PA 6.0: Akabane Karma //Profil Fiksi

Sabtu, Mei 30, 2015


Karma panggilannya. Kedatangannya di episode tiga anime Ansatsu Kyoushitsu dan mendominasi seluruh kisah pada episode tersebut benar-benar efektif untuk membuat dirinya diposisikan juga sebagai bintang kelas. Dengan modal berupa penampilan fisik khas berambut merah terang yang menonjol, dan masa lalu kelam yang membuatnya menjadi karakter seutuhnya, tidak heran apabila Karma menduduki peringkat satu dalam polling karakter terfavorit Ansatsu Kyoushitsu meskipun ia bukanlah tokoh utama.


Ansatsu Kyoushitsu (EN: Assassination Classroom, ID: Kelas Pembunuh) bercerita mengenai seorang guru dan kelas yang diampunya, yang ikatan mereka bukanlah murid-dan-guru, melainkan pembunuh-dan-targetnya. Bagaimana tidak? Guru yang membimbing kelas tersebut, 3-E, adalah seorang penghancur bulan yang mengancam akan menghancurkan bumi pada tanggal 13 Maret tahun depan. Maka dari itu, karena calon penghancur bumi ini mengontrakkan diri untuk mengajar kelas ini sampai tiba saatnya ia harus menghancurkan bumi, semua siswa di kelas tersebut mempelajari materi pembunuhan dan dasar-dasar mengenai assassinasi untuk membunuh guru mereka, yang mereka panggil Koro-sensei.

Karma menjadi orang pertama yang berhasil melukai guru mereka ini, di hari pertama kedatangannya. Meskipun Karma adalah siswa yang paling muda di kelas karena ia lahir pada 25 Desember, sosoknya dikenal sebagai anak yang jenius karena matematikanya selalu mendapatkan nilai sempurna, namun sikapnya yang suka berkelahi dan memandang dunia seolah berada di bawah telapak tangannya membuatnya mendapat cap buruk oleh sekolah, sehingga sekolah mendiskorsnya dan memasukkannya ke kelas E (singkatan dari End Class).

 
"Kita sama-sama manusia, tetapi mengapa nilai kita berbeda jauh?" 
—Nagisa Shiota to Akabane Karma
Masa lalu Karma ditonjolkan dalam episode debutnya itu. Sebelumnya, Karma adalah murid yang sangat mempercayai guru manapun dan setia pada wali kelasnya. Apalagi, karena nilainya yang cemerlang, Karma mendapat perhatian khusus dan wali kelasnya sangat sayang padanya. Namun, pada suatu ketika Karma melihat seorang anak kelas A sedang membully anak kelas E.

Merasa bahwa perbuatan anak yang berada di posisi kelas tertinggi itu keliru, Karma yang memang selalu menyelesaikan masalah dengan berkelahipun mematahkan tangan anak kelas A tersebut. Ia merasa bahwa ia telah melakukan hal yang benar, karena itu ia tidak percaya mengapa sekolah menganggapnya telah berbuat salah. Apalagi, wali kelas yang selalu membelanya itu menghakiminya, berkata bahwa jika anak kelas A itu sampai hancur masa depannya dan berakibat pada karir beliau, maka ceritanya sudah lain lagi.

"Kalau hanya kaca atau tengkorak, aku juga bisa memecahkannya."
—Akabane Karma

Karena itulah, begitu masuk kelas E dan mendapatkan misi untuk membunuh guru, Karma menerimanya dengan senang hati, karena pada dasarnya, ia memang tidak mempercayai guru. Merasa bahwa Karma harus diluruskan pendapatnya, Koro-sensei menggagalkan semua usaha Karma dan trik-trik yang ia pasang tersebut supaya bisa berbicara dengannya.

Sampai kemudian, Karma mencoba melakukan atraksi bunuh diri dengan cara melompat dari atas tebing. Ini merupakan trik pembunuhan, karena jika Koro-sensei tidak menyelamatkannya, maka guru tersebut gagal-sebagai-seorang-guru karena membiarkan murid yang diampunya mati— dan itu artinya pendapatnya benar mengenai "Tidak ada guru yang bisa dipercaya", namun jika Koro-sensei berniat menyelamatkannya, maka Karma akan menembaknya dengan pistol dan guru tersebut mati.


"Kalau kau membencinya, kenapa tidak membunuhnya?"
—Akabane Karma
Pada akhirnya, Koro-sensei menyelamatkan Karma tanpa sempat anak berambut merah itu menembaknya mati dengan pistol. Kemudian sementara Karma masih tidak bisa mengatakan apa-apa, Koro-sensei berujar,
"Membiarkan muridku mati itu bukan pilihan. Percayalah pada gurumu ini dan lompatlah kapanpun kau mau."
—Koro-sensei to Akabane Karma
Menurut saya, konsep kisah anime dan setiap karakter yang ada di dalamnya benar-benar sangat menarik. Sayangnya, ada beberapa alur yang terlalu tidak-mungkin-ada, atau susah diwujudkan. Meskipun begitu, anime ini sangat komplit mengenai guru dan murid. Bagaimana sudut pandang seorang guru terhadap murid-muridnya, alasan mengapa seseorang ingin menjadi guru disadari maupun tidak, apa suka-duka dan masa lalunya setiap siswa benar-benar menyentuh, diselingi adegan lucu anime bergenre komedi ini.

Sincerely,
Rasya Swarnasta

Pitik Angkrem 6.0

You Might Also Like

0 comment(s)