PPB 2.0 : Kajian Akbar Palestina

Jumat, Juni 19, 2015

Sebenarnya ini postingan buat kemarin, tapi karena kemarin aku udah posting blog, jadi aku nulisnya hari ini aja, hehe. Ngomong-ngomong, postingan ini didedikasikan untuk PPB alias Pak Polisi Blog, yang mempunyai kepanjangan sebagai berikut: Padakacarma Poso-Poso Nulisi Blog. Maksudnya, (calon) anggota Kaca tetep nulis blog setiap hari selama puasa! XD

Apa yang terjadi kemarin?

Di hari pertama puasa, aku harus sudah sampai Masjid Mujahidin Universitas Negeri Yogyakarta jam tujuh pagi. Walaupun mulainya baru jam sembilan, tapi, ya, panitia harus udah siap di sana duluan. Ini termasuk salah satu acaranya Ramadhan di Sekolah atau RdS. Karena aku tugas utamanya mengelola blog, jadi aku nggak harus ngeliput semua agenda RdS.

Nah, yang ngeliput agenda kemarin itu Salmon. Aku sama Salmon baru dikasih tau tepat setelah kita selesai mencari-cari informasi dan mencatat hal-hal yang kita kira penting. Jadi, ya, karena di catatanku udah banyak poin-poin hasil jarahan meliput, daripada nggak berguna, aku pakai aja sebagai penambah-penambah di blog ini.

Kemarin Kamis, 18 Juni 2015 jam 09.00 sampai jam 12.00, ada Kajian Akbar Palestina, yang bertempat di Masjid Mujahidin UNY. Kajian Akbar Palestina nya itu mendatangkan langsung ulama Palestina, Syaikh Muhammad Ali M. Nafi, yang diterjemahkan oleh Muhammad Rizaldi. Tema Kajian Akbarnya itu pakai tema utama RdS, “Pelajar Qurani, Peduli dan Berbagi.”

Acaranya dibuka dengan baca al-Quran QS. Al-Isra’ ayat 1-10. Lalu ada sambutan Ketua Farohis, Ahmad Ahsan. Ada sambutan Ketua RdS, Aswar S. Yoga. Lalu ada sambutan Ketua KNRP (Komisi Nasional Rakyat Palestina), Ust. Resti Rahman. Ada kutipan beliau (karena emang disuruh ambil kutipan dari kata-katanya beliau):
“Semakin banyak generasi muda mengetahui ini (maksudnya tentang Palestina yang sedang dalam masa perang dan kondisi butuh pertolongan) maka akan semakin besar aset yang dapat membantu membebaskan Palestina dari penguasaan orang-orang zionis Yahudi Israel.”
Setelah sambutan itu, disajikan video. Tentang bagaimana keadaan saudara-saudara kita yang ada di Palestina. Entah kenapa, kalau aku pribadi, aku lebih ngerasa tersentuh waktu awal-awal, waktu ledakan bom di mana-mana. Daripada yang bagian akhir, bagian yang cuplikan-cuplikan foto menarik simpati yang dikasih backsound sedih gitu. Tapi ya tetep aja tersentuh, sih :’)

Habis video, ada juga pembacaan surat dari Nia Monica, SMA N 1 Depok. Jadi ada seleksi surat untuk Palestina, dan suratnya Nia ini yang masuk surat terbaik. Suratnya dibacain oleh Zufar. Baru, deh, habis itu kajian akbarnya. Lalu tanya jawab, lalu sudah.

(Kenapa kajian akbar yang jadi judulnya malah diceritain superdikit di sini-_-)

(Ya kan biar judulnya terkesan alim._.)



AKU MAU CERITA YANG KOPLAK XD

Menurutku, sih, ini koplak dan inilah yang menjadikan kajian akbar Palestina nya berkesan =)) Jadi,di penutup kajian akbarnya itu, dilelang dua lukisan yang harga tiap lukisannya dua juta. Awalnya sih nggak ada yang mau, tapi begitu pola pikir mereka diubah jadi nanti-urunan-aja-satu-sekolah, langsung, ada satu yang mau.

SMA IT Abu Bakar xD Tepuk tangan xD

Lalu, setelah berunding singkat, satu sekolah ini membuat panas suasana.

SMA Negeri 1 Yogyakarta :’3

Sebenernya nggak gitu buat panas, sih, soalnya niat mereka nggak ada maksud cari gara-gara sama sekali XD Niat SMA 1 murni shaleh dan berjuang di jalan suci. Yang cari gara-gara itu SMA habis dia. SMA yang begitu SMA 1 ini ngajuin diri, suasana masjid yang harusnya tenang dan anggun malah jadi riuh-riuh gempar kayak genderang mau perang. Ngebuat lukisan yang aslinya cuma ditawarin dua, langsung ngelunjak.

SMA Negeri 3 Jogja xD

Nah, pas SMA 3 ngajuin diri, aku baru ngakak=)) dan nggak cuma aku yang ngakak=)) lol banget, nggak cuma di akademis dan kemampuan intelektual, tapi di kondisi yang agamis dan rohanis kayak gitu, mereka sempet-sempetnya aja nggak berhenti buat cari ribut=))

Then, begitu ada lukisan lagi yang ditawarin, SMA lain nongol.

SMA Negeri 8 Jogja...

Sumpahh ini hiburann banget di awal puasa:”)) Ngakaknya itu mereka tuh mau unjuk kepameran nama sekolah (aku yakin pasti sebagian diri setiap orang dari mereka berniat kayak gitu) tapi ya mereka tuh saling sebut nama sekolah dengan super-lantangnya itu demi kebaikan membeli lelangan lukisan dua juga gitu lho XD

Lalu, habis itu ada lagi yang ngajuin diri mau beli lukisan. Tapi komunitas mana gitu.. yang jelas, aku nggak begitu dengerin karena ikut berunding mengenai hal yang akan terjadi berikut ini: yang mau beli lukisannya lagi.

SMA 6..................

Harus dipancing gitu dulu, ya, baru sekolahku mau ikutan(?) =)))) Sebenernya dua juta itu antara banyak dan enggak, sih, tergantung urunannya. Tinggal kumpulin dua ratus orang lalu suruh urunan sepuluh ribu. Kalo aku inget kejadian itu bener-bener.. selama penyebutan nama SMA Jogja itu berasa saling tebar kilatan petir di udara gitu loh XD Oke, terimakasih untuk kalian ini, Teladan, Padz, Delyot, Namche:3.... Yaampun seneng banget bisa pulang dalam keadaan ngakak =)))

Oke, sudah, ya.


Sincerely, 
Rasya Swarnasta

Pak Polisi Blog 2.0

You Might Also Like

0 comment(s)