PPB 7.0 : MW Journalistik Club 017

Rabu, Juni 24, 2015

Di saat aku bingung mau nulis apa untuk malam hari ini, ada sebuah pertanyaan yang bikin aku ketawa salah tingkah mampir di kolom pertanyaan ask.fm ku:


Sampe detik ini aku nggak punya gambaran dia ini siapa._. Soalnya aku emang nggak begitu suka nebak(?). Oke, karena aku ngerasa bentar lagi kenaikan kelas *emang* dan MWJC 017 pada tahun ajaran besok akan bertemu dengan MWJC 018 dan kedudukan akan berganti menjadi kakak kelas - adik kelas, maka aku ngerasa harus menjawab dengan jawaban yang berkesan :')

Pada awalnya, MWJC 017 alias Muda Wijaya Journalistic Club 2017 ini jumlahnya sembilan orang, kayak Laskar Pelangi kurang satu deh. Waktu pertemuan pertama dan pembentukan pengurus itu, cuma aku satu-satunya anak dari kelasku. Bisa dibaca di sini, kok. Sejak saat itu sampai sekarang, banyak banget sukaduka di jurnalistik yang ngebuat anggota berkurang dan bertambah sekaligus. Sekarang anggotanya ada empat belas orang, dengan pembimbing kami tercinta, Mbak Lei :')

Jadi, aku harus ngedeskripsiin mereka satu-satu. Oke. Urut kelas dan nomor absennya, ya.
  • Ahimsa Wardah Swadeshi (Wardah)
Wardah ini termasuk anggota jurnalistik yang masuk kloter kedua. Dengan senang hati menyumbang Depazter di bagian puisi, karena puisi-puisi yang dia buat itu aduhai sungguh indah sekali :') Wardah juga yang manggil pembimbing tercinta jurnalistik, Mbak Lei, dengan panggilan Bu Lei yang aku aja awal denger itu ngiranya "Bule" ._. 
  • Aivi Lusiana Tyaswuri (Lusi)
Lusi ini anggota jurnalistik yang masuk kloter ketiga. Menyumbang Depazter di bagian pencerahan Islam, jadi minta materinya ke guru agama gitu. Lusi juga ngeliput Kemah Bakti, dan salut banget di saat yang lain pada sibuk-sibuknya kemah, Lusi sempet membuka catatan buat mencatat kegiatan-kegiatan untuk materi hasil rilis :') 
  • Khalisa Afifah (Lisa)
Lisa, termasuk anggota jurnalistik yang masuk kloter kedua, barengan sama Wardah. Sebagian alasan masuk jurnalistik karena ada aku HAHAHA. Atau karena aku paksa juga, sih. Buat Depazter besok ini, Lisa nyumbang seputar ekstrakurikuler Teater bareng Bagas. Sama buat artikel hiburan sama Mangga. Entah ini aib atau enggak, dia kelewat bahagia sampai nangis waktu dilantik dan resmi jadi anggota MWJC :') Oke, terhura aku jadinya, Lis :')
  • aku. lanjut.
  •  Shelly Primanggara Wardhani (Mangga)
Mangga, anggota jurnalistik yang masuk kloter ketiga, barengan sama Lusi. Sebagian alasan masuk jurnalistik karena ada aku dan Lisa =)) Karena Mangga ini anak PDT, jadinya buat Depazter dia ngeliput tentang PDT, sendirian XD Oke, selama proses pembuatan aku temenin sih :3 Udah aku ceritain di bagian Lisa, sih, kalo Mangga juga buat artikel hiburan barengan sama Lisa.
  • Wisha Puti Maulidina (Wisha)
Oke, Wisha ini anggota jurnalistik yang masuk kloter kedua. (Kenapa daritadi nggak ada yang kloter pertama, sih.) Aku mengandalkan dia sejak pertama kali dia masuk, karena Wisha ini gambar digitalnya benar-benar bikin iri banget :') Wisha ini sangat berjasa dalam pembuatan mading, karena latar belakangnya pasti dia yang buat. Wisha barengan sama aku buat liputan Hiking Club.
  • Widya Purnama Sari (Sasa)
Lompat ke 10-3. Satu-satunya anak dari kelasnya yang ikut jurnalistik. Sasa ini anggota jurnal dari awal :') Karena Sasa anak paduan suara, dia buat artikel hiburan Senandung Adiwiyata, barengan sama Isna. Sasa juga sama Wardah buat liputan ekstrakurikuler MWJC XD Sebenernya ini artikelnya awalnya nggak ada yang mau, karena kalo dipikir ulang, buat liputan tenang ekskul sendiri itu beban banget orz
  • Latifah Nur Hikmah (Ifah)
Ifah juga anggota jurnalistik dari kloter pertama :') Sama kayak Sasa, Ifah juga satu-satunya anak dari kelasnya, 10-4, yang ikut ekskul jurnalistik ini. Di majalah Depazter, Ifah ini menyumbang cerpen. Ifah juga berjasa dalam mencari guru agama Hindu buat minta pencerahan agama Hindu. Udah aku ceritain di awal pas bagiannya Lusi, Ifah juga ngeliput Kemah Bakti.
  • Annisa Wijarani U (Rani)
Merambat ke kelas 10-5. Rani ini anggota jurnalistik kloter pertama banget. Aku tambahin 'banget' karena ekskul jurnal pada pertemuan yang 'bener-bener pertama' itu anggotanya cuma dua orang, salah satunya Rani. Soalnya yang lain pada nggak tau lokasinya di mana, termasuk aku :') Rani buat liputan ekstrakurikuler PMR barengan sama Fatimah. Rani juga nyumbang artikel resensi buku buat Depazter.
  • Bagas Prakoso Ginting (Bagas)
Selama kloter satu dan kloter dua, Bagas ini tetap teguh memegang posisi sebagai anggota laki-laki satu-satunya. Yah, aku sendiri nggak yakin dia laki-laki apa bukan, sih. Bagas nyari guru agama Kristen, minta materi buat pencerahan agama Kristen. Bagas juga bantuin Lisa buat liputan ekskul Teater. Buat kalian yang cuma kenal Bagas sepintas doang, kalian nggak tau kalau cerpen-cerpen yang dibuat sama Bagas.... benar-benar kompleks dan antiklimaks :'))  
  • Fathimah Dhafiratul Fida (Fatimah)
Ini dia rekan Rani yang jadi anggota lain dari kloter pertama 'banget'. Karakter aslinya Fatimah itu pendiam, tapi seenggaknya di jurnalistik dia mulai bisa berekspresiSenyum, ketawa, yah itu karena didukung sama suasana jurnal yang waktu itu ngakak pas cerpennya Bagas dibacain. Di Depazter, Fatimah membuat artikel Opini 'Bolehkah Berjalan ke Belakang?' yang dia kerjakan seorang diri. Lalu, Rani bantu dia buat liputan ekstrakurikuler PMR.
  • Alya Puspita (Alya)
Sebenernya, awalnya, sih, 10-6 itu tiga orang, sama kayak kelas 10-4. Namun karena adanya suatu hal, Alya jadi satu-satunya anggota jurnal dari 10-5 yang tetap mempertahankan keaktifannya, dari kloter pertama dia masuk sampai sekarang. Alya ini benar-benar sangat diandalkan dalam pembuatan artikel nonfiksi, karena dia jagonya di situ. Keren banget waktu artikel yang dia buat yang bisa ngejadiin SMA 6 juara dua itu dia tulis tanpa tengok google sama sekali :') Makanya itu, sama kayak Fatimah, Alya buat Opini 'Peran Masa Lalu Pembangun Masa Depan' yang dia kerjain sendirian.
  • Raden Bagus Suryo (Suryo)
Langsung lompat ke 10-8. Suryo... anggota jurnalistik kloter-setelah-ketiga. Sebenernya nggak bisa disebut kloter, sih, karena hanya dia seorang :)) Suryo ini cari guru agama buat minta materi pencerahan Katolik untuk Depazter. Bareng Wardah, Suryo wawancara Pak-Pak Gudang(?) buat profil karyawan. Walaupun terlambat jadi anggota, tapi dia sangat rajin karena tetep ngumpulin tugas yang padahal tugas itu dikasih sebelum dia masuk :')
  • Izdihara Nur Khalisa (Ara)
Ke 10-9. Ara ini anggota jurnalistik kloter ketiga, barengan sama Lusi dan Mangga. Ara membuat artikel seputar Try Out Namche, TOP UP. Dia kalau buat cerpen nggak bisa disuruh langsung saat itu juga, harus dia pikirkan matang-matang. Dan hasilnya bener-bener apik :') Ada monolog pembukaannya segala, keren deh XD Kalimat pertama dari cerpennya Ara yang paling aku suka, "Kau dan aku bagaikan tangen 90 derajat; tak terdefinisi." Padahal Ara ini sebelumnya anak IIS, tapi bisa ngebuat kalimat yang matematikanya kerasa banget XD

Oke, buat tambahan, aku mau nyeritain juga soal pembimbing jurnalistik yang sangat kami cintai ini.
  • Mbak Arnindhita Lei
Angkatan-angkatan kelas atas manggilnya Mbak Dhita. Tapi waktu di angkatanku, Mbak Dhita sendiri bilang kalo lebih suka dipanggil Mbak Lei, makanya akhirnya angkatanku manggilnya Mbak Lei. Alumni SMA 6 yang sekarang kuliah di Psikologi UGM. Kalau marah sebenernya galak, tapi ya sebenernya nggak juga(?) :)) Tambahan: kita sudah biasa mulainya ngaret karena Mbak Lei nggak tepat waktuuuu XD *ini aib, sya*

Yaps. Akhirnya selesai. Itulah tadi, 14 anak anggota MWJC 017 plus pembimbing mereka :')

Sincerely,
Rasya Swarnasta

#PakPolisiBlog

You Might Also Like

2 comment(s)