PPB 20.0 : Pembagian Zakat Fitrah SMA N 6 YK

Selasa, Juli 07, 2015

Hari ini, jam sembilan pagi, aku ada di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Aku mampir ke ruang Wakil Kepala Sekolah alias Waka, nemuin Pak Fathoni sama dipanggil Pak Eko. Keluar dari ruang Waka, aku sempet liat tiga-empat anak berseragam SMP, nggak tau mereka ada urusan apa. Kelihatannya, sih, berkaitan dengan seragam, gitu.

Pak Fathoni selaku pembimbing pembagian zakat fitrah, ngasih aku daftar nama karyawan SMA 6 yang harus mendapat pembagian zakat fitrah. Yang bikin ini jadi makin ngebebani adalah, semua nama karyawannya itu nggak tau kalau mereka bakal dapet zakat fitrah dan suruh ambil di perpustakaan, jadi aku harus nyari semuanya satu per satu dan bilang suruh ambil zakat di perpustakaan.

Nggak mungkin, kan, aku ngelakuin itu semua sendirian? Waktu itu baru aku yang dateng TvT Masalahnya, ya, sama kayak murid sewajarnya, aku tau wajah-wajah cleaning service atau petugas penjaga laboratorium, tapi, kan, bukan berarti aku hapal namanya, kan? Pak satpam yang suka dipanggil Pak Pey aja, aku nggak tau nama aslinya siapa—karena "Pey" adalah nama yang aku cari di daftar pertama kali.

Aku jalan-jalan ke lobby dulu, kan. Nah, untungnya aku ketemu sama Mas Imam dan Mas Arifin. Akhirnya mereka berdua yang mengambil tugas itu dan Mas Imam nyuruh aku jaga di perpustakaan. Aku pinjem buku perpustakaan, kan, novel judulnya "Kedai 1001 Mimpi". Waw, agak seneng juga, sih, aku jadi anak yang pertama ngisi di "Daftar Buku Pinjaman Siswa XI" :')) Berasa anak perpus banget, wew:')

Lalu, Pak cleaning service yang awalnya aku gak tau namanya—Pak Sigit—dateng sebagai penerima zakat pertama. Aku kasih, kan, berasnya. Lalu nyusul Pak Purwanto—Pak Pur—sama Pak Sutopo—Pak Pey; nah aku pernah denger sih kalau Pak Pey itu kepanjangannya Pak Sutopo. Lalu aku jadi mulai agak kenal sama nama-nama karyawan yang aku cuma tau wajahnya aja:') Bapak-bapak yang jaga di gudang, yang biasanya dipanggil "Pak-Pak Gudang", ternyata namanya Pak Suhono:') Lalu, Pak Eko yang aku sebut Pak Eko-versi-koplak *sya*, ternyata namanya Pak Eko Nugroho:))

Di tengah-tengah karyawan-karyawan SMA 6 mulai berdatangan itu, ada Mbak Ayu :') Mbak Ayu lalu nemenin di perpustakaan, jadinya aku nggak sendirian dan kedinginan(?) deh {} Selanjutnya di saat perpustakaan sudah mulai sepi lagi, Pak Fathoni datang dan memberi kami dua surat. Satunya dari Yayasan Nidaul Jannah, satunya dari Masjid Al-Hikmah *yaampun aku hapal*

Jadi, masjid dan yayasan itu ngasih surat permohonan pemberian zakat fitrah. Pak Fathoni bilang, dua surat ini tolong di telpon CP nya dan bilang suruh ambil beras di perpustakaan SMA 6, masing-masing sepuluh karung beras alias lima puluh kilo. Yang nelpon Mas Imam, kan. Mas Imam udah bilang ke aku kalau dia bilang ke penerima telponnya kalau yang jaga zakat itu "Rasya", tapi ya... aku lupa._.

Dan gara-gara itu aku nggak ngeh waktu ada pak-pak tak dikenal yang datengin perpustakaan lalu bilang ke aku, "Ada Mbak Reza?" ._. Aku kan bingung, selain karena aku lupa kalo pak-pak yang dateng ke perpus suruh nemuin seseorang bernama Rasya, aku juga nggak inget kalau orang susah menyebutkan namaku dengan benar saat pertamakali bertemu._.

Mbak Ayu juga bingung, kan. Petugas perpustakaannya.. eh, oke, nggak asik kalau aku bilang dengan label "petugas perpustakaan" sementara aku udah tau namanya—Pak Samsodin dan Pak Anton Triwibowo *nama panjangnya juga lol* ngiranya Mbak Rika—mbak Rika itu yang pakai baju merah hari ini. Aku tanya ke bapaknya, kan, "Mbak Rika, Pak?" gitu, dan bapaknya bilang lagi agak nggak enak, "Mau ambil zakat.."

"...."

OH.

Mbak Rasya maksudnya=)))) 

*sindrom kekurangan Aqua lagi kumat, nih*

Akhirnya gantian aku yang nggak enak, kan-_- Mbak Ayu juga ketawa:)) Lalu, pak-paknya yang ternyata dari Yayasan Nidaul Jannah ngasih surat tanda terima dan surat tugas. Habis itu, mulai sepi lagi. Lalu Pak Fathoni bilang, kalau ada saudara atau murid SMA 6 yang kekurangan dan butuh zakat, bilang aja nggak papa lalu ambil sini langsung. 

Nah, beberapa menit pas Pak Fathoni pergi, ada bapak-bapak, namanya Pak Supardi. Beliau bilang kalau adiknya butuh zakat. Untung, deh, Pak Fathoni udah ngasih ijin sebelumnya, jadi, ya, aku kasih. Lalu Mas Imam bilang kalau Masjid Al-Hikmahnya bakal dateng besok, jadi pulang aja nggak papa. Oke, deh, lalu selesailah hari ini, aku sampai rumah jam setengah tiga sore~

P/S
Btw, novel Kedai 1001 Mimpi itu bagus banget! Aku ketagihan bacanya, ceritanya mengalir gitu dan tetep koplak XD Mungkin kalau aku udah selesai bisa aku review di sini, kalau aku lagi nggak tau mau ngeposting tentang apa :3

Sincerely, 
Rasya Swarnasta

#PakPolisiBlog 

You Might Also Like

0 comment(s)