PA 20.0: Ghost Writer

Sabtu, Juni 13, 2015

Kalau mau jujur sih.... sebenernya sekarang aku lagi sedih XD Tapi kalian nggak perlu tau. (?)

Alhamdulillah, besok libur. Seneng banget. Tadi aku juga sempet namatin satu cerpen, yang udah kubuat sejak berminggu lalu dan aku aja nggak nyangka aku bisa namatin cerpen itu, hehe. Oke karena sekarang aku bisa nulis banyak, jadi aku mau cerita soal judul di atas. Ghostwriter. Emang kata ghost nya itu seolah-olah penulis berhantu. Aku aja mikir pertama kali adalah penulis yang suka menulis cerita horror. Dan ternyata beda banget.

GHOST WRITER.

Ghostwriter itu penulis bayangan. Mereka bekerja kayak penulis profesional, yang dibayar gitu. Tapi bedanya, mereka nggak mencantumkan namanya sendiri. Karena mereka ini 'diminta menulis', jadi mereka menulis sesuai permintaan kliennya. Mau tema cerita sampai gaya bahasa. Kenapa ada orang yang mau mempekerjakan ghostwriter? Karena mereka nggak punya waktu buat nulis. Biasanya ghostwriter ini nulis biografi seseorang. Misalnya..
"Aku mau kamu nulis biografiku. Aku udah pernah nulis buku, kamu nulisnya pakai gaya bahasaku, ya. Nih, kubayar."
(Menurut bayanganku, sih, intinya kayak gitu.)

Sudut pandangku, aku mikirnya kalau ghostwriter itu justru penulis profesional sesungguhnya. Yang pertama, mereka bisa bener-bener tegar nggak mencantumkan nama mereka di buku yang mereka tulis. Nggak semua orang bisa melakukan kayak gitu. Aku aja harus mikir dulu karena menurutku, mau uang berapa banyakpun aku nggak sudi mengganti namaku yang udah susah-payah nyusun bukunya, jadi nama orang yang bayar aku gitu._.

Lagipula, jadi ghostwriter ini nggak gampang. Mereka juga harus punya keahlian dasar penulisan, kayak standar baku nasional dan internasional gitu. Karena kalau mereka diminta nulis pakai bahasa Inggris, mereka harus punya grammar yang bagus juga. Memuaskan klien itu susah, lho, apalagi kalo kliennya kolot. Bisa-bisa mereka yang udah nulis beratus-ratus lembar, jadi riset di mana-mana dan sebagainya, disuruh buat ulang dan melakukan perbaikan sana sini :')

Penulis pidato presiden itu contoh ghostwriter. Waktu sampai tahap ini, aku ngerasa banget kalau ghostwriter itu harus punya kebesaran hati yang bener-bener profesional. Kalau misalnya mereka buat pidato presiden dan pidatonya itu bagus, yang dipuji siapa? Yang dipuji presidennya. Tapi kalau misalnya mereka nulis pidato dan misalnya mereka salah masukin nama tempat atau tanggal, yang disalahin siapa? :')

Oke. Ngomong-ngomong, aku dapet informasi tentang ghostwriter ini dari Mas Agung, hehe. Bermanfaat banget buatku.

Btw, kemarin lusa aku ngajarin adikku matematika. Sekolahnya adikku kalo UKK langsung dicocokin, dan adikku dapet nilai tertinggi di kelasnya. Yah, aku nggak di posisinya adikku waktu aku seumuran adikku, tapi aku mau ngeklaim quotes.
Dibalik adik yang pintar pelajaran, pasti ada kakak yang pintar mengajar.
- Rasya Swarnasta (15) *w*
Ngomong-ngomong lagi, ini aku pake font kesukaanku, lho. Garamond {} Font nya manis banget buat nulis cerpen. Aku nggak nyangka lho waktu Wisha nulis pake huruf ini juga. Apalagi waktu ternyata Lisa juga suka huruf ini. Jadi, aku, Wisha, dan Lisa itu adalah trio Pecinta Garamond!~ *abaikan* Lagian di postingan ini aku otomatis pake font normal..

Sincerely,
Rasya Swarnasta

Pitik Angkrem 20.0

You Might Also Like

0 comment(s)