random

Perhatikan Sekelilingmu.

Rabu, Desember 30, 2015

Apa, sih, artinya jaman sekarang?

.

.

/krik krik/

Salah, salah-_-

Itu kalimat yang salah.

Maksudnya, aku cuma pengen menggambarkan jaman sekarang di mana teknologi udah maju, di mana kebanyakan anak-anak itu sukanya main hape, ke mana-mana pasti buka hape, jarang bersosialisasi sama orang di sekitarnya. Aku masih inget waktu aku kelas 6 SD masa-masa gabut-setelah-UN, nyoba bis Trans Jogja yang waktu itu masih baru dan masih dalam masa percobaan, aku sama ralafadi jalan-jalan keliling jogja.

Aku bawa hapeku di saku, dan itu hape pertamaku. Karena SD Muh CC nggak boleh bawa hape, makanya aku juga baru dibeliin hape pas udah nggak terikat(?) sama sekolah. Di bis, kenalan sama bapak-bapak, Pak Nu, namanya. Lamaa banget. Dan sejauh yang aku lihat, waktu itu nggak ada orang sibuk dengan hapenya. Walaupun pada nggak ngobrol, seenggaknya pada nggak mainan hape. Pada merhatiin jalanlah, ada juga yang ngobrol, dan lain-lain.

Sekarang udah nggak ada. Maksudku, ada sih anak SD yang naik TJ, tapi udah nggak ada yang ngajak ngobrol orang-orang di sebelahnya. Kenapa? Ada tiga faktor. Anak SD nya asyik main hape, orang di sebelahnya asyik main hape, atau dua-duanya yang asyik main hape (atau dua-duanya marahan/?).

Aku sering liat di suatu rumah makan, dua orang pacaran malah sibuk main hape. Maksudnya mau gimana, sih? Mereka ngobrol lewat hape? Yaaa secara aku nggak tau mereka gimana dan emang nggak boleh kan ya asal menghakimi orang kalau cuma lihat dari satu sisi doang, tapi kan yaa, kalau bisa ngobrol kenapa enggak? Mereka ketemuan dan makan bareng buat ngobrol, kenapa malah main hape?


Tuh, lihat gambar di atas. Apa asyiknya jalan-jalan sama orang yang kayak gitu? Kasihan ceweknya, dia sengsara(?) QAQ Di rumah, si cowok kerjaannya main game melulu. Di manapun. Ngajak jalan-jalan juga cuma ke toko game, dan intinya tiada hari tanpa game. Memang sih nggak ada pengkhianatan ke cewek lain atau gimana, tapi kalau dia bersikap ke ceweknya kayak gitu, apa dia layak disebut sebagai manusia? Nggak ada sikap toleransi antar sesama?

.

.

/krik krik/
/bahasamu ras/

Aku nggak berniat menggurui gimanapun, sih, aku juga orang yang suka mainin hape kalo situasi lagi canggung atau biar aku nggak keliatan sendirian. Aku kan, juga bagian dari jaman sekarang. Tapi kalau dipikir-pikir, kalau sampai kelewatan, sampai ke mana-mana main hape, nggak bisa pisah dari hape dan lain-lain, miris juga T^T

buku

Bukan Review. Ini Obi.

Kamis, Desember 24, 2015

http://49.media.tumblr.com/217a5ee77ef86582828710f280d333ec/tumblr_nlkax4IoWH1rc8aawo9_540.gif

Note: Ini rangkaian paragraf pembukaan.

Maaf, sebenernya melalui postingan ini, aku berencana me-review buku. Jadi, aku mau menilai suatu buku secara keseluruhan, ngasih kekurangan, kelebihan, sama komentarku terhadap buku itu. Sekalian latihan buat tugas bahasa Indonesia juga, sih, soalnya tiap dua minggu sekali harus buat resensi buku selama semester satu.

Jujur aja, sih, selama dikasih tugas itu, aku nggak pernah sekalipun pakai buku favoritku (walaupun disuruh ngeresensi buku favorit).

Kenapa? Karena aku nggak bisa menilai buku favoritku secara keseluruhan.

Mungkin masih ada sisi kekanakanku di sini ya. ‘Menilai secara keseluruhan’ itu berarti kita nggak boleh memihak pada setiap tokoh. Netral. Tokoh utama yang mana, tokoh pihak baik yang mana, tokoh pihak jahat yang mana, nasibnya mereka gimana, ceritanya gimana. Sementara kalau aku udah menentukan suatu buku jadi buku favoritku, itu berarti aku punya karakter favorit, bagian cerita favorit, dan yang paling parah, sudah mengimajinasi gimana plot cerita itu seharusnya (anak fanfiction mah gitu-_-).

Makanya itu, kalau disuruh buat ngeresensi buku favorit... aku bakal ada konflik batin sendiri. Beneran. Bisa sih aku ‘membuang diriku bentar’ buat bikin resensi buku ini.. tapi nanti adanya cuma:
Tema keseluruhan baik. Plot menarik.
Klimaks konflik kurang.
Itu aja. Kenapa(2)?

Karena tokoh favorit yang kusukai itu pasti ‘tokoh terbelakang’. Misalnya cerita cinta segitiga, aku pasti suka sama orang ketiga. Misalnya tentang persahabatan-empat-orang, aku pasti suka sama ‘sahabat sebelumnya tokoh-bukan-utama’. Dan yang paling parah, kalau tentang perang-perangan, aku pasti suka sama ‘tokoh-bukan-utama-di-pihak-jahat’. Udah bukan utama, di pihak jahat lagi-_- Jadi, kalau aku buat resensi buku tentang buku favoritku, aku pasti bakal lebih mengunggulkan tokoh yang seharusnya nggak diunggulkan hanya gara-gara dia tokoh kesukaanku.

Yang terakhir. Karena bagian cerita favoritku itu pasti bukan klimaks konflik. Jelas secara tokoh favoritku itu tokoh-terbelakang, aku pasti suka semua bagian cerita yang ada dia-nya. Dan kebanyakan, klimaks konflik buku favoritku itu nggak melibatkan tokoh favoritku.

Jadi aku nggak bener-bener buat itu dari hati(?). Mungkin aku harus mendewasakan diri dulu biar bisa menilai-buku-favoritku-secara-keseluruhan.

Daripada malah melenceng dari topik ‘review’ karena aku malah mengunggulkan satu tokoh yang bukan utama, makanya dari awal aku terbuka aja. Aku mau menceritakan tentang tokoh favoritku dan bagian cerita favoritku.

***

Note: Paragraf pembukaan selesai. Masuk ke isi postingan.

Judul bukunya Red Haired Snow White.
Namanya Obi.
http://40.media.tumblr.com/150015713b9ed702088c2a9d254f9ca6/tumblr_nskxqnKfC11ur58p8o1_500.jpg
by neneko. source here

Dia ganteng(???) /TENDANG. Oke, faktanya, ada empat tokoh yang (ceritanya) lebih ganteng dari dia, dan dia seharusnya nggak dianggap ganteng, tapi kutekankan lagi ya, dia tokoh favoritku (dan lebih baik ingat itu selama baca paragraf ini sampai selanjutnya). Karena semua tokoh cowok di kebanyakan cerita pasti ganteng, jadi nggak aneh juga, sih. Lanjut, ya. (satu paragraf bahas ganteng doang!).

Dia pembunuh bayaran. Tugasnya, membunuh Shirayuki, si tokoh utama, gadis berusia delapan belas tahun yang bekerja di istana sebagai apoteker. Di sini diceritakan, Shirayuki akrab sama Zen, pangeran istana, dan mereka saling suka. Hubungan itu ditentang sama beberapa bangsawan di istana karena status sosial Zen dan Shirayuki beda jauh. Salah satu bangsawan istana menyewa pembunuh bayaran dan nyuruh si pembunuh bayaran, Obi, untuk membunuh Shirayuki itu.

Usaha pembunuhannya gagal (wajarlah, secara tokoh utamanya siapa gitu lho), dia dijebak sama Zen dan beberapa pengawal pribadi pangeran bersama dengan si bangsawan. Si bangsawan itu dimaafkan, dan Obi dihukum untuk jadi pelayan Zen sampai masa hukumannya berakhir. Begitulah ceritanya bagaimana Obi bisa ‘masuk ke dunia si tokoh utama’.

http://40.media.tumblr.com/73d8cdf42609b84aafea4bd49d4beb9f/tumblr_ngsjv8cxBC1tbpb55o1_1280.png
Zen & Obi

Setelah masa hukumannya berakhir, Obi sudah diperbolehkan untuk keluar istana. Tapi ternyata, Obi pergi keluar istana mendadak dan tanpa ijin, dan nggak pulang lagi sampai seminggu lebih. Begitu dia muncul lagi di istana, pangerannya marah, kan, karena dia cuma dibolehin keluar selama dua hari.
Tapi, ketika aku memberimu ijin untuk keluar istana, aku memikirkan kemungkinan kau tidak akan kembali ke sini. Tapi kau kembali.
—Zen to Obi
Zen bilang kayak gitu, dan dia mulai ada sedikit rasa kepercayaan ke Obi. Karena bukan nggak mungkin begitu Obi dikasih ijin keluar istana, dia nggak bakal balik lagi, kan. Tapi ternyata Obi balik :’) (mulai, nih, mihak tokoh favorit). Akhirnya Zen ngasih Obi tugas lain: jadi pengawal pribadinya Shirayuki, karena Zen kan nggak bisa ngawasin si gadis 24/7 secara dia juga punya kesibukan. 

https://40.media.tumblr.com/91317d07d4784cfa30e7229fff1ed15c/tumblr_nv59yakEO21qdnejeo1_1280.jpg
Obi dikasih pilihan sama Zen

Alhasil deh, Obi ngekor Shirayuki mulu kayak anak kucing XD Bantuin ngeracik obat-obatan, nemenin ke perpustakaan, ngambil tanaman herbal, ikut mikir, sampai si gadis-tokoh-utama itu mulai naruh percaya juga.
Kalau tahu ada Obi, aku bisa tenang.
Kalau bersama Obi, aku tidak perlu memasang perlindungan apapun.
Akagami no Shirayukihime zen shirayuki Obi Welcome
Shirayuki bilang makasih ke Obi

Lalu sampai Zen bener-bener udah percaya, suatu hari ketika Shirayuki diundang ke kerajaan sebelah seorang diri, Zen nugasin Obi aja yang ngelindungin. Lalu waktu berikutnya, ketika Shirayuki ditugasin ke daerah paling utara yang jauh, Zen nyuruh Obi nyusulin.

Lama-lama, mereka sering bertiga ke mana-mana. Zen, Obi, sama Shirayuki. Karena Obi ini pembunuh bayaran dan suka keliaran sebelum ditugasin ke istana, dia punya banyak temen setiap kali mereka bertiga pergi ke suatu daerah. Dan siapapun itu, temen lamanya Obi, pasti selalu nganggap Obi itu beda dari yang sebelumnya.

http://40.media.tumblr.com/c3d64cbfb8556fccee0e780744d4c026/tumblr_noormlE8BG1tbpb55o1_r1_400.pnghttp://41.media.tumblr.com/b7a2d975d83873822d567d6a5dfab85b/tumblr_noormlE8BG1tbpb55o2_400.png
Obi bantuin ngeracik

Sampai suatu hari, pas mereka bertiga bermalam di suatu penginapan, Obi diem-diem pergi karena diajak ketemuan sama temen lamanya itu di suatu tempat. Dia nggak pulang sampai paginya. Mereka cuma ngobrol di suatu rumah kosong, dan intinya, temen lamanya itu nyuruh Obi balik ke kehidupannya yang lama sebagai pembunuh bayaran dan keliaran ke sana-kemari.
Aku sudah kenal kamu lama. Setahuku, kamu itu benar-benar profesional. Mengobrol dengan siapapun tanpa sungkan-sungkan, dan tidak pernah terlalu dekat dengan siapapun juga. Atau, Obi, mungkinkah kamu tipe yang susah pergi kalau kelamaan menetap?
Tapi kenyataannya, Obi tuh bukannya nggak mau pergi. Tapi, dia ngerasa kalau dia nggak bisa pergi. Tapi di tengah-tengah pembicaraan, mereka tertangkap basah sama Zen dan Shirayuki yang nyari ke rumah kosong ini. Alhasil temen lamanya Obi itu kabur, dan Obi dimarahin habis-habisan. Tapi, Obi bukannya dimarahin karena pergi di tengah-tengah tugas mengawal. Obi dimarahin karena dia nggak ijin sama sekali.
Tolong lebih sadar akan sekelilingmu. Kalau kamu tidak berada di tempat kamu seharusnya berada, akan ada orang-orang yang mengkhawatirkanmu.
Waktu Obi dibilangin kayak gitu, dia tiba-tiba sadar sesuatu. Itu emang kutipan yang bagus, sih XD Semacam untuk sekumpulan persahabatan, yang salah satu di antara mereka ngerasa dia nggak dilahirkan untuk dicintai atau dia lagi pengen sendirian, pasti sahabatnya bakal nyariin terlepas dia mau dicari atau enggak, kan. Makanya waktu temennya ngajak dia lagi, dia mulai yakin kalau dia nggak mau lagi jadi pembunuh bayaran.
Rasanya seperti satu bagian diriku telah kutempatkan di sebelah mereka, dan bagian diriku itu telah diterima tanpa aku bisa berbuat apa-apa.
Obi itu hanya (walaupun aku nggak mau mengakui ‘hanya’-nya sih) tokoh yang sebelumnya jadi pembunuh bayaran tapi kemudian memutuskan untuk menetap di istana dan mengabdi di sana. Intinya, sih, itu. Intinya.

Kenapa aku suka Obi?

Akagami no Shirayukihime zen shirayuki Obi hard
HAHAHA =))

Karena Obi itu pengawal yang setia. Dia selalu ngelakuin apapun yang Zen atau Shirayuki mau. Bahkan saking Zen percaya Obi bakal langsung matuhin perintahnya, dia kalau manggil Obi tinggal teriak, "Obi! Dalam sepuluh detik, kemari!" dan Obi bener-bener trus langsung di depannya=)) Apa yang Zen mau, apa yang Shirayuki mau, Obi pasti langsung ngejalanin itu.

https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/736x/96/fd/20/96fd20f54b318ee29444b6b003251db4.jpg   http://40.media.tumblr.com/4ed098b60f8f5ae925bce4912344a14a/tumblr_noqfv8J8Ok1qhioh6o2_250.png
bukti Obi loyal ke Zen :')

Obi itu tipe pengawal yang suka menyelesaikan tugasnya diem-diem. Waktu ada musuh yang nyatain kalau dia nggak suka sama Zen dan Shirayuki, Obi ini bisa nyamperin dia dan nggak ketahuan siapapun, trus bilang, "Kalau kamu melukai mereka berdua, aku akan mencekik lehermu dengan syal yang kamu pakai," dan ngebuat musuhnya langsung bertekuk lutut lol XD

Seperti biasa, ini yang harus kita semua tau, Obi itu suka sama Shirayuki. Tapi, beda sama karakter di cerita lain sebagai orang ketiga yang sukanya ngejar-ngejar tanpa peduli tindakannya itu bisa melukai perasaan dan menimpulkan persaingan bagi yang lain, Obi mutusin buat nggak ngejar Shirayuki dan bahkan nggak pengen yang lain tau tentang itu. Dia nyembunyiin perasaannya.

 
suka banget :')

Kenapa(3)? Karena Obi tau itu yang terbaik buat Zen sama Shirayuki. Kalau mereka berdua senang dengan itu, Obi tau kalau sebagai pengawal pribadi yang udah mengabdi ke mereka, dia harus dukung. Makanya, Zen sama Shirayuki juga tenang banget kalau Obi bersama mereka.

Obi seneng banget kalau sama Shirayuki :')

Credit gambar: google, pinterest, theworldofshirayuki.tumblr

bleepy

New Skin!

Selasa, Desember 22, 2015

Sekarang, seperti yang kalian ketahui, tampilan blogku ganti! XD Hampir satu jam aku cari-cari skin blog baru di blogskins, tapi kok yang menurutku bagus udah pernah kupakai, ya-_- Kalau nggak kupakai ke blogku sendiri, ke blognya temenku yang minta tampilan blognya aku yang pasang, atau blog kelas tujuh sama kelas delapan dulu. Makanya itu aku akhirnya move on (cie) ke google!

Yaps, aku cuma cari aja "best free skin" dan itu membawaku ke tema ini! Awalnya gambarnya bukan balon, awalnya kesannya suram(?). Trus aku ganti dan sama aja. Sebenernya sih, pengen aku pasang di awal tahun, tapi sekalian aja deh, hadiah buat Bleepy karena aku ulang tahun :3


Itu ucapan-ucapan selamat ulang tahun. Jadi, beberapa orang yang tidak mau disebutkan namanya walaupun aku tau :))) buat bintang-bintangan gitu trus ditulisin ehehehe :"") Aku seneng :")

Tapi aku juga sedih sih XD Akhirnya selama aku buat quotes-quotes dan kutulis "Rasya, (masih) 15" itu harus berakhir sampai di sini TvT Karena sekarang umurku udah 16 tahun! Sama kayak umurnya Khusnul, adek kelasku yang ulang tahunnya juga tanggal 17 Desember, lol XD Akhirnya aku dapet orang yang ultahnya tanggal 17 Desember tahun 1999 :") Selama ini nemu dua orang tahunnya 1998 sihh :")

H+1 ulang tahun, aku nonton Star Wars! Di JCM ternyata sepi ehehe:")) Itu film Star Wars yang pertama kutonton dari awal sampai akhir, lol, jadi aku nonton itu aku nggak ngerti apa-apa(?) dan sekarang aku jadi ngerti semuanya(?).

Jadinya, merayakan pergantian usiaku ini... Bleepy ganti penampilan deh! {}

jurnal

Jurnal: Survei Pelantikan?!

Selasa, Desember 08, 2015

Akhirnya ada kejadian yang menyenangkan minggu ini! XD

Yap. UAS anggep aja udah selesai (hari ini masih ada UAS Dasar Penelitian). Tapi yaa, kebanyakan dari kita udah mulai menganggap semuanya bebas dan kita bisa ngapa-ngapain. Aku sebenernya ada acara, sih, jam empat harus ke Gamabox soalnya mau ada rapat. Tapi aku juga bingung dari jam sebelas sampai jam empat itu aku ngapain ;_;

Trus, tiba-tiba ada rejeki(?). Ifah, Wardah, sama Lisa nyamperin aku yang lagi di lobby. Mereka bilang, kalau mereka bakal survei lokasi pelantikan ekskul jurnalistik hari ini. Motornya ada empat, yang belum ada boncengan masih dua XD Dadakan banget sebenernya, tapi kan aku emang nggak gabung grup pelantikan jurnal (KENAPA. AKU DI SINI MASIH BINGUNG BANGET NAPA AKU GAK DIMASUKIN HA /ras).

Habis dhuhur, kita berangkat. Aku bonceng Isna. Wardah bonceng Lisa. Ifah bonceng Bagas. Suryo bonceng Wisha.

(((Suryo bonceng Wisha)))
"Yang cewek siapa yang cowok siapa?!" -Rasya, (masih) 15 tahun, pelajar. *ras*
Trus, kita berhenti di Indomaret. Aku nggak ada duit, jadinya ntar minta aja makanan yang dibeli para pembelanja(?). Habis itu biar nggak bosenin, ada pergantian boncengan. Aku sama Wisha, Ifah sama Isna, Wardah tetep sama Lisa, Suryo sama Bagas. Dari sini, kita balapan sampai lokasi pelantikan.

Wisha kecepatannya sampai 80 km/jam-__- Aku setiap kali buka kaca helm buat ngomong, bibirku langsung kering-_- Aku aja sangsi kayaknya Bagas lebih cepet lagi deh. Lah, Wisha tuh balapan sama Bagas lol. Aku sama Suryo para pembonceng yang geregetan sendiri...

Akhirnya kita sampai juga di lokasi pelantikan! Lokasi pelantikannya enak bangeeeet:"") Pedesaan gitu. Lalu kita di dalem rumah nentuin nanti pembagian kamar buat putri, putra, kakak kelas alias kita di mana, lalu 'aula' ntar di mana. Habis itu, kita jalan-jalan ke luar, nentuin pembagian pos dan yang jaga siapa, dan nanti isi posnya ngapain.

Kalau jelasin suasananya, takutnya spoiler ke adek kelas yang baca blogku *siapa* Pokoknyaaa suasananya keren bangeeet XD Serem juga, lol, itukan yang terpenting(?).

Selesai nentuin pos, kita kehujanan, padahal belum sampai rumah. Kita ngiyup di rumah budhe nya Isna:)) Di sana kita ngerepotin banget hahaha. Numpang makan, numpang ngemil, numpang minum, numpang gelar tiker buat diskusi, numpang boboan, berasa rumah sendiri-_- Nah, trus, karena di sana udah jam tiga-an..... aku baru sadar kalau aku telat makan-__-

Yap. Aku maag, deh. Bersalah banget, sekarang gantian aku yang ngerepotin mode parah-_- Akhirnya aku boboan, nyusul Suryo, Lisa, Wisha yang udah boboan duluan. Boboan sebentar, habis itu udah enakan (enakannya juga cuma sebentar, tapi ya pokoknya enakan lah). Habis itu hujan berhenti, trus balik ke lokasi.

Di sana, kita sholat ashar sambil rapat(?). Soalnya rukuh cuma satu, jadi gantian-gantian gitu. Di sana kita sekalian sharing-sharing soalnya ada yang pengen aku omongin juga ke mereka;__; Trus udah kan. Habis itu aku diboncengin Wisha sampe pulang ke rumah, karena rumahku dan rumahnya Wisha emang deket :3

Nah. Kan dibagi rombongannya jadi dua. Aku-Wisha, sama Suryo-Bagas (NOT AGAIN...). Kita BARU belokan pertama, dan kita udah ambil belokan yang SALAH-_- trus kita balek lagi ambil jalan yang satunya. Eh, ternyata jalan yang satunya itu malah makin salah-__- jadi jalan yang kita ambil tadi tuh sebenernya malah yang bener-_-

Habis itu, di belokan yang kedua..... kita juga salah._. Mulai nyasar kan-_- aku udah berimajinasi sampai yang serem-serem(?) /plak. Akhirnya Suryo sama aku turun, tanya ke orang. Baru dijelasin jalan mana yang bener. Dan sampe situ aku sama Wisha baru mikir, kalo orang-orang bakal ngeliat kita berempat itu aneh. Kejadian boncengan empat orang yang harusnya "dimanfaatkan" sebagai boncengan ala double-couple; cowok-cewek cowok-cewek.... kenapa malah jadinya cewek-cewek cowok-cowok -___-

Trus... di tengah-tengah perjalanan... sebenernya maagku kambuh lagi sih._. Aku belom makan apa-apa sejak sarapan. Tapi ya bisa ditahan kok, daripada aku ambruk itukan nggak lucu banget. Lalu, di perempatan, aku-Wisha tau kalau di situ, Suryo-Bagas bakal terus dan aku-Wisha belok kiri. Tapi mereka nggak tau-_-

Kebetulan pas itu lagi lampu ijo, jadi si Suryo-Bagas langsung meluncur lurus gitu aja tanpa noleh walaupun Wisha udah ngeklakson banyak banget sampe diliatin orang-orang-_- Aku juga udah manggil-manggil, tapi mereka nggak ngerasa berdosa sama sekali udah tlonyor gitu aja hmbz-_- Akhirnya yaudahlah. Wisha nganter aku pulanggg:")

Itu udah malem banget:") Tapi aku seneng:"))))

dedicated to

Temen Sesaat

Sabtu, Desember 05, 2015

Aku punya temen sesaat.

Oke, kalimat pertamanya aneh. Soalnya, sampai sekarang nggak ada kabar dan kita nggak sempet mengucapkan sampai jumpa lagi--yah, kita juga nggak pernah secara resmi bilang halo, sih. Sekarang juga udah nggak ada kabar. Jadi, memang namanya gitu; temen sesaat.

Dia penjual Cokola Blend di Belakang KFC (BK) depan sekolahku.

Aku bukan anak-BK, sih. Jadinya, aku nggak sesering temen-temenku yang lain yang suka nongkrong di sana. Yaa walaupun kalau aku ke BK, aku pasti beli Cokola Blend, tapi pasti ada temenku yang lebih sering beli di sana.

Aku dan dia, awalnya sama kayak dia dengan temen-temenku yang lain yang beli di sana; sebatas pembeli dan penjual. Aku juga jarang ke sana. Ketemuanpun, cuma beberapa kali, nggak sampai belasan. Aku suka banget minuman yang dia buat. Itu minuman aneka rasa, lalu kita milih dua topping gitu. Simpel, sih, aku milih rasa coklat lalu toppingnya chocochip-kali-tiga. Soalnya aku jenis toppingnya sama, makanya aku minta tambahan satu sendok lagi.

Yaa, mungkin gara-gara itu, dia jadi hapal aku. Seenggaknya, walaupun aku jarang pesen, tapi dia udah tau aku mau pesen apa setiap kali aku dateng. Nggak pernah ngobrol soal hal yang penting, kok, cuma sebatas nggak ada kembalian lembaranlah, sedotannya jatuh, tutupnya kekecilan, pake plastik apa enggak, cuma seputar itu aja.

Lalu, di hari kesekian, aku coba aja ajak dia ngobrol. Awalnya, dia masih nganggap aku ikut campur urusan orang, yaaah emang aku salah tanya sih ;_; jadi kesannya kepo dan pengen tahu gitu. Dia awalnya jawab asal-asalan, mungkin ngiranya aku cuma basa-basi atau mau sok akrab aja. Tapi, ya, jawabannya dia bikin aku penasaran(?).

Akhirnya, aku mulai agak sering ke sana. Duitku habis XD *salahnya* Lama-lama, dia mulai nyapanya "Heii" dan mulai tanya-tanya gimana pelajaranku di sekolah. Aku bilang aja apa adanya, trus dia juga cerita soal dia. Lalu, aku mulai dibolehin bikin minumku sendiri XD Ini seruuu banget. Aku suka. Sebenernya, biasa, sih, dan aku jadi berasa kekanakan. Tapi, dia itu berasa kakak perempuanku, jadi mau nggak mau kalau sama dia aku jadi manja(?) kayak adik.

Aku ambil gelas plastiknya, lalu aku isi es sampai setengahnya, terus dikasih air dikit, trus dikasih air gula. Dimasukin ke blendernya. Habis itu aku diajarin bedain plastik-plastik tiap rasa. Bubuk coklat tuh yang mana, vanilla yang mana--trus aku masukin seplastik ke blender. Habis itu aku tutup blendernya, pegangin tutupnya, trus pencet angka 2. Kalau udah, pencet angka 0, lalu tuangin ke gelas plastiknya lagi.

Aku buatnya keenceren sih._.v Oke, lanjut. Satu-dua kali aku masih ke sana.

Habis itu, sampai ke minggu mendekati UAS. Aku mulai jarang ke sana. Fyi, bukannya aku belajar kok(?) Ngumpulin laporan praktikum, ngerjain tugas seni budaya, garap semua tugas yang tenggat waktunya sebelum UAS dan pulang sekolah udah sore, jadinya nggak sempet ke BK. UAS udah tinggal hari Seninnya, sementara hari itu, hari Kamis.

Kamis, 26 November 2015, sekitar jam 16:20

Aku dateng ke BK, sebelum dijemput. Aku beli, seperti biasa, sih, es coklat toppingnya chocochip-kali-tiga. Trus, tiba-tiba dia bilang:

"Besok aku pulang."

Itu... aku berasa syok banget._. Hampir bertepatan dengan itu, di BK, ada anak SMA yang lagi ketawa-ketawa serombongan gitu, trus mecahin piring, dan itu berasa backsound(?). Kan, dia asalnya bukan dari daerah sini, dia dari Jawa Timur. Dia bilang, tergantung penjemputnya, mau jemput dia hari ini atau besok. Kalau jemputnya hari ini, dia pulang hari ini dan ini pertemuan yang terakhir. Kalau jemputnya besok, berarti ini jadi pertemuan yang kedua-terakhir._.

Trus, aku bilang,

"Bisa jadi besok, kan? Kalau gitu, besok aku ke sini!"

Di situ... yah. Barulah kita melakukan metode yang seharusnya dilakukan ketika awal-awal bertemu: tanya nama masing-masing. Aku bilang, namaku Rasya. Dan dia, namanya Rahayu--aku manggilnya Mbak Rahayu. Kita belum ngucapin sampai jumpa lagi karena ngerasa besok masih bisa ketemu.

Ternyata enggak._.

Oke, jadi ceritanya selesai sampai di sini. Habis itu, ya, karena nggak ketemuan lagi, aku nggak bisa kontak-kontakan sama Mbak Rahayu. Akhirnya, aku cuma bisa buat tulisan di blog tentang temenku itu, di sini. He-he.

Sukses terus, ya, Mbak :3