama Zen dan Shirayuki yang nyari ke rumah kosong ini. Alhasil temen lamanya Obi itu kabur, dan Obi dimarahin habis-habisan. Tapi, Obi bukannya dimarahin karena pergi di tengah-tengah tugas mengawal. Obi dimarahin karena dia nggak ijin sama sekali.
Tolong lebih sadar akan sekelilingmu. Kalau kamu tidak berada di tempat kamu seharusnya berada, akan ada orang-orang yang mengkhawatirkanmu.
Waktu Obi dibilangin kayak gitu, dia tiba-tiba sadar sesuatu. Itu emang kutipan yang bagus, sih XD Semacam untuk sekumpulan persahabatan, yang salah satu di antara mereka ngerasa dia nggak dilahirkan untuk dicintai atau dia lagi pengen sendirian, pasti sahabatnya bakal nyariin terlepas dia mau dicari atau enggak, kan. Makanya waktu temennya ngajak dia lagi, dia mulai yakin kalau dia nggak mau lagi jadi pembunuh bayaran.
Rasanya seperti satu bagian diriku telah kutempatkan di sebelah mereka, dan bagian diriku itu telah diterima tanpa aku bisa berbuat apa-apa.
Obi itu hanya (walaupun aku nggak mau mengakui ‘hanya’-nya sih) tokoh yang sebelumnya jadi pembunuh bayaran tapi kemudian memutuskan untuk menetap di istana dan mengabdi di sana. Intinya, sih, itu. Intinya.

Kenapa aku suka Obi?

Akagami no Shirayukihime zen shirayuki Obi hard
HAHAHA =))

Karena Obi itu pengawal yang setia. Dia selalu ngelakuin apapun yang Zen atau Shirayuki mau. Bahkan saking Zen percaya Obi bakal langsung matuhin perintahnya, dia kalau manggil Obi tinggal teriak, "Obi! Dalam sepuluh detik, kemari!" dan Obi bener-bener trus langsung di depannya=)) Apa yang Zen mau, apa yang Shirayuki mau, Obi pasti langsung ngejalanin itu.

https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/736x/96/fd/20/96fd20f54b318ee29444b6b003251db4.jpg   http://40.media.tumblr.com/4ed098b60f8f5ae925bce4912344a14a/tumblr_noqfv8J8Ok1qhioh6o2_250.png
bukti Obi loyal ke Zen :')

Obi itu tipe pengawal yang suka menyelesaikan tugasnya diem-diem. Waktu ada musuh yang nyatain kalau dia nggak suka sama Zen dan Shirayuki, Obi ini bisa nyamperin dia dan nggak ketahuan siapapun, trus bilang, "Kalau kamu melukai mereka berdua, aku akan mencekik lehermu dengan syal yang kamu pakai," dan ngebuat musuhnya langsung bertekuk lutut lol XD

Seperti biasa, ini yang harus kita semua tau, Obi itu suka sama Shirayuki. Tapi, beda sama karakter di cerita lain sebagai orang ketiga yang sukanya ngejar-ngejar tanpa peduli tindakannya itu bisa melukai perasaan dan menimpulkan persaingan bagi yang lain, Obi mutusin buat nggak ngejar Shirayuki dan bahkan nggak pengen yang lain tau tentang itu. Dia nyembunyiin perasaannya.

 
suka banget :')

Kenapa(3)? Karena Obi tau itu yang terbaik buat Zen sama Shirayuki. Kalau mereka berdua senang dengan itu, Obi tau kalau sebagai pengawal pribadi yang udah mengabdi ke mereka, dia harus dukung. Makanya, Zen sama Shirayuki juga tenang banget kalau Obi bersama mereka.

Obi seneng banget kalau sama Shirayuki :')

Credit gambar: google, pinterest, theworldofshirayuki.tumblr

You Might Also Like

0 comment(s)