Femind Cerita Berantai: SEASON 7

Minggu, Mei 05, 2013

Halo, kawan-kawan:') sekarang, aku harus milih satu kelompok dari tiga kelompok.. Karena yang paling bagus kelompok tiga jadi kelompok tiga aja ya yang aku lanjutin xD (baca kelompok tiga) agak susah sih, tapi akhirnya jadi:') baca yaaa. duhh deg-degaan... mana nanti dilanjutin sama semuanya lagi... daan sebentar lagi statistik penayangan blogku meningkat *eh-___-* ehm. maaf telat (banget) ya fem btw._.v

SEASON 7: ME~._.)~

Ketika aku sedang menjedotkan kepalaku ke tembok terdekat itu *ini beneran dilakuin bro bukan sekedar kiasan* aku baru menyadari bahwa ada satu kata penting ya terlewat oleh telingaku. KE MANA PAPIH AKAN MENGIRIMKAN TASKU?! 

"Pih, mau dikirim ke mana?" tanyaku.
"Rahasia dong," jawab Papih. Aku akhirnya diam saja. Apes banget sih, harusnya aku dengeeer..
"Non, ada tamu," Bibi kemudian muncul. Aku keluar rumah. SUPRATMAN! Tapi.. lho.. dia.. Supratman sudah tidak gosong! Baru akan menanyakannya, tiba-tiba Mami datang dengan "jewel's helicopter"(?)nya itu dengan jelas terpampang nyata. Aku langsung menduga kenapa Supratman bisa begitu. Mami berkomplot dengan Supratman! Eh, tepatnya, Mami berkomplot dengan orang gila!!

"Kebetulan jimat Mami bisa menyembuhkan apa yang sudah ia lakukakan," Mami mengatakan itu dengan suara berat dan dalam penuh wibawa sambil mengencangkan dasi dan melambaikan tangan ke arah kamera(?).
"Wew," aku hanya berkomentar begitu.
"Mami baru menyadari bahwa ternyata ada lelaki yang memperhatikanmu. Tidak penting luarnya bagaimana, pandangan orang-orang bagaimana, yang penting adalah hatinya. Kalau kalian saling mencintai, Mami setuju-setuju saja," kata Mami.

...
HA? SIAPA YANG BILANG KALO KAMI SALING MENCINTAI!? APA YANG SUPRATMAN BILANG KE MAMI SELAMA MEREKA OTW?! DAN KENAPA BAHASA YANG DIGUNAKAN MAMI SEKARANG ITU TERLALU CETAR DAN MEMBAHANA?! DAN LAGI.. KENAPA AKU BERASA KAYAK ARTIS PAPAN ATAS YANG MENYANDANG SEBAGAI TOKOH SINETRON!??

"Itu karena Mami dan Papih juga dijodohkan dengan cara yang seperti ini. Karena itu kamu harus melestarikannya, terutama kamu harus membersihkan nama mu itu. Nama Papih mu juga, karena nama 'Putera' kamu itu berasal dari nama Papihmu."
"Oh.." Oh. Ternyata Putera itu nama Papihku.

Panjang umur, kemudian Papih keluar. "Bintang, kenapa kamu tidak segera menunjukkan kepada Papih undangan ini?" Aku menoleh. UPS. Aku lupa memberikan undangan IJAZAH KELULUSAN yang akan dimulai sore ini!! Dengan segera aku ingat latihanku di depan cermin.
"Papih, nanti pas pembagian ijazah jangan marah-marah ya," kataku.
"PEMBAGIAN IJAZAH?" Mami kemudian teringat. "Ini menentukan masa depanmu! Ayo ke SMA sekarang juga, dan temukan Mami dengan wali kelasmu!" kemudian Mami menoleh ke arah Supratman. "Supratman, kamu tidak perlu kuatir tentang hubunganmu dengan Bintang ya. Kamu pulang saja."

HUBUNGANNYA DENGAN BINTANG MAKSUD..??!!

Tapi Mami dan Papih sudah menyeretku *diseret bro. DISERET* ke kendaraan Jewel's Helicopter kami dan kemudian kami segera melesat.

Di sekolah.
Aku hanya memandangi Mami dan Papih dengan wali kelasku itu dengan pandangan cemas. Semoga saja wali kelasku tidak menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.. Ya ampun, mereka sudah selesai berbicara. Ya ampun.. Mami dan Papih kemari..

"Ayo pulang," kata Mami. Di kendaraan kami, Mami berkata. "Wali kelasmu itu cerita semua, bahwa ternyata NEM kamu jelek. Kamu di sekolah juga nakal, bandel, dan tidur di kelas. Mami nggak bisa mikir masa depanmu gimana, kampusmu di mana. Semua terserah Papih deh."

Aku menelan ludah. Ini nggak lucu. Bener-bener nggak lucu. Papih kemudian mulai memberiku sebuah 'peraturan'.
...
Seminggu penuh kami berkemas-kemas di rumah, membereskan ini-itu, membuang kenangan itu-ini(?). Aku hanya diam saja. Selama seminggu penuh aku diam saja. Papih kemudian mengatakan padaku bahwa tasku dikirim juga ke sana, aku diam saja. Aku, Mami dan Papih bandara, aku diam saja. Aku memasuki pesawat, duduk di kursi penumpang, aku diam saja. Aku akan kuliah di luar negeri, di kampus milik Nenekku. Di sana aku harus belajar giat selama empat tahun penuh untuk memperoleh gelar S1.

Kemudian Mami menghampiriku. "Di luar pesawat ada Supratman. Sana, kamu mengucapkan sesuatu, apa saja. Ingat, pakai bahasa baik-baik."

Aku terpaksa ke luar. Benar saja, Supratman sudah ada di sana. "Kamu mau balik ke sini kan?" tanya Supratman. Sumpah ya, ini berasa sinetron banget.
"Aku nggak tau," jawabku datar. Kemudian, ada panggilan bahwa semua penumpang harus segera naik karena pesawat akan berangkat. 
"Menurutmu, penolakanmu yang kemarin bisa berubah nggak?" Supratman melakukan ekspresi anak-kucing-guling-guling-di-atas-detergen itu lagi.

Aku bingung. Jelas-jelas itu udah penolakan, ya udah, penolakan, gitu aja. Tapi aku ingat pesan Mami yang mengatakan bahwa aku harus bicara dengannya baik-baik. 

"Aku nggak tau," jawabku kemudian.
Kemudian, aku pergi, menaiki pesawat.
Akhirnya, aku menjawab dengan tiga kata penuh misteri yang membuat dia bertanya-tanya. 
Dan mungkin kalian juga.

...

IYA NGGAK? PENASARAN NGGAK?! LANJUTIN YAA SOALNYA AKU JUGA PENASARAN *eh-_-*

You Might Also Like

0 comment(s)