Samber Mata atau Mrutu

Selasa, Mei 21, 2013

Halo lagi bloggers. Berniat bikin post tentang pengetahuan nih. Males kalo post di rasyaklopedia, nggak ada yang bakal stalk(?)

Maaf ya, nggak tau kenapa aku jadi lagi agak gimana gitu kalo mau nulis cerita di blog. Bukan apa-apa sih, masalahnya di sekolah juga nggak ada yang menarik(?) Tapi kayaknya kalo aku stalk blog ku sebelum-sebelumnya, apa aja tentang sekolah aku ceritain ya?-_- label "sekolah" ku banyak banget. Tapi ya udahlah. Sebenernya ada yang mau aku ceritain sih, terkait soal bla bla bla gitu, tapi.. ya udahlah. Kejadiannya mengharukan banget:') Ada yang menyeramkan juga:'( Pokoknya, fyi aja, aku lagi super bahagia sekaligus super deg degan malam ini~

Kalian tau nggak samber mata atau mrutu? Jangan remehkan lho. Itu biasanya nyamber mata kalian dan bikin mata kalian perih pas menjelang maghrib. Aku kadang kena, kalo misalnya mau pergi ke warung. Pas aku tanya ke ibuku apa itu samber mata, ceritanya pengen aku tanya lebih lanjut. Masalahnya, di google itu nggak ada informasi yang gitu jelas. 

Kata ibuku, samber mata itu begitu kena mata kalian, mereka bakal langsung mati. Itu karena aku masih kecil dan polos ya *polos?-_-* jadi aku nganggep itu mengerikan. Apa dasar tujuan mereka? Apa ada dongeng gitu yang cerita kalo nenek moyang manusia dan nenek moyang samber mata itu emang sebenernya sudah bermusuhan ya? Itu yang aku pikirin, dan malam itu juga aku mimpi-_- pas masih kecil, tapi mimpi nya masih keinget setengah setengah.

***

Aku bukan sebagai aku, tapi aku sebagai samber mata. Jadi di mimpi itu wujudku tetep manusia, tapi di memoriku, aku itu samber mata. Dong kan?._.v temen-temenku juga temen-temen sekolah biasa *masih SD lho, temen-temen SD* dan mereka wujudnya manusia. Tapi aku mandang mereka sebagai temen-temen sesama samber mata ku. Gitu lah pokoknya. Lanjut cerita ya.

Lalu guru masuk. Lupa siapa. Beliau ngedidik kita soal masa depan kita. "Besok di masa senja kalian, kalian akan dihadapkan pada suatu tugas wajib. Suatu tugas umum. Yaitu mengorbankan nyawa, dengan melemparkan diri kalian ke pupil mata manusia. Itu lah tugas kalian, tugas kita semua, sebagai samber mata."

Ya pokoknya ngomong gitu.

Pulang sekolah, aku diajak ke lapangan balai kota(?). Di lapangan itu banyak orang-orang *baca: samber mata* yang kumpul. Di sana ada orang diiketin ke karet yang ketempel di kayu di atas tanah. Semacam katapel. Ya, sebenernya emang katapel-_- tapi katapel raksasa. Kalo di gambar bawah ini, si orang itu jadi batu nya.


Ada dua orang yang narik karet itu sampe panjaaang banget. Lalu satu orang yang berdiri di sekitar sana juga, semacam ustad, itu kayak berdoa-berdoa gitu. Lalu dia bilang kayak gini, "Perhatian! Satu orang tak berdosa hari ini akan berpulang. Pertama-tama kita panjatkan, harapan kami semoga orang tak berdosa ini akan berhasil mengenai pupil mata sasaran dengan tepat dan bisa meninggalkan dunia ini dengan bangga!"

Lalu tepuk tangan. Pas itu aku nonton juga, tapi aku nggak habis pikir kenapa orang itu mau-mau aja. *btw jadi dongeng kayaknya bagus ya:3* *eh-_-* lalu dua orang yang narik itu ngelepas katapel itu, dan orang itu melambung jauh.. terbang..

Orang yang jadi sasaran itu *dalam wujudku ini tetep orang, tapi raksasa* lagi naik motor. Tanpa helm. Si orang samber mata itu terbang.. mendarat.. dan.

Nggak kena.

Aku liat ke arah anak-anaknya, sama cucu-cucunya, sama istrinya kalo nggak saudara perempuannya. Mereka kayak berduka cita gitu, dan lalu si cewek itu bilang, "Beliau memang nggak berhasil. Tapi kita lah yang harus membuat beliau berbangga hati karena kita bisa kena tepat sasaran ketika saat itu tiba."

Semua orang yang disitu kayak meratap, kasihan. Aku nggak bisa bayangin si kakek itu menyesal apa enggak. Dia nggak kena, tapi akhirnya tetep mati. Kena nggak kena tetep mati.

***

Oke, mimpi kecil-kecilan doang sih-_- Tapi itu mimpi fiksiku. Apa mimpimu?;) eh btw kayaknya ini aku nggak jadi bikin post tentang pengetahuan ya-_- melenceng banget-_- harap maklum-_-

You Might Also Like

0 comment(s)