PPB 12.0 : One Litre of Tears

Senin, Juni 29, 2015

One Litre of Tears
—Ichi Rittoru no Namida (based on true story)
Bukan cerita yang spesial.
Hanya kenangan seorang gadis yang dipilih oleh suatu penyakit langka.
Seorang gadis berusia 15 tahun, Ikeuchi Aya. Aya tinggal di rumah yang sekaligus jadi kedai tahu keluarganya. Anak kedua dari empat bersaudara. Ibunya adalah seorang perawat kesehatan, sementara ayahnya sering ganti-ganti pekerjaan sebelum menetap di rumah jadi penjaga kedai tahu.

Bisa dibilang, walaupun kehidupannya Aya itu sederhana, tapi Aya sendiri adalah gadis yang baik sekali. Dia bisa diterima di SMA Higashi, SMA yang terbaik di kota, walaupun dia hanya punya waktu satu jam mengerjakan karena terlambat datang. Aya menjadi ketua kelas di kelas barunya, 1-A, dan bisa memimpin dengan baik sekali. Aya juga menjadi konduktor di pertunjukan orkestra kelasnya, dan satu-satunya anak di angkatannya yang menjadi pemain reguler basket putri.

Semenjak Aya belajar keras untuk persiapan masuk ujian SMA, Aya merasa kalau dia semakin lama tubuhnya mudah lelah. Seringkali menjatuhkan sesuatu benda yang dipegang di tangannya, tidak bisa meletakkan sesuatu atau membaca dengan benar. Bahkan seringkali dia mengalami kesulitan berjalan dengan baik sehingga terjatuh—tetapi ini terjadi apabila dia berlari, jadi Aya menganggap itu karena dia sedang terburu-buru.

 
(Aya yang nggak bisa ambil botol kecap dan nuangin air ke gelas)
Day by day like this, will I be unable to do things?
Suatu hari, Aya terjatuh ketika berangkat sekolah. Aya terjatuh ke depan begitu saja sehingga dagunya berdarah. Ibunya, Shioka, merasa ada yang aneh saat itu. Karena biasanya, seseorang yang terjatuh akan refleks menggunakan tangannya untuk menahan agar tubuhnya tidak terluka. Namun telapak tangan Aya tidak terluka sama sekali. Dokter yang menangani luka Aya adalah dokter spesialis saraf, menyarankan agar Aya melakukan pemeriksaan.

Beberapa hari kemudian ketika hasil tesnya keluar, Dr. Mizuno baru mengabarkan kepada Shioka bahwa Aya mempunyai penyakit Spinocerebellar Atrophy—penyakit degeneratif syaraf. Penyakit ini menyerang sumsum tulang belakang dan otak kecil, muncul ketika bagian dari sistem saraf yang mengendalikan gerakan mengalami rusak. Penderita penyakit ini mengalami kegagalan kontrol otot pada lengan dan kaki, sehingga menghasilkan kurangnya keseimbangan dan koordinasi.

Shioka meminta waktu kepada Dr. Mizuno supaya Aya tidak mengetahui dulu penyakitnya seperti apa. Shioka juga menjelaskan kepada Aya bahwa penyakit Aya hanyalah faktor kelelahan dan masa puber. Dr. Mizuno akhirnya menyarankan kepada Aya supaya sejak hari itu, usahakanlah setiap hari menulis diary dan menceritakan apapun tentang Aya, termasuk gejala maupun kesehariannya.
If I weren't for this disease, I might even be in love.
Gejalanya muncul perlahan-lahan, tapi pasti akan terjadi. Terbukti dari Aya yang seringkali jatuh ketika pertandingan basket persahabatan dan tidak bisa menerima operan bola dengan benar. Di rumahnya, Aya juga tidak bisa memasukkan benang ke dalam jarum. Dia juga tidak benar saat menuangkan air botol ke dalam gelas, dan salah dalam penempatan kecap saat mencoba mengambilnya.


Film ini diangkat dari kisah nyata. Nama aslinya adalah Kifuji Aya, usianya sama, 15 tahun, dia yang aku pasang di gambar. Sama seperti di film, Aya juga disuruh untuk menulis buku harian. Dan cuplikan-cuplikan harian Aya dicantumkan di dalam bagian akhir tiap episode yang berjumlah sebelas ini. Dan, oke, aku nggak bisa berbahasa baku terus, yang bikin aku bersyukur aku nggak puasa jadi aku bisa nangis kejer itu waktu di diary yang terakhirnya, dia bilang...

Mum, can I marry someday?
Yak, di situ aku langsung nangis._. Tulisannya udah berantakan banget itu :'( Maksudku, yaampun, Aya itu so perfectly banget, dia cantik, baik, pinter, jago olahraga, mimpi deh bisa jadi kayak dia. Gimana, sih, dapet penyakit yang ngebuat kamu nggak bisa nulis, bicara, sama gerak? Kamu cuma bisa di tempat tidur doang? Padahal kamu pinter, padahal kamu suka basket?

Dr. Mizuno nyetujui aja waktu ibu dan ayah Aya nggak pengen Aya tahu duluan. Tapi, yah, karena Aya itu anaknya cerdas, jadi dia tahu sendiri. Di rumah sakit, Aya kenalan sama Yuko, gadis kecil yang ayahnya dirawat di rumah sakit karena punya penyakit itu. Waktu Aya tanya gelajanya, ternyata gejalanya persis sama dengan apa yang dia alami akhir-akhir ini; sering kesandung dan nggak bisa dengan mudah gerak.

Lalu, Aya cari sendiri, kan, informasinya di internet laboratorium Biologi sekolah. Aya udah ngasih tau duluan ke temen deketnya, Asou Haruto namanya. Tapi Aya nggak ngasih tau penyakitnya. Aya cuma bilang kalau Aya sendiri tau dia kena penyakit apa, maka dia bakal berubah.
Today is the last for me to be “me” –Aya to Asou.
Dr. Mizuki lama-kelamaan nggak mau kalau ibu dan ayah Aya cuma nyembunyiin terus. Akhirnya Aya dibawa ke rumah sakitnya bareng ibu dan ayahnya Aya, dan pas mau dikasih tau, Aya langsung bilang, “Is it Spinocerebellar Autrophy, Sir?” dan semua yang disitu langsung kaget TvT
Mum, I’m still 15. Why did this disease choose me? Too cruel..
Oke, minimal air mataku menggenang(?) terus di setiap episode._. Hiks, ini aku rekomendasiin banget, deh.

Sincerely,
Rasya Swarnasta

#PakPolisiBlog

You Might Also Like

0 comment(s)