award

Juara 1 Mading!

Sabtu, Agustus 29, 2015

Hari ini bener-bener hari yang membahagiakan buatku, Lusi, Chika, dan Fatma. Udah sejak lama kita bersiap-siap buat ikutan lomba mading, buat artikelnya lah, ini-itu sampai setiap pulang sekolah pasti ketemuan di kelasnya Lusi a.k.a EP, demi membahas mading. Dan akhirnya, perjuangan yang "nggetih"—kata Natta, akhirnya membuahkan hasil! Kita juara satu lomba mading!

Oke, kayaknya kalau langsung ngasih tau berita utamanya, jadi nggak asik ya. Jadi, hari Sabtu tadi, kita berempat, sama Wardah dan Embun yang ikut lomba baca puisi udah pakai baju putih-abu-abu dan almamater. Kita skip sejak jam pelajaran pertama sampai pulang sekolah, jadi intinya kita skip seharian! Aku bisa lolos dari mata pelajaran dasar penelitian kesekiankalinya lagi, tapi kali ini dengan cara yang profesional(?) XD

Lalu, seperti biasa, kita dianterin Pak Pey naik mobil sekolah! Kalau pas lomba blog aku belum pernah duduk di depan, hari ini aku yang duduk di depan sebelahan sama Pak Pey. Ternyata duduk di depan itu nuansanya beda, ya. Kita dianterin sampai gedung Vokasi UGM, depannya Kopma. Sampai sana, ada perwakilan yang ikut pembukaan, dan lainnya ke ruangan lain buat siap-siap.

Aslinya, yang perwakilan ikut pembukaan itu Lusi, karena Lusi ketuanya. Tapi kita bisa curi start dulu dengan cara Lusi ikut siap-siap biar langsung bagi-bagi tugas, dan aku yang ikut pembukaan._.v Pembukaannya itu cuma dikasih tau blablabla, dan jargonnya juga yang aku udah lupa gimana nyanyinya. Habis itu, aku kenalan sama ketua tim SMA Muhammadiyah 2 YK, tapi nggak tau namanya:")

Lalu, di ruangan, yak, benar-benar perang fisik dan psikis sampai titik darah penghabisan. Mental juga diuji. Masalahnya, sekolah-sekolah yang lain itu bener-bener serba kerlap kerlip, ada yang 3D, dan minimal pakai gabus-gabusan. Sementara SMA 6 itu main tempel aja, bener-bener gepeng dan 2D banget gitu. Tapi yang bikin nilai plus, kita lengkap seartikel-artikelnya. Aku antara nggak pede sama pede, sih, liat mading kita sebenernya=))


Ini foto kelompok 2, alias kelompok Muda Wijaya! Chika lagi nggambar ilustrasi utamanya. Lusi lagi nulis editorial, Fatma lagi buat profil, lalu aku yang pakai pin tulisan "2" itu lagi mau buat ilustrasi buat artikel yang baru aku baca. Hehe, aku dapet foto ini dari @himakomsiugm, tweetnya, "kelompok 2 semangat yaaaa" :3

Habis itu ishoma, dan pengumuman. Sebelum pengumuman itu ada pentas akustik gitu. Tapi karena di ruangan TM nya nggak kebagian kursi, akhirnya kita berempat nggak liat pentas akustik dan malah jalan-jalan sambil mengakrabkan diri(?). Lalu kita balik ke tempat TM, dan dengerin pengumuman lomba puisinya di luar ruangan TM.

Menjelang pengumuman lomba mading, panitia-panitia yang baik hati nyediain empat kursi buat kita berempat. Mading cuma ada dua pemenang. Juara yang kedua itu kelompok Muhammadiyah 2. Pas pengumuman juara satu..... yah, gitu, deh. Nggak nyangka banget bisa menang:")) Hehehe:""3

 

Ini mading kita, hehe. Kalau dilihat-lihat, rapi juga sih xD Sekarang madingnya ditempel di depan perpustakaan :3 
 

Ini kita di depan mading kita. Urut dari kiri ke kanan, ada Chika, Lusi, Fatma, aku :3 Betewe, besok Senin insyaAllah kalau ada upacara, kita berempat maju, ehehehe. Oh iya, ngomong-ngomong, buat sebagai penutup, aku mau nambahin sesuatu.

Jadi, kemarin tanggal 26 Agustus, Lisa ulangtahun. Aku udah ngasih hadiah ke Lisa, sih, yang sama sekali nggak aku bungkus(?) dan kalau kalian pengen liat, kado itu dipasang di tasnya Lisa{} Namanya Reddy. Kepanjangannya Ballred With Polcadot(?). Dan artinya cukup jelas: aku ngasih Lisa gantungan tas yang bentuknya bunder warna merah ada bulet-buletnya.

Aku ngasih Lisa warna merah, soalnya itu warna tasku. Reddy ini punya saudara, loh. Namanya Bluiy(?). Cirikhas saudara, marganya pasti sama, kan? Nah, Bluiy ini nama panjangnya Ballblue Without Polcadot.w. Yaps, walaupun marganya sama, tapi jelas beda: karena Bluiy ini bentuknya bunder biru dan nggak ada bulet-buletnya. Biru ini warna tasnya Lisa xD

Lalu aku mau ngasih foto penutup.


(.... kabur.)

banyak cerita

Ke AdiTV—dan byt.

Rabu, Agustus 26, 2015

Hari ini, jam delapan malam, aku, Alya, sama Maskun, ada di AdiTV.

Sebenernya aku malu, sih, bilangnya XD Sebenernya (juga), bertiga itu udah janjian biar nggak saling ngasih tau ke orang-orang. Aku ngasih taunya ke blog kok._.v Nah, aku mau cerita apa yang ada di balik televisi, sama bagaimana cerita perjalanan kita bertiga, setelah di sini, aku udah cerita soal kita bertiga yang juara dua Lomba Artikel Blog Kesehatan.
 
Nah, aku skip pelajaran itu sejak jam Kimia, habis istirahat pertama. Lalu dianter pakai mobil sekolah sama Pak Pey lagi! :") Bedanya, kalau kemarin yang mendampingi kita bertiga itu Pak Eko, kalau sekarang yang nemenin Pak Bambang alias Pak Bongzu, guru Prancis kebanggaan anak kelas EP dulu. Yang tau AdiTV nya malah maskun, dan kita kebablasen=))

Wew, mungkin karena faktor terlalu semangat, tim SMA 6 sampai duluan. Lalu disusul anak SMA 5, lalu anak SMA 4, sama anak SMA Taman Widya atau apa gitu aku lupa namanya. Ternyata sebelum sesi tanya-jawab, kita semua itu ditanyain mau tanya apa. Jaga-jaga kalau pertanyaannya terlalu sulit atau menghindari konsekuensi sang bintang tamu tidak bisa jawab pertanyaannya gitu.
Aku: Oh, ternyata pertanyaannya itu dikasih tau duluan, ya?
Maskun: Masih mending. Di *piip*, kita malah disodorin pertanyaannya. Jadi yang mau tanya silakan acungkan tangan, lalu nih pertanyaannya silakan dibaca.
Baru disitu aku mengetahui apa sebenernya yang terjadi di balik dunia televisi. Yah, pas aku nonton semacam talkshow gini aku juga udah kepikiran sih kalau itu pasti nggak murni bener-bener sesi tanya-jawab, tapi aku nggak nyangka juga kalau ternyata emang bener-bener, er... agak palsu.

Lalu, setiap sekolah kan disuruh nanya. Nah, karena SMA 6 dateng pertama, jadi disuruh tanya pertama. Sebenernya itu Alya yang aku sama Maskun suruh tanyaaaa. Tapi Alya nggak mau megang mic-nya, dan salahku sendiri kenapa aku mau nerima micnya pas disodorin sama Pak Candra. Pak Candra itu kepala kru AdiTV kayaknya, soalnya dia yang ngekoordinir segalanya. Kenapa aku tau namanya? Soalnya setiap kali ketemu orang, Pak Candra itu selalu ngajak jabat tangan dan lalu bilang, "Yak, panggil saya Candra, saya yang... (ini kayak robot kata-katanya, jadi tersistematis dan aku malah gak nyimak)."

Pulangnya, kita makan-makan! Kita makan soto di sekitar wilayah kampus Sanata Dharma. Habis itu kita pulang sekitar jam 2an, dan udah pada pulang gitu, deh kelasnya. Aku langsung ke mushola soalnya aku harusnya bantu-bantu ngewawancara anak kelas sepuluh yang pengen masuk rohis. Chika pengen masuk rohis betewe=))

Itu udah hampir selesai, tapi untungnya aku kebagian satu anak yang belum diwawancara. Dia anak taekwondo dan aku nggak bilang ke dia kalau aku bakal jadi mentornya dia pas mentorin Jumatan ntar=))

byt : banyak yang terjadi. Masih singkatan baru dan kayaknya belum familiar.

Sebenernya nggak banyak yang terjadi sih. Oh, iya, kemarin aku bantuin Rani jaga pos Sit-Up di aula, buatt anak-anak kelas sepuluh yang minat PDT. Jadi inget tahun lalu aku sit-up sama Mangga, dan kita sit-up dengan cara yang sangat curang(?) =))

banyak cerita

Tugas, Kerjaan, Pikiran, dan Hal Lain.

Rabu, Agustus 19, 2015

Aku nggak mau seenaknya bilang kalau aku sibuk, sih, hanya saja ini bukan saat yang tepat untuk update blog, karena masih banyak tugas yang menumpuk, masih banyak kerjaan yang bahkan aku belum ada niat untuk memulai, atau memikirkan hal-hal yang kalau dipikirkan akan membuat sakit kepala tiba-tiba, atau hal lain.

Kalau soal tugas, seharusnya yang kulakukan adalah membuka browser dan mencari hal-hal mengenai "Struktur dan Fungsi Jaringan Hewan". Tugas Biologi, kelompok empat. Aku di kelas XI IPA 6 sekarang, dan anggota kelompoknya ada aku, Vira, Febri, Raka, dan Uli. Ada pembagian tugas buat masing-masing anggota, sih, tapi... yah. Begitulah.

Lalu soal kerjaan. Alhamdulillah, walaupun deg-degan, tahun ini aku jadi mentoring buat anak kelas sepuluh. Tiap hari Jumat semua anak putri yang muslimah dianjurkan buat ikut mentoring. Aku udah mengalami itu selama kelas sepuluh. Sekarang, seperti biasa sesuai kata pepatah,

"Hidup itu berputar. Yang berganti hanyalah sudut pandang.", 

Aku sekarang jadi mentornya. Mbak Cho selaku mentor-senior, ngebebasin aku mencari asisten mentor sendiri. Asisten mentornya, ya, anak seangkatanku. Aku udah menawarkan ke beberapa temen, sayangnya pada menolak. Harusnya aku disaranin biar cari asisten mentornya anak IPS, biar bisa menyesuaikan jadwal IPA-ku kalau-kalau ada hari di mana tabrakan sama praktikum.

Selanjutnya, soal mikir-hal-yang-kalau-dipikirkan-akan-sakit-kepala. Sebenernya, cuma sakit kepala aja, sih. Untungnya aku masih bisa tetep di luar bersikap tenang... kadang-kadang. Jadi, ada suatu event di SMAku di mana aku jadi koor usaha dana di sana. Yah, sesuai pepatah tadi, karena selama kelas sepuluh aku udah jadi usaha dana dua kali, makanya ini hanya pergantian sudut pandang lagi. Lalu, sebenernya nggak begitu stres, sih. Cuma anggaran dana nya aja yang kejam. Agak. Mungkin.

Yang terakhir, soal hal lain. Tadi, ekstrakurikuler kelas sepuluh sudah mulai. Yang membuka ekstrakurikulernya masih guru pembimbing. Guru pembimbing jurnalistik, Pak Eko. Tapi, Pak Eko ngebolehin aku buat "curi start" dari anggota jurnal angkatanku yang lain, buat nemuin anak-anak jurnalistik kelas 10. Cuma bentar, kok. Dikasih waktu lima menit. 

Jujur aja, aku nggak tau mau ngomong apa :') Baru dateng, belum ngatur napas, eh Pak Eko udah ngenalin aku yang jadi ketua jurnal lalu ditepuktanganin, kan jadi bingung.. dan salting juga._. Anak-anak kelas 10 yang ikut jurnalistik jumlahnya 14 orang, dan sementara masih putri semua. Semoga ketambahan dari anak KIR yang mlipir. Aku cuma ngomong soal jurnalistik, mading, lomba reporter JIHW, prestasi (untung punya), sama majalah depazter. 

Lalu, hal lain lagi. KACA, rubrik di Surat Kabar Kedaulatan Rakyat, buat lomba cerpen di Jogja Japan Week yang besok diadain di GSP. Aku jadi panitia di sini. Jadi sekretaris :3 Sempet disuruh buat jadi peserta aja karena ini event nasional, cuma karena aku ngejar pengalaman aja, sih, jadi aku mikir kalau panitia bakal dapet banyak pengalaman. Kan, aku juga seringnya nggak menang kalau ikut lomba cerpen, jadi aku mau coba merubah-sudut-pandang buat tau yang dipengenin juri itu yang kayak gimana.

Eng.. Sudah, kayaknya.

Oh, iya, aku dulu pernah cerita soal aku, Alya, dan Maskun, yang ikut lomba Blog-Artikel dalam rangka Hari Tanpa Tembakau Sedunia di Dinas Kesehatan, kan? Alhamdulillah, juara dua waktu itu. Lalu, alhamdulillah lagi, kita bertiga diundang sama Dinas Kesehatan lagi, buat ikut siaran di AdiTV, besok Kamis. Jam setengah dua belas. 

Wah, kalau Olimpiade Indonesia Cerdas sudah memperbolehkanku "mejeng", sekarang Dinas Kesehatan ngasih aku kesempatan buat bener-bener siaran di TV. Belum pernah soalnya, wkwk. Kalau KACA di Kedaulatan Rakyat, juga sudah ngasih pengalaman buat siaran dua kali, tapi di radio 107.2 FM.

Doain... semoga aku nggak ambruk, ya, lol :')

bleepy

Update Wattpad

Senin, Agustus 17, 2015

Bytheway, Happy Independence Day 2015!

Selamat ulang tahun Indonesia, ke 70! Spesial sekali kali ini, karena 17+8+45=70. Sesuai dengan arti kemerdekaan; bebas, harapanku untuk Indonesia semoga Indonesia dapat berdiri di atas kaki sendiri, tidak membutuhkan bantuan negara lain apalagi sampai dimanfaatkan oleh negara lain itu sendiri.

Sudah sekian lama aku nggak update wattpad. Sudah sekian lama juga aku nggak nulis. Hampir setengah bulan, dan aku nggak membiarkan itu terjadi. Banyak banget ilham-ilham yang muncul di kepalaku. Ada yang ide cerita, sekilas plot, tapi kebanyakan, sih, beberapa patah kata untuk judul. Salah satu sekilas plot membuatku akhirnya mulai menulis dan mengupdate cerita di wattpad!

(Padahal ada dua cerita wattpad yang belum kelar.)

Title : Heroine

Summary :

"Jadikanlah aku tokoh utama."

Namaku Shelly Miklira. Aku biasa dipanggil Shelly. Di sekolah, aku sangat sibuk, benar-benar 'sibuk' yang tak terbayangkan. Aku menjadi panitia di berbagai event, dan, begitulah. Aku memanfaatkan aktivitasku di sekolah dengan sebaik-baiknya.

Namun, ada satu hal, impian yang ingin kuwujudkan setiap detiknya.
Aku ingin menjadi tokoh utama. Dan kehidupanku di sekolah sebagai anak sibuk dan populer bukanlah hal yang tokoh utama butuhkan. Namun sesuatu yang lain, sesuatu yang lebih berkarakter.

Hingga saat itu datang. Di mana aku terbangun di pagi hari, dan mendapati bahwa aku terlempar ke dimensi berbeda dari yang kutinggali sekarang. Sekejap sajalah, aku dikenal dengan Shelyssa Miklira dan dipanggil Lisa, seorang gadis sok modis yang menyebalkan, suka meludah ke semua orang miskin, dan hobi mempermainkan perasaan.

Namun, Lisa menyuruh semua orang di sekolah memanggilnya dengan sebutan "Heroine"—tokoh utama wanita. Dan di sinilah aku, berusaha memperbaiki diri, berusaha membuktikan pada semua orang bahwa aku memang seorang tokoh utama, sebagai satu-satunya rasa terimakasihku padanya.

Categories : ChickLit
Tag : comedy, fantasy, school, school-life, teenlit

Belum aku update di navigation "Wattpad", sih. Nunggu complete dulu, hehe. Buka linknya dan baca, ya. Aku bakal seneng banget kalau ada yang memberi kritik-saran atau favorite.

Ngomong-ngomong, aku dulu pernah bilang (atau bukan di blog ini, ya?) kalau aku nggak pinter dalam hal nama orang. Aku bisa buat tokoh dan karakterisasinya, tapi aku nggak tau dia namanya apa. Aku jatuh cinta sama nama "Miklira" dan nama pendeknya "Miki", jadi aku hampir selalu pakai nama itu setiap kali ada kesempatan.
Lalu, aku mau bicara beberapa kalimat lagi, yang aku harap ini bisa menyelamatkan nyawaku. 

Kesamaan nama (nah) atau mungkin—hanya mungkin—juga kesamaan karakterisasi (ras, jangan membahayakan dirimu lebih dari ini) itu hanyalah kebetulan. Bukannya aku melakukan itu tanpa sengaja, tapi itu hanya (sekali lagi) kebetulan.
Lalu, ini buat bleepy. Dan buat semua yang baca.

Menurut kalian, pasti bahasaku aneh, kan? Rasanya agak lebih baku, atau lebih kaku, atau apapun. Sebenarnya, aku kadang-atau-sering memang suka bahasa yang kayak begini. Tapi aku nggak mau ngaku ke bleepy atau ke semua orang karena ini agak bukan-bagian-dariku-yang-aku-inginkan-ada-padaku. 

Aku pernah kayak begini juga waktu kelas 2 SMP dan aku baru sadar itu sebuah kesalahan ketika naik kelas 3. Aku nggak mau itu terulang lagi dan lebih parah dari sebelumnya—istilah menipu diri sendiri, atau menipu diri dari bleepy, atau semua orang. Aku belum punya keberanian buat nyebutin satu per satu apa yang kusembunyikan dari bleepy-atau-semua-orang, tapi lama-kelamaan ada postingan di blog ini yang benar-benar jujur tentang semua itu.

Jadi, apabila itu tidak masuk hitungan, aku akan memulai kejujuran yang pertama.

Aku suka namaku. Mungkin.
Maksudku, aku suka—suka—namaku.