event

PA 7.0: Okaeri! Vokasi Mei Matsuri 2015

Minggu, Mei 31, 2015

Okaeri (Vokasi Mei Matsuri) adalah festival Jepang tahunan yang diadakan oleh mahasiswa dari Prodi Bahasa Jepang SV UGM setiap bulan Mei. Event tahun ini yang diselenggarakan di JEC, adalah event yang keempat. Berbagai perlombaan akademis dan festival kebudayaan Jepang dan Indonesia akan diselenggarakan dalam kegiatan ini. 
Rencananya, sih, aku ketemuan sama temen-temenku yang dari workshop komik di sini. Pertama kali masuk, aku ketemu sama Aka. Lalu, ketemu sama Wisha, Jihan, Cenan. Yang lebih spesial lagi, sih, aku ketemuan sama Sherin yang bilang kalo Khuzna juga dateng. Seneng banget pas ketemuan, lalu juga ketemu sama Hima dan Oksa (Oxza tulisannya, tapi alay:v) sama kenalan dengan temennya Khuzna, namanya Arkan, anak Teladan seangkatan yang kelahirannya tahun 2001... seumuran sama anak kelas 2 SMP a.k.a adikku :')

Daripada pertunjukkan, sih, aku lebih ngiler sama stand-stand aksesorisnya. Sedih banget waktu baru inget kalau gantungan kunci itu lima puluh ribu tiga, padahal uangku nggak sebanyak itu. Lalu Wisha dengan baik hatinya mempromosikanku sebagai penjual pulsa, dan ada yang beli pulsa ke aku dua puluh lima ribu TvT Yak, aku langsung meluncur ke tempat stand gantungan kunci dan milih-milih di sana.

Aku dilema banget karena aslinya aku pengen beli banyak. Yang bagus banyak banget. Aku awalnya pengen ngerjain adikku, beli gantungan kunci Chitoge, Onodera, sama Kirito, soalnya adikku suka tiga-tiganya dan pasti bakal bingung. Tapi aku baru sadar kalo itu cuma menyenangkan aku di bagian kejahilan kakak-ke-adik doang, soalnya aku nggak terlalu suka ketiganya. Jadi, aku ambil Onodera soalnya aku tahu adikku pasti bakal pilih yang ini.

Lalu, subhanallah, gantungan kuncinya Kiseki no Sedai bener-bener pengen kukarungin. Gantungan kunci Akashi, Midorima, Kise, Aomine, Murasakibara.. mereka lucu-lucu banget. Aku yakin aku sampe ada setengah jam di sana. Yah, beginilah daku kalau sudah kepincut dengan gantungan kunci—pecinta gantungan kunci memang, dipasang di tas sampai kalo jalan, tasnya bakal bunyi krincing-krincing.

Akhirnya, aku memutuskan untuk nggak beli kelima-limanya. Sedih banget. Tapi, modalku cuma cukup buat beli tiga gantungan kunci, jadi aku nggak boleh menyesal. Lima orang itu kan, sama-sama Kiseki no Sedai dan derajatnya sama, nanti kalau aku beli salah satu dari mereka, aku bakal kepikiran yang empat lainnya, kan? (Yaampun, aku nggak percaya aku mikir sampai segitunya). Daripada beli salah satu dari lima orang Kiseki no Sedai, aku akhirnya ambil gantungan kunci dari karakter yang dikagumi oleh lima orang itu, Kuroko.

Gantungan kunci yang ketiga, biar adil karena aku dapet satu dan adikku juga dapet satu, aku milih itu dengan niat buat kasih ke ibuku. Ada tiga yang jadi calonku. Yang pertama personifikasi dari golongan darah O, yang kedua teru-teru bozu, yang ketiga tokoh Ano Hana, Menma. Ibuku nggak tahu Menma, sih, tapi biasanya ibuku suka banget apa aja karakter yang manis. Dan Menma di gantungan kuncinya itu lagi bener-bener manis banget.

Bener-bener, deh, begitu aku beli tiga-tiganya, aku lalu nggak beli apa-apa lagi. Oh, aku sama Khuzna patungan buat beli es serut rasa jeruk. Lalu aku nemenin Arkan beli gantungan kunci Fairy Tail sama figur Iron Man, sama nemenin Khuzna beli headphone Fairy Tail. Habis itu aku nyari Wisha buat pamit, tapi nggak ketemu. Aku pamit sama Aka soalnya Jihan dan Cenan sudah pulang. Lalu aku pulang, deh.

***

BEFORE OKAERI @JEC

Aku mau cerita apa yang terjadi sebelum aku ke JEC. Jadi, jam setengah delapan aku ke Masjid Kampus UGM soalnya kerohanian islamnya SMA 6 Yogyakarta mengadakan acara keakhwatan. Aku ijin sekitar jam sembilan kurang seperempat. Bukan ke JEC, bukan. Aku dari Masjid Kampus UGM bukan ke JEC, tapi ke... Balai Kota :') Rasanya hari Minggu ini aku mengarungi Jogja, deh. (Nggak juga).

Di Balai Kota, Alya sama Maskun sudah ada di sana, dan untung seminarnya masih ke sesi pembukaan. Nggak cuma bertiga, ada Ais, Ariq, Fadhila sama Dema buat meramaikan. Guru pendampingnya ada Pak Fathoni dan Pak Adib. Di Balai Kota, Alya jadi perwakilan sekolah buat tanda tangan di spanduk Hari Tanpa Tembakau Sedunia, dan perwakilan tim buat penerimaan hadiah juara dua lomba artikel berbasis web.

Fadhila sama Dema mewakili sekolah buat lomba poster. Hasil lomba poster langsung diumumkan saat itu juga. Sayang, SMA 6 nggak juara. Yang juara satu SMA 4, dan memang posternya bagus. Habis itu bagi-bagi doorprize, yang kategori para pendapat hadiahnya itu bener-bener koplak banget. Ais dapet doorprize karena dia bawa peniti paling banyak TvT

Macam-macam kategorinya. Ada yang kaos kakinya beda sebelah, ada yang SIM-nya kadaluwarsa sejak tahun 2013, lahirnya mendekati 31 Mei, ada yang bawa uang receh paling banyak, ada yang bawa mata uang tahun 1950-an, ada yang pake sabuk terpanjang, pake gelang terbanyak, lucu-lucu XD Peserta seminarnya baru bubar sekitar jam dua belasan. Nah, aku langsung meluncur ke JEC habis itu :3

Oke, sudah, ya. Ngomong-ngomong, sebenarnya aku sudah tidur, lho. Bisa dipastikan aku bakal kena hukuman pitik-angkrem-tiga-kali lagi begitu aku bangun besok. Untungnya aku terbangun karena kelaparan :')

Sincerely,
Rasya Swarnasta

Pitik Angkrem 7.0
 

jepang

PA 6.0: Akabane Karma //Profil Fiksi

Sabtu, Mei 30, 2015


Karma panggilannya. Kedatangannya di episode tiga anime Ansatsu Kyoushitsu dan mendominasi seluruh kisah pada episode tersebut benar-benar efektif untuk membuat dirinya diposisikan juga sebagai bintang kelas. Dengan modal berupa penampilan fisik khas berambut merah terang yang menonjol, dan masa lalu kelam yang membuatnya menjadi karakter seutuhnya, tidak heran apabila Karma menduduki peringkat satu dalam polling karakter terfavorit Ansatsu Kyoushitsu meskipun ia bukanlah tokoh utama.


Ansatsu Kyoushitsu (EN: Assassination Classroom, ID: Kelas Pembunuh) bercerita mengenai seorang guru dan kelas yang diampunya, yang ikatan mereka bukanlah murid-dan-guru, melainkan pembunuh-dan-targetnya. Bagaimana tidak? Guru yang membimbing kelas tersebut, 3-E, adalah seorang penghancur bulan yang mengancam akan menghancurkan bumi pada tanggal 13 Maret tahun depan. Maka dari itu, karena calon penghancur bumi ini mengontrakkan diri untuk mengajar kelas ini sampai tiba saatnya ia harus menghancurkan bumi, semua siswa di kelas tersebut mempelajari materi pembunuhan dan dasar-dasar mengenai assassinasi untuk membunuh guru mereka, yang mereka panggil Koro-sensei.

Karma menjadi orang pertama yang berhasil melukai guru mereka ini, di hari pertama kedatangannya. Meskipun Karma adalah siswa yang paling muda di kelas karena ia lahir pada 25 Desember, sosoknya dikenal sebagai anak yang jenius karena matematikanya selalu mendapatkan nilai sempurna, namun sikapnya yang suka berkelahi dan memandang dunia seolah berada di bawah telapak tangannya membuatnya mendapat cap buruk oleh sekolah, sehingga sekolah mendiskorsnya dan memasukkannya ke kelas E (singkatan dari End Class).

 
"Kita sama-sama manusia, tetapi mengapa nilai kita berbeda jauh?" 
—Nagisa Shiota to Akabane Karma
Masa lalu Karma ditonjolkan dalam episode debutnya itu. Sebelumnya, Karma adalah murid yang sangat mempercayai guru manapun dan setia pada wali kelasnya. Apalagi, karena nilainya yang cemerlang, Karma mendapat perhatian khusus dan wali kelasnya sangat sayang padanya. Namun, pada suatu ketika Karma melihat seorang anak kelas A sedang membully anak kelas E.

Merasa bahwa perbuatan anak yang berada di posisi kelas tertinggi itu keliru, Karma yang memang selalu menyelesaikan masalah dengan berkelahipun mematahkan tangan anak kelas A tersebut. Ia merasa bahwa ia telah melakukan hal yang benar, karena itu ia tidak percaya mengapa sekolah menganggapnya telah berbuat salah. Apalagi, wali kelas yang selalu membelanya itu menghakiminya, berkata bahwa jika anak kelas A itu sampai hancur masa depannya dan berakibat pada karir beliau, maka ceritanya sudah lain lagi.

"Kalau hanya kaca atau tengkorak, aku juga bisa memecahkannya."
—Akabane Karma

Karena itulah, begitu masuk kelas E dan mendapatkan misi untuk membunuh guru, Karma menerimanya dengan senang hati, karena pada dasarnya, ia memang tidak mempercayai guru. Merasa bahwa Karma harus diluruskan pendapatnya, Koro-sensei menggagalkan semua usaha Karma dan trik-trik yang ia pasang tersebut supaya bisa berbicara dengannya.

Sampai kemudian, Karma mencoba melakukan atraksi bunuh diri dengan cara melompat dari atas tebing. Ini merupakan trik pembunuhan, karena jika Koro-sensei tidak menyelamatkannya, maka guru tersebut gagal-sebagai-seorang-guru karena membiarkan murid yang diampunya mati— dan itu artinya pendapatnya benar mengenai "Tidak ada guru yang bisa dipercaya", namun jika Koro-sensei berniat menyelamatkannya, maka Karma akan menembaknya dengan pistol dan guru tersebut mati.


"Kalau kau membencinya, kenapa tidak membunuhnya?"
—Akabane Karma
Pada akhirnya, Koro-sensei menyelamatkan Karma tanpa sempat anak berambut merah itu menembaknya mati dengan pistol. Kemudian sementara Karma masih tidak bisa mengatakan apa-apa, Koro-sensei berujar,
"Membiarkan muridku mati itu bukan pilihan. Percayalah pada gurumu ini dan lompatlah kapanpun kau mau."
—Koro-sensei to Akabane Karma
Menurut saya, konsep kisah anime dan setiap karakter yang ada di dalamnya benar-benar sangat menarik. Sayangnya, ada beberapa alur yang terlalu tidak-mungkin-ada, atau susah diwujudkan. Meskipun begitu, anime ini sangat komplit mengenai guru dan murid. Bagaimana sudut pandang seorang guru terhadap murid-muridnya, alasan mengapa seseorang ingin menjadi guru disadari maupun tidak, apa suka-duka dan masa lalunya setiap siswa benar-benar menyentuh, diselingi adegan lucu anime bergenre komedi ini.

Sincerely,
Rasya Swarnasta

Pitik Angkrem 6.0

award

PA 5.5: After & Before MPAA

Sabtu, Mei 30, 2015

Karena before & after itu sudah mainstream, jadinya after & before.

AFTER

Oke, habis MPAA ini suasananya… sepi. Harusnya setiap pulang sekolah mesti setiap anak satu sama lain saling mengingatkan kalo jam empat nanti latihan di studio, tapi tadi bener-bener nggak ada suara sama sekali. Makanya entah kenapa aku mikir kalo rasanya hampa. Sampai lalu Susan memecah suasana dengan ngomong, "Jangan lupa ya nanti jam empat ke Olivine!"

Olivie itu nama studio yang jadi langganan kelas buat latihan MPAA. Otomatis aja sekelas langsung saling ngingetin juga, dan menurutku, sih, hiks, entah kenapa rasanya bener-bener sepi. Habis ini aku bakal super selo, dan bisa sampe rumah jam dua sore. Tapi hari ini bener-bener bisa selo, dan bisa kembali nonton anime lagi, mungkin. Kalau nggak inget minggu depan ada UKK, sih.

Besok itu libur, hari Minggu. Dan hari Minggu entah kenapa jadwalku tabrakan semua. Oke, bisa dipastikan Minggu besok aku bakalan sibuk lagi, tapi alhamdulillah, sih, aku kelihatannya santai-santai aja. Minggu itu jam setengah delapan ada acara Hari Tanpa Tembakau di Balaikota, dan aku, Alya, sama Maskun wajib dateng buat penyerahan hadiah juara dua lomba artikel berbasis web. 

Lalu, jam setengah delapan itu ada keakhwatan. Untungnya sih aku bagian humas, jadi aku tugasnya menyampaikan informasi sebelum hari H, jadi bisa dipastikan hari H aku dibolehin kalau aku absen. Oh, iya aku belum cerita soal Hari Tanpa Tembakau itu. Habis ini, ya.

Hari Minggu jam sembilanan ada acara festival Jepang, Okaeri! Dan temen-temenku dari workshop komik janjian ketemu di sana. Koplak nggak, sih, kita tuh janjian udah pasti di Okaeri di bagian tempat parkirnya, tapi kita melupakan satu hal yang terpenting: kumpul jam berapa-_-

BEFORE

Sebelum MPAA yang dimulai jam tiga, aku, Alya, sama Maskun, ikut lomba artikel berbasis web di Dinas Kesehatan, dari jam delapan sampai jam dua. Bener-bener hari Jumat aku sibuk banget, kan, padahal hari Jumat itu adalah deadline dari segala deadline(?). Kita bertiga dianter pake mobil sekolah sama Pak Tomo, ke lokasinya.

Lalu pas ambil undian, kita dapet undian kelima, dari enam tim yang ada. Kata Kepala Dinas Kesehatannya, ada lima puluh tim yang daftar, lalu jadi enam tim yang dipilih buat presentasi di depan dewan juri karena masuk babak final. Enam tim itu bakal diambil tiga pemenang. Enam tim itu dari SMA macem-macem, ada dua tim SMA 8, SMA 9, SMA 1, Budya Wacana, sama satunya itu Taman Madya atau apa kalo nggak salah. 

Selagi nunggu undian, kita bertiga itu bingung lho mau ngapain, mau presentasi apa. Sementara yang lain itu ada yang ngehapalin, ada yang nyatet di kertas, ada yang sampe nulis di buku, buat power point nya, dan sebagainya. Sampai lalu undian kelima, yang presentasi itu Alya, dan Alya itu.. subhanallah, aku sama Maskun aja sampe speechless karena Alya itu presentasinya aduhai keren banget:’D

Diumuminnya hari itu juga, bayangin. Habis sholat Dhuhur dan yang cowok-cowok jum’atan. Katanya sih biar nggak mainstream, yang diumumin lebih dulu itu yang juara dua, lalu baru juara satu dan juara tiga. Kayak luar negeri gitu, deh, yang biasanya diumumin kan yang juara dua dulu.

Weh, nggak nyangka banget pas tau kalo SMA 6 juara dua! :”) Seneng banget bisa ikut ngeharumin nama sekolah. Juara satunya SMA Budya Wacana, juara tiganya SMA 1. Pas besok Minggu penyerahan hadiah itu, yang suruh presentasi ulang cuma yang juara satu aja. Seneng banget ada di posisi yang berhak bahagia(?) gitu TwT

Lalu, kita dijemput pake mobil sekolah, Pak Tomo lagi. Tapi ada Pak Eko juga. Bukan Pak Eko wakasek Humas, tapi Pak Eko versi koplak(?). Yang jelas Pak Eko tuh lucu banget XD Aku, Alya, sama Maskun ketawa-ketawa selama perjalanan.

Kita sampe sekolah sekitar jam dua, itu yang perwakilan kelas udah siap-siap di depan buat menyambut tamu Adiwiyata, karena hari Jum’at itu juga lomba Adiwiyata. Sebenernya, aku, Alya, sama Maskun itu termasuk perwakilan kelasnya XD Dan kita bertiga itu ketawa gara-gara pas mobil sekolah masuk, tiba-tiba tuh semuanya pada berdiri seolah nyambut gitu lho. Soalnya tamunya belum dateng, dan mereka ngira kita bertiga yang ada di dalem mobil sekolah itu tamu penilai Adiwiyata XD

Akhirnya, aku sama Alya ijin nggak nyambut tamu soalnya kita… terlalu lelah._. Maskun lalu langsung jadi perwakilan kelas soalnya karena Maskun itu kelas 11 IPA, jadi kan nggak ikut MPAA. Yang ikut MPAA itu cuma semua kelas 10 dan 11 IPS. Lalu aku dijemput, dan di rumah itu udah persiapan menyambut MPAA. Lalu.. yah, tau, kan, MPAA nya gimana?

Btw, before nya kok banyak banget, ya? Ya sudahlah, mungkin sekian.

Sincerely,
Rasya Swarnasta

Pitik Angkrem 5.5

award

PA 5.0: D-Day, MPAA #5!

Sabtu, Mei 30, 2015

Sebenarnya, sudah kuprediksi kalau ada hari di mana aku nggak sempat menulis blog dan harus menjalani hukuman yaitu menulis tiga pitik angkrem sekaligus, tapi aku nggak nyangka hukumannya bakal dateng secepat ini._. Ini baru pitik angkrem hari kelima, dan karena ujian praktik seni budaya MPAA membuatku harus pulang jam sembilan, dan begitu sampe rumah aku langsung menulis artikel-artikel profil dan sebagainya, aku melupakan blog. 

Oke, sebenernya aku awal-awal itu inget, cuma entah kenapa jam setengah dua belas malam, kepalaku udah mulai bunek(?) karena aku inget besok ada ulangan matematika materinya Logika Matematika. Neraka banget deh ;-; Aku masih belum ngerti tentang premis-premis, apa itu konvers invers implikasi biimplikasi dan sebagainya. 

Makanya itu di tengah-tengah malam, aku masih kurang tiga profil lagi yang harus aku tulis, dan aku ngetik sambil mikir 'habis-ini-aku-harus-belajar-matematika' dan jadilah entah di detik ke berapa, aku lupa sama sekali kalau aku belum nulis blog dan harus nulis blog. Lalu aku baca-baca matematika dan, yah, plis, otakku lagi nggak bisa buat belajar-_-

Bayangin tadi dari jam tiga sampai jam setengah delapan itu kondisi badanmu lagi panas dingin karena tegang bentar lagi konser besar, lalu jam delapan kamu turun dari panggung itu badanmu udah lemes karena pengen jejeritan meneriakkan jerih payah selama tiga bulan lamanya. Lalu acara tangis-tangisan penuh haru yang well, itu bener-bener bahagia :')

Lagu yang kita mainkan itu ada empat:
  • Tanah Air
  • Kolam Susu
  • Mungkin Nanti
  • Aw Aw Aw
Masih inget, kan, di pitik angkrem 1.0 ku, aku menjabarkan wali kelasku yang namanya Bu Estri itu sebagai wali kelas kami yang sangat kami pedulikan tapi bertepuk sebelah tangan(?)? Dan akhirnya, setelah sebelum pentas itu Lisa, temen sekelasku yang jadi panitia MPAA, ngingetin Bu Estri buat nonton pentas kami, habis pentas itu Bu Estri menemui kami sekelas di belakang panggung. Rasanya seneng banget, ternyata begini bahagianya dinotis wali kelas yang sangat kami sayangi ini TvT

Habis itu, sekelas pindah ke photobooth buat foto-foto. Plis, kelasku benar-benar mengintiminasi dan mendominasi, jadinya kelas lain yang mau foto-foto di sana nggak bisa. Bahkan Ero yang juga jadi panitia MPAA ngingetin Ahmad, ketua panitia yang notabene kelasku juga, dan bilangnya, “Mad, kelas kita foto-foto terus di photobooth, kelas lain jadi nggak bisa foto—kamu tau to, kelas kita tuh gimana?”

=))

Lalu, jam setengah sembilan itu temen sekelasku, Rani sama Ais, ulangtahun, dan sekelas beliin kue penuh gula buat mereka. Ada rasa kecewa, sih, kelasku nggak jadi kelas yang terbaik pentasnya, padahal selama ada lomba pentas kecil-kecilan antar kelas itu kelasku selalu juara satu. Tapi rasa kecewa itu langsung hilang karena kita semua makan-makan. Yah, ada acara oles-olesan kue ke muka dan kejar-kejaran juga XD

Aku baru sampe rumah jam sembilan, itu udah capek sama seneng banget.

Dan gimana, sih, rasanya, kalo habis itu inget harus ngumpulin enam profil dan buat blog saat itu juga? Yang deadline nya tinggal 3 jam lagi? Itu rasanya begitu kamu lagi seneng-seneng di surga lalu kamu harus balik ke dunia:') *salahnya sibuk terus, ras* Apalagi waktu inget kalo besok ulangan matematika… itu habis dari dunia langsung dipindahin ke neraka deh rasanya.

Oke, ini postingan buat kemarin karena kejadian ini berlangsung kemarin. 


Persiapan MPAA, ketika kelas buat dekor di H-1. Aku ijin pamit duluan karena harus wawancara ke panti asuhan buat tugas Kaca, dan biar aku bisa nampang, aku harus bilang dulu kepada sang pembawa kamera, Rani, "Rani, aku di foto di sini, dong, candid!" dan beginilah jadinya :3 (Kelihatan banget aku sok candid, lol.)
Nakaomi! Untuk postingan mengenai Nakaomi, bisa dibaca di sini. Di photobooth MPAA, urut dari kiri itu Lisa, aku, lalu Mangga.
Pasutri: Pasukan Sepuluh Satune Bu Estri! Lihatlah wahai Bu Estri, kurang sayang apa coba anak didikmu ini ke Ibu, bahkan nama kelas saja mengatasnamakan nama Ibu :') *nggak gitu*
Vokalisnya! Urut dari kiri: Fatma, Cacak, Susan, Lusi, Rasya, Natta. Kurang satu, Wardah, tapi Wardah sudah pulang.
Trio Pianika! Ais - Afi - Nabila. Tiga orang ini memainkan nada yang berbeda-beda, karena ada suara satu, suara dua, dan suara tiga.
Para pemain musik yang jasanya tidak terkira. 

Dari yang cowok, dari sebelah kiri: Dino, pemain drum sekaligus pengaransemen lagu dan pembagi-bagi tugas. Pasutri tampil membawa nama baiknya(?). Fariz, pemain bass, yang aku suka itu waktu dia metik bass sambil jarinya yang buat metik itu nyusurin senarnya, jadi nadanya kayak nggelombang gitu(?).
 
Lalu yang cewek dari kiri: Dinda, pemain piano yang jari-jarinya benar-benar lincah dan aku speechless liat permainannya. Rani, pemain gitar dua yang masuk di tengah-tengah persiapan. Mangga, pemain gitar satu, yang aku mengikutinya sejak dia belum bisa apa-apa bagian intro Tanah Air, sampai lalu perpindahan kunci super cepat dan super jauh Aw Aw Aw dia udah bisa :')

Kesimpulannya, aku bangga dan bahagia:') Bagiku, ini adalah suatu tantangan penghargaan tersendiri, jadi aku kasih label challenge dan award di postingan ini :')

Sincerely,
Rasya Swarnasta

Pitik Angkrem 5.0

pitik angkrem

PA 4.0: Bahasa Baku

Kamis, Mei 28, 2015

Aku mulai menulis sekarang, karena aku tahu bahwa kecil kemungkinan bagiku untuk menulis nanti malam. Hal itu karena nanti aku harus mengikuti latihan MPAA di studio dari jam empat sampai jam enam lagi, sudah mulai memakai jam normal. Sudah bisa dipastikan sampai rumah nanti aku akan langsung tidur karena badanku sudah benar-benar mau ambruk.

Lalu, kenapa bahasaku jadi lebih normal di sini? Bukan lebih normal, sih. Maksudnya, lebih baku?

(Sekarang aku jadi lebih suka menggunakan efek highlight daripada efek bold. Lebih manis saja, sih, kalau menurutku.)

Yah, aku coba memastikan kalau siapa tahu dengan menggunakan bahasa yang lebih baku, tulisan jadi lebih enak dibaca. Semalam aku mengunjungi blognya teman sekelasku yang bahasanya benar-benar puitis dan melankolis. Maka dari itu, aku memutuskan untuk mencoba meniru dengan memakai bahasa yang baku. 

Pelajaran pertama bahasa Jawa, dan pelajarannya kosong. Semua siswa-siswi kelas X-1 harus mengerjakan LKS, tetapi atas kebaikan sang guru, LKS tersebut tidak perlu dikumpulkan. Jadilah, aku melakukan aktivitas ini. Tidak bermaksud untuk menyalahgunakan kewajiban belajar, lho. Oke, hawa-hawa persiapan MPAA yang sudah H-1 ini sudah mulai terasa, jelas. Beberapa kelas sudah menyiapkan dekorasi yang macam-macam. 

Aku mau membuat suatu topik supaya isi posting blog ini juga bisa ditarik kesimpulan. Ketika hari pertama #pitikangkrem, postingnya berakhir karena guru jurnalistikku, Mbak Lei, sudah bersiap-siap memberi tugas jurnalistik yang harus direalisasikan. Jadi, tugasnya adalah: membuat topik yang mengharuskan kita mewawancarai minimal tiga orang, dari berbagai sudut pandang.

Misalnya, kita mengangkat tema Bullying. Yang kita wawancarai adalah pelaku yang membully, korban yang dibully, dan guru BK yang memberi tanggapan mengenai bully dan pembullyan. Jadi, supaya kita tidak terfokus pada satu sudut pandang saja setiap kali menyikapi berbagai masalah. Reporter harus bersikap independen atau tidak memihak, kan?

Tema yang kuangkat adalah "Waspada, Salah Jurusan!" alias tema yang sedang kucari-cari saat ini. Sebenarnya, aku pernah membuat cerita berjudul "Matahari, Tuhan di mana?" yang isinya lebih menceritakan tentang aku, si anak yang belum tahu mau masuk IPA atau IPS. Orang yang akan aku wawancarai ada empat. Yaitu siswa dan siswi yang sedang bingung ingin masuk jurusan apa (dua orang), guru BK yang akan memberikan solusi dan cara mengatasinya, dan kakak kelas yang sebenarnya juga kebingungan, tetapi akhirnya memilih satu diantara dua pilihan itu juga.

Aku masih kesulitan, sih, dengan pencarian narasumbernya. Kalau mencoba mencari tahu siapa siswa atau siswi yang sedang kebingungan ingin jurusan apa, sebenarnya di benakku langsung terlintas; aku sendiri._. Tetapi, tidak mungkin, kan, aku mewawancarai diriku sendiri? Aku pernah menemukan siswa yang tidak tahu cita-citanya apa, dan kupikir aku bisa mewawancarainya. Tetapi ternyata dia sudah yakin ingin masuk IPA, hanya saja bingung mengenai cita-cita.

Oke, mungkin aku masih harus terus mencari. Sudah, ya.

Sincerely,
Rasya Swarnasta

Pitik Angkrem 4.0

award

PA 3.0: Hasil lomba komik

Rabu, Mei 27, 2015

Sekarang jam 22:16, dan untungnya aku masih punya waktu buat nulis pitik angkrem. Sebenernya sih aku belum belajar Ekonomi sama sekali, dan besok itu ada ulangan lisan pelajaran Ekonomi. Bayangin aja, ulangan lisan :') Dan aku baru sampe rumah, langsung nyalain laptop buat bikin pitik angkrem :')

Kenapa aku bisa sampai super-larut-malam kayak gini?

Aku pulang sekolah jam 13:45 langsung melesat keluar dari sekolah, menuju ke dua sekolah sekaligus karena mau wawancara buat tugas Kaca yang lainnya. Deadline nya itu hari Jumat, dan hari Jumat aku dijamin nggak akan bisa ngapa-ngapain karena pentas MPAA itu dari jam tiga sore sampai jam tujuh malam. Nggak mungkin, kan, aku wawancara seseorang jam tujuh malam? ._.

Habis itu, jam tiga sampai jam lima sore aku ke studio, buat gladi kotor MPAA. Nggak ada yang bisa diceritain di sana, karena nanti malah kalau ada anak kelas lain yang baca, berarti aku bocorin konsep kelas, dong ;-;

Lalu, aku sempetin balik ke rumah biar nggak usah pakai seragam lagi. Jam tujuh aku sampai ke Kedai Kebun Forum di Jalan Tirtodipuran. Jadi, tanggal 20-21 Mei kemarin itu, aku sama Wisha mewakili SMA Negeri 6 Yogyakarta buat ikut workshop dan lomba komik. Lomba komiknya yang tanggal 21 Mei itu bakal diumumin tanggal 27 Mei. Pengumuman siapa yang masuk nominasi 30 besar, dari 100 sekolah di DIY.

Pesimis, jelas. Aku ikut workshop dan lomba komik itu cuma nemenin Wisha. Udah seneng juga soalnya di workshop komik ini dapet temen, dan justru kita bertujuh malah jadi semacam geng sahabat gitu xD Mana bisa ketemunya dari sebuah kecelakaan lagi; belasan foto-foto fan-art yang sangat mengundang selera untuk menjerit saat itu juga.


Dari yang paling kiri ke kanan. Itu ada Eric, Aka, Tape, aku, Jihan, Cenan. Lalu yang paling bawah itu Wisha. Oke, habis itu... yah aku nggak nyangka kalo di antara bertujuh itu cuma aku sama Eric yang bisa masuk 30 besar :")


(Sebenernya aku masih mau cerita banyak tapi aku sibuk ngelamun dan liat jam udah jam 23:33, gara-gara loading gambarnya lama banget hiks.)

Aku nggak nyangka banget hehe :') Seneng bukan main. Dapet sertifikat, trofi, sama uang pembinaan, alhamdulillah :') Lalu, kita bertujuh itu bener-bener niat nggak akan semudah itu membiarkan jarak memisahkan(?), dan kita bahkan ngerencanain mau ketemuan lagi buat reuni. Jadinya, kita mau reuni besok tanggal 31, festival Jepang 'Okaeri' di JEC.

Sudah ya. Aku belum belajar Ekonomi..

Sincerely,
Rasya Swarnasta

Pitik Angkrem 3.0

pitik angkrem

PA 2.0: Mulai kelihatan alurnya?

Selasa, Mei 26, 2015

Sebenernya, aku panik tadi. Aku baru sampe rumah jam setelah delapan, lalu aku langsung buka blogger, dan aku baru sadar kalo entah kenapa modemku nggak bisa berhubungan dengan sesuatu yang bersumber pada google._. Kayak misalnya gmail, blogger, yah, kayak gitulah. Oke, ini bukan 'tadi'. Tapi masih sekarang. Iya, aku masih panik. Aku sekarang nulis via notepad, biar pas copy-paste itu hurufnya udah clearing format sendiri *aku sengaja pake istilah sok keren padahal ya aku nggak tahu ini bener apa salah*

Yaps, sekarang udah bisa. Udah jam 20:08, dan entah berapa menit terbuang olehku yang justru nonton anime, dan bukannya mencoba menyelesaikan masalah. Satu menit terakhirnya, terhitung sejak 20:07 tadi, aku mencoba nge-pause animeku karena aku udah menemukan ide *iya, nonton anime itu menambah ide* yaitu dengan buka pake browser lain. Sesuai yang kalian duga, ternyata bisa. Jadi, masalah yang itu selesai.

Kenapa aku pulang malam? Karena aku lagi latihan MPAA, itu lho, yang aku ceritain kemarin. Karena kelasku pertunjukkan musik, nggak ada artinya kalau nggak latihan bareng-bareng. Yang main pianika, main drum, piano, gitar, bass, sama vokal, usahakan nggak absen selama latihan rutin dari jam empat sampai jam enam. Kapan hari H nya? Hari H nya itu hari Jumat, 29 Mei 2015! Jumat besok! Jadi, sejak hari Senin sampai Kamis, kelasku bakal rutin dua jam di studio musik di Seturan.

(Hayo, Ras, tugas Kacanya yang wawancara orang dan anak panti gimana.)

Tadi, aku nggak ikut pelajaran Agama, soalnya SMA 6 Yogyakarta kan persiapan Adiwiyata. Jadi setiap kelas mengirim lima orang anak, setiap anak mewakili Energi, Air, Kantin, Keanekaragaman Hayati, sama Sampah. Aku mewakili yang Energi, dan itu suruh buat program kerja yang kita harap bisa direalisasikan sama sekolah. Program kerjaku itu ada tiga, aku jabarin di sini ya biar menuh-menuhin :3
  • Malam Sari. Singkatan dari Mati Lampu Siang Hari. Jadi, usahakan sekolah menggalakkan program mematikan lampu dari jam dua belas sampai jam dua. Yah, dari nama programnya udah jelas sih maksud dan tujuannya apa.
  • PKS. Pakai Kipas Seperlunya. Jadi di kelas itu, kipas dimatiin aja kalau kelasnya nggak terlalu panas. Proker yang kedua ini juga sudah cukup jelas.
  • JCP.
Nah, yang JCP ini yang jadi masalah dan aku harus jabarin panjang banget proker ku ini maksudnya gimana. Jadi, JCP itu singkatan dari Jangan Charge Hape. Oke, sebenernya aku pernah ngecas hape di kelas. Dan beberapa anak kelasku ada yang dateng pagi dan langsung ngebooking stop kontak buat ngecas hape. Boleh aja sih, ngecas hape, tapi demi hemat energi, mending dateng ke sekolah udah bawa hape yang baterai nya full gitu.

Habis itu, aku sama Lusi, bareng temen-temen sekelasku yang lain, Dino Fariz yang ngewakilin kelas X-1 sama Lisa Ero yang jadi panitia MPAA, ikut rapat MPAA di AVA 2, makan jam pelajaran Ekonomi. Pembahasan teknis apa yang mau dilakukan panitia supaya mendukung kelangsungan terselenggaranya MPAA, rapat terus sampai adzan dhuhur. Aku sama Lusi lalu sholat, lalu balik ke kelas buat pelajaran Kimia.

Pas pelajaran Kimia itu aku mau cerita kalo aku mimpi buruk. Yah, aku tadi nekat tidur pas pelajaran Kimia. Bukan tidur kepalanya menenggelamkan diri di meja, tapi terkantuk-kantuk aja, gitu. Bukan berpangku tangan juga. Jadi aku lagi nulis, tangan masih megang pulpen buat nulis materi Kimia di papan tulis, dan lalu aku nggak sengaja ketiduran. Yah, ketiduran macam mana sih yang si pelaku itu sadar? Pastinya nggak sadar, kan. Lalu, aku mimpi buruk; kecelakaan motor._. Itu bener-bener aku bangun langsung teriak, "Subhanallah!" sambil ngos-ngosan badan langsung tegak kayak habis jantungan gitu._.

Apa lagi, ya, yang terjadi hari ini. Yah, di bagian taks bar ku masih ada anime yang tadi aku pause. Sebenernya aku berniat nonton lagi, sih, tapi banyak banget yang harus aku lakukan hari ini. Lagian nanggung juga karena bentar lagi MPAA dan UKK, jadi mungkin aku nonton animenya pas bener-bener bebas aja ya. Oh, besok kan tanggal 27. Aku belum cerita kalo aku ikut workshop dan lomba Komik. Besok itu hari pengumuman komik yang juara. Aku pesimis sama hasil komikku, sih, tapi semoga aja aku menang ya,_, Mungkin besok bisa lebih aku jabarin lagi.

Yaps, sesuai judulnya. Mulai kelihatan alurnya, nggak? Lama-lama aku jadi santai nih, alhamdulillah.

Sincerely,
Rasya Swarnasta.

Pitik Angrem 2.0

music

PA 1.0: Apa yang harus kutulis?

Senin, Mei 25, 2015

Sesuai dengan judulnya, aku bingung apa yang harus aku tulis. Biasalah, demam panggung, karena aku tahu kalau postingan ini sebentar lagi nggak akan hanya aku aja yang baca dan refresh berulang-ulang biar meningkatkan view post. Mungkin biar jadi fleksibel aja, aku bisa cerita latar belakang kenapa aku bisa memaksakan diri nulis postingan di sini.

Jadi, pitik angrem itu salah satu tugas yang harus dilakukan oleh calon anggota Kaca yang sedang dalam masa seleksi berkepanjangan, selama 21 hari berturut-turut. Namanya Pitik Angrem. Nulis tentang apa aja, mulai dari hal-hal yang benar-benar nggak jelas sampai semakin nggak jelas dari kata 'benar-benar nggak jelas'. Yang jelas, kamu harus nulis, karena kalau enggak, kamu bakal nulis 3 kali. Yaitu tulisan yang kemarin, tulisan yang hari ini, dan tulisan yang buat hukuman. 

(Makanya aku pake 1.0, jaga-jaga kalau semisal aku kelupaan dan harus nulis hukuman. Misalnya di hari ketiga aku lupa nulis, aku bakal ngeposting di hari keempat itu 3.0, 3.5, sama 4.0 hehe. Tapi semoga aja enggak. Lanjut.)

Jadi, sekarang aku di mana? Aku lagi ekstrakurikuler jurnalistik yang memang dilangsungkan setiap hari Senin. Seharusnya sih, ekskulnya di kelasku, di ruang 212, tapi karena ruang 212 jadi ruangan buat rapat *ruang 212 eksis emang* makanya para siswa yang mengikuti ekskul pindah ke ruang 204. Ekskulnya dimulai jam 2 sampai jam 4.

Yang ngisi ekstrakurikulernya itu Mbak Lei :3 Sekarang lagi bahas tentang jenis-jenis berita yang jumlah totalnya itu ada tujuh, well. Itu tadi, sekarang yang bener-bener-sekarang itu lagi bahas tentang wawancara. Emang sih dalam waktu dekat ini, anak jurnal bakal kegiatan di luar kelas buat wawancara anak-anak yang sliwar-sliwer. Buat nampang doang aja, karena keberadaan anak jurnal yang sibuk sama goresan pena(?) kalah sama anak teater yang selalu latihan olah vokal.

Aku nggak bakal sampai jam 4 sih, karena aku ada persiapan MPAA. MPAA itu Melodi Putih Abu-Abu, buat ujian akhir semester praktik seni budaya. Persiapannya itu dengan latihan di studio, karena kelasku itu bakal menampilkan pertunjukan musik :3


PSTR itu singkatannya dari Pasutri. Bukan pasangan suami istri, lol. Tapi Pasukan Sepuluhe Bu Estri XD Bu Estri itu adalah wali kelas kami yang sangat kami pedulikan tapi bertepuk sebelah tangan(?) :') Oke, aku udah mulai nggak jelas, kan.

Wah, sekarang tugas jurnal udah mulai ganti. Karena tadi jam materi, sekarang udah mulai jam praktik. Mbak Lei lagi ngasih tugas, nih, jadi aku harus berhenti nulis sekarang. Sudah yaa, sampai jumpa di postingan pitik angrem selanjutnya :3

Rasya Swarnasta
Pitik Angrem 1.0

challenge

Your TEN One-True-Pairing

Senin, Mei 04, 2015

Aku di tag sama Ceng-senpai dan Lala-senpai ♥ Karena aku bukan termasuk pengguna Facebook yang biasa apdet status dan buat notes, makanya aku ngaplot di blog aja ya xD *maunya* Oke, aku butuh waktu dua hari buat garap ini, karena aku antara bingung dan baper =w= Kalian berdua senpai penyiksa /nggak.

---/-.-/./--/..-/.-../.-/../-.--/.-
^aku keasikan pake sandi morse-_- Mentang-mentang habis kemah. Itu bacanya "Oke mulai ya", jadi ayo kita mulai ini x3

***

Pick before read the question. Don’t ever switch the pairing, or change the number. 
  1. Souma x Kujo (Last Game
  2. Nijimura x Akashi (Kuroko no Basket
  3. Kirito x Shinon (SAO 2
  4. Kiryuu x Kaori (Isshuukan Friends
  5. Nams x Traps (Padz and Friends) /JDER 
  6. Obito x Rin (Naruto
  7. Harry x Hermione (Harry Potter
  8. Karma x Manami (Ansatsu Kyoushitsu
  9. Slaine x Asseylum HAHAHIKS. (Aldnoah Zero
  10. Satoshi x Oreki (Hyouka
***

Questions:

1. Do you remember the episode/scene/chapter that you first started shipping 6? 
Obito x Rin 
MASIH BANGET. Flashback scenenya Obito yang suka sama Rin itu lhoo, dan waktu Minato mergokin Obito yang ngeliatin Kakashi sama Rin jalan bareng:’) Ngefeels sumpah:’) 

2. Have you ever read a FanFiction about 2? 
Nijimura x Akashi
...er, jujur aja nggak pernah. Udah pesimis duluan nggak bakal nemu fic tentang mereka lol. Makanya aku nggak baca fanfic tentang mereka, aku buat:’) 

3. Has a picture of 4 ever been your screen saver/profile picture/tumblr? 
Kiryuu x Kaori 
IYA. Adegan waktu Kiryuu nepuk-nepuk kepalanya Kaori hshs. Scene itu di SKIP di animenya, dan aku ngubek-ngubek manga nya karena lupa chapter berapa QwQ 

4. If 7 were to suddenly break-up today, what would your reaction be? 
Harry x Hermione 
HAHA MEREKA AJA NGGAK JADIAN KOK. Udah berkeluarga sama pasangan masing-masing malah. HAHA. 

5. Why is 1 so important? 
Souma x Kujo 
Setiap kali aku nginget mereka, bawaannya sakit kepala. Souma yang awalnya benci banget nggak ketulungan sama Kujo, dan Kujo justru jadiin Souma tempat curhatnya dia lalu Souma mulai sadar kalau... sadar kalau.... HIKS GAK KUAT NULISNYA GIMANA DONG. /bapermaksimal 
Mereka nggak canon. Justru the manga said ITSELF kalau Kujo itu nolak Souma :’) *dan dia masih bisa-bisanya dengan maso tetep ngeship mereka

6. Is 9 a funny ship or a serious ship? 
Slaine x Asseylum 
Mereka? Impossible ship sih kalau dibilang /duer. Mau gimana lagi coba? Slainenya di penjara dan diasingkan di pulau terpencil, sementara Asseylum udah jadi istri orang. 

7. Out of all of the ships listed, which ship has the most chemistry? 
KARMANAMI DONG (8). Setiap kali aku inget pairing yang lainnya, pasti ujung-ujungnya baper atau kalo enggak minimal bakal fangirlingan. Tapi kalo Karma sama Manami itu... mereka manis banget. Karma dengan tampang horror dan premannya, sama Manami si cewek culun kacamata bulet rambut kepangan yang bawa-bawa modul kimia, mereka sweetnya nggak ketulungan *v* 

8. Out of all of your ships listed, which ship has the strongest bond? 
ALL HAIL NAMTRAP (5). Bisa-bisa aku diterkam nih kalo cerita lebih panjang, tapi ikatan mereka itu kuat banget. Secara yang satu itu badass selangit dan yang satunya pendek mau-mau-malu itu maygatmaygat aku mimisan terus kalau disuguhin gambar mereka berdua T^T 

9. How many times have you read/watched 10’s fandom? 
Satoshi x Oreki 
So MUCH times. Suka banget interaksinya Satoshi yang seolah bisa tau apa yang lagi Oreki pikirin, yang lagi Oreki mau, tanpa Oreki harus ngomong dulu QvQ 

10. Which ship has lasted the longest? 
Yang paling lama kuship--> HarryHermione (7). Aku udah ngeship mereka sejak aku tau film Harry Potter. Bisa dibilang sejak SD. Masih baper dikit kalo inget mereka nggak jadian, hiks. 
Kalau yang kemungkinan bertahan paling lama--> NamTrap deh (5). Bisa dipastikan selama SMA aku bakal ngeship mereka hohoho. /der 

11. How many times, if ever, has 6 broken up? 
Obito x Rin 
MEREKA NGGAK JADIAN. Kenapa pertanyaan ginian ngarah ke pairing yang nggak jadi canon sih. *ras pairing yang canon di listmu itu cuma satu /KarmaNami

12. If the world was suddenly thrust into a zombie apocalypse, which ship would make it out alive, 2 or 8? 
KARMANAMI DONG. (8
Yah walaupun NijimuraAkashi itu udah SMA sementara KarmaNami masih kelas 9, tapi inget ya, Karma itu preman level emperor yang otaknya jenius yang bisa dapet nilai 100 UAS Matematika, bahasa Inggris, bahasa Jepang, IPS sama IPA. Dia rangking SATU PARALEL bro. Sementara Manami itu kemampuan ngeracik bahan Kimia itu udah sampai tingkat platinum, dia bisa buat Sodium Hidroksida sama Thallium Asetat, racun paling berbahaya buat umat manusia. Mereka kalo bersatu bisa hancur tuh dunia zombie. 

13. Did 7 ever have to hide their relationship for any reason? 
Harry x Hermione 
HARRY ITU SUKA SAMA HERMIONE. AKU TAU, KAMU TAU, KITA SEMUA TAU. Di novelnya seri keempat atau keberapa aku lupa jelas-jelas dicantumin kalimat “Harry sangat menyukai Hermione” yang ngebuat aku salto di atas kasur saat itu juga. Hermione naksir Harry pas kelas 1 BUT udah mulai nganggep Harry temen doang lalu pindah suka sama Ron pas kelas 2, waktu karakter Ginny nongol. I know it JK ROWLING, aku udah tau habis itu endingnya siapa bakal sama siapa dan setiap nonton HP habis itu bawaanku baper. Sayangnya istilah baper dan galau waktu itu belum ada. 

14. Is 4 still together? 
Kiryuu x Kaori 
MEREKA ITU NGGAK CANON. Yah, Kiryuu dan Kaori itu masih bareng-bareng, tapi di sebelahnya ada Hase sama Saki. Dan mereka masih jalan bareng, tapi nggak jejer karena Kiryuu jalan bareng Saki dan Kaori jalan bareng Hase. Sebenernya, si komikus udah buat sedemikian rupa biar pairingnya kerasa jelas siapa bakal sama siapa, tapi bisa-bisanya aku NYILANGIN mereka dengan ngeship Kiryuu sama Kaori. Bhay. 

15. Is 10 canon? 
Satoshi x Oreki 
CANON. di mata fujo. 

16. If all 10 ships were put into a couple’s Hunger Games, which couple would win? 

(ObitoRinHarryHermioneKarmaNami

Menurutku, ini bakal jadi perang antara 6-7-8. Obito langsung ngeluarin jurus elemen api dan bakar hutannya, otomatis ngebunuh semua orang yang ada di hutan. Tapi Harry sama Hermione, yah taulah, mereka langsung pakai kekuatan dari tongkat sihir buat ngehilangin kebakaran hutan itu. Karma sama Manami jelas masih bisa ngehindar juga pake ramuan kimia perfectonya Manami.

ObitoRin mati dan masih sisa HarryHermione dan KarmaNami. Harry ngelancarin jurus tongkatnya, tapi kayak adegan film-film, jarak antara aliran dari jurus tongkat sihirnya itu berefek slowmotion. Karma bisa ngehindar, lalu kayak adegan di anime yang cepet asli dan ngebuat penontonnya malah harus sering-sering ngepause, Karma bakal kilat deketin Harry sama Hermione lalu ngelemparin racun yang dibuat sama Manami.

Yes. Yang menang KarmaNami. KARMANAMI FTW. 

17. Has anybody ever tried to sabotage 5’s ship? 
Nams x Traps 
NGGAK ADA. SECARA NGGAK SADAR SEMUA ORANG MENGAKUI MEREKA KOK /gakgitu. Nggak ada yang menentang, pertama kali aku denger pairing mereka, aku langsung tau mereka cocok. Udah lokasinya deketan, bahkan pihak yang terlibat di dalamnya aja saling membenci satu sama lain HAHAHA. 

18. Which ship would you defend to the death and beyond? 
Buat apa kulindungin kalo yang canon aja cuma satu. Ngelindungin juga percuma kan?:”) 
  • SoumaKujo, Kujo nolak Souma. 
  • NijiAka, Nijimura pindah sekolah ke Amerika. 
  • KiritoShinon, Kirito udah jadi suami orang, bahkan udah punya anak. 
  • KiryuuKaori, mereka itu friendzone. Udah punya pasangan masing-masing juga. 
  • NamTraps. Mereka... yah. Bentar. 
  • ObitoRin, Obito bertepuksebelahtangan, Rinnya mati, sekarang Obito juga udah mati. 
  • HarryHermione, udah sama keluarga masing-masing, bhay. 
  • KarmaNami.... bentar. 
  • SlaineAsseylum, Assey udah jadi istri orang. 
  • SatoshiOreki, mereka punya pasangan sendiri-sendiri. 
Oke, kalo habis diulas satu-satu ginikan kelihatan. Yah, NamTraps maybe? *w* KarmaNami itu emang canon di manganya, udah nggak usah diperjuangin. Kalo NamTraps itu kan... MEREKA BUTUH DI-OTP-IN MALAH. 

19. Do you spend hours a day going through 3’s tumblr page? 
Kirito x Shinon 
SEHARIAN PERNAH KOK. Sampe bela-belain mention akun otaku buat request gambarnya mereka. Searching gambar mereka di zerochan sampe halaman terakhir juga. 

20. If an evil witch descended from the sky and told you that you had to pick one of the ten ships to break up forever or else she’d break them all forever,which ship would you sink? 
Pilih ship yang bakal dipisahin? Sana, ambil nomer 1,2,3,4,6,7,9,10 sana. Asal nggak NamTraps sama KarmaNami aja. Aku yang baper kalo suruh milih di antara dua itu. 

***

Ada yang mau? :3 Kalo posting di Facebook, mention Rasya Swarnasta ya sama promosiin link blognya ya, lol. Yang jelas Wisha wajib garap xD /jder. Wish, kita summon yuk, aku dan kamu sama dengan satu ♥ *kenapa kesannya nggombal* Aku udah ngetag kamu, berarti udah ngetag satu kan. Karena kita harus ngetag sepuluh, jadi kamu kurang ngetag sembilan lagi ya {} 

Betewe, aku belum cerita tentang kemah tiga hariku. Semoga aja aku belum lupa xD