PA 5.0: D-Day, MPAA #5!

Sabtu, Mei 30, 2015

Sebenarnya, sudah kuprediksi kalau ada hari di mana aku nggak sempat menulis blog dan harus menjalani hukuman yaitu menulis tiga pitik angkrem sekaligus, tapi aku nggak nyangka hukumannya bakal dateng secepat ini._. Ini baru pitik angkrem hari kelima, dan karena ujian praktik seni budaya MPAA membuatku harus pulang jam sembilan, dan begitu sampe rumah aku langsung menulis artikel-artikel profil dan sebagainya, aku melupakan blog. 

Oke, sebenernya aku awal-awal itu inget, cuma entah kenapa jam setengah dua belas malam, kepalaku udah mulai bunek(?) karena aku inget besok ada ulangan matematika materinya Logika Matematika. Neraka banget deh ;-; Aku masih belum ngerti tentang premis-premis, apa itu konvers invers implikasi biimplikasi dan sebagainya. 

Makanya itu di tengah-tengah malam, aku masih kurang tiga profil lagi yang harus aku tulis, dan aku ngetik sambil mikir 'habis-ini-aku-harus-belajar-matematika' dan jadilah entah di detik ke berapa, aku lupa sama sekali kalau aku belum nulis blog dan harus nulis blog. Lalu aku baca-baca matematika dan, yah, plis, otakku lagi nggak bisa buat belajar-_-

Bayangin tadi dari jam tiga sampai jam setengah delapan itu kondisi badanmu lagi panas dingin karena tegang bentar lagi konser besar, lalu jam delapan kamu turun dari panggung itu badanmu udah lemes karena pengen jejeritan meneriakkan jerih payah selama tiga bulan lamanya. Lalu acara tangis-tangisan penuh haru yang well, itu bener-bener bahagia :')

Lagu yang kita mainkan itu ada empat:
  • Tanah Air
  • Kolam Susu
  • Mungkin Nanti
  • Aw Aw Aw
Masih inget, kan, di pitik angkrem 1.0 ku, aku menjabarkan wali kelasku yang namanya Bu Estri itu sebagai wali kelas kami yang sangat kami pedulikan tapi bertepuk sebelah tangan(?)? Dan akhirnya, setelah sebelum pentas itu Lisa, temen sekelasku yang jadi panitia MPAA, ngingetin Bu Estri buat nonton pentas kami, habis pentas itu Bu Estri menemui kami sekelas di belakang panggung. Rasanya seneng banget, ternyata begini bahagianya dinotis wali kelas yang sangat kami sayangi ini TvT

Habis itu, sekelas pindah ke photobooth buat foto-foto. Plis, kelasku benar-benar mengintiminasi dan mendominasi, jadinya kelas lain yang mau foto-foto di sana nggak bisa. Bahkan Ero yang juga jadi panitia MPAA ngingetin Ahmad, ketua panitia yang notabene kelasku juga, dan bilangnya, “Mad, kelas kita foto-foto terus di photobooth, kelas lain jadi nggak bisa foto—kamu tau to, kelas kita tuh gimana?”

=))

Lalu, jam setengah sembilan itu temen sekelasku, Rani sama Ais, ulangtahun, dan sekelas beliin kue penuh gula buat mereka. Ada rasa kecewa, sih, kelasku nggak jadi kelas yang terbaik pentasnya, padahal selama ada lomba pentas kecil-kecilan antar kelas itu kelasku selalu juara satu. Tapi rasa kecewa itu langsung hilang karena kita semua makan-makan. Yah, ada acara oles-olesan kue ke muka dan kejar-kejaran juga XD

Aku baru sampe rumah jam sembilan, itu udah capek sama seneng banget.

Dan gimana, sih, rasanya, kalo habis itu inget harus ngumpulin enam profil dan buat blog saat itu juga? Yang deadline nya tinggal 3 jam lagi? Itu rasanya begitu kamu lagi seneng-seneng di surga lalu kamu harus balik ke dunia:') *salahnya sibuk terus, ras* Apalagi waktu inget kalo besok ulangan matematika… itu habis dari dunia langsung dipindahin ke neraka deh rasanya.

Oke, ini postingan buat kemarin karena kejadian ini berlangsung kemarin. 


Persiapan MPAA, ketika kelas buat dekor di H-1. Aku ijin pamit duluan karena harus wawancara ke panti asuhan buat tugas Kaca, dan biar aku bisa nampang, aku harus bilang dulu kepada sang pembawa kamera, Rani, "Rani, aku di foto di sini, dong, candid!" dan beginilah jadinya :3 (Kelihatan banget aku sok candid, lol.)
Nakaomi! Untuk postingan mengenai Nakaomi, bisa dibaca di sini. Di photobooth MPAA, urut dari kiri itu Lisa, aku, lalu Mangga.
Pasutri: Pasukan Sepuluh Satune Bu Estri! Lihatlah wahai Bu Estri, kurang sayang apa coba anak didikmu ini ke Ibu, bahkan nama kelas saja mengatasnamakan nama Ibu :') *nggak gitu*
Vokalisnya! Urut dari kiri: Fatma, Cacak, Susan, Lusi, Rasya, Natta. Kurang satu, Wardah, tapi Wardah sudah pulang.
Trio Pianika! Ais - Afi - Nabila. Tiga orang ini memainkan nada yang berbeda-beda, karena ada suara satu, suara dua, dan suara tiga.
Para pemain musik yang jasanya tidak terkira. 

Dari yang cowok, dari sebelah kiri: Dino, pemain drum sekaligus pengaransemen lagu dan pembagi-bagi tugas. Pasutri tampil membawa nama baiknya(?). Fariz, pemain bass, yang aku suka itu waktu dia metik bass sambil jarinya yang buat metik itu nyusurin senarnya, jadi nadanya kayak nggelombang gitu(?).
 
Lalu yang cewek dari kiri: Dinda, pemain piano yang jari-jarinya benar-benar lincah dan aku speechless liat permainannya. Rani, pemain gitar dua yang masuk di tengah-tengah persiapan. Mangga, pemain gitar satu, yang aku mengikutinya sejak dia belum bisa apa-apa bagian intro Tanah Air, sampai lalu perpindahan kunci super cepat dan super jauh Aw Aw Aw dia udah bisa :')

Kesimpulannya, aku bangga dan bahagia:') Bagiku, ini adalah suatu tantangan penghargaan tersendiri, jadi aku kasih label challenge dan award di postingan ini :')

Sincerely,
Rasya Swarnasta

Pitik Angkrem 5.0

You Might Also Like

0 comment(s)