PA 1.0: Apa yang harus kutulis?

Senin, Mei 25, 2015

Sesuai dengan judulnya, aku bingung apa yang harus aku tulis. Biasalah, demam panggung, karena aku tahu kalau postingan ini sebentar lagi nggak akan hanya aku aja yang baca dan refresh berulang-ulang biar meningkatkan view post. Mungkin biar jadi fleksibel aja, aku bisa cerita latar belakang kenapa aku bisa memaksakan diri nulis postingan di sini.

Jadi, pitik angrem itu salah satu tugas yang harus dilakukan oleh calon anggota Kaca yang sedang dalam masa seleksi berkepanjangan, selama 21 hari berturut-turut. Namanya Pitik Angrem. Nulis tentang apa aja, mulai dari hal-hal yang benar-benar nggak jelas sampai semakin nggak jelas dari kata 'benar-benar nggak jelas'. Yang jelas, kamu harus nulis, karena kalau enggak, kamu bakal nulis 3 kali. Yaitu tulisan yang kemarin, tulisan yang hari ini, dan tulisan yang buat hukuman. 

(Makanya aku pake 1.0, jaga-jaga kalau semisal aku kelupaan dan harus nulis hukuman. Misalnya di hari ketiga aku lupa nulis, aku bakal ngeposting di hari keempat itu 3.0, 3.5, sama 4.0 hehe. Tapi semoga aja enggak. Lanjut.)

Jadi, sekarang aku di mana? Aku lagi ekstrakurikuler jurnalistik yang memang dilangsungkan setiap hari Senin. Seharusnya sih, ekskulnya di kelasku, di ruang 212, tapi karena ruang 212 jadi ruangan buat rapat *ruang 212 eksis emang* makanya para siswa yang mengikuti ekskul pindah ke ruang 204. Ekskulnya dimulai jam 2 sampai jam 4.

Yang ngisi ekstrakurikulernya itu Mbak Lei :3 Sekarang lagi bahas tentang jenis-jenis berita yang jumlah totalnya itu ada tujuh, well. Itu tadi, sekarang yang bener-bener-sekarang itu lagi bahas tentang wawancara. Emang sih dalam waktu dekat ini, anak jurnal bakal kegiatan di luar kelas buat wawancara anak-anak yang sliwar-sliwer. Buat nampang doang aja, karena keberadaan anak jurnal yang sibuk sama goresan pena(?) kalah sama anak teater yang selalu latihan olah vokal.

Aku nggak bakal sampai jam 4 sih, karena aku ada persiapan MPAA. MPAA itu Melodi Putih Abu-Abu, buat ujian akhir semester praktik seni budaya. Persiapannya itu dengan latihan di studio, karena kelasku itu bakal menampilkan pertunjukan musik :3


PSTR itu singkatannya dari Pasutri. Bukan pasangan suami istri, lol. Tapi Pasukan Sepuluhe Bu Estri XD Bu Estri itu adalah wali kelas kami yang sangat kami pedulikan tapi bertepuk sebelah tangan(?) :') Oke, aku udah mulai nggak jelas, kan.

Wah, sekarang tugas jurnal udah mulai ganti. Karena tadi jam materi, sekarang udah mulai jam praktik. Mbak Lei lagi ngasih tugas, nih, jadi aku harus berhenti nulis sekarang. Sudah yaa, sampai jumpa di postingan pitik angrem selanjutnya :3

Rasya Swarnasta
Pitik Angrem 1.0

You Might Also Like

0 comment(s)