Me in Horror Story. #projectfemind

Kamis, Januari 02, 2014

Hai. Apa kabar kalian? Aku yang disini sehat-sehat aja.

Ini buat #FemindInHorror. Sebenernya karena kasihan aja ya kok pada belum ngepost, jadi aku mulai. Gak ada yang lucu dari ini kan? Aku di sini juga nggak berniat ngelucu apapun, dan peraturannya juga gak boleh ngelucu karena emang gak boleh ngelucu, jadi yaudah kan? Gak usah ketawa.

Jadi proyek ini gak tau diniatin apa enggak karena yang ikut juga dikit, tapi aku mau ikut. Nggak suka kalo aku ikut? Gak usah banyak protes. Ini blogmu bukan blogku. Kalian ke sini aku juga gak maksa? Klik Ctrl+W aja dan aku juga gak berharap banyak buat nyambut kalian balik.

Dan peraturan untuk menulis ini adalah sebagai berikut: postingan jangan terlalu pendek jangan terlalu panjang, cerita harus sekeren mungkin, dan cerita nggak boleh ada unsur humor. Sebenernya peraturan yang ketiga itu peraturan yang bikin aku... membelalakkan mata dan tercengang?  jangan ketawa!jangan senyum juga(?) aku gak tau istilah lain dan aku gak berniat ngelucu jadi plis hargain oke – dan lagi aku berusahain sebaik mungkin di sini.

Sebenernya aku nggak punya pengalaman horror.

Kalaupun punya mungkin bukan pengalaman horror, tapi pengalaman iseng. Dulu waktu kelas 7 aku sama Fahma pengen ngebongkar fakta yang didenger dari suatu situs yang dibuat oleh suatu anak di sekolahku, yang katanya:
  1. Ada terowongan bawah tanah di kantor polisi perempatan gramedia yang menghubungkan ke tempat misterius.
  2. Ada jalan rahasia di KFC lantai bawah, kalo kamu masuk KFC lewat pintu belakang kamu bakal tau.
Yang nomor dua masih gak tau. Gak yakin. Itu mungkin ruangan apa lah entah, tapi yang jelas cuma karyawan yang boleh masuk. Entah cuma karyawan yang boleh masuk karena itu isinya gudang, tapi kalaupun isinya emang bener jalan rahasia atau malah ruangan mesiu, aku juga gak tau.

Lalu yang pertama terbukti palsu. Salah. Ceritanya top secret karena enak di kaliannya kalau aku cerita sedetail-detailnya kan? Kalian maksa aku cerita? Enak banget. Dikira aku nggak mempertimbangkan setiap langkahku pas menyusuri terowongan itu apa? Aku juga takut tau. Tapi intinya aku udah liat sendiri sama Fahma dan itu nggak menghubungkan ke tempat misterius sama sekali, jadi kalian gak usah banyak protes.

Udah itu aja. Sama dulu aku sama Fahma pernah berburu hantu di sekolah, tapi sebenernya itu gak lain dari kita nyiptain hantu sendiri dan khayal-khayal sendiri dan ngehubung-hubungin segala gala kisah dengan hantu ciptaan kami.

Yah, itu pengalaman horrorku.

Pengen aku post langsung tapi.. ini kurang panjang. Aku sebagai author juga tau ini post kurang panjang. Kalian yang udah ngira ini panjang nggak usah banyak protes juga! Aku nggak minta. Sementara itu aku juga udah nggak sabaran pengen pake emot, tapi ya udah. Hari entah kapan aku nonton Final Destination 5. Ternyata itu sebenernya Final Destination 0, ya karena itu endingnya si aktor yang ada mati di pesawat di Final Destination 1. Bagus sih, aku rekomendasiin buat kalian.

Ngg. Lama-lama ini jadi nggak nyambung. Dan aku udah ngerasa postku panjang. Cuma nambahin satu paragraf? Biarin. Lagian ini post yang masuk awal di proyek ini kan? Aku bener-bener nggak punya referensi sama sekali. Lagian juga, aku mau nambahin kata-kata maaf karena aku baca ulang post ini dan aku ngerasa aku jadi sadis di sini. Mungkin pengaruh peraturannya kali ya. Udahan deh.

Sampai jumpa di post selanjutnya.

You Might Also Like

6 comment(s)