PA 7.0: Okaeri! Vokasi Mei Matsuri 2015

Minggu, Mei 31, 2015

Okaeri (Vokasi Mei Matsuri) adalah festival Jepang tahunan yang diadakan oleh mahasiswa dari Prodi Bahasa Jepang SV UGM setiap bulan Mei. Event tahun ini yang diselenggarakan di JEC, adalah event yang keempat. Berbagai perlombaan akademis dan festival kebudayaan Jepang dan Indonesia akan diselenggarakan dalam kegiatan ini. 
Rencananya, sih, aku ketemuan sama temen-temenku yang dari workshop komik di sini. Pertama kali masuk, aku ketemu sama Aka. Lalu, ketemu sama Wisha, Jihan, Cenan. Yang lebih spesial lagi, sih, aku ketemuan sama Sherin yang bilang kalo Khuzna juga dateng. Seneng banget pas ketemuan, lalu juga ketemu sama Hima dan Oksa (Oxza tulisannya, tapi alay:v) sama kenalan dengan temennya Khuzna, namanya Arkan, anak Teladan seangkatan yang kelahirannya tahun 2001... seumuran sama anak kelas 2 SMP a.k.a adikku :')

Daripada pertunjukkan, sih, aku lebih ngiler sama stand-stand aksesorisnya. Sedih banget waktu baru inget kalau gantungan kunci itu lima puluh ribu tiga, padahal uangku nggak sebanyak itu. Lalu Wisha dengan baik hatinya mempromosikanku sebagai penjual pulsa, dan ada yang beli pulsa ke aku dua puluh lima ribu TvT Yak, aku langsung meluncur ke tempat stand gantungan kunci dan milih-milih di sana.

Aku dilema banget karena aslinya aku pengen beli banyak. Yang bagus banyak banget. Aku awalnya pengen ngerjain adikku, beli gantungan kunci Chitoge, Onodera, sama Kirito, soalnya adikku suka tiga-tiganya dan pasti bakal bingung. Tapi aku baru sadar kalo itu cuma menyenangkan aku di bagian kejahilan kakak-ke-adik doang, soalnya aku nggak terlalu suka ketiganya. Jadi, aku ambil Onodera soalnya aku tahu adikku pasti bakal pilih yang ini.

Lalu, subhanallah, gantungan kuncinya Kiseki no Sedai bener-bener pengen kukarungin. Gantungan kunci Akashi, Midorima, Kise, Aomine, Murasakibara.. mereka lucu-lucu banget. Aku yakin aku sampe ada setengah jam di sana. Yah, beginilah daku kalau sudah kepincut dengan gantungan kunci—pecinta gantungan kunci memang, dipasang di tas sampai kalo jalan, tasnya bakal bunyi krincing-krincing.

Akhirnya, aku memutuskan untuk nggak beli kelima-limanya. Sedih banget. Tapi, modalku cuma cukup buat beli tiga gantungan kunci, jadi aku nggak boleh menyesal. Lima orang itu kan, sama-sama Kiseki no Sedai dan derajatnya sama, nanti kalau aku beli salah satu dari mereka, aku bakal kepikiran yang empat lainnya, kan? (Yaampun, aku nggak percaya aku mikir sampai segitunya). Daripada beli salah satu dari lima orang Kiseki no Sedai, aku akhirnya ambil gantungan kunci dari karakter yang dikagumi oleh lima orang itu, Kuroko.

Gantungan kunci yang ketiga, biar adil karena aku dapet satu dan adikku juga dapet satu, aku milih itu dengan niat buat kasih ke ibuku. Ada tiga yang jadi calonku. Yang pertama personifikasi dari golongan darah O, yang kedua teru-teru bozu, yang ketiga tokoh Ano Hana, Menma. Ibuku nggak tahu Menma, sih, tapi biasanya ibuku suka banget apa aja karakter yang manis. Dan Menma di gantungan kuncinya itu lagi bener-bener manis banget.

Bener-bener, deh, begitu aku beli tiga-tiganya, aku lalu nggak beli apa-apa lagi. Oh, aku sama Khuzna patungan buat beli es serut rasa jeruk. Lalu aku nemenin Arkan beli gantungan kunci Fairy Tail sama figur Iron Man, sama nemenin Khuzna beli headphone Fairy Tail. Habis itu aku nyari Wisha buat pamit, tapi nggak ketemu. Aku pamit sama Aka soalnya Jihan dan Cenan sudah pulang. Lalu aku pulang, deh.

***

BEFORE OKAERI @JEC

Aku mau cerita apa yang terjadi sebelum aku ke JEC. Jadi, jam setengah delapan aku ke Masjid Kampus UGM soalnya kerohanian islamnya SMA 6 Yogyakarta mengadakan acara keakhwatan. Aku ijin sekitar jam sembilan kurang seperempat. Bukan ke JEC, bukan. Aku dari Masjid Kampus UGM bukan ke JEC, tapi ke... Balai Kota :') Rasanya hari Minggu ini aku mengarungi Jogja, deh. (Nggak juga).

Di Balai Kota, Alya sama Maskun sudah ada di sana, dan untung seminarnya masih ke sesi pembukaan. Nggak cuma bertiga, ada Ais, Ariq, Fadhila sama Dema buat meramaikan. Guru pendampingnya ada Pak Fathoni dan Pak Adib. Di Balai Kota, Alya jadi perwakilan sekolah buat tanda tangan di spanduk Hari Tanpa Tembakau Sedunia, dan perwakilan tim buat penerimaan hadiah juara dua lomba artikel berbasis web.

Fadhila sama Dema mewakili sekolah buat lomba poster. Hasil lomba poster langsung diumumkan saat itu juga. Sayang, SMA 6 nggak juara. Yang juara satu SMA 4, dan memang posternya bagus. Habis itu bagi-bagi doorprize, yang kategori para pendapat hadiahnya itu bener-bener koplak banget. Ais dapet doorprize karena dia bawa peniti paling banyak TvT

Macam-macam kategorinya. Ada yang kaos kakinya beda sebelah, ada yang SIM-nya kadaluwarsa sejak tahun 2013, lahirnya mendekati 31 Mei, ada yang bawa uang receh paling banyak, ada yang bawa mata uang tahun 1950-an, ada yang pake sabuk terpanjang, pake gelang terbanyak, lucu-lucu XD Peserta seminarnya baru bubar sekitar jam dua belasan. Nah, aku langsung meluncur ke JEC habis itu :3

Oke, sudah, ya. Ngomong-ngomong, sebenarnya aku sudah tidur, lho. Bisa dipastikan aku bakal kena hukuman pitik-angkrem-tiga-kali lagi begitu aku bangun besok. Untungnya aku terbangun karena kelaparan :')

Sincerely,
Rasya Swarnasta

Pitik Angkrem 7.0
 

You Might Also Like

0 comment(s)