kerja

Balasan E-mail

Kamis, November 16, 2017

Halo. Sekarang jam 15:20 dan hari ini hujan dan aku tadi pulang-pulang nggak pakai jas hujan sepanjang perjalanan, walaupun keadaan membaik karena aku sudah minum milo sama makan mi tapi kakiku masih kedinginan .... Oke nggak penting banget ya. Hmm. Banyak yang pengin aku ceritain karena banyak hal yang terjadi (?) tapi karena terlalu banyak itu aku jadi bingung mau cerita apa ....

Aku mau berbagi kesenangan. Walaupun entah kenapa rasanya gaya berceritaku suram, dan aku sebenernya tahu ini dipengaruhi karena apa (1) internetnya lama banget huhuhu sampai aku nulis ini, udah berapa kali aku harus diem sebentar karena huruf-hurufnya belum keluar semua padahal aku udah nulis :'( kayak yang terjadi barusan :'( (2) kakiku kedinginan ... nggak serius kakiku beneran kedinginan, dan cuma bagian kaki aja ... udah pakai minyak kayu putih padahal tapi masih kedinginan, dan licin (?), dan dingin (???). Eh serius ini nggak penting banget, Rasya ngapain sih, oke kawan ini paragraf deduktif jadi baca kalimat pertama aja yes.

Jadi beberapa hari ini aku berpikir ... walaupun nggak juga sih (?). Pernah kapan gitu aku sama Dek Dama, sama Ayah, sama Bundil, GO-CAR, dan supirnya ternyata seseorang yang baru aja lulus dari suatu universitas di Yogyakarta jurusan Ilmu Pemerintahan, dan dia nggak dapat pekerjaan walaupun udah sampai coba ke Jakarta segala, dan akhirnya memutuskan pulang, berniat cari uang dengan nge-GO-CAR dulu. Dia sudah nge-GO-CAR ini sebulan.

Setiap manusia punya jenis pertanyaan yang dia hindari ya, kalau zaman dulu aku suka menghindari pertanyaan, "Mau masuk jurusan apa?" atau minimal, "UN pilih mata pelajaran apa?" karena itu hal yang aku belum tahu bakal seperti apa. Dan sekarang aku takut kalau membayangkan apa yang bakal kulakukan setelah lulus ... atau minimal, Sastra Indonesia bisa memberiku tempat di mana kalau aku butuh duit?

Temen sekelasku ada yang kerja jadi MC. Dia suka nge-MC di mana-mana, udah bisa cari uang sendiri di situ. Karena banyak banget yang dari luar Jogja dan mereka punya fokus untuk cari uang, mau nggak mau aku sendiri juga kepikiran. Masalahnya, aku cari kerja di mana ... pada suatu hari di hari Sabtu, aku nggak ikut pelatihan anak magang KRJogja.com dan itu bikin aku dicoret dari daftar peserta seleksi huhuhu meninggalkan aku di sini mengais-ngais tanah atas kebutuhan akan pengalaman (?).

Lalu ... akhir-akhir ini aku punya temen baru, namanya Nabila dan Nana. Aku yang cinta Inggris, Nabila cinta Italia, Nana cinta Jerman. Bertiga, kami adalah "TRIO PANZER: In Pasta We Trust". Kami sangat nggak penting (???), apalagi akhir-akhir ini lagi bekennya Piala Dunia dan Nabila lagi berduka karena Italia nggak masuk Piala Dunia :( Puk puk, ya, Mbil. Mereka berdua bikin aku makin suka sejarah dunia, apalagi Nana minjemin aku buku Perang Dunia II Eropa yang DIKIRIMIN LEWAT POS. NIAT BANGET DIRIMU. AKU NANGIS BAHAGIA. MAKASIH YA NA. :")))

Dari belajar sejarah, aku lupa pada titik apa, tapi ada momen aku dipertemukan dengan website ini: HistoriBersama.com. Itu adalah website yang dibikin dengan tujuan membandingkan sudut pandang Belanda dan Indonesia. Jadi, kayak gimana cerita penjajahan Belanda di Indonesia versi Belanda? Aku baca bentar dan aku sangat tertarik, apalagi pas aku baca kalau Indonesia pernah nyerang truk yang isinya wanita dan anak-anak. Itu nggak diceritain di sini dan aku baru tahu. Makanya aku jadi pengin tahu lebih, sebenernya di Belanda tuh mereka diajarin apa?

Karena Indonesia-Belanda itu terpisahkan oleh jurang pengetahuan akan bahasa satu sama lain. IYALAH, BELAJAR BAHASA INGGRIS AJA TERPONTANG-PANTING APALAGI BAHASA BELANDA (........) /SANTAISYA. Dosen Filologiku, Pak Sudibyo, sangat bisa bahasa Belanda dan sangat bagus :"( Oke, di website itu ada tiga versi bahasa; Indonesia, Inggris, Belanda. Aku baca-baca beberapa dan ternyata ada beberapa artikel yang belum ada terjemahan bahasa Indonesianya. Website-nya itu masih kurang sumber daya dari Indonesia; padahal aku tersentuh mereka namain itu "Histori Bersama". :')

Akhirnya aku bilang kalau aku pengin bantu, buat nambahin pengalaman, dan nerapin juga kemampuan ngeterjemahin dari bahasa Inggris ke Indonesia dari ilmu di Bahasa Inggris Sanata Dharma, lalu nuangin ke dalam struktur kalimat yang baik dan benar dalam bahasa Indonesia dari ilmu di Sastra Indonesia UGM. Aku awalnya nggak yakin sih apakah perlu bilang kalau aku juga belajar Sastra Indonesia; karena toh kalau jadi penerjemah kan cukup bilang aja kalau aku belajar Bahasa Inggris.

Terus dibalas, dan aku deg-degan bacanya, dan ternyata aku dapet misi lain (?).

Aku dikenalin sama orang Indonesia yang pengin bikin esai bahasa Inggris. Dia punya esai bahasa Indonesia yang mau diubah ke dalam versi bahasa Inggris. Dia udah pernah coba bikin versi bahasa Inggrisnya tapi dinilai kurang begitu bisa menyampaikan. Jadi aku dikasih lihat dua dokumen itu, yang perlu diperbaiki bahasa Indonesianya atau bahasa Inggrisnya. Karena aku pikir masih ada yang perlu diedit di esainya dia yang versi asli, jadi aku jawab kalau diperbaiki dulu bahasa Indonesianya.

KEMUDIAN DATANGLAH JAWABAN YANG BIKIN AKU SENANG, dan inilah kesenangan yang kumaksud di kalimatku "Aku mau berbagi kesenangan":

How lucky we are that your major is Indonesian literature. :)
How lucky we are that your major is Indonesian literature. :)
How lucky we are that your major is Indonesian literature. :)

Itu ............................... kayak gema di kepalaku. :"))))))
Aku seneng banget, banget, BANGEEET. Pertama kalinya ada yang bilang kayak gitu jadi rasanya kayak terbang, seneeeeeeng banget. :") ALHAMDULILLAH SENENG BANGET RASANYAAAA :"DDDD
/UDAHSYA

Oke hehehe aku mau berbagi kesenangan itu.
Makasih ya sudah baca, minta tolong doanya semoga aku bisa membahagiakan mereka (?) :")))

Hiatus?

Sabtu, November 04, 2017

Hm. Mau cerita apa ya. Aku jarang memberi kabar di blog huhu, btw aku udah selesai UTS, dan susah *yha* dan aku masih bersyukur mata kuliah Agama Islam Kontekstual nggak ada UTS yay! Itu yang selalu aku pikirin tiap kali ada matkul Agama, merasa berterima kasih pada si Bapak, semoga kapan-kapan aku bisa kayak si Bapak pergi ke Inggris ya :”)) *nggak nyambung*

Dari kemarin aku sedih karena nggak sengaja baca cerita sedih (?). Aku gara-gara penasaran sama penulisnya jadi baca-baca ceritanya. Sengaja baca yang ditulisnya udah agak lama, dan terus kubaca, dan WHAT DO YOU MEAN AKU BACA CERITA YANG SANGAT SEDIH :”””))))) Aku baper banget sampai aku jejeritan ke Nail dan dikira nangis (…………)

Aku bener-bener butuh hiburan dan sekarang aku kalau butuh bahan receh selalu pergi ke Shape of You-nya Malinda Kathleen Reese. MANJUR BANGET!! Aku dikasih itu sama Nail dan aku nggak pernah ketawa selama itu di 2017 ini :”)))))) Itu sangat receh dan aku sangat sedih oleh parameter humor yang dikeluarkan otak bagian tertawaku karena itu membuatku jadi manusia murah (?) :”)

Habis itu hari ini Nana ngasih aku dua cerita, dua-duanya sangat sedih, iya IYA PLIS YA itu lho yang kumaksud kalau nulis lebih gampang dari pada baca; karena nulis cerita sedih lebih gampang dari pada baca cerita sedih :”))) Entah kenapa aku ngerasanya gitu. Cerita Nana yang pertama cuma sanggup kubaca awal-awal, dan yang kedua BLAS NGGAK KUBACA LAGI SETELAH BARIS PERTAMA. Aku udah tahu ini arah sedihnya ke mana dan ini adalah jenis sedih yang aku bener-bener bisa nangis LITERALLY NANGIS NGGAK CUMA HANYA EMOT TITIK DUA PETIK DUA BANYAK-BANYAK :””””)))

Terus ada lagi, kejadiannya sebelum aku tahu kalau Nana ngasih aku dua cerita; Nana juga ngasih aku link video. Itu video yang sangat sedih, GRAO bener-bener tidak ada batas antara penjahat dan korban, aku jadi bingung mau kasihan sama siapa?!?!? Kenapa dunia bisa jadi sekompleks itu why aku nggak paham? Siapa yang jahat dan siapa yang korban kenapa dua-duanya salah tapi dua-duanya kasihan??? Oke itu video tentang ajang pembalasan dendam seorang yang tertindas tapi ya kenapa kamu balasnya dengan jahat dan SANGAT JAHAT????

Eh terus aku nangis deh nonton video itu. Nangis beneran nangis aku sampai sedih sama diriku sendiri kenapa diriku bisa sangat receh dan bisa sangat mudah nangis di saat yang bersamaan :”) Tapi ya emang gitu sih ya, sekali murah akan murah hingga seterusnya (….) /SYA

Btw trus aku mau bilang karena dari pada aku menggantungkan harapan (??) pembaca sekalian (SIAPA) yang baca blog ku, aku mau bilang kayaknya aku hiatus dulu deh nulis di blog ini :”)))

Btw (2) aku habis nonton video di YouTube tentang seseorang yang menjelaskan betapa susahnya menjadi penduduk Amerika, dan di situ aku dapet quotes bagus: A lot people say, why don't you just stand in line? And well, I'm not sure there's much of a line for you to stand in.

video

Tergantung

Rabu, Oktober 04, 2017

Aku sering bingung kenapa orang (aku) bisa sestres itu kalau ada masalah kecil, tapi ada orang (bukan aku LOL) yang bisa sangat santai padahal masalahnya besar. Lalu pemikiran itu ketemu jawabannya; bahwa ternyata orang itu beda-beda, ada yang A ada yang T (plis sya, MBTI banget sih), ada yang bisa tetep tenang ngelihatin orang bakar bendera, ada yang ribut-ribut ikut lari sana-sini berasa jadi orang yang penting aja.

Terus, berkat rekomendasi dari Mas Anas, aku buka channel YouTube-nya JacksGap. Bukan pertama kalinya sih aku stalking-stalking YouTube nyariin anak-anak yang hobinya nge-vlog, tapi pada akhirnya aku mikir lebih asik kalau cari aja di search-nya langsung apa yang mau dibutuhin; rekomendasi wisata, perbedaan aksen Amerika sama Inggris - karena kalau vlog, kan, lebih random jatuhnya.

Biasanya kalau YouTube, aku cuma lihat-lihat AMV (krik), kalau enggak fanvid-nya Sherlock (KRIK), atau yang terbaru tuh ngikutin America's Got Talent sama X Factor UK. Kalau ada peserta yang bagus dan aku suka sampai banget banget, biasanya dengan selo aku cari orang-orang yang nge-react video itu LOL.

Apa lagi ya? Pokoknya aku nonton YouTube itu untuk (1) memenuhi keinginan untuk ber-fangirling (?) misalnya: lihat-lihat kompilasinya Darci Lynne, Angelina Jordan, Grace VanderWaal, Chase Goehring (jebolan Got Talent semua ya, Sya), sampai merembet ke Issy Simpson atau Paul Zerdin (masih Got Talent), atau masih suka nonton ulang audisinya Celine Tam sama finalnya Angelica Hale (masih Got Talent) ... bahkan kalau masih ada waktu aku kadang nonton kompilasi kesarkasmeannya Simon. (..............)

Oh, aku juga nonton Glee. Bagian lagu-lagunya aja sih, dan karena favoritku itu karakter Quinn Fabray sama the Warblers, jadi aku sukanya pas mereka yang nyanyi aja. Quinn bagusnya cuma di I Feel Pretty/Unpretty sama Never Can Say Goodbye, jadi aku sering banget nonton ulang yang itu. The Warblers banyak yang kusuka (...) deleted scene yang I Want You Back aja aku suka (.....). Tapi aku paling suka The Warblers pas Blaine sama Kurt masih ada sih, yang Bills, Bills, Bills.

Dan (2) menambah ilmu pengetahuan (hAHAHA) kalau aku lagi males baca (...). Bukan males sih sebenernya, tapi kalau aku pengin tahu tl;dr-nya aja (TLDR: too long, didn't read -- versi pendeknya) misalnya cerita sejarah kayak Perang Teluk atau apa, nonton infografisnya tuh ada kesan kalau ingatannya bertahan lebih lama gitu. XD (ngeles) Atau, kan aku INFJ-T di MBTI, aku cari-cari info soal INFJ tuh lewat YouTube.

Nah, setelah direkomendasikan, aku akhirnya nonton channel JacksGap. Secara dia dari Inggris, dan aku pengin belajar aksennya sana juga (wAHAHA /SYA), dan aku pengin ke sana juga (aAMIIN), makanya aku dengan semangat ngunjungin channelnya. Scroll agak jauh karena aku pengin nonton dari awal, dan hasilnya ....

... ini balik ke apa yang jadi pemikiranku sebelumnya; soal sikap setiap orang kalau dihadapkan pada suatu permasalahan, apakah mereka stres atau enggak, apakah mereka A atau T. Aku tahu kalau ada beberapa orang yang mereka bisa mengatakan suatu hal begitu berat yang harusnya nggak diucapkan dengan ekspresi sesantai itu, dan aku juga tahu kalau di Britania ada istilah stiff upper lip yang cukup mindblowing sih kalau menurutku; tapi aku pengin bisa kayak gitu, tapi aku nggak nyangka aja aku masih tetep nggak habis pikir waktu contohnya muncul di hadapanku.

Kayak di videonya JacksGap ini.

Jadi, Jack namanya, waktu itu (2011 LOL) dia bikin channel namanya Jack's Gap karena video itu dibikin saat dia gap year - menunda satu tahun untuk kuliah. Dia berkomitmen kalau bakal bikin vlog tiap minggu untuk menceritakan apa yang dia lakukan dari Senin; jadi memotivasi keproduktifan gitu. Aku sendiri setuju sih kalau itu adalah hal yang sangat produktif, dan aksennya dia juga alasan yang bikin aku masih bertahan buat nonton (yHA SYA), jadi aku terus lanjut.

Lama-lama, kan dia cerita soal dia, nih. Kalau dia gap year karena nilainya dia A, A, C -- padahal yang dibutuhkan minimal A, A, B (...). Dia menceritakan gimana perasaannya dia pas nggak bisa lanjut kuliah padahal sudah seharusnya setelah sekolah itu kuliah; tapi detik demi detik selama dia cerita aku cuma bisa ... bingung bagaimana harus bereaksi. :")

As soon as you finish school, and if you don't get into university, suddenly everything sort of falls apart. And everything seems to be unsure. But, yeah, so, I'm sort of in a limbo at the moment; I have no job, no school, no university. Nothing.

Like I could go and shave all my hair off tomorrow, and it wouldn't matter. Like, who would it matter to? Or I could move to India and become a Carthusian monk - right? What would a matter? Maybe my parents would miss me a bit, but that's it. It's kind of a weird thought, so ... yeah.

Apart from being suicidal, I'm fine.


... Apalagi kalimat terakhirnya tuh lho. Sangat ... stiff upper lip, dan entah kenapa aku suka. Itu sangat British sekali ya nggak sih. :")))) (yha) Btw yang mau lihat videonya bisa klik di sini. Ayo kita maraton bersama-sama! XD